Satu Cinta Satu Gairah
Zoya Aurelia is an orphan girl who is very beautiful, kind and innocent. She works as a beautician. Zoya works hard to support her three younger siblings, Amara Tamara Brian Agantara and Alya Amelia, Zoya's three younger siblings, are currently still in college.
(Zoya Aurelia adalah seorang gadis yatim piatu yang sangat cantik, baik, dan juga polos dia bekerja di bidang ahli kecantikan Zoya bekerja keras untuk menghidupi ketiga adiknya yang bernama Amara Tamara, Brian Agantara dan Alya Amelia ketiga adiknya Zoya saat ini masih kuliah.)
and Zoya was still at work after finishing work Zoya went straight home and on the way home suddenly Zoya felt that someone was following her from behind and made Zoya feel very scared but Zoya tried to be brave and slowly Zoya opened her bag and took chili powder.
(dan Zoya masih ada di tempat kerjanya setelah selesai bekerja Zoya pun langsung pulang dan di tengah perjalanan pulang tiba tiba Zoya merasa kalau ada yang mengikutinya dari belakang dan membuat Zoya merasa sangat takut tapi Zoya berusaha untuk berani dan perlahan Zoya membuka tasnya dan mengambil bubuk cabai.)
and Zoya immediately looked back and rushed to sprinkle chili powder on the person who had followed her by throwing it and the person's eyes immediately hurt and she immediately screamed.
(dan Zoya langsung menoleh ke belakang dan bergegas menaburkan bubuk cabai kepada orang yang telah mengikutinya dengan melemparkannya dan mata orang itu langsung kesakitan dan dia langsung berteriak.)
""Aaaaa!!!!....."what are you doing why are you throwing chili powder at me!...."the guy said screaming while Zoya immediately saw the person's face and immediately helped that person by splashing him with water and immediately scolded that person.
("Aaaaa!!!!....."apa yang kamu lakukan kenapa kamu melemparkan bubuk cabai kepadaku!...."kata orang itu sambil berteriak sementara Zoya langsung melihat wajah orang itu dan langsung membantu orang itu dengan menyiramkannya dengan air dan langsung memarahi orang itu.)
"why are you following me....?" Zoya said and the person immediately explained the reason he followed Zoya and Zoya immediately took the person to the toilet to clean herself after the person entered the toilet Zoya was waiting outside holding the person's belongings and the person came out of the toilet and Zoya immediately gave him a tissue.
("kenapa kamu mengikuti aku....?"kata Zoya dan orang itu langsung menjelaskan alasan dia mengikuti Zoya dan Zoya langsung membawa orang itu ke toilet untuk membersihkan dirinya setelah orang itu masuk ke toilet Zoya menunggu di luar sambil memegang barang milik orang itu dan orang itu pun keluar dari toilet dan Zoya langsung memberikannya tisu kepadanya.)
after finishing wiping his face that person was immediately fascinated by Zoya's beauty and that person immediately spoke to Zoya while offering the brochure he had brought and Zoya accepted the brochure and they immediately greeted each other.
(setelah selesai mengelap wajahnya orang itu langsung terpesona melihat kecantikan Zoya dan orang itu langsung berbicara dengan Zoya sambil menawarkan brosur yang dia bawa dan Zoya pun menerima brosur itu dan mereka pun langsung saling menyapa.)
"thank you miss....?" said the person and Zoya immediately introduced herself "Zoya Aurelia you can call me Zoya!" said Zoya while shaking hands with the person.
("terima kasih nona....?"kata orang itu dan Zoya langsung memperkenalkan dirinya, "Zoya Aurelia kamu bisa panggil aku Zoya!"kata Zoya sambil berjabat tangan dengan orang itu.)
"once again forgive me sir...?" Zoya said and the guy immediately introduced himself, Aditya Wijaya you can call me Adi...!" Aditya says and Zoya is very happy to meet Aditya and they both leave at once.
(sekali lagi maafkan aku tuan...?"kata Zoya dan orang itu langsung memperkenalkan dirinya, Aditya Wijaya kamu bisa panggil aku Adi...!" kata Aditya dan Zoya merasa sangat senang karena bertemu dengan Aditya dan mereka berdua pun langsung pergi.)
**************
after arriving home Zoya immediately rested on the couch and suddenly Amara and Alia had returned from campus without Brian and made Zoya worry.
(setelah sampai di rumah Zoya langsung istirahat di sofa dan tiba tiba Amara Dan Alia sudah pulang dari kampus tanpa Brian dan membuat Zoya merasa khawatir.)
"Amara!, Alya! you two go home alone Where is Brian...?" Zoya said with a worried face and Amara immediately explained the reason to Zoya after Amara explaining the reason made Zoya feel relieved and they both went straight to their respective rooms while Zoya continued to wait for Brian.
(Amara!, Alya! kalian pulang berdua saja Dimana Brian...?"kata Zoya dengan wajah cemas dan Amara langsung menjelaskan alasan kepada Zoya setelah Amara Menjelaskan alasannya membuat Zoya merasa lega dan mereka berdua langsung masuk ke kamar mereka masing masing sementara Zoya terus menunggu Brian.)
at 00:00 at night Brian came home and Brian immediately saw Zoya sleeping on the sofa then Brian went straight into his room to get a blanket and Brian immediately covered Zoya who is fast asleep.
(pada jam 00:00 malam Brian sudah pulang dan brian langsung melihat Zoya yang sedang tidur di sofa kemudian Brian langsung masuk ke kamarnya untuk mengambil selimut dan Brian langsung menyelimuti Zoya yang sedang tertidur dengan pulas.)
in the morning the three of them were having breakfast together while Zoya was still asleep on the couch and Zoya had already woken up and went straight to the dining table to have breakfast and Zoya didn't realize that she was already sleeping. it was getting late for work and Zoya also couldnt remember she was going to work.
(pada pagi harinya mereka bertiga sedang sarapan bersama sementara Zoya masih tertidur di sofa dan Zoya pun sudah bangun dan langsung ke meja makan untuk sarapan dan Zoya tidak menyadari kalau dia sudah terlambat untuk bekerja dan Zoya juga tidak ingat kalau dia akan bekerja.)
""Brother, are you not working today...?" Alia said and Zoya immediately remembered and was surprised and Zoya immediately rushed to her room to get ready while the three of them had already gone to campus.
("kakak apakah hari kakak tidak bekerja...?"kata alia dan Zoya pun langsung ingat dan terkejut dan Zoya langsung bergegas ke kamarnya untuk bersiap siap sementara mereka bertiga sudah pergi ke kampus.)
*********
after arriving at work Zoya's employer was immediately in front of Zoya and Zoya was afraid that her employer would be angry with her and Zoya immediately explained the reason for her late arrival.
(setelah sampai di tempat kerja majikan Zoya langsung ada di hadapan Zoya dan Zoya merasa takut kalau majikannya akan marah kepadanya dan Zoya langsung menjelaskan alasan dia datang terlambat.)
"I'm sorry Ma'am I came late because the trip was very jammed....!" Zoya said while lowering her head and Zoya's employer immediately forgave Zoya and Zoya immediately went back to work.
("maafkan aku Bu aku datang terlambat karena perjalannya sangat macet....!"kata Zoya sambil menundukkan kepalanya dan majikan Zoya pun langsung memaafkan Zoya dan Zoya langsung kembali bekerja.)
at the time on campus Amara was very surprised because there would be an impromptu practice on her campus and Amara was chosen to be a participant on her campus and Amara immediately felt very worried to tell Zoya about the cost of the practice and Amara immediately resigned and did not join the practice because according to Amara it was likely that Zoya would not be able to afford it because the practice fee is IDR 15,000,000,000 for one year.
