namaku hana satu hal yang kusesali dalam hidupku, adalah pergi dari pelukannya, aku memang bodoh bisa bisanya aku tergoda ke dalam pelukan pria lain yang kini meninggalkanku.
setiap hari aku hanya slalu berdoa dan berharap agar aku dapat menemuinya aku tidak berharap untuk kembali ke pelukannya karna aku tahu apa yang kulakukan padanya dulu sesuatu yang tidak bisa dimaafkan,aku hanya ingin meminta maaf padanya lalu itu pergi, aku tak ingin menyakitinya lagi.
ten,ya namanya ten dia pria yang rela berkorban apapun demiku, dia sangat menyayangiku, saat aku pergi meninggalkannya dia tak berhenti menelpon dan mengirimiku pesan setiap menitnya
jadi aku mengiriminya pesan aku sudah punya laki laki lain, setelah dia membaca pesanku aku langsung membuang ponselku, karna"aku ingin melupakannya "tapi.. nyatanya aku tidak bisa ,aku slalu memikirkannya, bagaimana kabarnya "aku pun menyadarinya dia masih ada dihatiku aku mencintainya sangat mencintainya "
hingga suatu hari aku pergi berlibur untuk menghilangkan semua rasa penat yang ada , kegemaran kami adalah bermain dibawah hujan, makanan kesukaan kami coklat ,itu adalah kenangan yang manis...
pagi ini ,pagi yang terburuk dalam hidupku rasanya aku....ingin mati karena rasa sakit ini. Aku bertemu dia ,aku bertemu ten"dia tampak bahagia dengan keluarga kecilnya,dia melirikku tapi.. ia tidak tersenyum padaku ,aku tidak tau apa dia tidak ingat atau hanya berpura pura tidak ingat,dia menganggapku seperti angin lalu.
aku ingin menyapanya tapi aku merasa sangat malu, aku tak sanngup memandangnya, dan juga istrinya istrinya sangat cantik kulitnya putih, mulus dan rambut coklat yang sangat indah bola matanya biru begitu indah dipandang.
Aku pun pulang ke vila, aku memikirkan yang terjadi tadi pagi, aku tidak bisa tidur, aku harus bagaimanaa..? aku.. aku merasa hidupku sudah tidak berarti ,ten"apa kau mengingatku aku hana Cinta pertamamu, tolong temui aku, aku ingin mengatakan sesuatu padamu "
malam ini aku sangat depresi, aku bingung, hampa
aku sudah minum beberapa botol alkohol, aku jijik dengan diriku sendiri saat ini, aku memutuskan untuk mengahiri hidupku ,aku berjalan keluar vila dimalam gelap yang disertai hujan dan petir, aku menuju pantai yang saat ini ombaknya sangat besar yang seakan menyambutku menuju dunia yang lain ,aku pun berjalan ke arah ombak itu, ombak itu menyeretku ,aku..tidak bisa bernafas
air serasa mengikat leherku ,darah keluar dari mulutku"tapi ada sesuatu kenyamanan disaat saat terakhirku aku ditarik oleh seseorang keluar dari pantai itu dia menangis tersedu sedu dia memelukku dengan erat memohon padaku jangan meninggalkannya setelah kurasakan kehangatannya, suaranya aku menyadari bahwa itu ten ,aku mengatakan padanya jangan menangis dan maafkan aku, lalu semua berakhir.
Tamat