#Cerita Cinta
CINTA TAK HARUS MEMILIKI
Pagi hari, Nayla bersiap-siap itu kesekolah.
Ia kesekolah menggunakan sepedanya karena sekolahnya tak jauh dari rumah nya.
Tak lama kemudian ia pun sampai di sekolah.
Nama sekolah Nayla:TUNAS BANGSA
"Nay... " teriak seseorang kepadaku.
Akupun menoleh ke asal suara itu.
"Hehe😅! Rani jangan teriak Tau" ujarku kepada Rani.
"Reflek,😅😅nay".ujar Rani kepada ku.
Akupun memutar bola mataku malas🙄.
" nay lho tau gak".ujar Rani namun aku memotong omongan nya.
"Gak tau", ujarku sedikit kesal🙄
" kan aku belum selesai ngomong nay😤".ujar Rani agak emosi
Tiba-tiba sebelum Rani ingin melanjutkan omongannya, bel masuk pun berbunyi.
Aku dan rani pun berlari mergegas menuju kelas.
Sesampai dikelas kami pun duduk di meja sambil menunggu bu guru datang.
Akupun melanjutkan omongan ku yang tadi kepada Rani.
"Ran,tadi kamu mau ngomong apa? Ujarku bertanya kepada Rani sambil menatap kearahnya.
" aku tadi mau ngomo... "Upan Rani terpotong ketika melihat ibu Rika (ibu guru galak).
"Usssst bu, Rika datang"ujar Rani sambil berbisik.
"Hello, semua bu datang kelas kalian ingin mengantarkan mubar semoga kalian menjadi teman baik ya". Ujar bu Rika kepada semua murid dikelas ku.
"Hmm, ayuk nak masuk mereka ingin berkenalan denganmu".ujar bu Rika sambil tersenyum ramah.
Seseorang pun membuka pintu dan berjalan kearah, bu Rika.
Semua yang dikelas menatap kearah laki-laki yang berjalan menuju bu Rika.
" perkenalkan namamu nak kepada semua murid dikelas ini".ujar bu Rika sambil tersenyum😊
"Hello, semua perkenalkan namaku bagas aku murid baru disini" ujar bagas sambil tersenyum kesemua murid.
"Waw😍 ganteng banget ya" ujar semua murid sambil menatap kedepan.
Aku juga terpana dengan laki-laki itu, namun saya seperti nya aku akan menjadi pengagum rahasia nya saja.
Aku melihat bahwa bagas sedang memandang seseorang yang tak lain adalah sahabatku Rani.
Ia memandang Rani dengan wajah tersenyum.
Rani yang melihat arah pandang laki-laki itu menuju dirinya tak menghiraukan hanya acuh, ia sama sekali tak tertarik.
"Nak duduk disebelah Nayla" ujar bu Rika menatap kearahku.
"Nayla yang mana bu?" Ujar bagas kepada ibu sambil melirik Rani.
"Yang bernama Nayla angkat tangan" ujar bu Rika sedikit teriak.
Akupun reflek mengangkat tanganku dengan cepat.
"Saya Nayla ✋" ujarku dengan gugup.
Laki-laki itupun menghampiri ku dan duduk disebelahku.
Ia pun bertanya kepada ku.
"Cewek dekat kamu duduk itu, namanya siapa?? " ujar laki-laki itu sambil menatap kearah Rani.
"Dia sahabatku rani! Apa kau menyukainya?? Ujarku sedikit gugup.
" hmm, seperti nya ia"ujar laki-laki itu masih dengan memandang kearah Rani.
Siapa sangka orang yang aku sukai ternyata menyukai sahabatku sendiri.
Laki-laki itu bingung setiap membuka loker nya ia selalu mendapatkan coklat serta menuman dan juga surat yang membuatnya bingung.
"Kenapa aku selalu mendapatkan .coklat serta surat di dalam loker ya, apa lagi isi suratnya seperti ini" ujar bagas menatap kearah hadia yang terus-terusan ia dapat setiap membuka loker.
Isi surat yang dibaca oleh bagas.
Aku tau perasaan ini ku pendam kepada dirimu. aku tau, kau mencintai seseorang yang tak pernah menatap mu. Ku akui diriku tak sebanding dengan perempuan yang kau inginkan. Biarkan aku membantumu dalam membuat dia mencintaimu,setelah itu aku tak kan menjadi jembatan didalam hubungan kalian, jikalau kau mau kau bisa menyimpan nomor ku, dibawah sudah kuletakkan nomor handphone ku kau bisa menghubungi ku.
Nomor handphone;082*********
Dari:pengagum
rahasia mu
Lalu bagas pun mencatat nomor handphone itu,Dengan cepat.
Beberapa bulan kemudian bagas dan Rani pun sangat dekat dan juga mereka sudah jadian itu berkat pengagum rahasia itu.
Siapa pengagum rahasia itu??
Beberapa bulan kemudian.
"Nay,lho kemana aja sih??" ujar Rani sembari menatapku.
"Oh, 😅😅aku sakit karena hujan" ujarku sedikit canggung.
"Eh, nay, lho tau gak murid baru yang bulan lalu itu dia udah jadi pacar gue" ujar Rani sambil gembira.
"Aku tau ran, kamu dan dia jadian itu semua berkat diriku" batinku sedih sembari menatap kearah Rani.
"Lho gak boleh egois Nay" batinku sambil melamun.