(pada saat di kampus Amara sangat terkejut karena akan ada praktek dadakan di kampusnya dan Amara terpilih untuk menjadi peserta di kampusnya dan Amara langsung merasa sangat khawatir untuk memberitahu Zoya tentang biaya prakteknya dan Amara langsung mengundurkan diri dan tidak ikut praktek karena menurut Amara kemungkinan Zoya tidak sanggup untuk membayarnya karena biaya praktek tersebut sebesar Rp 15.000.000.000 selama satu tahun.)
when Amara wants to resign, Amara's best friend named Bela advises her to take part in practice because otherwise Amara will not graduate but Amara disobeys Bela's advice and Bela secretly calls Zoya and tells Zoya about the practice without Amara's knowledge.
(saat Amara ingin mengundurkan diri sahabat Amara yang bernama Bela menyarankannya untuk ikut serta dalam praktek karena jika tidak Amara tidak akan lulus tetapi Amara tidak menuruti saran dari Bela dan Bela diam diam menelpon Zoya dan memberitahu Zoya tentang praktek tanpa sepengetahuan Amara.)
"Hello!...Sis Zoya Amara wants to resign as a participant in her campus!!!..." said Bela and Zoya was surprised by Bela's explanation and Zoya immediately asked permission from her employer to allow her to go and after Zoya's employer allows her Zoya goes straight to Amara college.
("Halo!...Kak Zoya Amara ingin mengundurkan diri sebagai peserta di kampusnya!!!..."kata Bela dan Zoya terkejut dengan penjelasan dari Bela dan Zoya langsung meminta izin kepada majikannya untuk mengizinkannya untuk pergi dan setelah majikan Zoya mengizinkannya Zoya pun langsung pergi ke kampus Amara.)
-
after arriving at campus Zoya immediately looked for Amara's whereabouts and Zoya immediately met Bela and Zoya immediately approached Bela and greeted her "Bela!!!...." and Bela immediately looked at Zoya and Bela immediately ran towards Zoya smiling and Bela immediately hugged Zoya.
(setelah sampai di kampus Zoya langsung mencari keberadaan Amara dan Zoya pun langsung bertemu dengan bela dan Zoya pun langsung menghampiri bela dan menyapanya" Bela!!!...." dan Bela pun langsung menoleh ke arah Zoya dan Bela pun langsung berlari ke arah Zoya sambil tersenyum dan Bela langsung memeluk Zoya.)
"Bela tell me now where is Amara can you call Amara..? I'll wait in the park!" Zoya said and Bela immediately complied with Zoya's request Bela went to look for Amara's whereabouts and finally Bela saw Amara in the laboratory room and Bela immediately approached Amara.
("Bela katakan padaku sekarang dimana Amara apakah kamu bisa memanggil Amara..?aku akan tunggu di taman!"kata Zoya dan Bela pun langsung menuruti permintaan dari Zoya Bela pun pergi mencari keberadaan Amara dan akhirnya Bela melihat Amara di ruang laboratorium dan Bela langsung menghampiri Amara.)
"Amara!....there's Sister Zoya here and she wants to meet you quickly you meet her at the park!" Bela said and Amara went straight to the park to meet Zoya after arriving at the park Amara saw Zoya who was sitting in the garden and Amara immediately approached Zoya while Zoya immediately felt the arrival of Amara and Zoya also looked back and Zoya's guess was right and Zoya immediately hugged Amara.
("Amara!....ada Kak Zoya di sini dan dia ingin bertemu denganmu cepat kamu temui dia di taman!"kata Bela dan Amara pun langsung pergi ke taman untuk menemui Zoya setelah sampai di taman Amara melihat Zoya yang sedang duduk di taman dan Amara langsung menghampiri Zoya sementara Zoya langsung merasakan kedatangan Amara dan Zoya pun menoleh ke belakang dan dugaan Zoya benar dan Zoya pun langsung memeluk Amara.)
"Amara listen to me you can't withdraw from practice you have to take part in practice and you don't have to worry about the fees and sister already talked to your lecturer...."Zoya says while Amara still doesn't understand Zoya's words because she hasn't told Zoya yet
(Amara dengarkan aku kamu tidak boleh mundur dari praktek kamu harus ikut serta dalam praktek dan kamu tidak perlu khawatir mengenai biayanya dan kakak sudah bicara dengan dosen kamu...."kata Zoya sementara Amara masih tidak mengerti dengan perkataan Zoya karena dia belum memberitahu Zoya.)
and suddenly Bela came and Amara began to understand why Zoya said that and Amara immediately looked at Bela with an annoyed look "You don't have to stare at Bela like that because sister who forced bela" Zoya said and bela bowed her head and apologized to Amara "Amara please forgive me because I told sis Zoya about all of this" Bela said with a deep breath. Amara also forgave Bela and the two of them immediately hugged each other after they finished hugging. They both instantly hugged Zoya and their class started and Zoya went to her work.
(dan tiba tiba Bela pun datang dan Amara pun mulai mengerti kenapa Zoya mengatakan itu dan Amara langsung menatap bela dengan tatapan kesal"kamu tidak perlu menatap bela seperti itu karena kakak yang sudah memaksa bela" kata Zoya dan bela menundukkan kepalanya dan meminta maaf kepada Amara" Amara tolong maafkan aku karena aku Memberitahu kak Zoya tentang semua ini" kata Bela Dengan Menarik Nafas Panjang Amara Pun Memaafkan Bela Dan Mereka Berdua Langsung Berpelukan Setelah Selesai Berpelukan Mereka Berdua Langsung Memeluk Zoya Dan Kelas Mereka Di Mulai Dan Zoya Pergi Ke Tempat Kerjanya.)
-
after on her way to work Zoya saw Aditya who was distributing flyers and Zoya immediately approached Aditya and greeted Aditya"Hi Aditya! Zoya said smiling and Aditya was surprised by Zoya's arrival and they immediately went to spend time with Aditya's feelings for Zoya and Aditya keeps getting nervous in front of Zoya and with Zoya while Zoya also feels shy next to Aditya and finally Aditya has the courage to confess his love to Zoya
(setelah dalam perjalanan menuju ke tempat kerjanya Zoya melihat Aditya yang sedang membagikan brosur dan Zoya langsung menghampiri Aditya dan menyapa Aditya"Hai Aditya!" kata Zoya sambil tersenyum dan Aditya terkejut dengan kedatangan Zoya dan mereka pun langsung pergi menghabiskan waktu bersama perasaan Aditya kepada semakin mendalam dan Aditya terus merasa gugup di hadapan Zoya dan bersama Zoya sementara Zoya pun merasa tersipu malu di samping Aditya dan akhirnya Aditya memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Zoya)
"Zoya....I....I....I Love You So Much And I Want To Be With You Forever.....Do...Do You Want To Marry Me....?" Aditya says Nervously Looking at Zoya And Zoya is very surprised by what she hears and Zoya is very happy that Aditya also loves Zoya and Zoya pretends not to hear Aditya and asks him to repeat her lines.
("Zoya....Aku....Aku....Aku Sangat Mencintaimu Dan Aku Ingin Bersamamu Selamanya.....Apakah...Apakah Kau Ingin Menikah Denganku....?"kata Aditya Dengan Gugup Sambil Menatap Zoya Dan Zoya Sangat Terkejut Dengan Apa Yang Dia Dengar Dan Zoya Sangat Senang Karena Aditya Juga Mencintai Zoya Dan Zoya Berpura Pura Tidak Mendengar Aditya Dan Memintanya Untuk Mengulangi Kalimatnya.)
