"Cepatlah besar dan carilah pasanganmu."
Pesan terakhir yang di ucapkan oleh sang ibunda yang sampai saat ini tidak dia mengerti sama sekali apa maksud dari perkataan ibunya saat menjemput ajalnya. Diusianya yang boleh dibilang sudah dewasa dia sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang koloni yang bagi dirinya terlalu omong kosong.
Ya koloni yang terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk perburuan pasangan yang sedari pagi wara wiri sudah sibuk memepersiapkan diri. Bagi dirinya adalah hidup dengan bebas tidak diatur dan tidak mudah mempercayai sesuatu yang belum tentu benar adalah perinsip nya. Langit mulai mendung sudah beberapa hari ini sepertinya akan memasuki bulan hujan ujar pria yang melintas dihadapannya dengan membawa persiapannya.
"Ayolah ada apa dengan kalian?."
Ujarnya kepada pemuda pemuda yang sedari tadi wara wiri mempersiapkan penyambutan musim hujan, Ya yang tentu saja tidak ada yang perduli dengan perkataannya.
Karena sedari dia mengucapkan ketidak percayaan kepada koloni nya tentang tradisi perburuan pasangan di musim hujan sejak itu juga dia diterlantarkan oleh koloninya, bukan juga bermaksud membuang, para tetuah koloni sudah berkali kali mengingatkan tentang legenda perburuan pasangan di musim hujan yang sangat menyedihkan bagi tetuah terdahulu mereka yang tidak mempercayai akan akibat dari melanggar tradisi ini, Namun tetap tidak di gubris dan dia abaikan oleh dirinya.
Bagi dirinya semua itu hanya omong kosong, Bagaimana mungkin mereka yang tidak mendapat pasangan tidak akan bisa melanjutkan kehidupan nya, "Aku akan membuktikan nya sendiri. Bila tiba musim hujan nanti aku tidak akan menghadiri atau mengikuti ritual bodoh kalian. Kita lihat siapa yang benar dan salah." Ujarnya sombong.
Kebetulan usianya sudah menginjak fase pemburuan pasangan untuk berproduksi melahirkan anak anak yang kelak akan menjadi calon raja dan ratu di koloni baru.
Beberapa waktu kemudian benar saja langit sore sudah mulai mendung para pemuda sudah siap dengan persiapan mereka masing masing jika hujan turun mereka bertebaran mencari cahaya untuk memikat satu sama lain.
"Apa aku boleh ikut kawan kawan haha." Ujar dirinya menertawai pemuda pemuda yang mentaati tradisi perburuan passangan di musim hujan ini.
"Kau boleh ikut. Pikirkan lah lagi keputusan mu. Masih ada kesempatan untuk mu merubah segalanya." Ujar salah satu tetuah yang akan memimpin ritual tersebut.
"Aku adalah contoh terbukanya gerbang kehidupan baru bagi kalian yang terlalu bodoh mengikuti tradisi aneh ini." Ujar dirinya meninggalkan salah satu tetuah dari koloninya itu
Langit mulai gelap menyelimuti alam semesta dengan perasaan bangga akan keberanian nya menentang tradisi koloninya dia masih membusungkan dada enggan mengikuti jalan nya acara. "Akan kubuktikan. Tidak akan terjadi apa-apa dengan diriku yang tidak berburu pasangan." Gumamnya namun sedikit cemas bagaimana bila memang benar terjadi dan legenda itu benar adanya pikirnya.
Selang beberapa lama butir butir air hujan mulai berjatuhan terdengar sorakan dari para pemuda yang sangat ramai bertebaran mendekati cahaya dan saling memikat mencari perhatian satu sama lain untuk mendapatkan pasangan.
"Waktunya telah tiba."
"Waktunya telah tiba."
Pemuda yang enggan mengikuti tradisi ini tadi pun mendekati kerumunan koloni nya menyaksika mereka menggaet pasangan pasangan mereka namun tidak dengan dirinya yang masih ingin membuktikan bahwa tradisi ini tidak lah benar.
