The Secret Treasure (Harta Karun Rahasia)
#Cerpen Fantasi
Alex, aku tinggal bersama Kakek di Amerika tepatnya di New York City -NYC. Aku biasa bekerja mencari barang-barang bersejarah. Aku bekerja dengan beberapa teman aku, ada Troy, Ryan, Bax, dan sahabat karibku, Ben.
19 April 2006
“Hi Alex, kau tahu tentang ini?” kata Kakek sambil menunjukan majalah tentang harta karun Queenyfilen.
“Tentu saja kek, aku tahu, aku juga aku sedang memikirkan agar bisa mendapatkan harta itu,”
Tiba-tiba Alex yang sedang membaca buku sejarah kaget bercampur gembira berteriak.
“Kakek, lihat ini!” Secara spontan Kakek langsung terburu-buru menghampiri Alex.
“Lihat ini kek, di sini diceritakan bahwa harta peninggalan mesir kuno yang biasa disebut harta Queenyfilen diperkirakan berada di kutub selatan! Ya Tuhan, aku tidak percaya! Ini keberuntungan.”
“Apa kau benar-benar ingin mencari harta ini? Kutub Selatan, yang benar saja?” kata Kakek tidak percaya.
“Kau bercanda kek? Tentu saja, aku menghabiskan waktu tahun ini untuk mencari info dari harta ini!” kata Alex sambil menunjuk buku sejarah itu.
“Baiklah, semoga beruntung!”
Keesokan harinya, Alex dan rekan-rekannya langsung berangkat ke Kutub Selatan. Dengan bekal makanan dan peralatan, mereka mengudara.
“Alex, apa kau yakin harta itu ada di Kutub Selatan?” kata Ryan ragu.
“Sangat yakin!” ujar Alex.
“Hey Alex, jangan sok tahu kamu!” kata Troy.
“hey. Santai saja teman,” Kata Bax.
Beberapa jam kemudian Alex dan teman-temannya sampai ke Kutub Selatan. Dengan menggunakan GPS dan derek salju, mereka menuju daerah yang diyakini sebagai tempat terdapatnya harta Queenyfilen. Mereka mencari-cari dengan detector logam, dan detector itu bunyi di satu titik. Mereka menemukannya, harta itu tertimbun di dalam tumpukan salju yang sangat dingin. Tanpa membuang waktu mereka langsung berotong-royong menggali harta itu. Betapa terkejutnya mereka karena ternyata Queenyfilen hanya sebuah kapal tua. Muncullah perdebatan di situ.
“Alex, kamu jangan cari-cari masalah. Kau bilang di sini ada harta karun! Tapi apa?! Kita hanya menemukan kapal tua tak berguna ini” ujar Bax.
“Benar itu, jangan main-main” kata Troy.
“Apa kau berbohong?” kata Ben. Lalu Alex mencoba menenangkan keadaan.
“Oke, teman-teman kita tenang dulu.” Tetapi teman-teman Alex tidak menanggapinya, bahkan semakin ribut.
“Diaaaam!!” Teriak Alex, suasana seketika hening.
“Hey, teman-teman jangan ribut dulu, tidak mungkin jika aku mengajak kalian berempat sejauh ini untuk melihat kapal tua yang bernama Queenyfilen? Maksudku yang benar saja!”
“Bisa saja jika kau licik!” cela Troy.
“Huft!” gerang Alex karna kesal.
“Baiklah, kalau begitu sekarang apa idemu?” kata Ben.
“Oke, begini, aku pernah membaca artikel bahwa terkadang jika kita mencari sesuatu yang tidak mungkin seperti harta karun kamu akan menemukan pointernya.”
“Maksudmu? Pointer apa?” jawab Bax.
“Jangan bencanda, pointer itu kan yang biasa kita gunakan saat presentasi di taman kota pada waktu hari pahlawan, untuk menunjuk tulisan-tulisan di power point” jelas Ryan.
“Ya, kau benar Ryan” Alex menjawab. Lalu Ben mendapat ide.
“Alex, bagaimana jika pointer itu maksudnya sebuah petunjuk?!”
“Jenius!” kata Alex.
“Huft, aku benci bahasa artikel jalanan,” ujar Ryan.
