_O U R L O V E_
'Deg'
Perasaan apa ini kenapa begitu menggelitik, rasanya banyak kupu-kupu berterbangan diperutKu, seperti suasana taman ini.
"Ck tenanglah olivia, tarik nafass buangg tarik nafas.. buangg." Ucap seorang gadis yang sedang berusaha menenangkan diri nya karena perasaan berdebar yang dialaminya akhir-akhir ini.
Olivia Mahesta gadis cantik dari keluarga rich, sultan, kaya raya, atau apalah itu. Selain kaya, Olivia juga memiliki paras yang sangat rupawan, tapi sayang sekali paras rupawannya itu tak berguna sama sekali, buktinya dia masih sendiri sampai sekarang.
Tapi akhir-akhir ini ada yang berbeda darinya. Dia sering mengalami gejala yang aneh, seperti berdebar tanpa sebab hanya karna bertatap mata dengan lawan jenis, lalu wajah nya yang bersemu merah bagaikan buah delima yang sudah masak karena diberikan senyuman maut oleh orang yang sama.
Yap betul sekali dirinya sedang jatuh cinta untuk pertama kali nya selama 22 tahun hidup di dunia yang penuh tipu-tipu. Entah apa yang dilakukan orang itu sampai Olivia merasa seperti remaja yang sedang kasmaran.
Ingatan Olivia kembali pada saat pertama mereka bertemu, ingatan yang tak ingin diingat oleh Olivia karna sungguh sangat sangat sangat memalukan.
~FLASHBACK ON~
"Eh eh kenapa nih mobil duuhh sial banget sih Gue" Gerutu Olivia karna tiba-tiba mobil nya tidak mau jalan.
Brak. Olivia membanting pintu mobil nya dengan kasar lalu menatap mobil nya jengah.
Tuttt tutt. Olivia menelpon Papi nya untuk memerintahkan anak buah sang Papi agar segera mengirim seseorang untuk memperbaiki mobil nya.
"Halo Pi tolong kirim orang yah Pi buat benerin mobil. Mobil Via mogok lagi nih Pi kayak nya minta diganti deh Pi" Adu Olivia kepada Papinya tanpa memberi jeda sang Papi untuk menjawab salamnya.
"Halo sayangg pelan-pelan dong ngomong nya untung aja Papi pinter" Sahut Papi membuat Olivia memutar bola matanya malas.
"Pokoknya Olivia minta mobil baru yang ini udah kadaluarsa Papiii masa dikit-dikit mogokkk teruuussss. Cape Via Papiii capee" Keluh Olivia dengan manja yang hanya dibalas kekehan oleh Papinya.
"Hahaha.. Iya sayang Via mau mobil apa Papi beliin sekarang"
"Terserah Papi aja. Oh iya pi jangan lupa suruh orang bengkel yah Pi nanti Via kirim lokasi nya"
"Oke sayangg.. Ya udah Papi mau lanjut kerja lagi yaa"
"Oke Papiii. Papi emang the best deh, Love You Papii"
"Love you too sayangg"
Tut. Oke setelah menelpon Papinya yang baik hati tiada dua Olivia langsung memesan taksi agar diri nya bisa pulang ke rumah karna diri sudah lelah, letih, lesu, love you, eh salah-salah. Haahaha..
"Kok nih jalan sepi banget yaa" Gumam Olivia seraya mengusap tengkuk nya yang tiba-tiba merasa merinding apalagi sekarang sudah sore menjelang maghrib.
Tap tap. Terdengar suara langkah mendekat dan samar-samar suara tawa yang terdengar mengerikan bagi Olivia.
"Wiihh ada cewek cantik nihh. Haloo sayangg kok sendirian" Sapa salah satu dari mereka membuat Olivia langsung meremas tangan nya gugup.
"Si-siapa kalian? pergi atau Gue bakal telfon polisi biar kalian dipenjara " Ancam Olivia supaya mereka pergi.
"Haha jangan gitu dong cantik, gimana kalo kita main-main dulu" Goda mereka sambil berjalan mendekat.
Olivia langsung panik, pikiran nya buntu yang ada dipikirannya saat ini hanyalah berteriak minta tolong.
"Tolonggg ada orangg cabull tolonggg. Stop!! berhenti!! awas aja kalo kalian maju selangkah aja"
Ancam nya lagi lalu memberi isyarat meletakan tangan nya dileher.
"Uuhhh takuuttt. Hahaha" Tawa mereka pecah, bukannya takut mereka malah gemas dengan wajah imut Olivia saat ketakutan.
