28 April
🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰
BEBAS
Namaku Andini putri dari kelas 7H, kelas yang dianggap semua orang paling bodoh dan juga kelas baling nakal, tapi bagi kami kelas 7H itu istimewa karena jiwa kita satu, entah dari kapan ini dimulai tapi dari taun ke taun gaada bedanya, kelas kita paling bebas
“ Andini nomer 7 apa ?” tanya salah satu temannya fuya
Sahabat Andini sedari masuk kelas 7, fuya karunio. Dia laki laki sedikit nakal, tapi jangan salah kenakalannya itu diimbangi dengan prestasi, dikatakan pintar engga juga, tapi beladirinya yang paling terbaik di sekolah kami,SMP tunas bangsa
“B, 8.C, 9.D, 10.A” kata Andini dengan lantang
Memang Andini itu anak yang cerdas, tapi agak lain dari yang lain. Dikelas kerjaannya kalo ga tidur makan, padahal masih ada guru di depannya. Tapi kelas kami berbeda,kelas kami “bebas”.
“Andini bego” saut lataya sembari tertawa
“ANDINIIII, IBU LAKBAN YA MULUT KAMU” kesal Bu Fatma yang sedang menunggu ujian
Hari hari berjalan seperti biasanya mulus tanpa ada kendala, hari liburan dimulai. Anak anak SMP dan SMA mulai merencanakan liburannya, bagi kami 2 Minggu waktu yang sangat panjang.
“Bunda, Andini nginep di rumah fuya,boleh ?” tanya Andini kepada sang ibu
Yap ini kali pertamanya menginap di rumah temannya, pasalnya dia belum pernah main kerumah temannya bahkan tinggal bersama, apalagi tinggal bersama anak laki laki
“boleh” kata sang ibu sembari mengangguk
Ibu beserta anaknya memang sedikit gila, Andini adalah anak tunggal dari pasangan Ando dan Dira, dikatakan dimanja memang ada benarnya, semua permintaannya pasti terkabulkan
Andini mulai bersiap siap untuk pergi ke rumah fuya, dia hanya membawa pakaian dalamnya saja, Yap terdengar gila tapi itulah Andini dia tak mau repot membawa banyak barang
Andini mulai mengendarai mobilnya, jangan kaget. Andini mengendarai dengan sangat lambat, bukan dia tak berani pasalnya dia ingin menghabiskan playlist lagu kesukaannya
“PERMISIII, FUYAA. ANDINI CANTIK DATANG” teriakan sang gadis berambut hitam panjang
Teriakan yang sangat melengking itu membuat tiga rumah nyaris terdengar, terlihat tidak sopan tapi itulah Andini jika bersama bukan orang asing baginya pasti terlihat sifat aslinya, jika dia bersama orang asing sopan santun hal utama baginya
“ siapa? “ tanya wanita yang terlihat seperti orang Jepang itu
“hallo Tante cantik, perkenalkan saya Andini teman SMP fuya” sapa Andini dengan senyum ramah
Wanita itu langsung mengajak Andini masuk ke rumah yang terlihat megah itu, Andini dengan kagumnya menatap dalam yang ada di depannya yang amat sangat megah bagi dia
“LOHH” kaget laki laki yang berada di depan Andini
Bagaimana tidak terkejut, laki laki yang baru saja pulang kerumah, disambut dengan teman sekelasnya sekaligus sahabat gilannya disekolah, dia bertanya tanya bagaimana temannya itu bisa sampai ke rumahnya, Andini memang tamu tak diundang
Setelah perbincangan lama, akhirnya ibu fuya mengizinkan Andini menginap di rumah fuya, karena bagi ibu fuya Andini orang yang sepesial.
fuya anak nakal yang sering pindah pindah sekolah dan nyaris tak memiliki teman ataupun sahabat
Fuya anak dari tuan Guan dan nyonya yona, anak ke tiga dari tiga saudara.
sedari kecil fuya adalah anak yang paling nakal diantara para teman sekelas, fuya dulu sempat mempunyai teman, sayangnya dia hanya dimanfaatkan.
setelah kejadian itu fuya mengalami trauma pertemanan, jika ada yang mengajak berteman pasti ia akan pukul hingga babak belur.