“Tapi di mana kita bisa menemukan petunjuk?” Ryan.
“Kalian tahu, ini sebuah kapal perang pasti ada ruang persenjataan. Di situlah kita mencarinya” Troy.
“Kau tahu? Ternyata kau cukup jenius” kata Ben. Troy menggeram sambil memutar kedua bola matanya.
Lalu mereka masuk ke ruang persenjataan. Mereka mencari, mencari dan terus mencari, tapi tidak ditemukan apa-apa. Tiba-tiba Alex menemukan tengkorak yang memakai topi khusus, tampaknya itulah kapten kapal ini. Alex mulai penasaran.
“Hmm, kenapa kapten kapal lebih memilih menjaga tabung ini dari pada nyawanya sendiri?” Lalu Alex mengambil tabung itu dari genggaman sang kapten.
“Teman-teman, lihat apa yang aku temukan!” Semua menghampiri Alex. Dan setelah dibuka, ada sebuah kuas.
“Oh tidak.” kata semua dengan nyaring.
“Hanya sebuah kuas? yang benar saja,”
“Tunggu teman-teman, lihat! ada sebuah ukiran di tangkainya.
“Hufft, itu hanya ukiran biasa, tidak ada yang spesial” kata Ryan dengan kesal.
“Itu terserah kamu. Aku pernah membaca motto dari ilmuan Amerika bahwa darah itu menerangkan hidup.”
Lalu Alex melukai salah satu jarinya menggunakan pisau kecil dan mengoleskan darahnya ke tangkai dari kuas yang tadi ditemukannya lalu mencapkan di sebuah kertas. Muncullah tulisan.
“tujuh bunga menyembunyikan kelinci, apa maksudnya?” kata Ben.
“Ini sebuah teka-teki, kita harus memecahkan teka-teki ini!” Troy.
“Oke, kita lihat, tujuh bunga menyembunyikan kelinci, hmm,” Alex merasa sangat bingung, imajinasinya sudah terjuras habis.
“Kenapa tujuh bunga itu menyembunyikan kelinci? Maksudku, itu hanya seekor kelinci?!” kata Ryan bingung.
Bax mendapat ide, “Ohh, aku dapat ide, mungin saja karena kelinci itu barang berharga! Jadi tujuh bunga berusaha menyembunyikannya!” Harta karun! Kelinci maksudnya harta karun!” kata Ben.
“Cerdas! kerja bagus!” seru Alex.
“Sekarang tujuh bunga maksudnya apa?” Troy bingung.
“Hmm, bunga, tujuh bunga? Bunga apa? atau mungkin, kalian pasti tahu tentang kelompok atau organisasi yang beranggotakan tujuh orang” kata Alex.
“Tentu saja tujuh orang itu kan yang menanda tangani teks proklamasi kemerdekaan!” kata Ryan.
“Jangan bilang, peta harta Queenyfilen ada di balik teks proklamasi kemerdekaan!” ujar Ben.
“Tidak mungkin ada peta harta di balik teks proklamasi,” Alex mencela.
Ryan berkata, “satu cara untuk mengetahuinya!”
Troy menjawab, “mencuri teks proklamasi kemerdekaan.”
“apa kalian gila? Resikonya sangat berat!” kata Alex dengan nada kesal.
“tapi sangat tidak mungkin penjaga membolehkan begitu saja gulugan teks proklamasi kemerdekaan digunakan untuk tes kimia!” ujar Bax.
“bayangkan Alex, kita memiliki semua hartanya kita akan menjadi kaya, bahkan sangat kaya, ferari, rumah indah, jabatan, semuanya bisa kita miliki, ayolah Alex, ikut dengan kami!” kata Ryan yang sedang berusaha merayu Alex.
“tapi tetap saja aku tidak akan mencurinya!” Alex marah.
“baiklah kalau begitu kita akan mencurinya aku, Ryan, Bax” Troy bertekat.
“itu tidak mugkin terjadi!!” Alex.
“kenapa? Kau akan mengadukannya pada pacarku? Haha. Aku tak peduli!” Troy mencemooh Alex.
“tidak tenang saja, tetapi jika kau tetap saja menjalankan ide gila ini aku tidak segan-segan meledakkan dinamit ini!” ancam Alex.
