Bagaimana ya, rasanya Jika kita menemukan seseorang yang penting bagi kita, Tapi hanya Bisa bertemu di dalam mimpi.
~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~*
"Hai, Alita" sapa seorang laki-laki asing pada Alita
"Ehmm.. Kamu siapa, kok kamu bisa tau namaku sih?" Tanya Alita
"Namaku Alfa" jawab Laki-laki itu.
"Ohhh.. Lagi apa kamu di sini?" Tanya Alita, Ia beranjak menuju Sebuah pohon besar, lalu Duduk bersandar disana.
"Aku ingin nemenin kamu." Alfa menyusul Alita dan duduk di sampingnya.
"Ohh.. Kenapa?" Alita melemparkan kerikil Kecil ke danau di depannya.
"Aku enggak mau kamu kesepian." Alfa tersenyum lembut.
"Huhhh.. Nanti juga kamu bakal pergi ninggalin aku kan?"
"Enggak kok, Aku bakal terus nungguin kamu di sini."
Mereka saling menatap satu sama lain. Jujur saja saat ini Jantung Alita berdetak tidak karuan. Ia tak pernah dekat dengan laki-laki, Wajahnya merona merah Dan ia pun tersenyum.
"Hmm.. "
"Alita maaf Sepertinya kamu harus pergi. Ingat aku akan selalu berada di sini". Ucap Alfa.
Perlahan-lahan Tempat itu beserta Alfa menghilang. Kini Alita berada di tempat gelap yang hanya ada dirinya seorang.
Ia mencari-cari sosok Alfa.
Namun Sebuah teriakan membangunkannya.
"Alita, Bangun udah siang!!"
Alita pun terbangun dan sadar bahwa tadi ia hanya bermimpi.
"Huhhh... Ternyata hanya mimpi ya." Alita Tersenyum masam dan menuju kamar mandinya untuk mandi.
"Alita cepetan bangun!!" Mama masih berteriak, mengira Bahwa Alita belum bangun Tidur.
"Udah bangun ma.. Ini Alita lagi mandi." Jawab Alita dari dalam kamar mandi.
"Ohh.. Cepetan mandinya, Sarapannya udah mama Siapin." Mama berlalu pergi dari kamar Alita.
Alita Pun sudah Siap untuk berangkat sekolah, Ia baru kelas 8 SMP. Setelah menghabiskan sarapannya Ia segera pergi ke sekolah menggunakan mobil Di antarkan Oleh Pamannya.
"Alita berangkat ya ma.. Assalamu'alaikum" Alita mencium Tangan Mamanya dan Masuk ke dalam Mobil.
'Hmmm... Kenapa aku masih kepikiran sama mimpi itu sih' Gumam Alita dalam Hati.
Alita menjalankan Altivitas seperti biasa, Sekolah, mengerjakan Tugas, Dan bermain Game. Alita Adalah Tipe orang yang cuek sehingga ia tak pernah punya teman.
****
"Alita Kita bertemu lagi" ucap Seseorang yang tak lain adalah Alfa.
"Loh.. Alfa? Kok kamu bisa di sini sih?" Tanya Alita Heran.
"Loh kan ini memang tempat aku. Aku ada di sini udah dari dulu.. Cuman ya belom ketemu sama kamu aja" Jawab Alfa.
"Hahhh... Maksudnya?"
"Aku kekurung di mimpi kamu"
"Tunggu, Maksud kamu aku ini lagi mimpi?" Alita tak percaya, Ia mencubit dirinya sendiri dan Benar, Ia sama sekali tak merasa sakit.
"Iya.. Jadi aku bisa ketemu kamu, Kalau Kamu lagi tidur" jawab Alfa.
"Kok bisa gitu ya? Kok kamu bisa Kekurung di sini sih?"
"Aku juga nggak tau, aku cuma inget namaku Alfa" Ucap Alfa Ia berdiri dari duduknya.
"Nggak usah di pikirin, mendingan sekarang kita main." lanjut Alfa. Ia menarik tangan Alita menuju ke sebuah tempat.
