Selamat membaca 🙏
Bukan cinta namanya jika yang berjuang hanya sebelah pihak, itu namanya pembodohan.
saat dua insan saling memperjuangkan satu sama lain dan membahagiakan satu sama lain serta tak ada kebohongan dan penghiantan itulah namanya
(CINTA).
Tentang apa yang dipikirknya hari ini, Alex sangat risau, menanti seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya, ia duduk termenung dengan raut wajah cemas dan penuh tanda tanya, akankah dia datang atau dia tak akan hadir seperti apa yang ia harapkan.
Satu jam lebih terlewati, masih dengan perasaan yang sama, masih tetap menunggu dalam gelisah, masih saja enggan meninggalkan tanpa adanya kata-kata.
Ditaman yang sangat cantik ini, Alex menunggu Ema kekasih yang sangat ia cintai, hari ini adalah hari yang paling mendebarkan baginya, pasalnya hari ini ia akan melamar kekasihnya itu, harapan terbesarnya Ema mau untuk hidup dan menjadi pendampingnya.
Setelah menunggu kurang lebih dua jam akhirnya Ema datang dengan raut wajah yang biasa saja bahkan jauh dari kata bahagia karena akan bertemu kembali dengan kekasihnya setelah berpisah selama satu tahun, karena tugasnya untuk mengabdi kepada negara tercintanya.
Alex adalah seorang tentara pemberani yang tentunya juga manusia biasa yang akan mersakan cinta dan kasih sayang, ia menjatuhkan hatinya kepada Ema, mereka sudah menjalin hubungan itu sudah memakan waktu yang cukup lama, 4 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk Alex dan Ema, waktu yang sangat berharga mereka ukir dengan berjuta kenangan indah saat masih bersama, namun karena terpisah selama satu tahun hubungan itu jadi renggang karena, Ema yang benar benar suadah berubah.
"Akhirnya kamu datang."ucap Alex sangat senang.
"Ya aku memenuhi permintaanmu."dengan wajah datar.
"Syukurlah, aku sangat senang karena kamu datang."balas Alex sambil tersenyum, namun tidak dengan Ema yang tampak biasa saja.
Alex benar benar tak menyangka mengapa Ema tampak tak bahagia dengan pertemuan mereka yang sudah lama ia nantikan, Kecemasan dan kegelisahan hatinya makin menjadi jadi saat Ema tak ingin menatap wajahnya, padahal Alex sangat merindukan kekasihnya itu.
"Kenapa kamu memintaku kesini."tanya Ema penasaran.
"Aku ingin bertemu denganmu karena aku sangat rindu."jawab Alex sambil tersenyum.
"Aku kira ada hal lain yang lebih penting."balas Ema acuh.
"Hari ini sangatlah penting bagiku, karena aku sangat bahagia, aku juga ingin mengatakan hal yang penting.
"Apa?."jawab Ema singkat.
Alex tak menjawab pertanyaan Ema, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisikan cincin emas dari saku celanya, ia berlutut dihadapan Ema dan menyatakan keinginannya untuk menjadikan Ema sebagai pendampingnya.
"Setelah sekian lama berpisah, dan kini aku kembi memenuhi janjiku yang pernah terucap dari bibir ini."ucap Alex.
"Ema maukah kau menikah denganku, jadilah pendampingku, dan jadilah ibu dari anak anakku nanti."jelas Alex mentakan keinginannya.
Namun hari yang bahagia itu seketika menjadi sebuah kesedihan yang amat dalam untuk Alex, karena Ema dengan lantang menolak lamaran Alex.
"Maafkan aku Lex, tapi aku sudah mempunyai pilihanku sendiri dan kini kami sudah bertunangan."ucap Ema menghancurkan perasaan Alex yang selama ini tetap setia kepadanya.
"Mengapa kau tak memberitahuku Ema?."tanya Alex lirih.
"Maaf karena soal itu, yang jelas semenjak kau lebib memilih pergi daripada memilihku dan tetap bersamaku, saat itu juga aku sudah merubah pilihanku."tegas Ema menjelaskan.
Tampak murung sang tentara pemberani itu tertunduk layu bagaikan bunga yang kekurangan air.
Bukan hujan yang turun pada saat itu, karena hari sangat cerah serta sangat sejuk, namun ai matalah yang mengalir turun merambah pipi sang tentara pemberani itu, ia tampak sangat hancur, bagaikan potongan besi yang di cairkan, perasaannya tak karuan, antara hancur, sedih, benci, dan tak percaya mengetahui fakta tentang Ema yang sudah tak mencintainya lagi.
"Apakah tak ada kesempatan lagi bagiku."tanya Alex memohon.
"Pilihanku sudah bulat, dan tak akan bisa kuubah lagi."jawab Ema tampa melihat kearah Alex.
Alex mencoba menguatkan hatinya, ia menghapus air matanya dan mulai memaksakan bibirnya untuk tersenyum menahan luka amat sangat terasa menusuk nusuk dihatinya.
"Baiklah aku akan melepaskanmu dan melupakan."tegas Alex yang kini hanya bisa tersenyum dihadapan Ema.
"Aku akan mengenalkanmu kepadanya, kebetulan dia menemaniku pergi kesini."balas Ema.
Alex tak menjawabnya, ia hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, saat Ema memanggil lelaki itu datang, Alex hanya bisa meredam amarahnya yang sudah melewati batas.
"Perkenalkan, ini Erwin."ucap Ema.
"Hai, aku Erwin, calon suami Ema."memperkenalkan diri.
"Aku Alex."jawab Alex sambil tersenyum.
Kini dihadapannya terdapat sosok lelaki tampan dan tampak berkelas, dan Alex merasa Erwin adalah sosok yang baik dan bertanggung jawab, dengan begini ia harus merelakan mantan kekasihnya itu bahagia bersama lelaki pilihanya.
Setelah perkenalan itu, Alex meminta Erwin untuk selalu menjaga Ema dengan baik, karena ia percaya kepada Erwin yang tampak begitu tulus kepada
mantan kekasihnya itu, dan Erwin menyanggupi itu.
Setelah perkenalan yang singkat itu, Alex izin undur diri meninggalkan Ema dan Erwin di kursi taman itu, Alex melangkah menjauh dari rasa sakit yang ia rasakan, ia menggenggam erat kotak kecil yang berisikan cincin yang dibelinya dengan segenap rasa sayangnya kepada Ema, ia membuat cincin itu dan berlalu pergi dengan rasa sakit yang mendalam dan senyumnya menutupi robekan luka atas cintanya yang sudah kandas.
Tamat.
Hai, jangan lupa mampir ke novelku ya ☺️🙏
Judul : True Love
Genre : Romance, komedi, fantasy
Terimakasih dan semoga sehat selalu 😘