Namaku Gio Permana, aku adalah seorang pebisnis di bidang properti, semua orang yang baru kenal denganku tidak akan mengirah kalo aku adalah seorang duda, aku di tinggal kabur oleh istriku sebelum malam pertama, entah masalah apa mungkin ini adalah akibat dari perjodohan orang tuaku.
Aku mempunyai keponakan yang super bawel dan cerewet, Citra dialah anak dari kakak perempuanku yang bernama Gea, kak gea adalah orang yang sabar dan pendiam, tapi entah kenapa kakakku mempunyai anak yang bawel dan cerewet, entah sifat itu diwariskan dari siapa, setahuku suami kakakku juga tidak banyak bicara, tapi aku suka dengan sifat bawel dan cerewetnya citra karena hidupku lebih berasa hidup.
***********
"Om gio" teriak citra sambil berlari menghampiriku
"ish apaan sih pakai teriak-teriak segala, uda di bilangin kalo di luar jangan panggil om, panggil kakak" gerutaku
"Apaan, citra gak mau, masak om nya sendiri dipanggil kakak, om kan uda tua masak masih mau dipanggil kakak, malu sama umur om" jawab citra
"enak aja bilang om tua, om masih muda ya, secara om masih ganteng paripurna gini di bilang tua" ucap ku sambil menonyor dahi keponakan kurang ajar ini menurut ku
"terserah om aja deh, uda tua aja masih gak mau ngakui kalo tua, bener-bener ya zaman sekarang udah tua tapi menolak tua" gerutu citra
Aku memang tidak suka jika ada yang bilang aku tua, karena menurutku aku masih muda walaupun umur ku tergolong udah kepala tiga, ya setidaknya aku masih single walaupun aku menyandang status duda tapi tidak punya anak.
Hari-hari aku lalui dengan bekerja sepanjang hari sehingga aku bisa sampai dititik ini, melupakan kenangan pahit yang menghancurkan nama baikku dan keluargaku, walaupun pernikahanku sederhana tapi banyak kerabatku yang datang menyaksikan pernikahanku, tidak dipungkiri juga kalo mereka tau istriku kabur dari rumah, aku tidak pernah mau tau apa penyebab dia kabur, itu hanya akan membuatku sakit hati saja
Banyak rekan bisnisku yang menawarkan anak gadisnya padaku, tapi aku belajar dari pengalaman kalo perjodohan hanya akan menambah masalah baru, aku hanya akan menikah dengan orang yang mencintaiku dan aku mencintainya agar pernikahanku baik-baik saja
Begitupun dengan orang tuaku yang selalu menyuruhku untuk segera mencari pengganti mantan istriku dan segera menikah, mereka bilang ingin cucu dari ku.
"Sampai kapan kamu akan sendiri terus, segera cari penggantinya dan menikah, papa dan mama tidak sabar menimang cucu lagi" kata papaku
"Aku masih muda pa, perjalanan hidupku masih panjang" ucapku
"muda dari mana, umur uda kepala tiga, masih saja bilang masih muda" gerutu papaku
"Emang masih muda pa aku tuh" jawabku
"terserah kamu, pokoknya segera menikah, papa pingin nimang cucu lagi" kata papaku sambil berlalu meninggalkanku
"Kenapa semua orang menganggapku tua sih, padahal aku masih muda" ucapku kesal