#Cerita Cinta Forbidden Love
Matahari menyinari bumi dan sinarnya masuk kedalam celah-celah kamar Cessie Wijaya, Atau biasa di panggil Cessie. Cessie yang tengah asik tertidur pulas di atas kasur big sizenya, Menggeliat tak nyaman karena terusik oleh seniar sang mentari.
"emhh.. " Gerutu Cessie, Seraya menutupi wajahnya dengan selimut.
Drak! Drok!
"WOIII BUKA PINTUNYA!!" Teriak seorang laki-laki muda yang terkunci di luar rumah semalaman. Karena telat untuk pulang ke rumah dan ingin memberitahukannya kepada Cessie, Tetapi ponselnya kehabisan baterai. Jadilah dirinya terkunci di luar oleh Cessie yang sekarang enak tidur di kasur empuknya.
Cessie yang sedang asik terlelap tidur lagi. Merasa terusik dengan suara teriakan laki-laki yang jelas dirinya kenal. Sang mantan, Yaitu Bara admajaya. Yang sekarang satu rumah dengan Cessie karena ibu Cessie menyerahkan dirinya yang katanya 'nakal' kepada Bara pekerja terpercaya ibu Cessie, Untuk 4 bulan ke depan karena ibu Cessie harus pergi dinas ke kota Milan.
Cessie dengan kesal beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan malas ke arah pintu rumah.
Cklak!
Pintu terbuka dan menampilkan sosok Bara yang tampak berantakan karena tidur di teras semalaman. Jadi yang telah di copot, Kemeja yang telah kusut, Dan rambutnya yang telah berantakan. Cessie tertawa melihat penampilan Bara sekarang.
"Pfftt... Haha lo kayak gembel asli Bar!" Ucap Cessie mengejek Bara.
Bara hanya diam tak menggubris candaan Cessie. Karena dirinya lelah lembur sampai jam 1 dan pulang-pulang harus tidur di teras. Dan terlebih lagi tadi malam hujan lumayan deras.
Cessie membuntuti Bara ikut masuk ke dalam rumah setelah menutup pintu.
"Kenapa lo kunci pintu?" Tanya Bara tanpa melihat ke arah Cessie yang ada di belakangnya.
"Siapa yang pernah bilang suruh kunci pintu di bawah jam 10?!" Celetuk Cessie.
Bara hanya bisa diam karena dirinya lah yang menyuruh Cessie untuk mengunci pintu di bawah jam 10 malam.
"Toh, Kenapa lo gak telephon aja kayak biasanya dasar goblok" Ucap Cessie.
"Baterei ponsel gue habis maimunah!" Jawab Bara agak sinis.
"Idih!" Cessie menatap jijik kepada Bara. Lalu segera pergi menuju dapur karena dirinya haus.
Bara membuka pintu kamarnya. Dan melihat ada genangan air di beberapa tempat lantai kamarnya. Dan terlebih lagi kasurnya basah kuyup. Sepertinya kamar Bara bocor di bagian gentengnya. Bara memijat dahinya lelah, Karena kenapa masalah bisa berdatangan secara bersamaan seperti ini. Hari ini benar-benar menguras tenaga Bara dan Bara dengan cepat menuju kamar Cessie yang ada di sebelah kamarnya.
Cessie yang melihat itu langsung menyusul Bara. Dan saat Cessie masuk ke kamarnya dirinya melihat sosok Bara yang terlelap tidur di atas kamarnya. Cessie menghampiri Bara lalu menarik tangan kekar Bara, Agar dirinya bangun dari kasurnya.
"Bar! Bangun gak lo. Si kunyuk siapa yang nyuruh lo tidur di kasur gue?!" Racau Cessie. Seraya terus menarik tangan kekar Bara. Harap-harap Bara bangun dari tidurnya, Malah Bara tampak tak terusik oleh perbuatan Cessie.
Cessie yang lelah pun membiarkan Bara tidur di kasurnya. Dan Cessie berjalan menuju kamar Bara untuk mencari alasan kenapa sang empu tidur di kamarnya secara tiba-tiba.
Cklak!
Cessie melihat apa yang di lihat baru barusan. Dan karena ada kasian sedikit Cessie pun membiarkan Bara tidur sepuasnya di kamarnya untuk pagi ini. Dan Cessie memutuskan untuk ke ruang keluarga menonton TV sambil makan cemilan yang kemarin Bara beli.
|
|
Bara bangun dari tidurnya yang nyenyak karena beberapa bulan terakhir dirinya susah tidur, Tidur pun paling cuma 5 jam sehari. Dan entah mengapa di kamar Cessie terasa beda. Padahal sebelum Cessie tinggal di sini dirinya tak merasa kamar ini begitu istimewa sampai-sampai membuat dirinya bisa tidur senyenyak itu.