"Wahhh.. Ini Sih Indah Banget." Alita Takjub melihat pemandangan Di hadapannya.
Terbentang Hamparan Mawar Biru Dan di tengahnya Ada Pohon bunga Wisteria Yang sudah ada mainan Ayunan Di Pohon Itu.
Di Hamparan Mawar itu juga ada jalan Setapak Untuk menuju Pohon Wisteria tersebut.
Alita Pun Berlari Menuju pohon itu sambil menarik Tangan Alfa.
"Woahhh.. Aku pengen main Ayunan. Alfa Boleh Tolong Dorongin nggak?" Tanya Alita.
"Apa sih Yang enggak Buat kamu" Jawab Alfa. Ia pun mendorong Ayunan Alita. Alita pun tersenyum lebar dan sangat menikmati suasana itu.
Mereka berdua berbincang-bincang Di sana. Gelak tawa pun Terdengar jelas, Sepertinya Alita mulai terbiasa akan kehadiran Alfa.
"Udah Dulu Ta, Tu mama kamu udah Mau bangunin kamu." Ucap Alfa.
"Yahh.. Padahal Aku masih mau disini. Boleh nggak ya kalau aku Gk bangun" Gumam Alita
"Kok ngomong gitu sih? Udah sana bangun, Sekolah, Aku Tunggu kamu di sini kok" Ucap Alfa.
"Bukan kamu, Tapi Tempat ini yang aku nggak Rela Tinggalin" Ucap Alita.
"Oh Gitu.. Ya udah deh, Aku pergi aja." Alfa berpura-pura pergi Sambil menutup matanya.
"Bukan Gitu juga, Kalo kamu pergi aku sama siapa?" Alita menyusul dan mencoba Membujuk Alfa.
"Ya udah sana bangun, Terus ntar ketemu lagi deh sama Aku." perintah Alfa.
"Oke deh. Janji ya, Bakal tunggu aku"
"Iya Janji". Jawab Alfa tersenyum.
Alita Bangun dari tidurnya, lalu melakukan kegiatan seperti hari-hari lainnya. Namun saat malam tiba Ia tak lagi bermain Game, Ia mulai belajar melukis.
Setiap Ia tidur Ia akan selalu bertemu dan bermain bersama Alfa. Mereka semakin lama semakin dekat, dan mulai saling terbuka satu sama lain.
5 tahun berlalu. Hari Ini adalah hari sabtu Alita sengaja untuk tidur lebih awal. Ia tak sabar ingin bertemu dengan Alfa.
"Aku datang" Teriak Alita. Namun Ia tak menemukan Sosok Alfa Di sana.
"Alfa kamu dimana?" Tak ada jawaban Di sana.
"Alfa Tolong jangan bercanda ih.. Kamu Dimana?" Teriak Alita Lagi.
"Alfa, Kamu Belum pergi kan?" Kini Alita Terduduk lemas dan mulai menangis.
"Hiks.. Hiks.. Katanya Nggak bakal Ninggalin aku? Kok kamu ngilang Sih?" Isakan Tangis Alita mulai terdengar.
Ia Hanya Terduduk di sana Dan akan terus menunggu Hingga Sosok Alfa muncul.
"Lho kok kamu nangis di sini Ta?" Tanya Alfa. Ia baru saja datang Dan bingung akan apa yang terjadi.
"Alfa.. Kamu Dari mana aja??" Alita masih Terisak dalam Tangisannya. Ia berlari memeluk Alfa. Tangisannya sudah tak dapat Ia bendung lagi dan pecah Saat itu Juga.
"Huaa... Kamu Jangan ngilang lagi. Kamu Tau nggak sih, aku Takut kamu nggak bakal balik. Aku nggak bisa hidup Tanpa kamu tau" Alita melepaskan pelukannya dan memukul dada Bidang Alfa.
"Aku Bukan mau tinggalin kamu, Kamu jangan nangis lagi ya" Alfa mengusap Air mata Di pipi lembut Alita.
"Aku takut banget.. Aku takut" Bibir Alita bergetar ketakutan.
