Mengagumi adalah hal yang sangat wajar, dan tak ada yang salah akan hal itu, jadikanlah kekaguman anda sebagai motivasi untuk mencapai sesuatu.
Namaku Bintang, aku masasiswa SMA yang sedang dimabuk asmara yang membuatku selalu semangat dan menjadi sosok yang sangat ceria.
Mungkin untuk urusan asmara aku sangat beruntung, karena memang aku mempunyai seorang kekasih yang sangat cantik dan dia adalah wanita idola di sekolahku, wajahnya yang sangat mirip dengan penyanyi luar negeri asal korea IU.
Ya begitulah menurutku Vina sangat mirip dengan penyanyi korea yang terkenal akan kelembuatan suaranya dan perwakannya yang begitu memukau.
Namun karena aku selalu menyamakan Vina dengan IU membuat ia marah padaku, karena Vina beranggapan aku tidak mencintainya melaikan mencintai IU.
"Mending kita udahan aja deh, kamu selalu saja membayangkan IU bukan aku."ucap Vina yang begitu mengejutkanku.
"Aku hanya mengaguminya, dan kebetulan kamu sangat mirip dengannya Vin."jawabku.
"Itu sama saja Bintang, yang kamu lihat adalah IU bukan aku."cetusnya sambil cemberut.
"Tidak, kamu harus paham mana cinta dan mana yang hanya kagum."tegasku kepada Vina
"Entahlah aku bosan jika harus terus disamakan, aku bukan dia, dan dia bukan aku titik!."balas Vina kesal.
"Haha jangan cemberut gitu nanti aku malam diambil IU beneran loh."ujarku menggoda Vina
"Terserah aku mau pulang!."jawab Vina dengan raut wajah marah."
Saat itu aku membiarkannya pulang, lagian sensi banget cuma masalah gitu mau ngajak putus.
Setelah pulang sekolah aku membuka laptop dan menonton drama korea yang diperankan oleh IU wanita yang sangat kukagumi itu, hatiku mulai tersa berbunga bunga ketika melihat senyumnya dalam drama yang di perankannya tersebut.
Tak lama rasa kantukku datang dan aku menyudahi tontonanku, aku merebahkan tubuhku, aku mulai memjamkan mataku dengan perasaan yang berbunga bunga layaknya orang yang sedang kasmaran.
*****
Aku duduk ditaman saat itu aku sedang menunggu seaeorang yang memang sudah membuat janji untuk bertemu ditaman dimana aku duduk tersebut.
Tak butuh lama, orang yang aku tunggu muncul berjalan dengan indahnya mendekat kearahku, aki sangat terpesona, aku memandanginya dari atas sampai bawah, dan menurutku itu sangat sempurna.
"Apa kamu sudah lama menunggu?."tanyanya padaku.
Aku masih tak percaya akhirnya aku benar-benar bertemu dengannya sosok wanita yang membuatku kagum sekaligus membuatku menemukan arti semangat hidup.
"Hei...kamu kok gitu banget ngeliatin aku."ucapmya yang seketika membuatku gagap.
"Ehh iy-iya."jawabku gagap.
"Kami udah lama nunggu?."tanyanya lagi.
"Walaupun aku harus menunggumu lebih lama lagi pasti akan tetap kutunggu."jawabku yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi padaku hari ini
Bagaimana tidak aku benar-benar dapat bertemu IU dan sekarang ia berada tepat didepan matamu, berkilau bak sebuah berlian yang sangat mahal.
"Kamu kok lucu banget sih ngeliatinya."ucap IU sambil tersenyum.
"Siapa suruh kamu berpenampilan layaknya bidadari."jawabku.
"Gombal terus."cetusnya sambil tersenyum dengan sangat manis.
"Apa kau tau senyummu itu dapat membasahi gurun?."tanyaku pada IU.
"Kenapa bisa gitu."jawabnya sedikit penasaran.
"Ya karena senyummu yang sedang menyejukan hatiku yang gersang dengan air surgamu."jawabku yang mebuatnya tertawa dan seketika pipinya memerah.
"Kamu sangat pandai merayu wanita."jawabnya tersipu malu.
"Sebenarnya aku orang yang sangat bodoh."ucapku sambil tersenyum.
"Kenapa begitu."jawabnya sesikit kaget.
"Iya aku sangat bodoh ketika harus melewatkan senyummu yang sangat manis itu."jawabku yang lagi lagi membuatnya tersipu.
"Haha kamu memang pantas mendapat gelar sebagai Perayu wanita."jawabnya.
