Nama ku Vanessa Saraswati. saat ini aku sedang berjalan dengan tergesa gesa menuju ke supermarket. setelah beberapa menit berlari akhirnya aku pun sampai di depan pintu supermarket, dan saat aku ingin masuk /Brukk/ ah, aku menabrak sesuatu? karena itu tubuhku merasa tidak seimbang dan akhirnya tubuhku terhuyung ke belakang, 1..2..3 detik aku menunggu membentur lantai, tetapi aku tak merasakan sakit apapun, aku membuka mataku yang tadi secara refleks tertutup karena takut, aku membukanya secara perlahan, dan aku pun melihat seorang pria yang sedang menahan tubuhku agar tidak terjatuh, pria yang memiliki paras yang mm..sangat tampan, kulit putih mulus, dan bibir kecil nan sexy. aku membulatkan mata saat melihat wajahnya itu, bagaimana tidak? pria itu adalah Idol yang di gemari oleh banyak orang orang, meski aku tidak tertarik dengan Idol mana pun, tetapi... saat melihatnya dari dekat, aku merasa degup jantung ku semakin cepat dan tak sadar rona merah muncul di wajahku.
Tak berbeda jauh dengan wajahku, wajahnya juga terlihat memerah saat mata kami saling menatap.
Hingga beberapa menit saling melihat, seseorang bapak bapak melewati kami berdua sambil berdehem keras untuk menyadarkan kelakuan kami.
"Si@ll, dia menganggu ku menatap wajah bak pangeran itu." Umpat ku dalam hati sambil berdiri, kemudian menjauh sedikit darinya. setelah saat itu, kami berdua cukup lama terdiam dengan keadaan yang super canggung.
"Apa kamu baik baik saja? "Tanyanya sambil melirik ke arahku.
"I-iya oppa jungkook." Jawabku dengan terbata bata. dia tersenyum sekilas lalu berkata.
"Ternyata kamu juga mengatahui ku yah! " Ucapnya.
"Tentu, siapa yang tidak mengetahui oppa, aku saja yang bukan k-popers tau siapa oppa." Jawabku sambil tersenyum malu malu.
Dan saat itu dia mengajakku berkenalan lalu berbelanja bersama hingga larut malam. Aku juga tak lupa untuk meminta maaf saat aku menabraknya. Saat ingin pulang, dia menawarkan dirinya untuk mengantarku. Aku sempat menolak hal itu, tetapi karena waktu yang sudah sangat larut malam dan juga dia yang memaksa akhirnya aku pun masuk ke dalam mobil.
Saat di dalam mobil, kami berbincang banyak hal sambil tertawa sesekali. Beberapa menit kemudian kami pun sampai di depan rumah ku yang lumayan besar!?.
aku sempat mengajaknya masuk, tetapi dia menolak karena waktu yang yah.. Udah larut malam dan mengharuskan dia pulang agar tidak di cari.
Saat mobilnya sudah tidak ada di pandangan, aku menghela nafas kasar.
"Apa ini mimpi? Kalau mimpi bangunkan aku segera, agar aku tidak terlarut dalam mimpi yang tinggi ini, ini hanya membuatku berharap banyak."Gumamku sambil berjalan masuk.
Saat sudah membersihkan tubuhku, aku pun berbaring di kasur empuk kesayangan ku sambil menatap langit langit kamar.
" Tolong bangunkan aku besok dari mimpi ini" Gumamku lalu tertidur.
Pagi telah tiba, matahari telah muncul menyinari bumi. Aku pun terbangun dan tiba tiba... Kring.. Kring.. Kring📲
Handphone ku berbunyi menandakan ada panggilan masuk, aku beralih mengambil handphone yang terletak di nakas samping kasur. Aku mengangkat panggilan itu, dan betapa bodohnya aku tidak melihat nama yang menelpon, karena aku mengira itu mungkin hanya orangtua ku?.
"Halo!? " Ucapku dengan suara serak khas bangun tidur. Dan..
Hal yang pertama aku dengar adalah suara pria yang lembut nan sexy. Aku membulatkan mata, hah bukannya aku sudah bangun dari mimpi ku? Atau jangan jangan yang tadi malam memang bukan mimpi!?.
"Selamat pagi van, kamu sibuk gak? " Ucapnya.
"Pa-pagi,Enggak kok hari ini aku lagi senggang! " Ucapku dengan gugup dan keringat dingin.
"Bagaimana kalau kita pergi ke taman? " Ajaknya yang sukses membuatku tak percaya, hari ini sepertinya aku selalu berhadapan dengan sesuatu yang membuatku kaget dan tk percaya.
"Mmm.. Ba-baiklah oppa! "Jawabku.
Saat hari itu, kami pun menghabiskan waktu bersama di taman dan tentunya dia memakai masker untuk menutupi identitasnya. Dan sejak hari itu juga kami semakin dekat hingga...
2 Bulan tlah berlalu, kini kami sedang duduk berdua di pinggir pantai. Dan hal yang mengejutkan ku adalah, dia mengajakku berpacaran dong!!, tentu aku menerima hal itu, meski kami hanya bisa berpacaran dengan diam diam.
Hari hari berlalu, hubungan kami semakin erat, dia selalu ada untuk ku, menemaniku di kala orang tua ku yang ada di luar negri meninggalkan ku sendiri di rumah.
7 Bulan berlalu dengan cepat, kini kami sudah sangat jarang bertemu dikarenakan dia yang super sibuk, jujur saja, berpacaran dengan diam diam itu sangat tidak enak, kita harus ekstra sabar, dan juga always percaya meski di luar sana banyak yang menggunakan segala macam hal untuk dekat dengan para Idol itu.