"Kamar ini wangi Cessie" Gumam Bara.
Bara turun dari kasur dan melihat jam dinding yang menunjukan sekarang jam 14.56 WIB. Ternyata Bara tidur seperti mayat hidup.
Bara keluar dari kamar Cessie dan melewati Cessie yang tengah asik menonton serial TV. Bara menuju dapur untuk meneguk segelas air karena dirinya haus.
Setelah selesai minum. Bara berniat ingin memakan cemilan yang kemarin dirinya beli di supermarket. Dan jika tidak salah Bara meletakannya di kulkas. Tetapi saat Bara mengecek kulkas, Ternyata cemilannya sudah tidak ada.
Bara langsung menghampiri Cessie yang berada di raung keluarga dekat dengan dapur dan kedua kamar mereka. Bara dapat melihat 4 bungkus cemilan ringan yang dirinya beli kemarin sudah habis di makan oleh Cessie. "Kenapa lo makan semua cemilan yang gue beli?!" Bara menatap murka kepada Cessie.
"Siapa suruh cuma beli empat" Jawab Cessie dengan acuh.
Bara mendekatkan tubuhnya kepada Cessie yang sedang duduk di sofa. Cessie yang melihat pergerakan Bara ingin berdiri tetapi di cegah oleh Bara. Tubuh kekar Bara menutupi tubuh mungil Cessie. Cessie menatap garang kepada Bara yang malah menatapnya lekat-lekat dan hanya diam.
"Lo mau ngapain si?! Dasar bocah freak!" Racau Cessie dengan kesal.
Cessie memalingkan wajahnya kesembarang arah karena agak salting dikit melihat Bara melihatnya seperti itu. Jujur saja Bara sekarang dan Bara sewaktu masih menjadi pacar Cessie saat SMA benar-benar berbeda jauh. Dulu bara hanya laki-laki culun dan memiliki ekonomi yang terbilang cukup pas-pasan. Dan mereka putus setelah 5 bulan pacaran karena Cessie di pengaruhi oleh temannya, Untuk memutuskan Bara karena dirinya miskin dan culun. Padahal Bara yang dulu memiliki sisi imut saat salting. Dan sisi itu hanya Cessie yang mengetahuinya.
Dan sekarang mereka telah berusia 23 tahun. Bara pun menjadi orang kepercayaan ibu Cessie di kantor milik ibunya. Dan Bara memiliki kekayaan yang lumayan tetapi entah mengapa Bara lebih memilih tempat sederhana. Tapi itulah yang Cessie suka dari Bara. Walaupun sekarang hubungan mereka agak canggung.
"Cium gue. Nanti gue gak marah lagi atau gak lo gue usir dari rumah ini" Ucap Bara sambil mengeluarkan smrik nya.
"Gila lo! Gue laporin lo ke ibu gue ya!" Cessie menatap Bara dan segera menahan nafas karena wajah mereka berdua tiba-tiba sedekat itu.
Hening untuk sesaat.
Mereka berdua menikmati momen awakard ini secara diam. Mata mereka saling memandang, Sebenarnya mereka hanya butuh memperbaiki kesalah paham di masa lalu agar hubungan mereka membaik dan mengakui bahwa mereka masih ada setitik perasaan. Tetapi ego mereka berkata tidak
Hembusan nafas mereka dapat terasa dan juga sura detak jantung mereka terdengar jelas. Tiba-tiba suasana menjadi panas dan Bara bergerak mendekatkan wajahnya untuk lebih dekat dengan Cessie.
Otak Cessie setika ngeblank dan bibir Bara menempel tepat di bibir Cessie. Cessie diam membeku dan Bara mulai mencium bibir Cessie dengan lembut. Dan itu membuat hati Cessie melayang.
•••
Tok! Tok! Tok!
Bara mengetuk pintu kamar Cessie yang terkunci rapat-rapat setelah kejadian kemarin. Dan Cessie belum keluar kamar setelah itu walaupun hanya sekedar makan.
"Ces! Ces!" Teriak Bara kepada Cessie.
Cessie yang sedang menyelimuti dirinya pun terusik dengan Bara yang sudah menghampiri kamarnya untuk ke tiga kalinya. Karena khawatir dirinya belum makan dari kemarin. Dan Cessie masih malu dengan kejadian kemarin jadi Cessie sama sekali tidak membuka kan pintu kamarnya untuk Bara.
"Gue gak mau makan Bar! Udah mending lo berangkat kerja sana!" Jawab Cessie sambil berteriak. Agar Bara mendengar nya.
"Gue mau pinjem ces. Cessie, Ces gue kecemplung kloset kamar mandi tadi" Alibi Bara. Agar dirinya dapat melihat wajah Cessie.
