kehidupan adalah sebuah anugerah yang paling indah yang di beri oleh mahakuasa. namun jika sebuah anugerah itu di sia siakan tak di anggap apa yang terjadi?....
mungkinkah kehidupan akan berujung gelap seperti halnya dengan 7 angsa berbulu hitam pekat?.
' i curse you! karena kalian telah mengabaikan apa yang aku katakan! bahkan kalian lebih buruk dari para devil itu!' saat itu kata kata dari sang tuannya membuat 7 angsa yang tadinya berbulu putih bersih menjadi hitam pekat, layaknya racun.
' tolong jangan seperti ini tuan ku!'
' k.. kami mohon ampun atas apa yang kami lakukan!' pinta 7 ekor angsa itu dengan sangat memelas, namun tuannya melihat saja tidak.
' angels! bawa pergi mereka dari sini, turunkan mereka ke bumi, biarkan mereka menebus kesalahan mereka di sana!' perintah tuan mereka yang langsung membuat 7 angsa tadi turun ke bumi.
' kak! ini semua gara gara kau!' marah salah satu angsa pada kakak tertuanya. ' apa kau bilang?! aku tak pernah ya menyuruh kalian untuk melakukan apa yang aku katakan!' kakak tertuan mereka sungguh sangat marah dengan apa yang di katakan salah satu adiknya , ia lalu pergi menjauh dari sekitar adiknya berada.
' tae! kau tak boleh seperti ini! kita semua salah, janganlah kau melakukan hal bodoh lagi, tuan tidak suka jika kita seperti ini!' nasehat salah satu dari mereka. ' t..tapi aku tak terima jika harus berada di tempat manusia manusia kejam itu hidup!' bela tae yang buat angsa lainnya tertunduk.
' aku tau, ini sulit tapi tuan inginkan kita di sini, dia ingin kita tuk tebus segala dosa kita!' tae pun mengalah dan akhirnya meminta maaf pada kakak tertuanya.
' kak jin, aku minta maaf karena ke egoisanku !' pinta tae dengan memelas. jin yang tak tega melihat adiknya lalu segera memeluknya dan berkata sama dengan tae.
' baiklah jika ini yang di minta oleh tuan, mari kita lakukan dengan segenap hati, aku yakin tuan melakukan ini untuk kebaikan kita!' ucap tegas salah satu dari mereka.
kehidupan mereka pun di penuhi dengan ejekan dari para manusia yang melihat mereka berbeda dengan angsa lain.
' ibu! kenapa 7 angsa itu warnanya hitam banget?' pertanyaan itu membuat 7 angsa tadi melihat ke arah anak yang bertanya pada ibunya. " emm. mungkin mereka lagi kena hukuman " jawab ibu tadi yang buat 7 angsa terkejut.
' kenapa bisa tau?!' tanya salah satu angsa pada angsa lainnya.
' ooo. begitu ya bu, ANGSA!' panggil anak tadi yang membuat 7 angsa langsung menghampirinya.
" kalian, baik baik ya di sini, mungkin tuhan pengen jadiin kalian jadi orang yang tanggung jawab!" ucap anak itu yang membuat 7 angsa itu tertegun.
' y udah ya, aqila pulang dulu, besok aqila main ke sini lagi!' ucap anak itu sambil melambaikan tangan ke arah 7 angsa. 7 angsa tadi tersenyum setelah mendengar itu dari anak kecil berusia 7 tahun.
setelah kejadian itu aqila sering main ke danau menemui 7 angsa itu, aqila banyak bercerita tentang kehidupan indahnya pada 7 angsa itu. sampai ia berusia 15 tahun ia baru menceritakan kehidupan sedihnya pada 7 angsa itu.
' angsa! aku sedih!' ucap aqila membuat angsa bernama jeon datang menghampirinya sambil memberikan sayapnya pada aqila. ' kau pasti tanya kenapa kan?!' tebak aqila sambil melihat mata jeon. ' aku sedih karena ibu dan ayahku akan bercerai !' ucap aqila yang mulai terisak.
' apa?! kenapa? kan biasanya baik baik saja!' tanya jeon yang tak bisa di pahami aqila. ' kau pasti heran kan?! mengapa ayah dan ibuku bisa bercerai!' tebak aqila lagi. ' mereka bercerai karena akan menikahi dengan wanita dan laki laki yang mereka cintai!' sambung aqila sambil terisak. membuat perhatian ke 6 angsa lain datang.
' jeon di kenapa?' tanya angsa bernama suga yang datang terlebih dahulu sebelum lainnya. ' katanya orang tuanya akan bercerai jadi dia menangis!' jelas jeon yang masih melihat aqila. ' kan bener apa ku bilang manusia manusia itu kejam!' sambar tae yang tiba tiba datang dari arah kiri suga.
' sssttt diem tae dia lagi sedih!' marah jeon sambil menatap sinis tae. ' iya maaf!'