Rani yang melihat sahabatnya itu pun menepuk pundak Nayla.
"Nay, lho kenapa?? Kaya orang ngelamun awas entar lho kesambet sentan" ujar Rani sedikit teriak di telingaku.
"Rani...! Sedikit teriak" ujarku kesal kepada sahabat ku itu.
Rani pun berlari karena tau bahwa sahabatnya kesal.
Mereka tak menyadari bahwa ada seseorang yang melihat mereka saat itu.
Akupun ingin menghampiri Rani namun tiba-tiba saja ada bagas yang duluan menghampiri nya.
Lalu langkah ku berhenti dan mengulurkan niatku kesana akupun pergi dari sana menuju keatas gedung sekolah.
"Apakah aku salah mencintainya ya tuhan" ujarku teriak sembari meneteskan airmata 🥺🥺
Tiba-tiba ada seseorang yang menjawab ucapan dariku.
"Kau tak salah mencintainya, namun dirimu yang salah." Ujar laki-laki itu menghampiri ku dan duduk didekatku.
Aku pun menoleh kearah laki-laki itu ternyata orang itu adalah.
"Kak..! Lirihku dan memeluk kakaku dengan kencang.
" kenapa?? Kesayangan kak menangis"ujar kakku menatap kearahku.
"Kak, apakah aku salah mencintai dia kak??selama ini yang memberikan dia coklat serta surat itu semua aku! Bahkan yang memberi kan dia sebuah bunganya yang dia sukai aku tapi kenapa dia menatap satu gadis saja yang tak pernah memandang dia kak kenapa....? " ujarku teriak sambil menangis 😭😭
"Perasaan ini sungguh menyiksaku kak, apakah? Aku tak pantas bahagia😭😭." Ujarku masih menangis dipelukan kakku.
"Sayang dengerin kak ya, aku tau perasaan mu saat ini dik, kak tau. " ujar kakku sambil nangkup wajahku dan menglab air mata yang terus jatuh dipipiku.
"Dik hapus perasaan mu terhadapnya, ia sudah bahagia dengan seseorang yang membuatnya bahagia! Ikhlas kan dia dik." Ujar kakku sambil menatap mataku
"Memang benar kata orang kak, kalau cinta itu tak harus dimiliki! Jika dia bahagia akupun bahagia." Ujarku bangkit dari duduk ku sambil menghapus air mataku.
"Gitu dong, jangan sedih lagi ya kesayangan kak.ujar kakku sambil mengelus kepalaku.
" dik, kamu gak ikut kak ke luar negeri bukan hanya kita tapi ayah, bunda juga ikut besok kita berangkat"ujarkakakku sembari berbisik.
Akupun hanya menganggukan kepalaku yang berarti setuju.
Aku pun pergi dari atas gedung menuju kelas.
"Eh, nay lho mau gak datang besok kearah ulang tahunku" ujar Rani kepada Nayla.
"Maaf ran, besok gue harus pergi sama kakak ku kan dia baru kembali dari luar negri" ujarku menolak dengan sopan.
"Ok lah,tapi by kamu datang kan" ujar Rani menatap kearah bagas.
Bagas melamun karena ia mendengar ucapan Nayla di atas gedung tadi.
"Gas..?" Ujar Rani Sedikit kesal lalu ia pun teriak.
Sentak bagas pun menoleh kearah Rani.
"Kenapa by?? " ko kamu teriak-teriak
"Dari tadi tuh aku ngomong sama kamu, kamunya diam mulu tau" ujar Rani sedikit kesal😤
"Emang kamu kenapa sih?? Dari tadi diam mulu" ujar Rani kesal.
"Maaf ya by!aku salah maaf"ujar bagas sambil memohon maaf dari Rani.
" ok, aku maafin"ujar Rani ketus.
Bel pulang pun berbunyi.
Akupun membereskan buku-bukuku dengan cepat.
Kakku pun sudah menunggu diterbangkan sekolah lalu akupun melambaikan tangan kearah kakakku dengan bahagia.
Aku langsung meluk nya dan naik keatas motor.
Sesampai di rumah akupun langsung menuju kamar dan memikirkan ucapan kakakku dengan teliti.
Keesok paginya kami pun ingin berangkat.
Tiba-tiba aku teringat akan ulang tahun sahabatku itu.
"Paman jika ada seorang perempuan yang datang kemari tolong kasih ini bilang kedia di hadiah ulang tahun, dari saya dan juga sampai kan kepada dia terimakasih sudah menjadi sahabat saya" ujarku kepada penjaga rumahku.
"Aku pergi dulu paman...! Jaga rumah baik" ujarku sedikit berteriak.
"Baik nona...!" Ujar penjaga rumah sambil berteriak.
Akupun masuk kemobil dan menuju tempat tujuan.
Keesokan harinya Rani datang kerumahku karena selama sebulan aku tak masuk sekolah.
"Paman, nay nya ada..?" Ujar Rani sembari bertanya.
"Maaf neng ran, nona sudah pergi keluar negri bersama keluarganya" ujar pak penjaga.
"Tapi, nona menitipkan ini untuk anda nonan" ujar penjaga sambil memberikan hadiah yang di titipkan oleh majikannya.
Rani pun membaca semua isi surat serta hadiah yang diberikan oleh sahabatnya itu, ia menangis deras karena tak mampun berkata apapun
TAMAT