Setiap pagi aku terbangun aku selalu meratapi nasib ku bukan menjadi pemurung atau manusia tidak bersyukur, tapi aku meratapi nasib ku yang berangan angan untuk bertemu sang pujaan hati ku.
"Kartika bangun ! ibu mau berangkat kerja sarapan di meja ya nak."
"iya Bu !!" teriak ku dari kamarku.
Aku pun beranjak dari tempat tidur ku dan langsung mandi, setelah bersiap untuk siap sekolah aku selalu berdiri dan berbicara di poster Bangtan boys atau BTS.
"Morning guys ! pagi ini aku merenung lagi aku mencintai sosok kalian dan mengagumi kalian sepenuh hati, Keinginan ku bertemu kalian sangat besar hati ku sakit menerima keadaan ini kalau aku tidak bisa menggapai tangan mu." kurang lebih aku bergumam seperti itu hampir tiap hari, bukan karena aku gila atau apa tapi memang itu sumber kekuatan ku saat ini.
Setelah selesai aku pun bergegas untuk sarapan, sarapan selesai selalu ada teman ku yang menjemput ku sekolah.
Ting
Tong
Ting
Tong
Bel rumah berbunyi menandakan Adisti sahabat aku menjemput ku.
"Hai istri v," ucap Adisti melambaikan tangan nya ketika aku membuka pintu.
Sebagai Fangirl di hargai dalam hal hal kecil sangat sangat membahagiakan, tak peduli sekecil apa pun seperti menerima aku sebagai Fangirl dan menghargai minat kita itu udah lebih dari cukup.
"Adisti kita naik motor hari ini ?" tanya ku pada sahabat ku.
"Iya, kamu gih yang bonceng,"ucap Adisti.
"Oke."
Sampai di sekolah aku dan Adisti langsung ke kelas namun saat di kelas, aku melihat sekumpulan anak laki laki di kelas ku duduk di meja ku yang sudah bersimbah plastik plastik .
"heh, ngapain kamu di sini ! " bentak ku.
"nona plastik silah kan duduk dengan pangeran anda!" ucap salah satu anak laki laki sambil beranjak dari tempat duduk.
"Idiot kok di pelihara, " kecam ku tanpa gentar.
"idiot?? , kamu kali yang idiot mengharapkan yang gak pasti !"
"bahasa Inggris nilai rendah, IQ pas pasan, muka burik, main game mulut gak punya attitude, cita cita sejibun tapi gak ada usaha !" hina ku.
"intelektual nihil, bahkan gak ngerti yang namanya plastik dan oprasi plastik !, bodoh gak ketulungan !" lanjutku.
"kamu !! " ucap geram salah satu dari mereka.
"dia kan gay !" lanjut nya.
"ini nih otak isinya tinja !" ucap ku.
Akhirnya mereka kalah berdebat dengan ku tak puas dengan itu aku menepis tangan Adisti yang sedari tadi memungut plastik di tempat duduk, hingga plasti itu berserakan di mana mana.
"PUNGUT!" dingin ku memitah mereka.
Bulu kuduk mereka sepontan langsung berdiri wajah mereka jadi pucat satu persatu, tapi tidak dengan 1 orang ini.
"Aku tidak mau !"
"oke, lau anak beban di sekolah kita, orang tua lu banting tulang nyekolahkan elu biar anaknya punya intelektual , attitude yang lebih! "
"gada hubungan nya woui!"
"ada, jelas ada aku bisa laporin kamu karena merusak fasilitas sekolah, mengganggu ketenangan siswa lain, dan mengganggu murid kesayangan di kelas ini !" ucap ku dengan dingin mencekam suasana.
Para pembuly ku telah merangkak mengambil sampah sampah plastik yang berserakan, hingga bell berbunyi keras tanda masukan.
Seperti biasa rata rata Fangirl memiliki keunggulan di bahasa asing tidak semua tapi banyak, dan kebetulan aku unggul di bahasa Inggris dan german.
selain itu karena aku hobby bernyanyi dan berdansa aku mengikuti ekstrakurikuler di sekolah tari balet dan berpiano, aku unggul di ekstrakurikuler ku juga.
Tak banyak rugi aku menjadi Fangirl hanya terkadang hati ini tersayat menerima kenyataan, bahwa bias hanya sebatas bias mulai saat itu aku terjebak situasi ini entah sampai kapan.
Suatu saat aku tertidur di malam hari, aku bermimpi bias ku tak lain V atau Taehyung datang dalam mimpi ku mungkin karena aku terlalu memikirkan nya.
dirinya merangkul ku dengan senyuman kotaknya dan di berkata, " kamu harus semangat jadikan aku suporter mu untuk menjadi lebih baik bukan menjadi ambisi mu."
Aku terbangun dan aku menangis tersedu-sedu mimpi itu sangat nyata, aku bisa melihat wajahnya dari dekat dengan nampak seperti nyata tapi aku selalu ingat buah mimpi ku.
END........
JANGAN LUPA MAMPIR KE CHAT STORY AKU YA HEHE