"Kok bisa?" Tanya Cessie. Tak percaya dengan ucapan Bara.
"Iya suer ini gue mau pesen gojek buat berangkat kerja gak bisa soalnya ponsel mati. Tadi malam lupa gue ces"
"Mobil lo kemana emang"
"Bannya bocor ternyata" Alibi Bara lagi.
"... " Hening sesaat karena Cessie tidak menjawab ucapan Bara. Dan saat Bara menyerah untuk pergi berangkat kerja saja. Tiba-tiba pintu Cessie terbuka.
Cklak.
Cessie menyodorkan ces berwarna jingga kepada Bara. Dan Bara hanya terdiam melihat Cessie. Cessie yang menyadari itu seketika salting. "Lo butuh gak?! Pegel tau tangan gue lo suruh gini!" Ucap ketus Cessie. Yang membuat lamunan Bara buyar.
"Butuh"
Tangan Bara mengambil ces dari tangan Cessie dan sekalian menggenggam tangan Cessie. Cessie kaget saat tangannya di tarik menuju dapur.
"Lo mau ngapain si? Lepas gak!" Ucap Cessie.
Bara mendudukkan tubuh Cessie di kursi pantry dan membawakan beberapa lauk pauk dan nasi yang telah dirinya buat. Cessie yang melihat Bara menyiapkan makanan untuknya setelah sekian lama tidak melihatnya. Karena terakhir kali Bara membuatkan nya makanan saat mereka masih pacaran.
"Lo makan ini dulu. Gue mau buang buku-buku ini ke depan dulu" Bara membawa 20 buku yang lumayan agak tebal sekaligus dan lalu pergi keluar rumah. Buku-buku yang tadi hampir memenuhi meja pantry kini telah menghilang dan menyisakan satu buku.
Cessie mengambil buku itu dan membaca sampulnya yang berjudul 'photo album'. Tampaknya ini bukan buku tetapi album poto milik Bara. Cessie yang agak penasaran pun membuka album poto tersebut. Yang menampilkan sosok anak kecil laki-laki yang sedang duduk di kursi taman sambil tersenyum lebar dan di sebelahnya ada seorang nenek tua yang ikut tersenyum.
Cessie yang melihat foto itu tampak tak asing terlebih lagi foto anak kecil laki-laki itu. Itu seperti... Kakaknya yang telah hilang.
Cessie yang tidak mau cepat menyimpulkan sesuatu dengan cepat membuka galeri ponselnya dan melihat poto dirinya sewaktu masih kecil bersama kakanya. Dan kedua anak kecil laki-laki itu tampak mirip. Terlebih lagi tahi lalat di bawah mata yang mereka miliki.
Cessie yang mengetahui fakta itu seketika hatinya terunyah. Rasanya sakit yang tidak bisa di jelaskan.
"Lihat apa?" Ucap Bara. Yang tiba-tiba muncul dan membuat Cessie terkejut.
Cessie menatap Bara. "Kenapa belum makan? Loh photo album gue kok ada di lo" Tanya Bara beruntun. Tetapi tidak ada satupun yang Cessie jawab.
"Cessie?" Tanya Bara yang melihat Cessie diam saja sambil melihat dirinya.
Tanpa Cessie sadari air matanya menetes membasahi kedua pipinya. Bara yang baru pertama kali melihat Cessie menangis pun panik dan segera mengusap air mata Cessie.
"What's wrong with you?" Tanya Bara lembut kepada Cessie.
"Hiks... Bara kayaknya gue suka sama lo lagi. Tapi kali ini kita gak bisa bersama" Ucap Cessie tersedu-sedu.
Bara berhenti mengusap air mata Cessie karena mendengar pernyataan cinta dari Cessie.
"Apa maksud lo?" Tanya Bara. Yang masih bingung dengan ucapan Cessie. "Gue juga suka lo Cessie bahkan sejak gue ketemu lo lagi. Dan apa maksud dari kita gak bisa bersama? Gue sekarang sudah terbilang cukup kaya untuk sebanding dengan lo. Dan gue gak buruk-buruk banget kayak dulu"
Cessie hanya menjawab dengan gelengan kepala dan terus menangis. Bara yang tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa memeluk tubuh mungil Cessie. Dengan harapan bahwa dirinya dapat sedikit tenang.
•••
Sudah satu minggu semanjak Cessie pergi meninggalkan rumah Bara. Dan Cessie hanya bilang ingin menghampiri sang ibu yang ada di Milan karena ada hal yang penting yang harus di sampaikan. Bara pun membolehkan Cessie pergi dan Bara kini menjalani kehidupannya dengan perasaan kurang. Karena Bara sudah terbiasa dengan kehadiran sosok sang mantan, Yaitu Cessie selama 3 bulan tinggal bersama.