" Kok takut Sih, Kan aku masih ada di sini." Ucap Alfa menenangkan Alita.
"Ya kamu sih, Kamu tuh Habis dari mana aja?"
"Aku? Aku Habis Buang Air"
"Buang Air aja Lama banget."
"Habisnya bingung Mau buang dimana, Mau buang di danau Takut Kamu mau main Air, Mau buang Di bawah Pohon, Takut pesing. Hehe.. Untung nemu WC umum. Hahahaha" Alfa Tertawa Terbahak-bahak.
"Tau ah, Garing Ga jelas" Ucap Alita Ketus
"Tuh kan Ngambek Ya?" Ledek Alfa
"Ntah lah" Ketus Alita
"Jangan Kesel Dong Ntar Cepet tua" Alfa berjalan mengelilingi Alita
"Kan Cuma kesel bukan marah" Alita Hanya menatap Alfa Sinis
"Iya, iya, kamu mau apa biar nggak Kesel lagi?" Goda Alfa
"Aku mau Bangun tidur aja. Awas!" jawab Alita
"Yahhh.. Ditinggal pergi" Ucap Alfa.
Ia menarik tangan Alita Dan...
'Cuppp' Ciuman Lembut mendarat di Bibir Tipis Alita. Jantung Alita serasa mau melompat keluar dari dada nya. Biarpun Ia tak bisa merasa sakit di dalam mimpi, Namun Ia dapat merasakan Ciuman Lembut dari Alfa.
Ia Tak memberontak dan tak ingin memberontak. Justru Ia merespon, Alfa juga sangat menikmatinya, Ciuman mereka semakin lama semakin dalam. Lagi pula Ia memang suka sama Alfa, Ciuman pertama di kasih ke dia juga Nggak ada Ruginya.
Alita memutuskan Untuk tetap berada di situ dan menghabiskan malamnya bersama Alfa. Mereka pergi ke taman Mawar, bersama memandangi langit dan ditemani Oleh Kunang-kunang.
"Alfa" panggil Alita
"Apa" Sahut Alfa
"Ehmm.. Gimana ya, Aku Takut Nggak bakal Di kasih kesempatan lagi Buat ngomong ini. Sebenernya, Ehmm... Aku.. Suka sama kamu" Ucap Alita Gugup.
"Aku Cinta Kamu Alita. Seandainya Bisa, Kamu mau Bersedia atau enggak jadi Istri aku?" Tanya Alfa. Ia mengeluarkan Sepasang Cincin Perak yang entah dapet dari mana.
'Mama...!! Benernih Dia ngelamar Aku?? Aku kan baru lulus SMA kemaren' Batin Alita bergejolak.
"Aku Sih bukannya mau nolak kamu, Tapi di sini Nggak ada penghulu" jawab Alita.
"Bukan masalah, Di dunia ini kita nggak butuh penghulu. Asalkan kamu mau pake Cincin ini, Kita udah Sah" Ucap Alfa.
"Sekali lagi Aku tanya, Alita Prihandini Apakah Kamu Bersedia menjadi Istri aku?" Alfa menggenggam tangan Alita, yang kaya Di FTV itu loh.
"Aku Nggak Bisa Nolak Sih." Ucap Alita
Alfa mengambil Cincin Dan mereka saling Memakaikan Satu sama lain. Pada detik Itu juga mereka telah Resmi menjadi Sepasang Suami Istri.
Tamat~~~
Hehehe.. Bercanda Jangan Di masukin Ke dalem Hati ya.
Setahun Telah berlalu. Setiap Satu minggu sekali Alita Akan menghabiskan malamnya Bersama Alfa.
"Alfa Aku datang" Teriak Alita Dari depan Rumah Yang Sudah Alfa Sediakan Untuk mereka Tinggali. Mereka tak mengubah nama panggilan satu sama lain, karena menurut Alita itu Tidak perlu.
"Eh.. Tuan putri Udah dateng" Jawab Alfa.
