Ini kisah Anindi Maheswari putri dari pasangan Alena dan Gibran yang terpaksa menikah denga Alvino Wartanagara putra dari Saras dan Samuel, pria kutub dengan segudang rahasianya.
6bulan hidup bersama, Anin tak mampu mencairkan tembok takasat mata yang dibangun oleh suami-nya itu. Hingga sebuah rahasia yang disembunyikan Alvino dengan sangat apik berhasil Anin ketahui
Bisakah Anin bertahan setelah mengetahui ini? Atau malah merelakan semua yang terjadi lalu pergi??
Ini kisah sebuah Penghianatan yang disusun secara apik. Penghianatan yang berujung pada perpisahan.
-----------
Tepat dihari anniversary 1tahun pernikahan ini, dumana tahun lalu kamu menjabat tangan Ayah-ku dan mengucapkan ijab qobul. Dihari ini pula kamu kamu mengucapkan ikrar talak terhadapku. Hari ini, ketukan palu tiga kali menandakan bahwa statusku telah berganti.
Ya, aku resmi menjanda. Dengan keberadaan Malaikat dirahimku tanpa sepengetahuan dirimu.
Baru 21tahun dan masih semester 4 saat aku memutuskan menikah dengan pilihan Ayah-ku.
Alvino wartanagara, salah satu murid ayahku yang merangkap sebagai asdos dimata kuliah management administrasi bisnis. Mereka sangat dekat, hingga Ayah-ku mempercayai dia untuk menikahi-ku saat dia telah sarjana.
Seharusnya Ayah tidak mudah mempercayai seseorang hanya karena dia pintar dan sopan. Hidup bersama selam enam bulan tidak membuat dia luluh padaku, sikapnya masih sama. Dingin tak tersentuh. Mungkin karena dia tak mencintaiku. Harapan yang tidak jadi kenyataan tidak membuatku putus asa dalam menaklukan hatinya, meski tidak mendapat respon aku melakukan kewajibanku sebagai istri. Lama kelamaan sikapnya menjadi aneh, dia jarang pulang dan pulang larut malam, hingga sebuah rahasia muncul kepermukaan. Dia selingkuh, hancur sudah pertahananku. Mencoba bangkit namun satu rahasia lain menjatuhkanku lagi. Wanita itu tengah mengandung.
Satu bulan berlalu hubungan kami sedikit membaik,mungkin karena dia merasa bersalah. Sedikit bahagia namun hancur kembali. Ia mengembalikan aku pada orang tua-ku. Bahkan surat perceraian telah dikirimkan pada pengadilan.
Menyerah. Mengalah.
Hingga saat aku tengah memulai hidupku, dia datang meminta kembali. Keserakahan yang berujung kebencian lalu penyesalan.