Aku hanya tersenyum saat ia mengatakan hal itu, entah bagaimana aku harus menjelaskan perasaanku padanya, karena bagiku ia sangat membuatku seperti orang gila, dan ia juga membuatku sangat bahagia.
Aku mencoba menggenggam jemari lucu tangan itu yang tanpa penolakan sama sekali, aku sangat ingin mengajaknya berkeliling dunia dengan mengendarai kuda putih dengan sayap-sayap cinta bersamanya.
"Mau jalan-jalan."tanyaku padanya.
"Hhm boleh."jawabnya tersenyum dan mebalas erat genggaman tanganku."
"Kamu siap siap ya."ucapku padanya, yang membuatnya agak sedikit bingung lalu...
"Memangnya mengapa aku harus bersiap siap."jawabnya penuh tanda tanya.
"Bersiap siaplah, karena aku akan melamarmu."jawabku yang membuatnya tampak sangat bahagia kala aku mengatakan akan melamarnya.
"Kamu bisa membuat wanita sangat tergila gila padamu."cetusnya sambil mencubit lembut lenganku.
Kam pun mulai berjalan dan sambil bercertita tentang banyak hal, dari tentang yang biasa saja hingga tentang tipe pasangan yang ia dambakan yang membuatku sangat percaya diri karena ia tampak nyaman dan enggan melepas genggaman tangan ini.
Setelah cukup jauh kami berjalan akhirnya ia merasa kelelahan, ia merasa ingin istirahat karena tak bisa melanjutkan berjalan, namun aku sebagai seorang lelaki penuh taanggung jawab langsung memberinya tumpangan untuk berada diatas punggungku.
"kamu boleh naik ke atas punggungku, dan aku akan menggendongmu selama yang kamu mau."ucapku sambil tersenyum.
"Apakah boleh?."jawabnya bertanya.
"Khusus bidadari sepertimu aku tak akan pernah menolak."cetusku yaang membuatnya merasa diatas awan.
Ia langsung menaiki punggungku dan kini aku menggendongnya sambil terus berajalan menuju gerbang pernikahan.
"Wahh begini rasanya menggendong bidadari."ucapku menggodanya.
Ia tak menjawab namun ia menggigit lembut bahuku dan berkata.
"Jangan menggodaku seperti itu, aku bisa hilaf."bisiknya ditelingaku yang membuatku merinding geli karena perlakuanya.
"Teruntukmu, rasanya kau boleh hilaf sepuasnya padaku."jelasku meggodanya yang membuat ia mempererat pelukanya padaku.
Tak terasa kami sampai tepat pada tempat yang ingin kutunjukan padanya, ya tempat dimana aku ingin mengikatnya dengan tali cinta yang sah sebagai sepasang insan yang saling mencintai serta ingin menyayangi satu sama lain.
"Aku sudah bilang padamu untuk bersiap siap."ujarku padanya.
"Aku sangat siap karena kamu membuktikan ucapanmu."jawabnya sambil tersenyum.
"Baiklah bidadariku aku mulai.
IU, sudah lama aku menginginkanmu, sudah lama aku menantikan saat ini tiba, dan pada akhirnya waktu menjawab semuanya, dan aku tak ingin lagi ada penundaan yang membuatku menanti sendirian dengan segenap rasa dan cinta yang kupunya aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku, menemani hari hariku serta menjadi ibu dari anak anakku nanti, dengan ini aku ingin mengikatmu agar sah seutuhnya menjadi miliki selamanya.
WILL YOU MARRY ME ?
Ia menganggukan kepalanya dan tampak sangat bahagia sampai ia tak merasakan jatuhnya air mata bahagia itu mengalir membasahi pipinya yang tampak lezat itu.
Aku menariknya merapatkan tubuhnya menyatu denganku dan melingkarkan tangaku pada pinggang rampinganya, menatap dalam matanya dan mendekatkan wajahku untuk segera menciumnya
Namun saat bibirku dan bibirnya hampir tak ada batas dan akan segera beradu harus berakhir dengan teragis saat aku tekejut dan terbangun dari mimpiku karena wajahku yang terasa basah karena Neo kucingku yang lucu itu pipis tepat diwajahku yang membuatku terbangun dari mimpi indah itu dan gagal mencium IU.
"IU aku sangat merindukanmu, semoga kita dapat bertemu lagi dilain waktu."batinku dengan penuh harap.
Tamat.
Cerpen karangan : iit arianto
Kategori : Romance