"Gue seriuss yaa" Bentak Olivia sambil melototkan mata nya membuat tawa mereka semakin keras.
"Tolonggg tolonggg" Teriak Olivia sekuat tenaga. Hingga tiba-tiba...
Bruk. Bugh. Kretek. Set. Bugh.
Mata Olivia membulat sempurna saat melihat orang-orang yang mengganggu nya sudah tergeletak tak berdaya di atas aspal hanya karna satu cowok yang tiba-tiba datang dan langsung memukuli mereka dengan brutal.
"Pergi" Ucap cowok tadi dengan nada dingin tak tersentuh dan jangan lupakan raut wajah yang datar tapi memiliki tatapan mata yang mematikan sehingga membuat mereka langsung lari terbirit-birit.
"Lo gak papa?" Tanya nya seraya menghampiri Olivia yang sedang menatapnya dengan binggung.
"Iya gak papa"Jawab Olivia linglung.
"Disini bahaya sebaik nya Lo langsung pulang aja sekarang" Ujar nya memperingati Olivia.
"Ta tapi mobil Gue mogok tadi udah pesen taksi tapi gak dateng-dateng" Jawab Olivia gugup karna ditatap intens oleh nya.
"Gue anter"
"Hah?"
"Cepet naik atau Lo mau Gue tinggal disini?" Tanya nya seraya mengangkat sebelah alis nya.
"Eh iya bentar" Olivia langsung menghampiri mobil mengambil tas nya dan berjalan dengan tergesa tak mau membuat orang yang sudah membantu nya menunggu.
Brummm. Motor yang dikendarai oleh mereka langsung melaju membelah jalanan.
"Alamat rumah Lo dimana? " Tanya sang cowok setengah berteriak.
"Perumahan anggrek blok L no.5" Jawab Olivia tak kalah kencang.
'Njiirr deket sama rumah Gue dong'batin si Cowok.
Citt. Olivia segera turun dari saar dirinya sudah sampai didepan rumah.
"Makasih yaa udah nolongin Gue, oh iya nama Lo siapa?" Tanya Olivia seraya menyodorkan tangan nya.
"Arya Bagaskara. Panggil aja Arya" Ucap Arya membalas jabatan tangan Olivia.
"Gue Olivia Mahesta. Panggil aja Via"
"Ya udah Gue pulang dulu ya" Pamit Arya dan mulai menghidupkan motornya.
"Iya sekali lagi makasih yaa. See youu.. " Sahut Olivia tersenyum manis memperlihatkan lesung pipit nya.
Sesaat Arya tertegun melihat senyum manis Olivia tapi kemudian dia menggelengkan kepala nya pelan.
"Too"jawab Arya membalas senyum Olivia tak kalah manis nya membuat Olivia menjerit dalam hati.
Kemudian Olivia masuk ke dalam rumah dengan senyum yang tak luntur sedikitpun.
Beberapa hari kemudian Olivia berniat untuk joging di taman komplek untuk merilekskan pikiran nya dari tugas kuliah yang menumpuk.
"Aahh segernyaa.. " Ucap Olivia seraya memejamkan matanya menikmati udara sejuk dipagi hari, lalu mulai berlari kecil menuju taman komplek.
"Cilok, sempol, bakso, batagor, siomay, emm teruss es doger, boba" Ucap Olivia mendaftar jajan yang akan dibelinya nanti. Tapi tiba-tiba khayalan nya bubar begitu saja saat tak sengaja menabrak seseorang.
Bruk. Aww, Olivia meringis pelan mengusap dahinya yang terasa kebas karna menabrak sesuatu yang sangat keras.
"Sorry Lo gak papa kan?" Tanya orang yang sudah menabrak nya.
"Kaya nya Gue amnesia deh. Gue siapa? Ini dimana?" Ucap Olivia alay sambil menyipitkan mata nya mendukung akting yang sedang dijalani nya.
Sedangkan orang yang sudah menabrak nya terkekeh pelan mendengar ucapan Olivia yang menurut nya mengemaskan.
"Via?" Tanya nya lagi memastikan bahwa orang yang sudah ditabrak nya adalah orang yang beberapa hari lalu dibantunya.
Olivia langsung mengangkat kepala nya kemudian matanya membelalak tak percaya dengan apa yang dilihat nya.
"Arya? Ini lo?" Tanya Olivia heboh.
Lagi-lagi orang itu terkekeh melihat raut wajah Olivia yang sangat cute?.