' angsa apa aku bunuh diri aja ya?!' pertanyaan yang langsung buat 7 angsa itu terkejut. ' jangan , jangan aqila, aku mohon!' pinta jeon yang tak bisa di mengerti aqila. ' iya aku akan bunuh diri saja, biar mereka gk jadi cerai!' ucap aqila lalu beranjak dari duduknya. aqila segera menceburkan dirinya ke dalam danau yang sangat dingin.
7 angsa itu panik setelah melihat aqila yang menceburkan dirinya ke danau. mereka bingung , mereka ingin menyelamatkannya tapi mereka tak bisa menyelam.
' bagaimana ini, aqila sudah terlalu jauh!' ucap jimin panik. ' tenang tenang, kita coba dulu ok, sebisanya kita menyelam dulu oke!' usul rm, mereka pun segera mencoba usulan rm namun sayang sekuat apapun mereka, mereka tak bisa menyelam.
' oh tuan ku aku mohon, untuk kali ini saja, biarkan kami menyelamatkan anak itu!' pinta ke 7 angsa itu yang sudah banyak mengeluarkan air mata. ' sekali ini saja, lalu kami akan siap menerima apapun yang kau minta!' pinta mereka yang sudah hampir menyerah.
tiba tiba tubuh mereka terangkat dan cahaya putih melingkari tubuh mereka, sayap dan kaki berselaput mereka tiba tiba berubah menjadi tangan dan kaki layaknya manusia, dan tubuh berbulu mereka juga berubah seperti manusia.
tubuh dan kaki mereka di balut dengan baju putih polos.
' jeon kita berubah, seperti semula!' ucap tae tak percaya sambil melihat tangannya. ' iya !"
' cukup mengangguminya ayok sekarang menyelam!' suruh rm yang siap menceburkan dirinya ke danau.
mereka pun segera menyusul rm yang sudah menyelam, mereka mencari aqila yang sudah hampir berada di dasar danau.
dengan sekuat tenaga mereka menyelam lebih dalam lagi dan menggapai tubuh aqila. secara bersamaan mereka keluar bersama aqila.
' aqila bangun!' ucap j hope sambil menepuk pelan pipi aqila. ' apa perlu ku kasih napas buatan?' tanya jeon tiba tiba. ' iya cepat, terserah siapapun yang penting nyawa anak inu selamat!' jawab rm yang masih menggosok gosok tangan aqila.
dengan cepat jeon lalu membuka mulut aqila dan memberinya napas buatan. ' aqila! bangun!' teriak tae sambil menggosok tangan aqila. sekali lagi jeon memberinya napas buatan, sambil menekan daerah diafragma aqila.
seketika air menyembur keluar dari mulut aqila. dan mereka ber7 pun bisa bernapas lega. aqila begitu lemah sekarang ia membuka matanya secara perlahan.
' apa aku sudah di surga?!" tanya aqila yang membuat mereka ber 7 tertawa tanpa sengaja.
' aqila kamu masih hidup, kami menyelamatkanmu!' jelas jeon sambil menepikan rambut aqila.
' k...kalian siapa?' tanya aqila bingung , ' kamu gk usah takut , kita angsa yang sering kamu ajak ngobrol!' jelas j hope sambil mengelus pucuk kepala aqila.
' k... kok bisa jadi manusia? kan kalian angsa!' tanya aqila bingung sambil menatap lemah mereka ber 7. ' iya ceritanya panjang yang pengting kamu udah sadar dulu!' mendengarnya aqila hanya bisa tersenyum sambil bilang ' syukurlah'. lalu aqila kembali pingsan lagi.
' aqila! dia pingsan lagi !' ucap jeon yang menangkap leher aqila. ' apa?! lagi, apa perlu kita kosok tangannya!' tanya tae yang sudah memegang tangan aqila.
' tenang , dia tak apa dia akan membaik !' ucap seseorang yang tiba tiba datang dari belakang mereka. ' kau? ngapain ke sini?' tanya mereka ber 7 secara bersamaan. ' hihi lucu ya, oh aku ke sini karena di suruh tuan, tuan bilang kalian akan tetap di sini menjaga anak itu!' ucap lelaki yang memakai baju putih silver.
' benarkah?! kalau begitu syukurlah!' ucap mereka ber 7 secara bersamaan. ' y sudah, aku akan menghapus sebagian ingatan anak ini , dan kalian !' ucap lelaki itu.
' iya silahkan, tapi kalo ingatan kami jangan biarkan kami selalu ingat akan kesalahan kami!' ucap jeon sambil memberikan tubuh anak itu.
' ya sudah terserah kalian!' lelaki tadi lalu memegang kepala anak itu dan menghapus sebagian ingatannya. ' aku pergi, kalian baik baik di sini, tuan sangat senang jika kalian berbuat baik seperti ini!' ucap lelaki itu sebelum pergi.
" jadi sekarang kita akan hidup seperti manusia?" tanya jimin sambil menggaruk alisnya. ' iya, kita akan menjaga anak ini seperti adik kita sendiri" jawab rm.
■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■
NAH GITU GUYS CERITANYA.
khkhkkhkh
hasil kegabutan. happy reading guys.
by : author ( zahra devita ) :^ ganti akun yak jan salah paham :^