Suamiku adalah tipe laki-laki yang jarang cemburu, dia kadang cuek bahkan tak pernah menunjukkan kemesraan di depan orang lain, tapi kali ini selalu melihat wajahnya sewot setiap kali aku menghabiskan waktu bersama laki-laki pujaanku di layar gawaiku.
"Lagi ngapain sih ma", tanyanya sewot sambil berusaha meraih ponsel yang sendari tadi aku pelototi tapi, aku berhasil menepisnya.
"Biasa pa, nonton drakor, lihat nih pa.. ganteng banget kan?, mama gemes banget pa pengen cubit pipi mulusnya, kok ada ya cowok seganteng dan sekeren ini?, pujiku gak tanggung-tanggung kepada sosok Song jongki yang saat itu sebagai aktor utama.
"Coba lihat ma?", suamiku melirik ke arah gawai dan tiba-tiba saja meraihnya dan kemudian mematikan gawaiku dan mengantonginya ke dalam saku celananya.
"Ya ampun pa, tega banget sih, kan mama belum selesai nontonnya, papa kenapa sih gak suka banget mama melihat aktor idola mama?, papa jahat!!, aku benar-benar marah terhadap suamiku. Kenapa dia tega?, padahal jelas-jelas dia tahu jika aku sudah menyukai mereka sejak dulu, sejak aku masih remaja, sejak aku belum mengenal dirinya.
"Lebih gantengan papa daripada dia ma, tuh ma cucian di dapur dah numpuk, nih lantai juga udah kotor ma, mama kalau mau nonton jangan sampai lupa waktu ma, coba mama ingat anak kita dimana sekarang?", suamiku memberikan alasan yang tak masuk akal menurutku, semua pekerjaan sudah beres, piring kotor cuma ada satu ditemani gelas kotor bekas suamiku makan siang barusan. Lantai baru saja aku pel sampai kinclong begitu juga kaca dan jendela. Aku hanya ingin bisa me time bersama aktor-aktor idolaku yang super unyu itu, yang bisa bikin aku baper tingkat dewa saat melihat dramanya, kadang aku bisa sewot sendiri sama suami saking bapernya seolah-olah aku masuk kedalam isi cerita padahal suami gak tahu apa-apa. Sementara anakku sedang asyik bermain di rumah tetangga seperti biasa.
"Itu cuma alasan papa aja, cucian cuma satu aja dibilang numpuk, lantai sudah ku pel pa dari tadi, anak kita juga lagi asyik main sama Syakira", sanggahku tak mau terima alasanya.
"Mama coba cek di dapur, sama cek lantai ini juga tuh belakang sana masih kotor".
Aku berjalan menuju dapur dengan perasaan jengkel yang masih menganjal dan betapa terkejutnya aku saat melihat setumpuk piring kotor dengan beberapa perabotan lain yang ikut kotor, sementara lantai dari arah dapur menuju ruang tengah mendadak kotor oleh lumpur. Ada jejak sepatu kelontong yang sering suamiku pakai untuk membersihkan halaman depan.
"Papa....!!!?", teriakku histeris, amarahku mumuncak, dengan langkah cepat aku menghampiri suamiku yang tengah duduk santai sambil tertawa tanpa dosa.
"Kenapa papa jahat sekali?, tidak bolehkah mama bersenang-senang sebentar saja?, mama lelah pa bekerja seharian bersihin rumah, jaga anak, belum lagi melayani suami dari sebelum berangkat kerja hingga papa pulang kerja, kamu kenapa pa?", umpatku geram, butiran air mata sudah terasa menganjal di mataku, tanpa terasa butiran air mata itu perlahan menetes membasahi pipiku.
Suamiku yang sendari tadi duduk dan tertawa tiba-tiba raut wajahnya berubah drastis. Ada semburat penyesalan dalam hatinya. Ia menghampiriku dan kemudian memelukku. Ia tidak mengira jika perbuatanya itu akan membuat hatiku terluka dan menangis.
"Maafkan papa, mama jangan nangis ya?, papa hanya cemburu mama memuji laki-laki lain selain papa, papa ingin gak ada laki-laki lain dihati mama selain papa walaupun itu hanya lelaki cantik yang ada di dalam gawai mama". Suamiku bilang jika aktor korea itu tidaklah tampan, mereka malah terlihat feminim bukannya macho.