Ternyata secara diam-diam Alex telah memegang sebuah dinamit yang dia temukan di sela-sela tumpukan buku yang telah rusak dan usang.
“silahkan, jika kau benar-benar melakukan hal itu, sekarang aku akan menghabisi sahabatmu yang cengeng itu!” kata Ryan.
“hey, ada apa? Sumpah, aku tak cengeng, jangan merendahkanku!” Ben membela diri.
“diam kau!” Bax membentak.
Lalu Alex menjatuhkan dinamitnya yang sebelumnya telah dinyalakan. Sambil berusaha mencari jalan keluar dari kapal Queenyfilen bersama Ben. Alex dan Ben hampir bisa lolos keluar dari kapal, tapi tiba-tiba Troy dan sekongkolannya membakar bubuk tembakau yang kebetulan telah melingkar di sekeliling Alex dan Ben. Mereka berusaha memadamkan api di sekeliling mereka. Sementara Troy, Ryan dan Bax berhasil melarikan diri dengan selamat. Ben melihat dinamitnya, ternyata sumbunya hampir habis.
Dengan terpaksa mereka melompati lingkaran api yang begitu panasnya, Alex melompat duluan.
“ayolah Ben melompat!” untunglah mereka berhasil. Sumbu dinamit tinggal sedikit lagi, Alex melihat gudang penyimpanan terakhir. Mereka langsung masuk dan menutup pintu yang kebetulan terbuat dari baja. Dooaar!!! dinamitnya meledak. Puing–puing kapal bertebaran. Alex dan Ben pingsan seketika.
Beberapa Jam Kemudian.
Alex dan Ben sadar. Derek salju sudah rusak terkena ledakan dinamit. Dan yang satunya telah dibawa Troy. Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju ke pemukiman terdekat. Kondisi mereka yang masih lemah dan terbatasnya sisa makanan membuat mereka berhenti di sebuah gubuk tua yang tampaknya tidak berpenghuni. Mereka melepas lelah di gubuk itu sambil memakan makanan kecil. Tak lama kemudian mereka dikagetkan oleh seorang Kakek.
“hai anak muda!” sapa Kakek itu. Ben sangat kaget mendengar perkataan sang Kakek.
“tolong-tolong, jangan sakiti aku” saking kagetnya Ben sampai tersedak sepotong roti isi.
“jangan takut nak, ini hanya Kakek pemilik gubuk ini,” Kakek menjelaskan.
“oh, maafkan kami kek, kami beristirahat di gubuk Kakek tanpa meminta izin terlebih dahulu” Alex.
“tidak apa-apa, ngomong-ngomong apa yang kalian berdua lakukan di sini?” Kakek.
“derek salju kita rusak, dan sekarang kita harus berjalan untuk bisa pulang,” Ben menjelaskan.
“kalian tidak terburu-buru kan? Jika kalian mau Kakek akan membiarkan kalian tinggal di sini” tawar Kakek.
“bernarkah? Terima kasih kek” Alex berterima kasih kepada sang Kakek.
“silahkan masuk, Kakek tinggal bersama keluarga kecil Kakek. ini nenek, ini Lisa, anak Kakek dan suaminya Harry, dan yang terakhir Lola Robin, dan Cyla cucu Kakek yang paling lucu.
“hai semuanya, maaf yah kami menumpang di sini” kata Alex.
“oh tidak apa-apa, kami jarang mendapat tamu” kata Lisa. Lola dan Cyla juga menyapa Alex dan Ben.
“hai, akU Lola dan ini Cyla.”
“Sudahlah anak-anak, biarkan mereka beristirahat.” Lalu mereka berdua beristirahat dengan tenang di kamar tamu. Beberapa jam kemudian Alex dan Ben langsung berencana pulang. Setelah makan malam mereka berangkat pulang mengendarai derek salju yang dipinjami oleh Kakek.
Keesokan Harinya.
Mereka berdua sampai di rumah Alex. Dengan perasaan bercampur aduk Alex menceritakan kapal Queenyfilen pada Kakek.
“kakek. Aku dan Ben menemukan kapal Queenyfilen. Tapi ternyata harta itu bukan berada di Kutub Selatan” kata Alex.
“lalu di mana?” Kakek penasaran.