"What!...What did you say Aditya....Can you repeat what you just said earlier...?" Zoya says while looking at Aditya and Aditya is getting nervous And Lowering His Head And Convincing Himself To Be Courageous Aditya Begins To Take A Breath And Be Calm And Aditya Repeats His Sentence.
("Apa!...Apa Yang Kamu Katakan Aditya....Apakah Kamu Bisa Mengulangi Kata Katamu Tadi...?"Kata Zoya Sambil Menatap Aditya Dan Aditya Semakin Gugup Dan Menundukkan Kepalanya Dan Meyakinkan Dirinya Agar Berani Aditya Mulai Tarik Nafas Dan Bersikap Tenang Dan Aditya Pun Mengulangi Kalimatnya.)
"I Love You So Much And I Want To Be With You!....Do You Want To Marry Me!...." Aditya said screaming and everyone around him heard Aditya's screams and everyone came towards them both and Aditya held Zoya's hands and everyone shouted "Thanks!...Thanks!....Thanks!" everyone said clapping and Zoya very happy sad sad and also embarrassed everything that Zoya feels is mixed and Zoya sheds tears and accepts Aditya's love and Aditya screams happily and also excited and everyone clap and they both hug in public and they go to Zoya's house to talk about all this to Zoya's sisters.
(Aku Sangat Mencintaimu Dan Aku Ingin Bersamamu!....Apakah Kau Ingin Menikah Denganku!...." kata Aditya sambil berteriak dan semua orang yang ada di sekelilingnya pun mendengar teriakan Aditya dan semua orang pun menghampiri mereka berdua dan Aditya memegang kedua tangan Zoya dan semua orang pun berteriak" Terima!...Terima!....Terima!" kata semua orang sambil bertepuk tangan dan Zoya sangat senang terharu sedih dan juga malu semua yang Zoya rasakan campur aduk dan Zoya mengeluarkan air matanya dan menerima cinta Aditya dan Aditya berteriak senang dan juga kegirangan dan semua orang bertepuk tangan dan mereka berdua pun langsung berpelukan di depan umum dan mereka pergi ke rumah Zoya untuk membicarakan semua ini kepada adik adiknya Zoya.)
after arriving at Zoya's house Zoya's siblings were gathered together in the living room Amara Tamara was lying on the sofa holding Alya Amelia's cellphone was snacking on snacks while watching TV while Brian Agantara was doing his college assignments while listening to music on his earphones and Zoya immediately came and told Aditya to come in.
(setelah sampai di rumah Zoya adik adiknya Zoya sedang berkumpul bersama di ruang tamu Amara Tamara sedang rebahan di sofa sambil memegang Hp Alya Amelia sedang ngemil Snack sambil menonton TV sedangkan Brian Agantara sedang mengerjakan tugas kuliahnya sambil mendengarkan musik di earphone dan Zoya pun langsung datang dan menyuruh Aditya untuk masuk.)
Assalamualaikum!
(Assalamualaikum!)
Wa'alaikumsalam! Amara and Alya Answered Zoya's greeting while Brian was engrossed in listening to music and Aditya still didn't enter because Aditya was embarrassed and also nervous then Zoya immediately went up to Aditya and brought him in and Brian only realized after Aditya came in and he immediately took off his earphones and also closed his laptop.
(Wa'alaikumsalam! Amara dan Alya Menjawab salam Zoya sementara Brian sedang asik mendengarkan musik dan Aditya masih belum masuk karena Aditya merasa malu dan juga gugup kemudian Zoya langsung menghampiri Aditya dan membawanya masuk dan Brian baru menyadari setelah Aditya masuk dan dia langsung melepaskan Earphone dan juga menutup laptopnya.)
"Sis Zoya, who is she and why can she be with her sister?" said Alya (face full of question marks)"
("Kak Zoya dia siapa dan kenapa dia bisa bersama kakak?" kata Alya (Raut Wajah Yang Penuh Tanda Tanya)")
"Alya, Brian, Amara, know him Aditya and Aditya know them are my sister Alya Amelia, Amara Tamara, and Brian Agantara," said Zoya (With a smile) and they introduced each other and shaking hands while Aditya's hands are nervous and cold sweat and Aditya tries to calm down and smiles. and Aditya immediately asked permission from his three younger siblings Zoya to be with Zoya
("Alya, Brian, Amara, kenalin dia adalah Aditya dan Aditya kenalin mereka adalah adikku Alya Amelia, Amara Tamara, dan Brian Agantara," kata Zoya ( Dengan Senyuman) dan mereka pun saling memperkenalkan diri dan berjabat tangan sementara tangan Aditya gugup dan berkeringat dingin dan Aditya mencoba untuk tenang dan tersenyum. dan Aditya langsung meminta izin kepada ketiga adiknya Zoya untuk bersama dengan Zoya.)
"I am here with Zoya because I want to ask permission from you three for me to marry Zoya. (with a nervous face and stuttering speech).
("Aku kesini bersama Zoya karena aku ingin meminta izin kepada kalian bertiga untuk aku menikahi Zoya. (dengan wajah yang gugup dan bicara yang terbata bata).)
"What!..." (Alya Brian and Amara Surprised While Shouting). Meanwhile Zoya and Aditya looked at each other puzzled while Zoya's three younger siblings were still shocked.
("Apa!..." (Alya Brian dan Amara Terkejut Sambil Berteriak).sementara Zoya dan Aditya saling menatap penuh dengan teka teki sementara ketiga adiknya Zoya masih terkejut.)
-
after listening to that Brian, Amara and Alya kept thinking about deciding it while the two of them continued to wait for a decision from them while looking at each other with curious faces
(setelah mendengarkan hal itu Brian,Amara dan Alya Terus berpikir untuk memutuskan hal itu sementara mereka berdua terus menunggu keputusan dari mereka sambil saling menatap dengan raut wajah penasaran dan juga gugup.)
"how do you agree if I marry your brother....?" Aditya said (with a curious expression) "and they immediately made a decision.
("bagaimana apakah kalian setuju jika aku menikah dengan kakak kalian....?"kata Aditya (dengan ekspresi penasaran)"dan mereka langsung sudah mengambil keputusan.)
"if this makes our brother happy then I agree!" said Brian (with a happy facial expression) "and Aditya was very happy to hear that because Brian agreed and Aditya was still waiting from Alya and Amara's decision.
("jika ini membuat kakak kami bahagia kalau begitu aku setuju!" kata Brian (dengan ekspresi wajah bahagia)"dan Aditya sangat bahagia mendengarnya karena Brian setuju dan Aditya masih menunggu dari keputusan Alya dan juga Amara.)
"Amara Alya!....what do you think, do you both agree that my sister is married to Aditya....?" said Zoya (Deg!!!...Deg!!!...Deg!!!)pounding very fast because of nervousness and also fear of them disapproving and Zoya's body covered in cold sweat and kept staring at Amara and also Alya.
("Amara Alya!....bagaimana menurut kalian apakah kalian berdua setuju kalau kakak menikah dengan Aditya....?" kata Zoya ( Deg!!!...Deg!!!...Deg!!!)berdebar sangat kencang karena gugup dan juga takut mereka tidak setuju dan tubuh Zoya berkeringat dingin dan terus menatap Amara dan juga Alya.)