"Menurut Lo?" Tanya balik Arya berniat menjahili Olivia.
"Aaaa Arya Gue kangen bangett tauuu" Ucap Olivia dengan riang kemudian langsung memeluk Arya sambil menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri.
Sedangkan Arya? Dirinya hanya bisa menahan napas, jantung nya berdebar dengan kencang, tubuhnya kaku. Apa dirinya tak salah dengar?.
"Eh so-sorry Gue refleks tadi, ya udah kalo gitu...Gue duluaannn" Teriak Olivia sambil berlalu dari hadapan Arya dan berlari dengan kencang.
Arya terkekeh melihat tingkah Olivia yang menurutnya sangattt mengemaskan.
~FLAHSBACK OFF~
Olivia kembali terdiam saat ingatan nya kembali ke masa lalu.Saat itu dirinya ingin sekali menghilang dari bumi. Kira-kira apa yang Arya pikirkan yaa tentang dirinya.
"Viaa!" Seru seseorang lalu berjalan menghampiri Via dengan langkah cepat.
Via langsung mendongakan kepala nya dengan lemas tapi sedetik kemudian mata nya membelalak sempurna melihat orang didepan nya.
"Panjang umur banget sih ni orang" Gumam Via sambil memalingkan wajah nya lalu tersenyum ke arah Arya mencoba terlihat biasa-biasa saja.
"Lo tau? Kata orang itu pertemuan pertama itu kebetulan, pertemuan kedua ketidak sengajaan , dan pertemuan ketiga takdir"ucap Arya sambil menatap lekat Olivia.
Deg. Perasaan Olivia langsung campur aduk, pipinya memerah lalu Olivia membalas tatapan mata Arya dengan binggung.
" Olivia..mungkin kita itu emang udah ditakdirkan bersama terlepas dari pertemuan-pertemuan yang nggak disengaja. Asal Lo tau semanjak Gue nolongin Lo waktu itu Gue udah jatuh cinta sama Lo. Lo itu lucu, gemesin, cantik, manis, baik, pokoknya semua yang ada didiri Lo udah ngebuat Gue jatuh cinta sama Lo"jelas Arya panjang lebar tanpa melepaskan tatapan matanya dari Olivia sejengkal pun.
"Hah? Gi-gimana maksud Lo" Tanya Olivia linglung seraya mengedipkan matanya binggung.
'Huh lemot amat si nih anak untung cinta'batin Arya gemas.
"Olivia I love you.So you be my girlfriend?"Tanya Arya sambil memegang tangan Olivia erat.
"Terima!! Terima!! Terima!!"sorak orang-orang yang ada di taman.
Sontak saja Olivia langsung memandangi orang-orang yang sudah berkumpul didepannya ini. Jantung Olivia sudah berdebar kencang sedari tadi apalagi sekarang banyak orang yang menontonnya rasanya jantung nya ingin meledak.
Kemudian tatapan Olivia kembali jatuh pada orang yang sedang menatap nya dengan penuh harap. Orang yang akhir-akhir ini berkeliaran dikepala nya. Orang yang sudah lancang masuk ke hatinya.
Olivia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskan nya perlahan untuk menghilangkan rasa gugup nya.
"Yes I will" Jawab Olivia dengan lantang disambut sorakan dari penonton yang ada ditaman bahkan ada yang merekan kejadian tersebut.
Arya langsung tersenyum lebar kemudian memeluk Olivia dengan erat membuat sorakan semakin keras. Kemudian Arya menarik tangan Olivia pergi dari kerumunan tersebut sambil menggandeng tangan Arya erat.
"Now you are mine"bisik Arya mesra.
"Yes i'm yours"sahut Olivia seraya mengedipkan matanya membuat Arya terkekeh gemas.
Begitulah kisah Arya dan Olivia yang membuat orang-orang iri dengan kemesraan mereka karna setelah pengakuan Arya di taman mereka menjadi trending topic diberbagai media sosial.
Tetapi bukan berarti hubungan mereka adem ayem karna setiap pasangan pasti memiliki konflik untuk menguji hubungan mereka.
Tapi itu tak membuat hubungan mereka kandas begitu saja karna bagaimanapun juga Arya sudah cinta mati dengan Olivia begitupun sebaliknya.
Jikalau mereka harus berpisah, mautlah yang akan memisahkan mereka.
T A M A T
*MOHON MAAF JIKA BANYAK TYPO KARNA INI KARYA PERTAMA SAYA. SEMOGA MENGHIBUR. TERIMAKASIH 🙏🙏