“aku tak terlalu yakin tapi menurut petunjuk.” Ben menyela pembicaraan Alex.
“ada di balik gulungan teks proklamasi kemerdekaan.”
“tidak, tidak, tidak jangan bilang kau ingin mencuri gulungan itu. Alex, dengar Kakek sudah cukup kehilangan Nenekmu Alex, Kakek tidak bisa kehilangan kamu,” Kakek merasa khawatir, saat Alex mau berbicara Kakek masih saja mengomel-ngomel.
“hmm, maaf tuan, maksudku Kakek, sepertinya Alex ingin menjelaskan sesuatu,” kata Ben sambil melahap pizza.
“Kakek tenang dulu, tentu saja kami tidak akan mencurinya, tapi, bagaimana cara menghentikan Troy?”
“apa yang terjadi dengan Troy?”
“Troy, Ryan, Bax ingin mencuri dokumen itu!”
“apa kau tidak berpikir? Kenapa kau tidak melaporkannya saja kepada FBI?”
“itu tak akan berhasil kek, mereka tak akan percaya”
“setidaknya kau bisa mencobanya.”
“baiklah, kita berangkat sekarang! Ayo Ben!”
“tunggu aku belum menyesaikan demo di perutku!”
“sekarang atau tidak selamanya.”
“baiklah, hufffh,”
Siang itu juga mereka menuju kantor FBI, dan mengadukan apa yang akan terjadi dengan gulungan teks proklamasi kemerdekaan. Tapi FBI tidak percaya bahkan mereka menertawakan Alex dan Ben. Mereka hampir putus asa. Tapi Ben punya satu ide lagi, memberi tahu ke Menteri Pertahanan Dan Keamanan. Mereka segera menuju ke sana. Sampai di sana, mereka mulai gugup karena menteri itu terkenal galak. Tapi setelah Alex dan Ben diantar menuju ruangan menteri ini, betapa terkejutnya mereka karena mendapati menteri itu seorang wanita yang cantik. Mereka mulai berbincang-bincang.
“baiklah, ada apa kalian ke sini?”
“ehhmm. Nyonya, maksudku Ibu,”
“maaf panggil saja aku Sophia.”
“ohh, Sophia, nama yang indah.”
“terima kasih, lanjutkan.”
“oh benar, jadi begini,” Suasana seketika hening.
“ada yang mau mencuri gulungan teks proklamasi kemerdekaan,”
“hahaha,” Sophia tertawa.
“oh, tidak, ini terjadi lagi Alex.”
“tunggu Sophia, ini benar akan terjadi!”
“tunggu tuan-tuan.”
“maaf panggil saja aku Alex,”
“aku Ben,”
“apa? Alex Stanfort? Penemu harta, aku penggemar beratmu!”
“terima kasih,”
“Alex ingat, kembali ke masalah”
“benar! Jadi bagaimana Sophia?”
“bagaimana apanya?”
“kau tahu? Tentang pencurian teks proklamasi kemerdekaan.?”
“oh, benar, itu tidak mungkin bisa terjadi!”
“tapi ini sungguhan!”
“tunggu, kenapa ada orang yang mau mencuri teks proklamasi ini?”
“kau pasti tak percaya ini.” Sophia kebingungan. “ada peta harta di baliknya.”
“hah?” Sophia semakin kebingungan.
“apa kau punya buktinya?”
“tentu saja tapi kebetulan kami tidak membawanya, benda ini terlihat seperti kuas.”
“oh, ya? Ke mana buktinya? Apa dicuri nosee si monster laut?” Dengan kesal Alex yang diikuti oleh Ben keluar dan membanting pintu.
“terima kasih atas waktunya.”
“sama-sama,”
Pada saat yang sama, Troy dan sekongkolannya merencanakan pencurian teks proklamasi.
“jadi, bagaimana?” lalu Ryan menyodorkan undangan pesta ulang tahun presiden tepat di gedung museum Negara.
“ide bagus!”
“kita akan masuk melalui saluran air yang sudah terbengkalai ini” kata Bax sambil menunjuk peta saluran air bawah tanah.
“pasti penjagaan di situ sangat minim.” Setelah rencananya dirasa cukup matang, mereka langsung menuju museum Negara untuk survei ruangan. Sementara itu, Alex dan Ben masih merencanakan bagaimana cara menghentikan Troy.