"Ok if that's what makes sis Zoya happy me and Amara agreed said Alya (smiling happily) and Zoya was very relieved and also happy that the three of them agreed and Aditya keep smiling nonstop as she couldn't contain her Happiness while Zoya smiles happily and while crying and they instantly hug Zoya.
("Baiklah jika itu yang membuat kak Zoya bahagia aku dan Amara setuju kata Alya (sambil tersenyum bahagia) dan Zoya merasa sangat lega dan juga senang karena mereka bertiga setuju dan Aditya terus tersenyum tanpa henti karena dia tidak bisa menahan Kebahagiaannya sementara Zoya tersenyum bahagia dan sambil menangis dan mereka langsung memeluk Zoya.)
the next morning everyone is busy preparing for Zoya's and Aditya's engagement ceremony Brian is taking care of all the invitation cards to invite Zoya's friends and people close to Zoya and also Brian invited his best friends and also Brian's girlfriend and Brian also invited all of Amara's and also Alya's friends and close friends.
(ke esok kan paginya semua orang sedang sibuk mempersiapkan upacara pertunangan Zoya dan Aditya Brian mengurus semua kartu undangan untuk mengundang teman dan orang orang yang dekat dengan Zoya dan juga Brian mengundang teman dekatnya sahabatnya dan juga pacar Brian dan Brian juga mengundang semua teman dan juga sahabat dekat Amara dan juga Alya.)
while Amara took care of all the decorations and recorded all the needs of the engagement event and Amara took care of all the food, cake and also drinks and the three of them kept checking continuously so that nothing is lacking in the preparations while Zoya is still working and Aditya keeps busy looking for dresses, jewelery and engagement rings as well. with Zoya Alya kept busy with arranging all the decorations with the maids sent by Aditya.
(sementara Amara mengurus semua dekorasi dan mencatat semua kebutuhan acara pertunangan dan Amara mengurus semua bagian makanan kue dan juga minuman dan mereka bertiga terus mengecek terus menerus agar tidak ada yang kurang dalam persiapan tersebut sementara Zoya masih bekerja dan Aditya terus sibuk mencari gaun perhiasan dan juga cincin pertunangannya dengan Zoya Alya terus sibuk dengan mengatur semua dekorasi dengan para pelayan yang di kirimkan oleh Aditya.)
After hours, the decorations were finally done and they were just waiting for the food and drinks to be delivered while Amara bought the engagement cake and Zoya had already come home and Zoya was surprised because the decoration was very beautiful and luxurious and Zoya immediately approached Brian and Alya.
(setelah Berjam jam akhirnya dekorasinya sudah selesai dan mereka hanya menunggu pengiriman makanan dan juga minuman sementara Amara membeli kue pertunangan dan Zoya pun sudah pulang dan Zoya terkejut karena dekorasinya sangat indah dan juga mewah dan Zoya langsung menghampiri Brian dan juga Alya.)
"Sis Zoya I've sent all the invitations and if there's a friend of yours that's not written by me you just let me know! said Brian" and Brian noticed Zoya kept staring at the decorations.
("kak Zoya aku sudah mengirimkan semua undangan dan jika ada teman kakak yang tidak tertulis olehku kakak tinggal beritahu aku! kata Brian"dan Brian memperhatikan Zoya terus menatap dekorasinya.)
Brian, is this not exaggerating...this decoration is too fancy it must cost a lot....? said Zoya" Brian and Alya looked at each other smiling and made Zoya wonder why they smile.
(Brian apakah ini tidak berlebihan...dekorasi ini terlalu mewah pasti ini mengeluarkan banyak biaya....? kata Zoya" Brian dan Alya saling menatap sambil tersenyum dan membuat Zoya merasa heran kenapa mereka tersenyum.)
Zoya sis this is Aditya's order she was the one who suggested these decorations to us! says Alya" and Zoya feels bad for Aditya and suddenly a courier sends it lots of packs for Zoya.
(kak Zoya ini adalah perintah dari kak Aditya dia yang menyarankan dekorasi ini kepada kita! kata Alya" dan Zoya merasa tidak enak hati dengan Aditya dan tiba tiba ada kurir yang mengirimkan begitu banyak paket untuk Zoya.)
*******************
after I received the package sent by Aditya and Zoya immediately read the letter from Aditya.
(setelah Zoya menerima paket yang di kirimkan oleh Aditya dan Zoya langsung membacakan surat dari Aditya.)
""A gift or the best gift will mean a lot
when given and received
with a sincere heart regardless of the
value of the gift or gift and i hope
You receive and use the gifts I send with
all your heart without coercion
and you will definitely look very beautiful
when you wear it and I will too feel
very happy when you wear the one I
I gave you from me yours
From Aditya
(sebuah hadiah atau kado terbaik akan
sangat berarti ketika di berikan dan di terima
dengan hati yang tulus tanpa melihat nilai
dari hadiah atau kado tersebut dan aku berharap
kamu menerima dan memakai hadiah yang aku kirim dengan setulus hatimu tanpa paksaan
dan kamu pasti akan terlihat sangat cantik
ketika kamu yang memakainya dan aku juga akan
merasa sangat senang ketika kamu memakai
yang aku berikan untukmu dariku milikmu
From Aditya)
Zoya was touched by Aditya's words and Zoya immediately went to her room to wear the dress given by Aditya while Aditya keep smiling happily as he wants to get engaged to Zoya and Zoya is getting her makeup done for the engagement function.
(Zoya merasa tersentuh dengan kata kata dari Aditya dan Zoya langsung pergi ke kamarnya untuk memakai gaun yang di berikan oleh Aditya sementara Aditya terus tersenyum bahagia karena dia ingin bertunangan dengan Zoya dan Zoya pun sedang merias dirinya untuk acara pertunangan.)
after Zoya finished making herself up suddenly Brian and Amara entered Zoya's room and they were silent because they were fascinated by Zoya's beauty Brian and Amara kept staring at Zoya without blinking her eyes and mouth while slightly open while Zoya was confused why they both were looking at her like that.
(setelah Zoya selesai merias dirinya tiba tiba Brian dan amara masuk ke kamar Zoya dan mereka berdiam diri karena terpesona melihat kecantikan Zoya Brian dan Amara terus menatap Zoya tanpa mengedipkan matanya dan mulutnya sambil sedikit terbuka sementara Zoya merasa bingung kenapa mereka berdua menatapnya seperti itu.)
"Why are you two looking at your brother like that? and Zoya immediately turns to the mirror and keeps checking if there is something missing or wrong in it and they both immediately smile"sis Zoya I promise you after sis Aditya sees you in that dress sis Aditya won't take his eyes off" Brian said (Said Praising) and Zoya immediately smiled and blushed.
(kalian berdua kenapa menatap kakak seperti itu apakah....? dan Zoya langsung berbalik ke cermin dan terus memeriksa apakah ada yang kurang atau salah darinya dan mereka berdua langsung tersenyum " kak Zoya aku berjanji padamu setelah kak Aditya melihat kakak dengan gaun itu kak Aditya tidak akan melepaskan pandangannya "kata Brian (Kata Memuji) dan Zoya pun langsung tersenyum dan tersipu malu.)
"Brian saw that our sister was blushing and her cheeks were blushing," said Amara (teasing Zoya) and the three of them immediately laughed and they immediately hugged Zoya and the invited guests had arrived.together with Aditya "Sis Brian! Sis Amara!.... the invited guests and also Aditya have come quickly, you two go down and welcome the guests" said Alya (hastily) and the three of them immediately went and greeted the invited guests and also Aditya.