“ loh Tante masak apa sih ?” tanya Andini penasaran
Andini sedari kecil tak pandai memasak, masuk kedapur saja kena marah. hal ini karena Andini pernah membakar dapur karena eksperimen gilanya, ibunya memang selalu menuruti semuanya asalkan bukan memasak
“ ASTAGAA TANTEE, ITU MENTAH. Tunggu ....” kata Andini yang menggantungkan kalimatnya, yona pun juga ikut penasaran
“tante vampir ya, ASTAGAA AAAAAAA... AMPUN JANGAN MAKAN ANDINIII”teriak histeris Andini yang terdengar menggelegar di seluruh rumah
Fuya yang mendengar teriakan heboh temannya itu langsung turun menuju dapur, terlihatlah dua perempuan yang sedang memasak sushi.
fuya langsung tau apa yang dipikirkan sahabatnya itu, pasalnya jika di sekolah dia pasti selalu liat film vampir ataupun zombi.
“itu namanya sushi Andini” suara halus yang terdengar dari belakang punggung andini
“SETAN” kaget Andini,bagaimana ga kaget jika tiba tiba ada bisikan saat situasi menegangkan bersama vampir
Jam pun sudah berbunyi, artinya sudah memasuki jam tiga sore tiba, Andini berjalan menaiki satu persatu tangga, sampai di lantai dua tampaklah keindahan rumah fuya itu lalu ditunjukan kamar Andini untuk beristirahat.
“kamar Lo sebelah gue ndin” kata fuya yang berada tepat dihadapannya itu
“ oke, kalo butuh apa apa gue dobrak pintu kamar lo kan” canda Andini yang terlihat serius
“daripada Lo dobrak mending sekarang deh Lo butuh apa ?”
“lo kok tau cenanyang ya, gue pinjem baju dong, sengaja ketinggalan biar ga berat nih tas”senyum Andini tanpa rasa bersalah
“dasar ondel ondel pasar, nih pilih aja sesuka hati Lo, asal bukan celana dalam gue” ucap fuya dengan nada santai
Seminggu sudah terasa Andini tinggal dirumah fuya, banyak hal berbeda tidak seperti dirumahnya Andini merasa bebas, memang dirumah fuya Andini merasa bebas tapi tidak dengan fuya ada aturan aturan yang harus dia patuhi dirumah.
“ bunda, Andini kenapa engga ditanyain mau lanjut SMA atau SMK, kuliah apa, jurusan apa” tanya Andini binggung, pasalnya selama ini ibunya tidak pernah bahas masa depan bersama Andini
“ini tuh hidup kamu, mau jadi brandalan, mau jadi maling, mau jadi mafia. Apapun yang kamu lakukan kamu pasti paham konsekuensinya kalau kamu ga ngerti konsekuensinya bunda yang kasih tau, ini didikan bunda kamu bebas menjelajahi duniamu sendiri, kamu buat cerita hidupmu sendiri”ucap seorang ibu pada putrinya di meja makan
“tapi bunda ngelarang tuh Andini pergi kedapur” ucap sinis pada ibunya
“ heh anak kodok, gini ya ini rumah kesayangan bunda masa iya mau kamu bakar. Walaupun bunda bisa beli rumah lagi, tapi ini rumah terindah bagi bunda, kamu lahir di rumah ini pake dukun dulu, kamu juga besar di rumah ini, kenangan yang ga bisa dibeli dengan uang” ucap seorang ibu yang sembari mengingat kenangan indah itu bersama suami dan putrinya.
Ternyata banyak perbedaan didikan orang tua, bunda mendidik dengan bebas sedangkan sahabatku dididik dengan aturan, tapi yakinku satu hal orang tua hanya mau yang terbaik untuk anaknya, mau berjalan dengan bebas mau di gandeng, sedangkan bundaku sendiri mendidiku dengan bebas asal bertanggung jawab atas apa yang diperbuat.