1 Bulan kemudian, kini kami sudah tidak pernah bertemu selama 1 bulan, mendapatkan balasannya saja sudah sangat sangat susah, ini sangat menyiksa ku, aku bahkan tak tahu sedang apa dia di luar sana? Aku merasa bahwa aku memang tak pantas untuknya, aku hanya menghambat pekerjaannya.
Hari ini keputusan ku sudah bulat, meski sangat menyakitkan tapi aku harus melakukannya, aku ingin mengakhiri hubungan ini,mungkin aku memang terlihat tidak sabaran atau terlalu egois?.
Aku berdiri di pinggir jalan sambil menunggu jemputan darinya, dia hanya menyuruh seseorang untuk menjemput ku dikarenakan dia yang sangat sibuk dan tak bisa keluar.
Beberapa menit kemudian menunggu, akhirnya ada mobil sport yang mewah berhenti di depan ku dan membunyikan klaksonnya.
Aku yang mengerti itu akhirnya segera mendekat dan masuk kedalam mobil.
Betapa terkejutnya aku ketika melihat siapa yang ada di dalam mobil itu.
"Ma-maaf sepertinya aku sa-salah masuk mobil! "Ucapku dengan keringat dingin.
" Kamu Vanessa kan? "Tanya seseorang yang duduk di sampingku. Aku pun hanya menganggukkan kepala ku pelan sebagai jawaban.
" Kalau begitu, kau tak salah masuk mobil"Ucap pria yang duduk di belakang sebelah kanan.
"Wah jungkook sangat beruntung memilikimu, kamu sangat manis dan cantik! " Puji seseorang yang duduk di belakang sebelah kiri.
Aku yang mendengar hal itu hanya membulatkan mata, benarkah jungkook sudah memberitahukan orang orang tentang hubungan mereka berdua?
"Oiya,perkenalkan nama ku Kim Namjoom! " Ucap pria yang duduk di samping ku itu.
"Aku Kim Seokjin" Ucap pria yang duduk di belakang sebelah kanan.
"Aku Min Yoongi!" Ucap pria yang duduk di sebelah Seokjin.
"Hahah, aku tentu sudah mengetahui kalian oppa!" Ucapku sambil tersenyum manis.
Beberapa menit kemudian kami pun sampai di depan gedung yang sangat mewah dan juga luas. Kami pun dengan langkah santai tapi terlihat keren masuk ke dalam gedung itu.
Sesampainya di sana, aku menjadi heran, mengapa sangat banyak orang di sini? Apa ada acara?. Saat masuk, orang orang mengalihkan pandangan mereka ke arah kami yang berjalan bersama.
Banyak orang orang yang membicarakan ku karena aku berjalan di samping...mmm yah Idol yang memiliki banyak pengemar. Aku menjadi keringat dingin dan menjadi gugup karena di tatap banyak orang, sungguh itu membuat ku tidak nyaman.
"Tenanglah, jangan gugup begitu! " Ucap Seokjin yang ada di sebelah kanan ku, sedangkan Suga berjalan di samping kiri ku kemudian di belakang ku ada Namjoon.aku merasa seperti orang penting yang di kawal oleh pria pria tanpam.
Saat sampai di tengah tengah ruangan aku melihat 3 pria yang juga sangat aku kenali, dia adalah Taehyung,Jimin dan J-Hope. Mereka tersenyum ke arah ku, dan aku pun membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis.
Dan aku sempat tertegun melihat 2 orang yang selama ini sangat aku rindukan, yup dia adalah orang tua ku. Aku pun berlari ke arah mereka tetapi belum sempat sampai, tiba tiba lampu menjadi padam dan ruangan yang tadinya terang benderang kini menjadi gelap gulita. Dan yang membuatku heran adalah, mengapa menjadi hening? Bukanya ricuh karena gelap?.
Saat lampu kembali menyala, aku membulat tak percaya ketika melihat pria yang selama ini mengisi hari hariku, membuatku bahagia meski merasakan pahit manisnya hubungan kami.pria yang sebulan ini menghilang entah kemana? Pria yang sebulan ini aku cari cari dan khawatirkan.
Dia bertekuk lutut di depan ku sambil menyodorkan kotak berwarna merah dan di isi oleh cincin berlian💍 yang terlihat indah.
"Vanessa Saraswati,Will You Married Me?, menjadi istriku, menjadi ibu dari anak anak ku, dan selalu ada di samping ku saat susah maupun senang, dan akan selalu bersama hingga akhir hayat kita" Ucapnya sambil tersenyum.
Aku tak bisa menahan gejolak kebahagiaan yang tiba tiba datang itu, sungguh aku tak menyangka dengan hari special dan tak akan pernah aku lupakan. Mataku mulai berkaca kaca, aku menutup mulutku dengan tangan.
"Yes i will" Ucapku sambil tersenyum haru.
Dia pun dengan perlahan menyematkan cincin itu ke dalam tangan ku, kemudian dia berdiri lalu memelukku dengan erat dan sesekali mencium pucuk kepala ku.
Sorak sorak terlihat riuh, tepuk tangan dan ucapan selamat kini terlontar dari banyak orang untuk kami, dan tak sedikit juga yang merasakan patah hati.
Dan juga.. Ternyata selama sebulan ini, dia telah memperjuangkan cinta kami, mencari keberadaan orang tua ku lalu meminta restu mereka berdua.
TAMAT.
Saya ucapkan terimakasih dan maaf jika ada kesalahan dalam cerita ini🙏.