(Brian lihat kakak kita tersipu malu sampai pipinya memerah" kata Amara (Menggoda Zoya) dan mereka bertiga langsung tertawa dan mereka langsung memeluk Zoya dan para tamu undangan sudah datang bersama dengan Aditya " kak Brian! kak Amara!....para tamu undangan dan juga Aditya sudah datang cepat kalian berdua turun dan menyambut para tamu" kata Alya ( dengan tergesa gesa) dan mereka bertiga langsung pergi dan menyambut para tamu undangan dan juga Aditya.)
while Zoya is in the room feeling very happy and also a bit nervous and below the invited guests are enjoying the food and also the decorations and Aditya is talking to brian while Alya and Amara too were talking to each other while holding drinks in their hands and while waiting for Zoya.
(sementara Zoya di kamar merasa sangat senang dan juga sedikit gugup dan di bawah para tamu undangan sedang menikmati hidangan dan juga dekorasi dan Aditya pun berbicara dengan brian sementara Alya dan Amara juga saling bicara sambil memegang minuman di tangan mereka dan sambil menunggu Zoya.)
-
after waiting for a long time finally Zoya immediately went downstairs and made all the invited guests including Aditya's family fascinated by Zoya's beauty and Aditya approached Zoya and extends his hand to help Zoya.
(setelah sekian lama menunggu akhirnya Zoya pun langsung turun ke bawah dan membuat semua para tamu undangan termasuk keluarga Aditya terpesona melihat kecantikan Zoya dan Aditya menghampiri Zoya dan mengulurkan tangannya untuk membantu Zoya.)
and the engagement ceremony had already started and the MC announced that there would be a dance together with their respective partners and they immediately danced together Brian and his girlfriend Alya are with her boyfriend and Zoya is with Aditya while Amara is sitting at the bar.
(dan acara pertunangannya pun sudah di mulai dan MC mengumumkan kalau akan ada dance bersama dengan pasangan masing masing dan mereka pun langsung berdansa bersama Brian sama pacarnya Alya juga sama pacarnya dan Zoya bersama dengan Aditya sementara Amara sedang duduk di bar.)
then suddenly a very handsome and also very famous man along with his assistant comes at Zoya and Aditya's engagement function all the guests welcome the person and also there were several bodyguards who tried to protect that person and Amara was fascinated by the handsomeness of that person and Amara kept looking at that person with a smile and that person immediately approached Amara and asked Amara to dance together.
(kemudian tiba tiba ada seorang pria yang sangat tampan dan juga sangat terkenal bersama dengan asistennya datang di acara pertunangan Zoya dan Aditya semua tamu menyambut kedatangan orang itu dan juga ada beberapa pengawal yang berusaha melindungi orang itu dan Amara pun terpesona dengan ketampanan orang itu dan Amara terus menatap orang itu sambil tersenyum dan orang itu langsung menghampiri Amara dan mengajak Amara untuk berdansa bersama.)
"can i dance with you...? the person says and Amara also agrees to dance and finally they dance together while the person keeps his eyes on Zoya without batting an eye while his assistant sat and waited for his boss holding his car keys and also his boss's belongings.
(apakah aku bisa berdansa dengan kamu...? kata orang itu dan Amara pun setuju untuk berdansa dan akhirnya mereka berdansa bersama sementara orang itu terus menatap Zoya tanpa mengedipkan matanya sementara asistennya duduk dan menunggu bosnya sambil memegang kunci mobil dan juga barang barang milik bosnya.)
"What dream did I dream last night so I could dance with a handsome man...said Amara's heart, smiling happily and looking at that person and the dancing began to take turns Aditya with his girlfriend Brian Amara with brian while Zoya with that guy and they both have an eye lock.
("mimpi apa aku semalam sehingga aku bisa berdansa dengan pria tampan...kata Isi hati Amara sambil tersenyum bahagia dan menatap orang itu dan berdansanya pun mulai bergantian Aditya dengan pacarnya Brian Amara dengan brian sementara Zoya dengan orang itu dan mereka berdua pun saling bertatapan.)
the two of them kept staring until they didn't realize that the music had finished and the invited guests clapped and they both immediately dodged and the MC announces that the ring exchange event will start and the invited guests immediately see Aditya and Zoya's exchange of rings and Zoya immediately puts rings on Aditya and Aditya immediately put a ring on Zoya and the engagement ceremony was over.
(mereka berdua terus bertatapan sampai sampai mereka tidak menyadari kalau musiknya sudah selesai dan para tamu undangan bertepuk tangan dan mereka berdua langsung menghindar dan MC mengumumkan kalau acara tukaran cincin akan di mulai dan para tamu undangan pun langsung melihat pertukaran cincin Aditya dan Zoya dan Zoya pun langsung memakaikan cincin kepada Aditya dan Aditya langsung memakaikan cincin kepada Zoya dan acara pertunangan pun selesai.)
after the engagement ceremony was over the invited guests left and that person too left while Aditya kept talking to Zoya and Aditya's family told Aditya to go home and Aditya immediately went home with his family.
(setelah acara pertunangan selesai para tamu undangan pun langsung pergi dan orang itu juga pergi sementara Aditya terus berbicara dengan Zoya dan keluarga Aditya menyuruh Aditya untuk pulang dan Aditya pun langsung pulang bersama dengan keluarganya.)
-
The next morning Brian and Alya went to campus while Amara was helping Zoya for her wedding with Aditya after being on their way to campus. suddenly there was a car heading towards Brian at high speed while Brian was reading a book while walking suddenly....." Derrr!!!and Brian was immediately hit by the car and Brian was seriously injured and the car immediately left.
(ke esokkan paginya Brian dan Alya pergi ke kampus sementara Amara sedang membantu Zoya untuk acara pernikahannya dengan Aditya setelah dalam perjalanan menuju ke kampus tiba tiba ada mobil yang menuju ke arah Brian dengan kecepatan tinggi sementara Brian sedang membaca buku sambil jalan tiba tiba....." Derrr!!! dan Brian pun langsung tertabrak oleh mobil tersebut dan Brian pun terluka parah dan mobil tersebut langsung pergi.)
"Help!!!!....Help!!!!....Help!!!!...." Brian said in a very critical condition and everyone immediately ran towards Brian and the residents who saw the incident directly. call the ambulance and also the police after Brian was lifted on a stretcher Brian immediately fainted and the residents who saw the car immediately gave the car's number plate to the police while other residents told about the incident.
("Tolong!!!!....Tolong!!!!....Tolong!!!...."Kata Brian dengan keadaan yang sangat kritis dan semua orang langsung berlari menuju ke arah Brian dan warga yang melihat kejadian tersebut langsung memanggil ambulan dan juga polisi setelah Brian di angkat dengan tandu Brian langsung pingsan dan warga yang melihat mobil tersebut langsung memberikan plat nomor mobil ke polisi sementara warga lain menceritakan tentang kejadian tersebut.)
after residents handed over Brian's belongings such as cellphones, wallets and also Brian's books, the police immediately contacted Zoya.
setelah warga menyerahkan benda milik Brian seperti HP Dompet dan juga buku buku milik Brian dan polisi pun langsung menghubungi Zoya.
"Hello!....Yes, who am I talking to....?
"Halo!....Iya dengan siapa saya bicara....?
"I from the police want to tell you if your brother had a hit and run
"saya dari kepolisian ingin memberitahu anda kalau saudara anda mengalami tabrak lari
after listening to the news Zoya was so shocked that her cellphone fell and then Zoya rushed to the hospital which the police had notified and Zoya also calls Amara and also Alya Zoya goes to the hospital with full tears on her face.