“Ben, kita harus mencuri dokumen penting itu sebelum mereka,”
“apa kau gila?”
“mungkin iya, tapi kita harus selamatkan dokumen itu!”
“baiklah, kau menang aku ikut denganmu!”
“baik, jadi begini rencananya..” Mereka sibuk merencanakan pencurian dokumen itu.
Troy sudah sampai di museum dan tinggal menunggu saat yang tepat. Dan ternyata rencana pencurian dokumen Alex telah berhasil. Mereka mencurinya sebelum Troy. Sempat terjadi tembak-menembak di sana, sampai akhirnya mereka bertiga yaitu Troy dan sekongkolannya terpeleset kulit pisang dan jatuh ke jurang dan tewas seketika. Tidak ada yang tahu kejadian ini.
Alex dan Ben membuka gulungan itu dan melihat bagian belakang teks tersebut. Tidak ada tulisan sama sekali. Sampai Ben mengarahkan sinar senternya ke gulungan itu dan muncullah kata, “Borobudur, Indonesia.” Besoknya mereka terbang menuju Negara Indonesia tepatnya di Magelang, Jawa Tengah.
Sampai di Borobudur, Indonesia
Mereka sangat terkagum-kagum dengan candi Borobudur ini. Tapi mereka merasa bingung, di mana mereka bisa menemukan harta karun.
“Ben, ayo kita coba tanya ke pemandu wisata di sini, mungkin mereka tahu banyak.”
Menemui ketua pemandu wisata.
“permisi tuan, bisa kita bicara?”
“oh, tentu, ada apa?”
“apa kau tahu sesuatu tentang harta karun?”
“hah? Harta karun? Bagaimana kau bisa tahu hal ini?” kata sang pemandu wisata sambil berbisik.
“tentu saja kami tahu, kami pemburu harta.”
“baiklah, jadi di sini,” Pemandu wisata menunjukan peta tempat harta karun itu, tapi tidak seorang pun yang pernah mencari harta itu berhasil menemukannya. Mereka yang mencarinya, seketika hilang tanpa jejak.
Tapi tekad Alex dan Ben sudah bulat, mereka mengikuti petunjuk peta itu dan berakhir di patung biksu yang ada di puncak candi. Menurut petunjuk peta itu.
“sentuhlah tangan kiri si biksu dan temukan ukiran berbentuk matahari dengan huruf Q di tengahnya.
“Ben, aku menemukannya” kata Alex girang. Lalu Alex memencet ukiran itu dan blup! Keluarlah sebuah wadah. Yang ternyata di dalamnya ada sebuah petunjuk.
“matahari terbenam adalah sinar yang terbaik.”
“Alex, mungkin kita harus menunggu sampai matahari terbenam.”
“baiklah.”
Secara tidak sengaja Alex menjatuhkan peta di sinar terakhir hari ini. Muncullah kata pergilah ke lorong bawah tanah. Dan menurut peta bawah tanah yang mereka dapat dapi pemandu tadi, hanya ada 1 lorong. Dekat semak berbentuk hati.
Mereka masuk ke lorong itu. Mereka terus mengikutinya dan tiba-tiba di satu titik mereka melihat sebuah cahaya kecil dan setelah dilihat lebih dekat ternyata itu adalah sebuah gudang berlian.
“Alex! Lihat, kita berhasil! Kita menemukan harta karun Queenyfilen!”
“kau benar Ben, aku bisa menciumnya,”
“ha? Mencium apa?”
“aaahh!! bau kemenangan! Wooo!!! kita berhasil!!” Mereka begitu gembira, mereka berpelukan dengan air mata bahagia.
Mereka melapor pada pihak Indonesia atas insiden harta ini. Dan sebagai tanda terima kasih, presiden Indonesia memutuskan untuk membagi sebagian harta ini kepada Alex dan Ben.
Alex membeli sebuah rumah bertingkat. Ben membeli sebuah mobil ferrari. Keduanya hidup bahagia dengan kekayaan yang melimpah. Tapi Alex dan Ben memutuskan untuk menyumbangkan sebagian kekayaannya ke panti asuhan.