Tetapi apa boleh buat Bara harus tetap menjalankan kehidupannya karena bumi selalu berputar. Dan hari ini Bara di suruh menjemput direktur perusahaan yang telah pulang dari Milan di bandara Soekarno. Maka dari itu hati Bara berbunga-bunga karena tidak sabar melihat sosok Cessie setelah sekian lama tidak bertemu.
Dan Bara juga ingin sekalian menagih jawaban atas pernyataan cintanya yang hanya di jawab oleh Cessie seperti ini : 'Tunggu aku pulang dari Milan bersama ibu. Di situ aku akan memberitahukan jawabnya'.
Setelah selesai memarkirkan mobil mewah milik Bara. Bara segera menuju bandara dan ternyata Cessie dan ibunya telah menunggu dirinya. Dengan segera Bara berjalan menuju mereka.
Ibu Cessie yang melihat Bara segera berdiri lalu berlari menuju nya dan langsung memeluknya erat sambil menangis.
Bara yang tiba-tiba di peluk pun merasa bingung dan sedikit canggung. "M-maaf bu direktur?" Tanya Bara yang merasa bingung dengan sikap ibu Cessie, Yaitu Inara Wijaya.
Inara melepaskan pelukannya, Lalu menatap Bara dengan lekat-lekat. "Bara. Ini saya ibu kamu, Maaf ibu baru bisa menemukan mu... "
Deg!
Bara yang mengetahui fakta yang sangat mengejutkan itu seketika membeku. Dan menatap Cessie yang tampak tak ingin eye conctat dengan Bara. Jadi ini lah jawaban atas hubungan mereka berdua. Mereka tidak akan bisa bersama.
"Bara. Sekarang boleh panggil saya ibu dan Cessie adik" Ucap Inara. Seraya tersenyum senang.
"Tunggu. Bagaimana anda bisa yakin bahwa saya anak anda? Dan jika Cessie saudara saya mengapa dia seumuran dengan saya" Tanya Bara. Karena merasa ganjil.
Inara memberikan stopmap yang berisikan bukti bahwa Bara adalah anaknya dari mendiang suaminya.
"Kamu adalah anak selingkuhan ayah mu dengan teman saya. Dan setelah ibu mu melahirkan mu, Ibu mu kritis dan meninggal dunia" Ucap Inara, Sejenak lalu melanjutkan ucapannya. "Dia mengakui semua dosanya kepada saya, Lalu dia menitipkan kamu kepada saya"
"Saya dengan suami saya pun sempat bertengkar hebat. Tetapi kami memilih untuk bertahan dan melupakan semua masa lalu dan membesarkan kalian berdua sebagai anak kandung kami berdua"
"Tetapi siapa sangka kamu menghilang saat kita berempat piknik keluarga di pantai"
"Setelah kami mencari mu kurang lebih ada 1 bulan. Kami pun menyerah dan menerima mu bahwa mungkin saja kamu sudah mati tertelan air laut"
Inara menatap Bara. "Maafkan kami... Nak"
"Mari kita buat momen yang seharusnya ada bersama bertiga" Ucap Inara seraya tersenyum tulus.
Hati Bara seketika runtuh mengetahui fakta-fakta baru yang mengejutkannya. Jika seandainya dirinya tidak ketahuan sebagai anak dari seorang suami Inara wijaya mungkin dirinya bisa bersanding dengan Cessie. Lalu untuk apa dirinya berjuang keras agar bisa naik derajat?. Suama itu sekarang sia-sia saja, Semua ekspektasi Bara mengenai hidup bahagia bersama Cessie runtuh sudah tak tersisa.
Bara menatap sekali lagi pada Cessie yang ada di belakang tubuh ibunya. Cessie hanya membalas dengan senyum sendu.
Cessie menggerakkan bibirnya tetapi tidak mengeluarkan suara.
'Tolong terimalah ini... '
Hati Bara tambah tergores karena Cessie menginginkan dirinya untuk menerima semua fakta ini dan melupakan rasa cinta mereka berdua demi keluarga.
"Cessie, Bara. Ayo kita pulang ke kampung halaman nenek kalian. Mereka pasti akan senang melihat cucu mereka telah lengkap sekarang!" Ucap Inara. Sambil menggandeng kedua tangan anak-anaknya.
•
thanks for reading🐱💗
•𓂃⸙ E N D ⸙𓂃•
••••••
Jangan lupa👇🏻
♡ㅤ ❍ㅤ ⎙ㅤ ⌲
ˡⁱᵏᵉ ᶜᵒᵐᵐᵉⁿᵗ ˢᵃᵛᵉ ˢʰᵃʳᵉ