Namaku Nara Lee, umurku 20th. Aku seorang mahasiswa dan aku adalah seorang yatim piatu. Ibuku meninggal disaat ia melahirkanku, sedangkan ayahku meninggal disaat aku berusia 10th. Sungguh kejam hidup ini, aku ditinggalkan oleh kedua orangtua ku disaat aku membutuhkan cinta dan kasih sayang mereka. Aku di dunia ini tak mempunyai seorang pun, lebih tepatnya aku sebatang kara. Aku lalui hari-hari masa kecilku di sebuah panti asuhan, ya disaat aku berusia 10th tepat sesudah ayahku meninggal, aku dititipkan di panti asuhan karena tak ada satu orang pun yang ingin merawat ku.
Hari-hariku penuh dengan derita, semua teman-teman panti tidak ingin berteman denganku karena mereka menganggap bahwa aku selalu lebih unggul dari mereka dan lebih disayang oleh ibu panti. Ya, aku memiliki prestasi di sekolahku sehingga aku bisa mendapatkan beasiswa dan itu tak merepotkan ibu panti. Tetapi, ada seseorang yang selalu menemaniku dan selalu membelaku ketika teman-teman panti menjahiliku. Dia adalah Young Jun, teman masa kecilku. Dia lebih tua dariku satu tahun, ia yang selalu baik padaku.
Suatu ketika, ada seorang donatur ke panti kami dan mengadopsi Young Jun. Di situ aku sangat sedih, tak ada lagi yang membelaku, dan menemaniku. Tetapi, dia berjanji padaku bahwa dirinya akan kembali dan membawaku pergi bersamanya, aku merasa sangat senang mendengarnya aku pun tidak bersedih lagi. Aku menunggunya setiap hari di sebuah tempat biasa kami bermain yaitu pohon beringin besar yang berada di samping panti.
Aku menunggunya, dan terus menunggu. Tetapi dia tidak datang, aku sempat mengeluh, tetapi aku yakin bahwa suatu saat Young Jun akan datang menjemput ku. Hingga aku berusia saat ini yaitu 20th, dia tetap tak datang. Aku sangat kecewa dengannya, aku merasa bahwa Young Jun telah membohongiku. Dia sama saja dengan orang lain, yang tak pernah menyayangiku.
"Young Jun, kamu dimana? kapan kamu akan menjemputku!!" Lirihku sedih.
Aku menghela nafasku dengan kasar, dan menatap pohon beringin yang dimana tempat masa kecilku dengannya. Aku mengingat masa-masaku dengan Young Jun.
"Hah... Oke, Nara kamu tidak akan memikirkan nya dan menunggunya lagi mulai saat ini!!"
Aku memantapkan tekadku untuk menghilangkan semua memoriku tentangnya. Aku pergi kembali ke dalam panti dan berpamitan kepada ibu panti untuk pergi ke kota, karena saat ini aku tinggal di kota dan sedang menjalani pendidikan ku disana.
Hal yang paling indah di hidup ini adalah cinta. Tetapi, aku tidak mengerti apa itu cinta. Ketika suatu hari di musim salju, yang paling aku tunggu-tunggu dan yang aku nantikan selama bertahun-tahun akhirnya datang. Ya, aku bertemu kembali dengan seorang pria masa kecilku Young Jun di suatu tempat yang sering aku kunjungi yaitu taman balai kota.
"YOUNG JUN!?" Aku yang sedang duduk di taman kota, terkejut dengan kedatangan Young Jun secara tiba-tiba.
"Nara..." Young Jun pun langsung memelukku dengan erat, begitu pun dengan ku.
"Hiks... Kenapa kamu baru datang Young Jun... Kenapa... Hiks... Kamu pembohong... Kamu menipuku..." Aku memukul-mukul nya dengan rasa sedihku yang aku pendam selama ini.
"Maafkan aku Nara... Maafkan aku..."
"Hiks... Jelaskan padaku!! kenapa kamu tidak pernah menjemputku disana!! kamu membohongiku Young Jun!!" Aku terisak.
"Kita duduk dulu, aku akan jelaskan semuanya."
Akupun mengikuti ucapannya, dan kami duduk di kursi yang tadi aku duduki. Young Jun pun mulai menceritakannya.
"Hufth, maafkan aku Nara... Aku tidak ingin membohongi mu..." Belum sempat Young Jun melanjutkan bicaranya, aku pun langsung menyelanya karena kesal dengan ucapannya.
"Apa kamu bilang? tidak ingin berbohong? lalu ini semua apa hah!? aku bertahun-tahun menunggumu dan menanti mu menjemputku!! tapi apa? kamu tidak datang-datang." Di kata-kata terakhir, aku memelankan suara ku dengan nada sedih.
"Maaf... Aku sebenarnya, ingin menjemputmu... tetapi ada suatu hal yang aku tidak bisa menjemputmu."
"Apa?" tanyaku penasaran.