Tubuhnya basah diguyur hujan dengan bangga dia berbicara dengan suara lantang hingga membuat semua nya memperhatikan dirinya dengan tatapan iba dan sedih.
"Lihat lah diriku haha. Apa kalian lihat terjadi sesuatu dengan diriku? Sudah kukatakan tradisi ini tidak benar adanya." Dia tertawa bangga.
Benar saja tidak ada yang terjadi pada dirinya, hujan pun mulai berhenti para pasangan berbahagia terselamatkan dari akibat jika tidak mendapat pasangan dari tradisi perburuan pasangan di musim hujan ini. Lagi lagi pemuda tadi mengutarakan isi hatinya dengan sangat lantang kepada seluruh yang hadir.
"Jadi bagaimana? Apa kalian percaya perkataan ku? Bahkan hujan sudah berhenti aku masih tetap berdiri di hadapan kalian." Ujarnya sombong.
Semua nya hanya memperhatikan pemuda itu dengan gagah nya meremehkan akibat dari tradisi yang sudah ada sedari lama itu, tidak berapa lama dia berpidato sombong dihadapan koloninya dia merasakan ada rasa yang aneh di bagian tubuhnya dia merasah tidak kuat berjalan dan merasa sangat lemah dia memeperlambat suaranya memeperlambat gerakkannya, semakin lama semakin sangat menyesakkan.
Sayap nya berguguran jatuh terlepas dari tubuhnya dia sangat terkejut apa lagi semua yang menyaksikan.
"Tetuah apa ini?" Tanya dirinya kepada tetuah dengan cemas dan tergagap.
"Maafkan kami wahai anak muda." Tetuah hanya menundukkan padangan nya karena memang tidak ada yang bisa dia lakukan selain membiarkannya.
"Tetuah tolong aku. Aku percaya tradisi ini. Tolong aku tetuah. Selamatkan aku tetuah." Dia menyesali perbuatannya dan menangis.
"Itulah akibatnya anak muda. Maafkan kami tidak bisa membuatmu yakin dan percaya akan kepedihan dan kesedihan dari akibat tidak mengikuti tradisi ini." Ujar tetuah seraya menutup mata anak muda itu yang sudah tidak ada lagi suara dan nafasnya.
"Ini lah akibat jika tidak mempercayai apa yang telah dimulai dan ada sejak lama. Sampaikan lah kepada penerus kalian yang akan datang. Kalian yang telah mendapatkan pasangan berbahagialah terselamatkan dari kepedihan ini. Selanjutnya adalah tugas kalian."
Tetuah terbang meninggalkan kerumunan siraru(LARON) lain nya.
haha ambil hikmah nya😂😁😘
{ TAMAT }
*****
Kisah sedih dari fase hidup serangga siraru atau yang biasa kita sebut LARON.
Laron sering sekali muncul pada saat musim hujan berterbangan menyerbu cahaya terang ini menandakan sebagai musim kawinnya. Namun menurut penelitian Laron dewasa yang tidak mendapatkan pasangan akan menanggalkan atau melepaskan sayapnya lalu mati begitu saja.
Sedangkan Laron yang berhasil mendapatkan pasangan akan membuat koloni baru dan bereproduksi untuk melahirkan rayap rayap baru.
Laron adalah bentuk metamorfosis tidak sempurna dari rayap dewasa. Laron yang beterbangan adalah calon raja dan ratu rayap untuk membuat sebuah koloni baru.
Cerpen diatas terinspirasi dari fase kehidupan laron yang menyedihkan saya tuangkan dalam bentuk cerpen yang semoga saja di sukai oleh teman-teman sekalian😂😁
*****
Oh ya jika berkenan mampir ke novel saya ya teman teman😘🥰
👉HE IS MINE 👈
GENRE : ROMANCE DEWASA