(setelah mendengarkan kabar tersebut Zoya sangat terkejut sehingga HPnya jatuh dan kemudian Zoya bergegas menuju ke rumah sakit yang sudah di beritahu oleh polisi dan Zoya juga menelpon Amara dan juga Alya Zoya pergi ke rumah sakit dengan penuh air mata di wajahnya.)
after arriving at the hospital Zoya continued to surround the hospital and also the rooms in the hospital to find Brian Zoya even opened every room door in the hospital while Brian was in the ICU.
(setelah sampai di rumah sakit Zoya terus mengelilingi rumah sakit dan juga ruangan yang ada di rumah sakit untuk mencari Brian bahkan Zoya sampai membuka setiap pintu ruangan yang ada di rumah sakit sementara Brian ada di ruangan ICU.)
Amara and Alya had arrived at the hospital and they immediately headed to the hospital receptionist with panicked faces.
(Amara dan juga Alya sudah sampai di rumah sakit dan mereka langsung menuju ke resepsionis rumah sakit dengan wajah panik.)
"nurse! Is there a hit-and-run patient? (said Alya)
("sus! apakah ada pasien yang tabrak lari....? (kata Alya).)
"yes, there is a new one....sorry if I may know who you are the patient...?
("iya baru ada....maaf kalau boleh saya tahu kalian siapa pasien...?)
"We are the patient's family, if I may know where the patient is...? (Amara said)
("kami adalah keluarga pasien kalau boleh tahu dimana pasien....? (kata Amara).)
"The patient is currently in the ICU
("saat ini pasien ada di ruang ICU)
"Thank you nurse! (Amara and Alya)
(Terima Kasih sus! (Amara dan Alya).)
after they knew Brian's whereabouts they went straight to the ICU room and before they went to the ICU room they see Zoya with very panicked face and they rush to Zoya.
(setelah mereka tahu keberadaan Brian mereka langsung menuju ke ruang ICU dan sebelum mereka ke ruang ICU mereka melihat Zoya dengan wajah yang sangat panik dan mereka pun langsung menghampiri Zoya.)
"sis Zoya!... sis Zoya now Brian is in the ICU room...." Amara said and they immediately went to the ICU room together after arriving at the ICU the doctor immediately came out and Zoya immediately spoke to the doctor.
("kak Zoya!...kak Zoya sekarang Brian ada di ruang ICU...."kata Amara dan mereka pun langsung pergi ke ruang ICU bersama setelah sampai di ruang ICU dokter pun langsung keluar dan Zoya langsung bicara dengan dokter.)
"doctor how is my brother...? (Zoya says)
("dokter bagaimana keadaan adik saya....? (kata Zoya).)
"at this time your brother's condition is very critical and your brother must be operated on right now!
(saat ini kondisi adik anda sangat kritis dan adik anda harus di operasi sekarang juga!)
"doc, how much will my brother's surgery cost...? (Amara said)
(dok kira kira berapa biaya operasi kakak saya...? (kata Amara).)
"about the cost, you can ask the receptionist and the patient must be operated on as soon as possible because otherwise his condition will get worse
("soal biaya kalian bisa tanyakan kepada resepsionis dan pasien harus secepatnya di operasi karena jika tidak kondisinya akan semakin memburuk)
"doc, quickly do the operation right now, I will pay off the administration, but please do the operation now! (Zoya says pleadingly)
("dok cepat lakukan operasinya sekarang juga saya akan melunasi administrasi tapi tolong lakukan operasinya sekarang! (kata Zoya sambil memohon).)
Zoya kept begging the doctor until the doctor agreed and finally the doctor gave in and the doctor immediately started the operation while Zoya went to the receptionist of the hospital to pay the administration.after knowing the administrative costs Zoya was surprised by the amount and it turned out that the operating costs were Rp. 5000,000,000 and the ICU costs were Rp. 10,000,000,000 and the medical expenses are IDR 5000,000,000 so the total costs are IDR 20,000,000,000 while Zoya only has IDR 3,000,000,000.
(Zoya terus memohon kepada dokter sampai dokter setuju dan akhirnya dokter pun mulai luluh dan dokter langsung memulai operasi sementara Zoya pergi ke resepsionis rumah sakit untuk membayar administrasi setelah tahu biaya administrasi Zoya pun terkejut dengan jumlah tersebut dan ternyata biaya operasinya adalah Rp 5000.000.000 dan biaya ICU adalah Rp 10.000.000.000 dan biaya pengobatan adalah Rp 5000.000.000 jadi total biaya seluruhnya adalah Rp 20.000.000.000 sementara Zoya hanya memiliki uang sebesar Rp 3000.000.000.)
and finally the nurse allowed Zoya to pay an administration fee of IDR 3000,000,000 and Amara knew everything and Amara immediately approached Zoya and offered to help Zoya.
(dan akhirnya suster pun mengizinkan Zoya membayar administrasi sebesar Rp 3000.000.000 dan Amara pun mengetahui semua dan Amara langsung menghampiri Zoya dan menawarkan diri untuk membantu Zoya. )
"sis Zoya sis you don't have to worry I will take money from my savings to pay off half of it..." Amara said while holding Zoya's hands but Zoya refused any help from Amara and Amara and Amara keeps cajoling Zoya so she can help Zoya.
("kak Zoya kakak tidak perlu khawatir aku akan mengambil uang dari tabunganku untuk melunasi setengahnya..."kata Amara sambil memegang kedua tangan Zoya tapi Zoya menolak bantuan dari Amara dan Amara terus membujuk Zoya agar dia bisa membantu Zoya.)
"no Amara!....you don't need to spend that money sis will look for a loan so you don't need to worry...." Zoya said while holding Amara's cheeks and wiping away Amara and Zoya's tears Amara and Zoya immediately leave to find a loan.
(tidak Amara!....kamu tidak perlu mengeluarkan uang itu kakak akan mencari pinjaman jadi kamu tidak perlu khawatir...."kata Zoya sambil memegang kedua pipi Amara dan menghapus air mata Amara dan Zoya langsung pergi untuk mencari pinjaman)
*************
Zoya kept trying to find loans at every shop, her friends and others, but one person didn't want to lend her the money. Zoya kept looking for loans from morning to night. Zoya never stops looking for loans.
(Zoya terus berusaha mencari pinjaman di setiap warung teman temannya dan juga lainnya tapi satu orang pun yang tidak ingin meminjamkan uang tersebut Zoya terus mencari pinjaman dari pagi sampai malam Zoya tidak pernah berhenti mencari pinjaman.)
while at the hospital Alya and Amara were very worried about Brian and also Zoya Amara kept peeking into the window of the operating room while Alya kept thinking while calling Zoya but Zoya's cellphone not active.
(sementara di rumah sakit Alya dan Amara sangat mencemaskan keadaan Brian dan juga Zoya Amara terus mengintip ke jendela ruang operasi sementara Alya terus berpikir sambil menelpon Zoya tapi HP Zoya tidak aktif.)
"sis Alya have you contacted sis Zoya...?" Amara said with a worried face and Alya just shook her head and was also sad while Amara looked back at the operating window to see Brian and Alya comforting Amara by holding Amara's shoulders and trying to calm Amara down.
(kak Alya apakah kamu sudah menghubungi kak Zoya...?" kata Amara dengan wajah kecemasan dan Alya hanya menggelengkan kepalanya dan juga sedih sementara Amara kembali melihat ke jendela operasi untuk melihat Brian dan Alya menenangkan Amara dengan memegang pundak Amara dan berusaha menenangkan Amara.)
suddenly the police came and told the identity of the person who hit Brian and the police explained everything about this identity when Amara told the police if the police had to arrest the person who had run over Brian, the police would also refuse Amara's demands and make Alya very angry.