"Ayah angkat ku waktu itu terkena serangan jantung dan ia koma berhari-hari. Aku ingin sekali menjemputmu, tetapi ketika aku mendengar rencana ibu angkat ku untuk membuat ayah angkat ku mati dan mengambil semua harta warisannya. Dan disitulah aku mengurungkan niat ku untuk menjemputmu, karena aku harus menolong ayah angkat ku dari istrinya yang jahat itu. Tetapi, aku tetap ingin menjemputmu ketika aku sudah menyelesaikan urusanku. Aku memberitahu ayah angkat ku tentang rencana ibu angkat ku, dan ia pun mempercayai ucapan ku karena sebenarnya ayahku sudah mengetahui semua rencana ibu angkat ku. Disitu, Ayah angkat ku meminta suatu hal yang paling mengejutkan bagiku."
"Apa itu?" aku pun kini mulai mengerti dengan alasan Young Jun.
"Ayah angkat ku menyuruhku untuk membawa semua warisannya pergi ke kota A, dan warisan itu ternyata sudah diganti dengan namaku yang tertera disana. Aku sungguh terkejut, aku awalnya menolak dan setelah ayah angkat ku menjelaskannya padaku bahwa warisannya itu tidak boleh berada ditangan yang salah. Lalu, aku pun mengikuti arahan dari ayah angkat ku untuk pergi ke kota A. Tepat ketika aku ingin pergi, tiba-tiba saja kondisi ayah angkat ku memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Sebelum ibu angkat ku mengetahui semua rencana ku dan ayah angkat ku, aku langsung pergi ke kota A sampai saat ini."
"Jadi, kamu melalui itu semua sendiri? maafkan aku karena aku sempat memikirkan hal-hal yang buruk tentangmu." ucapku sambil menundukan kepala dan Young Jun pun mengelus kepalaku dengan lembut.
"Tidak apa-apa, justru yang seharusnya meminta maaf ialah diriku karena aku tidak menepati janjiku."
Akupun tersenyum mendengarnya.
"Lalu, kenapa kamu bisa berada disini?"
"Aku kembali kesini karena aku mempunyai perusahaan di kota ini."
"Wah, benarkah? kamu hebat sekali. Oh ya, apa ibu angkatmu tahu jika kamu sudah kembali?"
"Tidak... Dia tidak tahu, karena aku mengubah identitasku. Sekarang namaku bukan Young Jun, tetapi Lee Han."
"Oh... Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan mu lagi, Young Jun."
"Aku pun seperti itu... Aku sangat senang sekali bisa bertemu juga."
"Kamu harus berjanji padaku, bahwa kamu tidak boleh pergi lagi... Janji" aku mengangkat jari kelingking ku.
"Hemm... Janji" membalas jari kelingkingku.
"Young Jun, kenapa kamu bisa tahu jika aku berada disini?"
"Aku berniat untuk mengelilingi kota, dan akhirnya aku pun singgah sejenak di taman kota ini. Ketika aku berjalan-jalan mengelilingi taman kota, aku melihat mu yang duduk di kursi ini dan kamu sangat mirip sekali dengan Nara kecilku. Aku awalnya ragu dengan hal itu, tetapi aku tekadkan untuk mengahampirinmu. Dan benar saja, ketika aku melihat tahi lalatmu yang berada di dagu, dengan mata yang sangat aku kenali, aku yakin bahwa itu kamu Nara."
"Terimakasih karena kamu telah mengenalku Young Jun..." aku pun memeluk Young Jun.
"Oh ya, apa kamu melanjutkan study mu disini?"
"Iya, aku mendapatkan beasiswa lagi." Senyumku padanya.
"Anak pintar" Mengelus pipiku dan memelukku kembali.
Aku sangat bahagia bisa bertemu dengannya lagi. dia adalah penyemangat hidupku, dia selalu menyemangatiku ketika aku sedang benar-benar terpuruk. Ia membuktikan bahwa cinta itu ada. Aku mulai mengerti apa itu cinta, ketika ia mulai mengisi semua hariku dengan kebahagian. Tetapi kebahagian ku dan kepercayaan ku akan cinta dan terhadapnya itu sirna, karena dirinya kembali pergi entah kemana tanpa memberitahu ku. Semenjak itu, aku tak percaya lagi padanya serta adanya cinta. Bagiku cinta adalah hal konyol yang tak perlu aku temui dan yang aku rasakan.
"Kamu berbohong lagi padaku Young Jun... Hiks... Aku benar-benar benci padamu!! Kenapa kamu mengingkarinya lagi... Kamu berjanji kan, tidak akan meninggalkan aku lagi!! tapi apa ini... Kau mengingkarinya lagi!!"