"Ihh.. Panggil biasa aja kali. Oh iya Aku bawa Opor Ayam nih, Kamu mau nggak?" Alita masuk Ke dalam Rumah dan Menaruh Opornya Di meja makan.
"Kok kamu bisa bawa makanan ke sini?" Tanya Alfa Keheranan.
"Nggak tau juga nih, Tadi pas aku mau tidur aku Naroh Opornya Di Meja Deket kasur" Jawab Alita
"Oh Gitu ya. Ya udah deh Sini, Aku udah laper" Ucap Alfa. Ia Segera menyantap Makanan tersebut.
"Uhuk.. Uhuk.. Ini Asin banget, Siapa yang masak nih?" Alfa Tersentak Karena Opor Ayamnya Sangat Asin.
"AKU YANG MASAK, EMANG KENAPA??" Jawab Alita, Ia menatap Alfa Tajam.
"Ehmmm.. Enggak Kok, Ini Opor Ayamnya Enak banget." Jawab Alfa, Ia menelan Saliva Kasar.
"Ya Bagus kalo Gitu, Kamu Habisin Ya Sayang" perintah Alita.
"Iya Deh Aku Habisin." Ucap Alfa Terpaksa. padahal Dalam perutnya sama sekali tak mau menerima Makanan Super Asin Itu.
"Ya udah Cepetan, Ku tunggu Di Sini." Alita Beranjak Duduk Di Ruang Tamu.
Setelah Semua makanannya Habis, Alfa Datang menemui Alita Di ruang tamu.
"Kamu lagi ngapain Alita?" Tanya Alfa.
"Lagi Baca Buku nih" Jawab Alita
"Oh, Kok tiba-tiba Pengen makan ya." Goda Alfa
"Idih, Jangan bercanda Ini masih Pagi" Ketus Alita.
"Tapi aku udah laper nih" Jawab Alfa.
****
Hari-Hari pun berlalu. Alita Begadang untuk mengerjakan Tugas Kuliahnya, Setelah selesai mengerjakan Tugas, Alita langsung beranjak Untuk Segera Tidur.
Ketika Ia sampai Di alam mimpi, Ia bergegas menuju Rumahnya bersama Alfa.
"Alfa Aku datang" Teriak Alita Seperti biasa.
Namun Tak ada jawaban Dari dalam Rumah.
"Alfa ih.. Kamu dimana?" Teriak Alita, Ia kini Cemas dan hatinya Risau tak Karuan
"Alfa.. Jangan Bercanda. Kamu Jangan Tinggalin aku" Ucap Alita Terisak dalam Tangisannya.
"Hiks.. Hiks.. Alfa!" Alita beranjak Pergi ke dalam Rumahnya.
"Alfa, Kamu nggak Pergi kan, Aku tau Kamu pasti bakal Balik lagi, Tolong jangan pergi terlalu lama Ya. Aku Bakal Terus Nunggu kamu Di sini sampai kamu Dateng" Ucap Alita Ia menangis sejadi jadinya.
Sejujurnya dari awal pertemuannya dengan Alfa Ia tau bahwa suatu hari Alfa akan pergi, namun ia Mencoba membohongi diri sendiri untuk percaya pada kata-kata Alfa Yang Berkata bahwa Ia Tak Akan meninggalkan Alita.
Alita tak pernah pergi dari mimpi itu, lagi-lagi Ia membohongi diri sendiri Berkata bahwa Alfa akan segera Datang.
Setiap Hari Ia selalu berjalan mondar mandir, mengelilingi Tempat Itu Dan menangis, Ia terus berjalan Sambil melantunkan lagu, Berharap bahwa Alfa akan mendengar lagu itu.
Sementara Raga Asli Alita terbaring Di kasur seperti Orang lumpuh Total dan tak pernah bangun.
Sebenarnya ini bukanlah Akhir Yang Alfa Inginkan, Ia ingin Alita bisa Hidup bahagia tanpanya, Namun Apa Daya Dia tak bisa bertemu Dengan Alita. Bahkan Alfa tak tau dan Tak bisa keluar Dari tempat Ia berada Sekarang.
HAPPY ENDING~~