"Tapi papa keterlaluan, mereka hanya tokoh dalam drama pa, bukan berarti mama mencintainya seperti mama mencintai papa, hanya sebatas ngefans, gak mungkin juga mama bisa memilikinya, karena hati mama seutuhnya hanya untuk papa seorang", jelasku sambil sesekali menyeka air mataku dengan tissue.
"Iya ma, papa minta maaf ya, papa percaya sama mama. Besuk papa ajak mama jalan-jalan". Suamiku mencoba merayuku, aku menyeka air mataku dan mencoba tersenyum walaupun mungkin senyuman itu terasa hambar.
"Mama gak akan maafkan papa sebelum semua cucian yang ada di dapur beres dan lantai harus kembali kinclong. Papa harus tanggung jawab bersihkan semuanya, dan satu lagi kembalikan handphone mama".
"Siap bu boss!!", ucapnya sambil berlalu dan memberikan gawai kesayanganku. Sementara suamiku melakukan hukumannya aku melanjutkan aktifitasku nonton drakor lagi.
*****
Sore itu sepulang kerja, sesuai janji suamiku mengajakku jalan-jalan. Mungkin ini salah satu bentuk permintaan maafnya terhadapku. Kali ini kami hanya berdua saja, anak kami sementara menginap dirumah mertuaku. Suami memintaku berdandan secantik mungkin. Bahkan hari itu aku habiskan seharian untuk memanjakan diri di salon.
"Malam ini papa akan kasih kejutan spesial buat mama, kita akan menghabiskan waktu berdua tanpa ada gangguan, papa hanya minta satu hal saja dan mama harus mengabulkannya untuk hari ini saja, Please??, pintanya sambil mencium punggung tanganku mesra.
"Permintaan apa pa?", tanyaku penasaran
"Mama jangan nonton drama korea untuk hari ini". Aku menggangukkan kepala tanda setuju.
"Makasih ma, hari ini kamu cantik sekali".Pujinya sambil melajukan mobilnya ke arah taman kota.
Sesampainya di taman aku disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Taman itu dihias menggunakan lampu warna-warni yang dibentuk menyerupai gambar hati, kemudian di sisi kanan kirinya ada berbagai macam bunga warna-warni menghiasinya. Suamiku mengandeng tanganku menuju sebuah meja makan dengan berhisakan bunga dan pancaran lilin aroma terapi yang menenangkan jiwa. Romantis sekali, rasanya seperti kembali ke masa pacaran dulu. Lebih mengejutkan lagi di sisi meja makan terdapat sebuah album yang berisikan kumpulan foto-foto aktor korea, girangnya hatiku hingga tak terasa senyum merekah terlepas dari bibirku.
Tiba-tiba ada sebuah kembang api yang dinyalakan salah satu orang suruhan suamiku. Kembang api itu meledak diatas awan dengan riang, aku membaca tulisan PAPA SAYANG MAMA dalam percikan kembang api di atas langit hitam yang membisu itu. Indah sekali, mirip suasana romantis yang sering aku tonton di drama korea kesukaanku. Lagi-lagi aku baper dan menangis. Aku peluk suamiku dengan penuh kemesraan.
"Terima kasih suamiku, makasih kamu sudah mau memahamiku walaupun ini semua berbanding terbalik dengan hatimu".
"Apapun akan papa lakukan asal mama selalu bahagia, papa gak akan cemburu lagi dengan artis-artis mama itu, papa yakin hati mama akan selalu terjaga buat papa".
Setelah kami menghabiskan makan malam yang romantis, suamiku mengajakku ke sebuah gedung bioskop untuk menonton film korea. Hari itu aku benar-benar merasa bahagia. Hari-hari berikutnya suamiku tak pernah lagi marah-marah melihatku menonton drama korea, sesekali ia juga ikut nonton bersamaku.
Dan untuk menjaga perasaannya aku mencoba mengurangi durasiku menonton drama korea demi menghabiskan waktu bersamanya.
TAMAT.