"Benarkah??? Chanyeol sudah putus dengan Wendy?"
"Aaah, Yoda-ku ... bagaimana bisa pasangan sensasional seperti mereka putus?"
"Oomoo, sini sini peluk, bagaimana bisa si Wendy mengabaikanmu Chanyeolku sayaang~"
Obrolan siang ini di cafe tempat Han Yura bekerja sangat dipenuhi dengan topik panas seputar kabar putusnya Chanyeol salah satu personel EXO dengan Wendy si manis dari Red Velvet. Yura jemu mendengarnya, hampir seluruh rekan kerjanya adalah fangirl dan bias mereka adalah Chanyeol, si rapper tampan pujaan EXO-L.
"Kerja! Kerja! Kerja!" seru Han Yura, dia tidak suka melihat teman-temannya hanya mengobrol dan mengabaikan pekerjaan mereka.
"Kami sedang berduka Han Yura, pangeran kami baru saja patah hati, ayo berpelukan, kami semua benar-benar ikut berduka!"
Yura memutar bola matanya sebagai tanda betapa lebaynya ke-tiga rekan kerjanya itu. Yura tidak peduli, dia memang gadis normal yang memuja pria-pria tampan tapi kalau harus mengkhayalkan seorang idol untuk menjadi pasangan? Aahhh, itu konyol sekali.
Kabar itu ternyata bukan isapan jempol belaka, Yoda-panggilan Chanyeol- memang sudah mengakhiri hubungan manisnya dengan Wendy. Malam ini Chanyeol curahkan rasa sesaknya dengan meminum berbotol-botol liquor di sebuah bar. Tak ada yang menemaninya, dia menyamar dengan topi dan kacamata hitam. Dia tak peduli walau nanti beberapa fans menyadari keberadaannya, asalkan malam ini dia bisa menumpahkan semua rasa sakit hatinya.
Bagaimana tidak mabuk? Sudah sekitar 4 botol liquor berkadar alcohol tinggi dia sudah dia tenggak. Dia meracau, mabuk berat bahkan dia keluar dari Bar itu tanpa kendaraannya. Dia malah berjalan di sekitar jalanan itaewon yang malam ini tiba-tiba sepi.
"Wendy aaah, kau adalah kekasihku!" racaunya.
BRUK, sampai dia tak sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari sebuah gang. Gadis itu kesal dan keduanya sama-sama terjatuh.
"Huh, pakai matamu hey!" gerutu Yura kesal. Tapi kemudian dia heran karena Pria yang baru saja dia tabrak itu tak bangkit lagi.
"Hey, apa kau baik-baik saja?" Yura mendekat dan menggoyahkan tubuh chanyeol, topi dan kacamatanya tertanggal dan akhirnya Yura tahu kalau pria itu adalah sosok yang siang tadi diperbincangan oleh rekan kerjanya.
"Chanyeol? Apa benar ini kau?" gumamnya.
"Wendy aaah, jangan lepaskan aku!" Chanyeol kembali meracau lalu menangkap Yura sampai Yura terjatuh di atas dadanya.
"Iiih, gila! Apa-apaan ini! Lepaskan aku!" Yura berontak, dia mencoba melepaskan cengkraman tangan pria tampan itu dengan sekuat tenaga.
Dari jarak puluhan meter Yura melihat orang-orang berlari dan meneriakan sesuatu.
"Yoda! Apa kau disini? kemarilah Yodaku sayang!" Sayup terdengar, itu pasti segerombolan sasaeng fans yang mengetahui keberadaan Chanyeol di jalanan itaewon itu.
"Haa, apa aku biarkan saja dia tergeletak disini? Tapi, apa yang akan terjadi nanti?" Yura gamang, dia sebenarnya tak tega melihat seorang pria mabuk tak berdaya seperti itu, terlebih dia adalag seorang idol, kalau keadaannya saat ini diketahui oleh fans atau paparazi, pasti itu akan jadi skandal yang cukup besar.
"Huh, tampan ternyata ...." pikirnya kemudian, apa yang akan Yura lakukan?
***
Sinar mentari menyelinap masuk melewati celah kecil dari tirai yang masih tertutup. Chan perlahan membuka matanya, kepalanya sungguh berat. Sembari mencoba mengumpulkan oxygen untuk menyibak rasa kantuknya, dia juga mencoba mengingat apa-apa saja yang terjadi padanya semalam sampai kini dia ada di sebuah ruangan 4x4, bahkan saat ini dia terbaring di atas matras dalam keadaan telanjang.
"Hah?"