(tiba tiba polisi pun datang dan memberitahu identitas yang menabrak Brian dan polisi pun menjelaskan semua tentang identitas tersebut saat Amara mengatakan kepada polisi kalau polisi harus menangkap orang yang telah menabrak Brian polisi pun menolak tuntutan dari Amara dan membuat Alya sangat marah.)
"what!...but why sir has that person run over my sister so you have to arrest that person!" said Alya and the police kept insisting on rejecting the demands of Amara and Alya and Zoya came.
("apa!...tapi kenapa pak orang itu telah menabrak adik saya jadi anda harus menangkap orang itu!" kata Alya dan polisi terus bersikeras menolak tuntutan dari Amara dan Alya dan Zoya pun datang.)
"You have to catch the culprit and also imprison him!" said Zoya the police, Alya and Amara immediately turned to look at Zoya and Zoya immediately approached the police "Didn't you hear what I said arrest the culprits!" Zoya said in a high tone and her face was filled with anger.
("Anda harus harus menangkap pelakunya dan juga memenjarakannya!" kata Zoya polisi,Alya dan Amara langsung menoleh ke arah Zoya dan Zoya langsung menghampiri polisi " apakah anda tidak dengar apa yang saya katakan tangkap pelakunya!" kata Zoya Dengan nada suara tinggi dan wajahnya di penuhi dengan kemarahan.)
"sorry Miss Zoya we can't catch just anyone so...." the cop said and Zoya cut the cops off.
("maaf nona Zoya kami tidak bisa menangkap sembarangan orang jadi...." kata polisi dan Zoya langsung memotong pembicaraan polisi.)
"what... so who is he that you can't catch that person...?" Zoya said looking at the police and the police explained the person and made Zoya laugh "Hahahah!..." so people he's a famous person and also a CEO" Zoya said while Zoya's laughter made Amara and Alya feel confused and the police immediately gave the identity of the culprit to Zoya along with the address of the office and also the house.
("apa... memangnya siapa dia sehingga anda tidak bisa menangkap orang itu...?"kata Zoya sambil menatap polisi dan polisi pun menjelaskan orang tersebut dan membuat Zoya tertawa" Hahahah!..." jadi orang itu orang terkenal dan juga seorang CEO"kata Zoya sementara tertawanya Zoya membuat Amara dan Alya merasa bingung dan polisi pun langsung memberikan identitas pelakunya kepada Zoya beserta alamat kantor dan juga rumah tersebut.)
"policeman if you don't act then let me act...." Zoya said with a challenging face and the operation was done and the doctor came out of the operating room.
(pak polisi jika anda tidak bertindak maka biarkan aku yang bertindak...."kata Zoya dengan wajah yang menantang dan operasinya pun selesai dan dokter pun keluar dari ruang operasi.)
"doctor how is my sister's condition?" Zoya said
"dokter bagaimana kondisi adik saya?" kata Zoya
"the operation went well but right now Brian's condition is still critical" the doctor said
"operasinya berjalan lancar tapi saat ini kondisi Brian masih kritis"kata dokter
and the doctor immediately left and Brian was moved to the ICU and Zoya immediately went to the place of the person who had hit Brian with the police.
(dan dokternya pun langsung pergi dan Brian sudah di pindahkan di ruang ICU dan Zoya pun langsung pergi ke tempat orang yang telah menabrak Brian bersama dengan polisi.)
after arriving at the person's office Zoya went straight to meet the person but was prevented by security and Zoya still forcibly entered and headed to the office receptionist.
(setelah sampai di kantor orang tersebut Zoya langsung masuk menemui orang tersebut tapi di cegah oleh sekuriti dan Zoya masih tetap masuk secara paksa dan menuju ke resepsionis kantor.)
"will I be able to meet the CEO in this office?” Zoya says
("apakah saya bisa bertemu dengan CEO di kantor ini?" kata Zoya)
"sorry ma'am but Pak Devian is in a meeting so can't be disturbed!
(maaf Bu tapi pak Devian sedang meeting jadi tidak bisa di ganggu!)
"where is the CEO room I mean Pak Devian?" Zoya said
("dimana ruangan CEO maksudku pak Devian?" kata Zoya)
"Sir Devian's room, just go straight, turn left, then the door says Devian Nevan Narendra...but you can't enter...
(ruangan pak Devian lurus aja nanti belok kiri nanti di pintu ada tulisan Devian Nevan Narendra...tapi anda tidak bisa masuk....)
while the receptionist had informed Devian's room Zoya immediately rushed in while the receptionist kept holding Zoya's hand and Zoya entered the room and made Devian and all the clients were shocked.
(sementara resepsionis sudah memberitahu ruangan Devian Zoya langsung bergegas masuk sementara resepsionis terus menahan tangan Zoya dan Zoya pun masuk ke ruangan tersebut dan membuat Devian dan seluruh klien pun terkejut.)
and Zoya approached Devian and looked at Devian with annoyance and anger while Devian was confused by Zoya who suddenly came and they both looked at each other.
(dan Zoya menghampiri Devian dan sambil menatap Devian dengan penuh kekesalan kemarahan sementara Devian merasa bingung dengan Zoya yang tiba tiba datang dan mereka berdua saling bertatapan.)
Zoya clenched her fists in annoyance and suddenly "Plakkk!!!...Plaaak!!!....Plaaak!!!....Plaaak!!!" Zoya slapped Devian very hard four times on her face. ahead the police of the clients as well as Devian's secretary and surprised them all and made Devian fall and hit a table and his forehead was bleeding.
(Zoya pun mengepalkan kedua tangannya dengan kekesalan dan tiba tiba" Plakkk!!!...Plaaak!!!....Plaaak!!!....Plaaak!!!"Zoya menampar Devian dengan sangat keras sebanyak empat kali tamparan di hadapan polisi para klien dan juga sekertaris Devian dan membuat mereka semua terkejut dan membuat Devian sampai terjatuh dan kepentok meja dan dahinya berdarah.)
"Sir, the police hurry up and arrest the person who ran over my sister!" said Zoya and Devian immediately turned around and looked at Zoya, everyone in the office, including the clients, laughed at Devian.and Devian felt embarrassed and looked at everyone while Devian's secretary stopped everyone and everyone fell silent when Devian looked at them all.
(pak polisi cepat tangkap orang yang sudah menabrak adik saya!" kata Zoya dan Devian langsung berbalik dan menatap Zoya semua orang yang ada di kantor termasuk para klien pun menertawakan Devian dan Devian pun merasa malu dan menatap ke semua orang sementara sekertaris Devian menghentikan semua orang dan semua orang pun terdiam saat Devian menatap mereka semua.)
"sir Devian, you were arrested for a hit-and-run case!" said the police and the police began handcuffing Devian's hands in front of everyone and Devian saw his hands in handcuffs with great anger and the police immediately took Deviana to jail in front of everyone in the office and Devian's secretary followed Devian in his car Devian was surrounded by all the TV media and Devian just silent and they immediately left.
("pak Deviana anda di tangkap atas kasus tabrak lari!" kata polisi dan polisi pun mulai memborgol tangan Devian di hadapan semua orang dan Devian melihat kedua tangannya di borgol dengan penuh kemarahan dan polisi pun langsung membawa Deviana ke penjara di hadapan semua orang yang ada di kantor dan sekertaris Devian pun mengikuti Devian dengan mobilnya Devian terus di kerumuni oleh seluruh media TV dan Devian hanya diam dan mereka pun langsung pergi.)
