#Cerita Cinta
Secret Of The Box
“Hei sayang.” sapa Flo sambil berjalan menghampiri.
“Hai…” sapa Smith.
Kenalkan, mereka adalah sahabat terbaikku sejak aku duduk di bangku SMA. Mereka sudah lama pacaran. Sejak kami duduk di kelas 2 SMA. Yah… cinlok gitu. Ketemu tiap hari, kumpul, jalan bahkan semuanya dilakukan bareng-bareng.
“Makan yuk.” ajak Smith.
“Ayo…di Café biasanya kan?”
“Yaps, come on.”
Itulah kerjaan dan kebiasaan mereka. Setelah selesai kuliah, mereka selalu menyempatkan buat keluar bareng. Yah… walau hanya sekedar makan siang.
“Oh iya, gimana keadaan mama? Udah pulang dari Rumah Sakit?” Tanya Flo.
“Yah… syukur Alhamdulillah, mama udah baikan dan bias pulang. Tapi walau gitu, mama tetep harus rawat jalan. Aku udah minta satu suster buat jagain mama dirumah.”
“Syukur kalau gitu. Semoga mama cepet sembuh ya sayang.” sambil memegang tangan Smith.
“Iya sayang, makasih ya.” Smith balas menggenggam tangan Flo.
“Ke taman yuk.” ajak Smith setelah selesai menghabiskan makanan dan minumannya.
“Ayo.” wajah Flo berseri.
Cafeteria adalah Café dimana kami sering menghabiskan waktu bersama. Memesan makanan, camilan, minuman juga sebagai tempat kami bertukar cerita. Dan, Taman Bunga “Ceria” berada tidak jauh dari situ. Dengan berjalan kaki saja, kita bisa sampai di sana.
“Taman ini gak pernah berubah ya.”
“Iya sayang. Sejak kita pertama kali bertemu dan berkumpul bersama semasa SMA dulu” jawab Smith.
Ada salah satu bangku yang selalu kami gunakan ketika kami berkunjung kesana. Kami tidak pernah menggunakan bangku yang lain jika tidak karena bangku itu sudah ada yang menempati. Dan disana, ada sebuah pohon di samping bangku itu. Pohon yang lumayan rindang. Walau tidak terlalu tinggi, tapi setidaknya bisa melindungi kami dari terik sinar matahari ataupun rintik air hujan.
*) Saat Smith ingin memetik setangkai bunga mawar, tiba-tiba dia melihat sesuatu. Sebuah kotak kayu yang hamper tak terlihat karena tertutup oleh rimbunnya bunga-bunga, kotak itu tergeletak tepat di kaki pohon. Dengan sedikit khawatir, Smithpun mengambilnya, mulai membuka dan… Ternyata isinya hanya secarik kertas putih dan sebatang mawar merah yang sudah layu karena terlalu lama disimpan. Beberapa detik setelah dia membuka lembaran kertas itu, diapun menyadari sesuatu. Dia sangat mengenali bentuk tulisan itu. Dengan tinta coklat dan symbol “smile” itu.
“Ve…” dengan nada yang hampir tak terdengar.
*) Dia terduduk di bawah pohon dan mulai membacanya.
“Hai Bunganesia anggota dari Taman Ceria.