sekarang aku duduk di dalam minimarket sambil meminum kopi hangat, berusaha menenangkan diriku karena kejadian tadi.
kaki ku tak behenti bergetar, pikiran ku masih saja terbayang sosok yang menyeramkan itu
untungnya ada pak kasir yang setia menemani ku duduk sambil minum kopi.
kasir itu menceritakan banyak hal aku pun setia mendengar kan nya, aku sempat bertanya tentang hantu-hantu di rumah sakit ini.
kasir itu pun menjawab "di sini hantu nya jail-jail neng banyak yang di ganggu bahkan ada yang di ganggu sampe gila " aku pun tersontak kaget!
"pa kalo di lorong lantai 3 ada apa di sana? " tanyaku mengharapkan jawaban
"banyak yang bilang di sana ada kuntilanak neng! Hati-hati aja kalo mau lewat lantai 3 di sana kunti nya suka jail banyak yang di ganggu juga"
tak terasa jam menunjukan pukul 12:30 malam aku masih duduk setia di dalam mini market
aku enggan Menginjakan kaki ku di lorong lantai 3 itu tapi keadaan ayah, aku takut sesuatu terjadi pada ayah.
aku pun mau tak mau harus melewati lorong itu sekali lagi.
kaki kecil ku perlahan menaiki tangga ke lantai 3 dan sekarang tepat di depan ku adalah lorong itu!
tadinya aku mau meminta tolong pada pak kasir itu untuk menghatarkan ku sampai ke depan kamar ayah tapi aku kasian melihat nya, terlihat dari muka kasir itu bahwa dia sangat lelah.
dan aku sekali lagi memberanikan diri melewati lorong itu, ku tarik nafas panjang-panjang dan menghembus kanya berusaha untuk tenang
Perlahan-lahan aku mulai melangkahkan kaki ku tak terasa aku sudah di tengah-tengah lorong yang menakutkan itu, dan aku pun sangat senang karena aku hampir behasil tinggal melewati 1 ruangan lagi aku akan samapai ke kamar ayah.
tiba-tiba hawa dingin dan panas mulai menyelimuti lorong lantai 3.
aku pun merinding ku sadari ada yang aneh di belakang tapi aku terlalu takut untuk menengok ke belakang lagi, jadi akupun pura-pura menghiraukan nya.
sampai tiba-tiba sosok hitam yang berlari begitu kencang dari belakang dia berhenti tepat di depanku, aku pun panik.
aku pun seketika memberhentikan langkah kaki dan menatap sosok di depan ku, dia Kuntilanak yang tadi!
dia menunjukkan tawanya yang menyeramkan di hadapanku
aku nyaris pingsan karena bau danur yang iya keluaran dari tubuh busuk nya itu , jantung ku berdebar dengan sangat hebat kaki ku lemas seakan aku tidak bisa mengerakan nya lagi
kik...kik.... kik... kik... ki... kik..
kuntilanak itu terus tertawa ria melihat Aku yang ketakutan.
dan sial nya tidak ada orang yang menolong ku!
akupun teringat untuk membaca Ayat kursi dan aku membacanya tepat di hadapan kuntilanak itu
kuntilanak itu pun perlahan-lahan menghilang dan aku sangat bersukur atas itu, akupun kembali ke kamar ayah.
keesokan harinya ayah boleh pulang karena di nyatakan sembuh
(bego nya kenapa aku ga baca ayat kursi dari awal ada kuntilanak ituಠ_ಠ)
yaudah segitu aja ya gan salam author:> semoga kalian terhibur bye.
end