-
after arriving at the police station, Devian was immediately put in a prison cell, while Devian's secretary, Reno, continued to persuade the police so that Devian is released but the police remain silent and do not listen to Reno's words while Devian is still silent and planning bad things to destroy Zoya.
(setelah sampai di kantor polisi Devian pun langsung di masukkan ke dalam sel penjara sementara sekertaris Devian yang bernama Reno pun terus membujuk polisi agar Devian di bebaskan tapi polisi tetap diam dan tidak mendengarkan perkataan Reno sementara Devian masih terdiam dan merencanakan hal yang buruk menghancurkan Zoya.)
Devian even went so far as to write Zoya's name on the prison wall so that Devian would not forget what Zoya had done to him after hours of Reno persuading the police, Devian could finally be released on condition namely giving guarantees to Zoya and Reno went straight to the hospital to meet Zoya but before going to the hospital Reno met Devian.
(bahkan Devian sampai menulis nama Zoya di dinding penjara agar Devian tidak melupakan perbuatan Zoya kepadanya setelah Berjam jam Reno membujuk polisi akhirnya Devian bisa di bebaskan dengan syarat yaitu memberikan jaminan kepada Zoya dan Reno pun langsung ke rumah sakit untuk menemui Zoya tapi sebelum pergi ke rumah sakit Reno menemui Devian.)
"boss you don't need to worry I'll go to the hospital to bail so you are released!..." Reno said with full confidence while Devian kept staring at the wall with the name written on it. Zoya Devian stares at Zoya's name with hatred and Reno immediately goes to Zoya to withdraw her demands.
("bos kamu tidak perlu khawatir aku akan pergi ke rumah sakit untuk membayar jaminan agar kamu bebas!..."kata Reno dengan penuh keyakinan sementara Devian terus menatap dinding yang ada tulisan nama Zoya Devian menatap nama Zoya dengan penuh kebencian dan Reno pun langsung pergi menemui Zoya untuk mencabut tuntutannya.)
after Reno arrived at the hospital together with his bodyguards Reno immediately went into the ICU room and inside were Alya and also Amara who were looking after Brian.
(setelah Reno sampai di rumah sakit bersama dengan pengawalnya Reno pun langsung masuk ke ruang ICU dan di dalam ada Alya dan juga Amara yang sedang menjaga Brian.)
"Excuse me, do you know where Miss Zoya is?" Reno said. Reno's question made Alya and Amara confused as to why he knew about Zoya and suddenly looked for Zoya.After Reno saw Amara, Reno immediately remembered that he had seen Amara.
("permisi apakah kalian tahu dimana nona Zoya?" kata Reno pertanyaan Reno membuat Alya dan Amara merasa bingung kenapa dia bisa tahu soal Zoya dan tiba tiba mencari Zoya setelah Reno melihat Amara Reno pun langsung mengingat kalau dia pernah melihat Amara.)
"You are Miss Amara, right, who danced with my boss at Aditya and Zoya's engagement ceremony...?" Reno said while Amara's face was full of question marks because she didn't remember that she had ever danced.and met Devian and Amara kept on remembering.
("kamu nona Amara kan yang pernah berdansa dengan bosku di acara pertunangan Aditya dan Zoya...?"kata Reno sementara di wajah Amara penuh tanda tanya karena dia tidak mengingat kalau dia pernah berdansa dan bertemu dengan Devian dan Amara terus mengingat.)
"Oh! yes, I remember... what do you need to come here for...?" Amara said and Reno explained why he went to the hospital with an explanation from Reno, which surprised Amara and Alya.
("Oh! iya aku ingat...ada perlu apa kamu datang ke sini...?" kata Amara dan Reno pun menjelaskan alasan dia ke rumah sakit dengan penjelasan dari Reno membuat Amara dan Alya terkejut.)
"what!...so your boss ran over to my brother what was his name earlier...ummm...yes Devian Nevan Narendra!" Amara said while looking at Reno and Zoya suddenly came and surprised Reno Alya Amara and Devian's bodyguards.
("apa!...jadi bosmu yang menabrak kakakku siapa namanya tadi....emmm....iya Devian Nevan Narendra!" kata Amara sambil menatap Reno dan Zoya pun datang secara tiba-tiba dan membuat Reno Alya Amara dan pengawal Devian terkejut.)
"no!....I'm not going to drop the charge and tell that boss of yours that if he wants to be free he has to come here and apologize! said Zoya snapping at Reno and Zoya also expelled Reno and Devian's bodyguards and they left with the money.
("tidak!....aku tidak akan mencabut tuntutan itu dan beritahu bosmu itu jika dia ingin bebas dia harus datang ke sini dan minta maaf! kata Zoya sambil membentak Reno dan Zoya juga mengusir Reno dan pengawal Devian dan mereka pun pergi dengan membawa uang tersebut.)
after Reno returned to the police station, Reno was surprised to see Devian eating prison food and sitting on the floor using a mat, and Reno immediately approached Devian.
(setelah Reno kembali ke kantor polisi Reno terkejut karena melihat Devian memakan makanan penjara dan duduk di lantai dengan menggunakan tikar dan Reno pun langsung menghampiri Devian.)
"today I'm not going to ask you if you succeeded.... because I've seen from the look on your face that you failed....!" said Devian and Reno just nodded his head and didn't say anything to Devian and Devian immediately told Reno to leave and Devian continued to eat Reno again Reno saw Devian in the same clothes worn by other criminals at the police station and Reno left.
("hari ini aku tidak akan bertanya kepadamu apakah kau berhasil....karena aku sudah melihat dari raut wajahmu kalau kau gagal....!"kata Devian dan Reno hanya menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan apapun kepada Devian dan Devian langsung menyuruh Reno untuk pergi dan Devian pun melanjutkan makan kembali Reno melihat Devian dengan pakaian yang sama di pakai oleh penjahat lain yang ada di kantor polisi dan Reno pun pergi.)
that night Zoya looked after Brian all night and Zoya sat beside Brian and Alya came with food for Zoya.
(pada malam harinya Zoya menjaga Brian di sepanjang malam dan Zoya duduk di samping Brian dan Alya pun datang dengan membawa makanan untuk Zoya.)
"sis since yesterday you haven't eaten anything hurry up sis eat something otherwise you'll get sick!" said Alya while coaxing Zoya so Zoya ate but Zoya refusing Zoya doesn't want to eat until Brian wakes up from his critical period and Alya continues to persuade Zoya but Zoya insists on refusing.
("kak dari sejak kemarin kakak belum makan apapun cepat kakak makanlah sesuatu jika tidak nanti kakak akan sakit!" kata Alya sambil membujuk Zoya agar Zoya makan tapi Zoya menolak Zoya tidak ingin makan sampai Brian terbangun dari masa kritisnya dan Alya pun terus membujuk Zoya tapi Zoya bersikeras menolak.)
and Alya immediately left and Alya told Amara to persuade Zoya to let Zoya eat and Amara immediately followed what Alya said and Amara immediately entered and forced Zoya to eat and finally Zoya immediately eats voraciously and Amara feels very happy because Zoya wants to eat.
(dan Alya pun langsung pergi dan Alya menyuruh Amara untuk membujuk Zoya agar Zoya makan dan Amara langsung menuruti perkataan Alya dan Amara pun langsung masuk dan maksa Zoya untuk makan dan akhirnya Zoya pun langsung makan dengan lahap dan Amara merasa sangat senang karena Zoya mau makan.)