Chan menyibak selimut dan saat ini dia memang telanjang. Dia stuck, berdecak sampai bibir manisnya menganga untuk bebrerapa detik. Kemudian perlahan dia melirik kesisi kananya. Ada seorang gadis berambut panjang yang juga sama-sama telanjang masih terlelap dan meringkuk membelakanginya.
"Hey! Siapa kau?" hentaknya sangat keras, sampai-sampai gadis itu terbangun dan menoleh, dia kucek-kucek matanya dan dia ternyata Han Yura.
"Kenapa?" tanyanya santai.
"Kenapa? Kenapa ini terjadi? Kau siapa?" tanya Chan deras, dia sangat terkaget dan panik.
Yura melihat dirinya sendiri lalu dia melihat pria tampan di depannya.
ARRRRGGGGHHHH
Entah kenapa, Yura juga malah berteriak histeris.
Setelah sekian banyak pertanyaan terlontar, setelah rasa kaget mereka agak reda dan setelah mereka kembali berpakaian.
Keduanya duduk, masih diruangan yang sama. Mereka duduk berhadapan dan berjarak. Yura hanya menunduk malu, dan Chan sangat gusar dengan kejadian memalukan barusan.
"Katakan saja berapa jumlah yang kau inginkan?" tanya Chan, Yura kesal, jadi Chan menganggapnya sebagai wanita panggilan? Wanita malam yang bisa dibayar?
"Simpan saja uangmu! Yang aku ingat, semalam kau mabuk dan tergeletak di depan resto steak di itaewon! Dan kau tahu? belasan fans berlari mencarimu! Ah entahlah! Bodohnya aku! Aku juga terlalu banyak minum soju sampai aku harus bermuarah hati menyelamatkanmu!" kata Yura kesal lalu dia merutuki dirinya sendiri.
"Jangan berbohong!" kecam Chanyeol, Yura semakin kesal. Dia benci pria tampan yang ada di sampingnya itu.
"Kenapa aku tidak memukulmu? Karena aku sadar kau adalah seorang idol! Jika pelipismu luka pasti aku akan dituntut jutaan Won oleh agensimu, iya kan? Tapi sadarkah? Kau telah melukai keperawananku! Kita sama-sama mabuk kenapa kita tak sama-sama mengakui kesalahan ini saja?" Yura masih mengomel, sial memang! Hubungan badan pertamanya harus dia lakukan dengan pria yang bukan pasangannya.
"Akui saja! Kau sasaeng kan? Kau sengaja merancang skenario ini kan?"
"Sialan! Pergi kau!"
BRUK, Yura mendorong tubuh jangkung Chanyeol keluar kamar kontrakannya itu. Beruntung tetangga Yura adalah para pekerja malam dan pagi hari adalah waktu mereka istirahat, kebisingan ultrasonik pun bahkan tak akan mampu membangunkan mereka.
"Kalau aku sampai hamil! Aku akan memberitahukan ini pada fans-fansmu! Aku bukan bagian dari mereka! Pergi!"
BRUK, Yura membanting pintu saking kesalnya dengan sikap angkuh Chanyeol.
***
Tragedy itu sudah bisa Chanyeol lupakan dengan cepat. Malah kandasnya hubungannya dengan Wendy lah yang masih menyita perhatiannya berbulan-bulan ini.
Sedangkan Han Yura? Dia hamil? Anak Chanyeol?
Dia dikeluarkan dari cafe tempatnya bekerja karena dianggap tak bermoral setelah ketahuan hamil hasil hubungan di luar nikah.
Yura menderita, dia hanya mampu bekerja paruh waktu sebagai helper di sebuah restauran kecil di itaewon.
Dia tak ingin menuntut Chan karena dia yakin itu adalah hal yang akan terasa sia-sia. Chanyeol pasti akan melontarkan berbagai alibi dan Yura tak ingin memperdebatkan hal itu.
Dia memang sosok yang tak suka ambil pusing, dia coba nikmati saja bebannya sendirian.
Sampai suatu hari dia bertemu lagi dengan Chanyeol yang sedang melakukan pemotretan di sekitar itaewon club bersama teman-teman Exonya.
Kebetulan saat itu Yura harus mengantar beberapa orderan snack untuk para kru pemotretan itu. Dia kembali bertemu dengan pria ketus itu dengan perut membuncit dan Chanyeol tak kalah kaget saat melihat gadis yang ditidurinya 5 bulan lalu datang sebagai pengantar makanan dalam keadaan hamil.
"Terima kasih, selamat menikmati..." ucapnya ramah lalu dia cepat-cepat pergi dari sana karena sadar sejak tadi Chanyeol memandang tajam ke arahnya.
