Susan bukan Zusanna, tapi sejak usia TK dia mampu melihat apa yang orang lain tidak bisa melihatnya. Namun Ayahnya selalu mengalihkan pembicaraan saat Susan menceritakan hal aneh yang sering dilihatnya.
Susan kecil sering sekali melihat wanita muda dengan rambut keriting sebahu yang terurai menutupi sebelah matanya. Iya berada di samping rumah Susan. Ketika malam tiba, wanita itu menampakkan dirinya pada Susan.
"Ayah, Ayah, Siapa dia, Ayah?" Susan selalu memanggil Ayahnya ketika melihat sosok perempuan itu.
"Mungkin itu nenek Rifa yang sedang berdiri di sana!" Itulah jawaban yang selalu diberikan Pak Lukman pada anaknya.
Nenek Rifa adalah saudara kakek Hatib, Ayah dari Pak Lukman. Nenek Rifa tinggal sendiri, karena beliau tidak bersuami.
Perempuan itu memang menyerupai nenek Rifa, namun jelas berbeda di mata Susan karena rambut nenek Rifa sudah memutih.
Suatu ketika, malam itu adalah malam Jumat. Saat Susan mulai tidur malam, Ayah dan Ibu pergi ke rumah tetangga untuk nonton bersama film horor.
Susan yang tidur sendiri di kamar, tiba - tiba terbangun. Di keluar kamar untuk mencari Ayah dan Ibu. Namun tidak terlihat keberadaan mereka. Lampu rumah pun sengaja di padamkan oleh Ayah untuk menghemat Daya. Hanya bagian depan rumah dan kamar Susan saja yang dibiarkan menyala.
Susan mencoba membuka pintu rumah yang sengaja di kunci oleh Ayah. Sudah pasti usahanya gagal.
Tiba - tiba sosok perempuan muda itu berdiri di samping Susan yang mulai menangis. Karena keadaan rumah yang redup, Susan menyeka mata dan mengusap air mata yang jatuh di pipinya.
"Kamu siapa?" Tanya Susan pada perempuan itu.
Wanita itu tiba - tiba mengangkat tangan kanannya dan menjulurkan ke arah kepala Susan. Susan menutup mata karena takut.
Saat Susan menutup mata, terlihat sosok perempuan itu di depan matanya seolah memberitahu bahwa dia hanyalah penunggu rumah nenek Rifa yang tidak akan mengganggu siapapun termasuk Susan. Hanya saja Susan sendiri yang memiliki kemampuan untuk melihat dirinya.
Susan perlahan membuka mata. Perempuan itu sudah tidak lagi berada di sampingnya. Susan berusaha membuka pintu lagi, meskipun ia tau usahanya akan sia - sia. Namun anehnya, pintu rumah Susan bisa dibuka dengan gampangnya.
Susan berlari ke rumah tetangga dimana Ayah dan Ibu sedang nonton bareng bersama beberapa orang tetangga sekitar.
"Ibu.....!" Susan berlari ketakutan dan langsung memeluk Ibunya.
Ayah, Ibu, dan orang - orang yang ada di sana terkejut dengan kedatangan Susan yang menangis.
"Susan!" Ayah mendekati mengusap punggung anaknya yang menangis dipeluk ibu.
"Bagaimana dia bisa keluar,Bu? Padahal pintu rumah sudah Ayah kunci dari luar dan ini kuncinya!" Pak Lukman bertanya keheranan sambil menunjukkan kunci pintu rumah yang sedari tadi dipegangnya.
"Mungkin Ayah lupa menguncinya!" Ibu mencoba menarik kesimpulannya sendiri.
"Kalau begitu, Ayo kita pulang bu!" Pak Lukman mengajak Istrinya pulang ke rumah.
Mereka sekeluarga pamit pulang pada tetangga yang sedang nonton bersama. Pak r dan mengunci pintu rumah.
Karena ketakutan yang dialami Susan, Ibu memilih menemani Susan tidur malam ini.
~~~ SELESAI ~~~