Aku menangis tersedu-sedu di dalam kamarku. Aku melampiaskannya dengan hanya menangis dan menangis. Berhari-hari aku tidak keluar dari rumah dan mengurung diriku sendiri didalam kamar. pikiranku kosong saat ini, aku tak tahu harus apa. Tetapi, suatu hal yang terlintas dibenakku, yaitu tekad. Ya, aku mempunyai tekad untuk hidup bahagia dan mencari sumber kebahagiaanku sendiri. Aku bangkit dari kegelapan dan melangkah menuju sebuah penerangan yang membawa hidupku untuk lebih baik lagi. Aku rangkai kembali hati ku dengan rasa semangat tanpa adanya cinta. Aku perlahan-lahan melupakan semua kenangan yang indah dulu dengannya.
Satu tahun berlalu, aku melewati hari-hariku seperti biasanya. Dan ketika pertama turunnya salju aku pergi ke sebuah taman kota yang dulu tempat itu penuh dengan kenangan dan kebahagiaan. Banyak orang yang berkata, bahwa di hari pertama turunnya salju, itu sebuah pertanda kebahagiaan. Dengan demikian, aku pergi ke taman kota untuk melihat turunnya salju.
Aku duduk di sebuah kursi taman dengan style padding dan mantel ku yang sangat tebal, agar aku tidak merasa kedinginan. Aku menyaksikan turunnya salju yang begitu tidak lebat. Sehingga aku bisa menikmatinya. Aku memejamkan mataku sejenak untuk menghilangkan rasa hampa di hatiku.
Ketika aku memejamkan mata, aku dikejutkan dengan seseorang yang memeluk leherku dari belakang. Sontak saja itu membuat ku sangat terkejut. Aku membalikan badan, dan alangkah terkejutnya aku melihat seseorang yang sangat aku cintai dulu kini telah tiba di hadapanku. Aku terbengong sejenak dan akupun tak kuasa dengan kerinduan yang terpendam selama ini di hatiku. Aku pun memeluknya dengan erat, begitupun dengannya.
"Kau mengingkarinya lagi... Hiks..." Akupun langsung melepaskan nya ketika aku mengingat hal yang menyakitkan tentangnya.
"Aku minta maaf... Aku..."
"CUKUP!! MULAI SAAT INI... AKU MOHON PADAMU, TINGGALKAN AKU DAN JANGAN PERNAH MENEMUIKU LAGI!! MENGERTI!!"
Aku berteriak padanya sembari terisak.
Aku ingin membalikkan badan ingin pergi, tetapi tangan ku ditarik olehnya dan ia memelukku kembali.
"Tolong, beri aku kesempatan lagi... Aku mohon, jangan tinggalkan aku!!" mohon nya yang masih memelukku, dan terdengar sebuah isakan tangis darinya. Aku pun mendengar isakan tangis nya, tak kuasa mendengarnya.
"Untuk apa aku bersama mu?, jika kamu berkali-kali berbohong padaku!!" aku pun kembali terisak, dan masih berada di bekapan Young Jun.
"Aku mengaku salah... Aku membenci diriku sendiri, karena aku sempat berkali-kali mengingkari janji dan berbohong padamu. Tetapi, itu aku lakukan demi masa depan kita... Kamu harus percaya padaku."
Young Jun melepaskan pelukannya dan beralih memegang kedua pipi ku.
"Demi masa depan kita apa yang kamu maksud?" tanyaku heran.
"Ya, aku lakukan semua ini demi masa depan kita... Aku pergi selama setahun dan tidak memberitahumu, karena waktu itu identitasku terbongkar oleh ibu angkat ku. Dan akupun ingin menyelesaikan masalah ku ini tanpa melibatkanmu... Aku kembali pergi ke kota A, dan menyelesaikan semuanya sehingga aku berhasil menjebloskan ibu angkat ku kepenjara, karena aku menemukan bukti-bukti yang kuat untuk menjebloskannya." Jelasnya.
Akupun sempat terdiam mendengarnya, aku berfikir haruskah aku percaya padanya dan kembali lagi padanya!? aku melihat kearah matanya, tetapi tidak ada kebohongan disana. Akupun berusaha mempercainya dan memberi kesempatan lagi untuknya.
"Apakah kamu benar-benar tidak percaya padaku? jika kamu tidak mempercayai ku, kamu boleh lakukan apa saja yang mungkin kamu bisa percaya dengan perkataan ku ini. Bila perlu, kamu tusuk aku dengan ribuan pisau, atau memukul ku dengan puluhan palu!! asalkan, jangan tinggalkan aku..." Ucap Young Jun dengan yakin.
"Aku percaya dengan ucapanmu... Tetapi, aku harap ini yang terakhir kali kamu berbohong padaku." Lirih ku pada Young Jun.
"Benarkah?"
Aku pun mengangguk.
"Terimakasih Nara, Terimakasih... Aku berjanji aku tidak akan membohongi mu dan ini yang terakhir kali aku berbohong padamu."
"Kamu tidak usah berjanji lagi padaku, tetapi kamu harus melakukannya dengan tindakan bukan ucapan janjimu."
"Iya"
Kami pun saling berpelukan di tengah-tengah hujan salju. Semenjak saat itu, aku mulai menata kembali cinta ku dengannya di pertama turunnya salju saat ini.
TAMAT