Karena merasa terancam, Chan malah mengikuti langkah Yura dan menahan langkahnya di sebuah lorong sepi.
"Apa-apa an ini?" desis Chan yang benar-benar merasa terancam.
"Apa? Aku hanya mengantarkan makanan pada kru-mu, aku tidak tahu kalau ini acara pemotretanmu!" balas Yura sok cuek.
"Heh," Chan melempar senyum kecut lalu dia menatap perut Yura yang benar-benar sudah membuncit.
"Kenapa? Apa kau merasa terancam heh?"
"Jangan katakan bayi yang ada dalam perutmu itu adalah anakku?" Suara Chan kembali terdengar mengintimidasi tapi Yura sama sekali tak merasa gentar.
"Bukan aku ya yang mengatakannya! Tapi kau yang mengatakannya!" Yura membalas sikap sarkas Chan dengan puas.
"Kau ...."
"Apa? Enyahlah! Aku tak akan mencari-cari masalah dengan pria sepertimu! Aku sudah terlalu sering berhadapan dengan bajingan dan itu adalah hal biasa untukku! Jangan takut! Aku bukan tipe orang seperti yang ada di pikiranmu! Mengadu, menuntut! Sorry itu bukan aku! Minggir!"
"Heh, dasar aneh!"
"Ya, dan kau lebih aneh karena kau telah menghamili orang aneh!" cibirnya lalu dia beranjak dan melengos tapi baru beberapa langkah Chan kembali mencengkram lengannya dengan kasar.
"Jangan coba-coba memerasku!" kecam Chan lagi, sepertinya dia benar-benar merasa terancam dengan kehadiaran Yura.
"Apa aku memerasmu? Apa aku menuntutmu? Astagaaa! Minggir!"
"Apa yang bisa menjamin kalau kau takkan pernah datang lagi untuk membahas kehamilan bodohmu ini!"
"Apa aku perlu membubuhka tanda tangan di atas materai, huh? Kau yang bodoh! Tapi, terimakasih! Setidaknya kau telah memberikan aku seorang anak yang kelak akan menemani hari-hariku!"
Chanyeol masih melempar tatapan tajamnya, dia tak mengerti dengan jalan pikiran Yura. Ya, sejauh ini Yura memang tak pernah menuntutnya. Tapi rasa paranoidnya telah membuatnya beranggapan buruk terhadap Yura.
"Minggir bodoh!" desis Yura menyeringai lalu dia hempaskan tangan Chan yang mencengkram kuat lengannya.
Chan tertegun, kini dia seperti malu akan perbuatan dan sikap pongahnya.
***
BRUK
"Pergi! Kemasi barang-barangmu!"
Yura terusir, Ibu kontrakan mengusirnya karena Yura sudah menunggak uang sewa sampai 4 bulan lamanya. Sejak hamil, dia mengalami struggle yang luar biasa. Dia kesulitan dalam urusan ekonomi.
"Beri aku kesempatan Bu," ratapnya.
"Tak ada lagi kesempatan!"
"Ayo pergi!" Sebuah suara rendah dan pelan tiba-tiba mengalun di balik punggungnya. Yura menoleh dan dia dapati pria jangkung angkuh itu tiba-tiba ada di sekitarnya.
"Chanyeol?"
***
Yura melihat ke sekitar, apartemen Chanyeol sungguh berkelas. Walaupun interiornya cukup minimalis tapi setiap ruangnya menawarkan kenyamanan yang hakiki.
"Aku bukan monster! Aku akan menikahimu sampai anak itu lahir!" cetus Chanyeol cukup mengejutkan Yura.
"Heh, kau sedang tidak mabuk kan?" cibir Yura.
"Katakan saja iya! Aku akan menanggung biayamu sampai anak itu lahir nanti!"
Yura memicingkan matanya, dia yakin kalau tawaran itu bukan tawaran manis seorang pria terhadap gadis yang benar-benar dicintainya tapi masuk akal juga. Saat ini Yura sangat membutuhkan banyak biaya untuk menjamin hidupnya, ya setidaknya sampai anaknya lahir.
"5 bulan! Sampai anakmu lahir!"
"Anakmu juga! Sialan!" rutuki Yura.
"Heh, bagaimana bisa aku menggauli gadis bar-bar sepertimu ini, aku tak habis pikir!" gumam Chanyeol menggerutu.
"Baiklah! Huh, terpaksa sekali! TERPAKSA AKU MENIKAHI IDOL KETUS sepertimu!" jawab Yura dan akhirnya mereka sepakat untuk menikah sampai anak yang Yura kandung itu lahir selamat ke dunia.
#LOMBACERPEN