#Cerita Cinta
Forbidden Love
Matahari mulai muncul dengan sinarnya yang indah, Burung-burung saling berkicauan. Tetesan embun mulai berjatuhan dan jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 06.00. Aku bergegas ke luar kamar, karena terburu-buru aku hanya minum susu lalu pamit kepada Ayah kemudian berangkat Sekolah. Karena sekolahku cukup jauh, jadi aku selalu bawa kendaraan sendiri untuk berangkat sekolah yaitu sepeda motor.
Beberapa menit kemudian, Akhirnya aku sampai juga di sekolah. Lalu aku cepat-cepat memarkirkan motorku lalu lari menuju ke kelas. Seperti biasa tak ada satu orang pun yang mengucapkan selamat pagi padaku. Jam menunjukkan pukul 09.30 waktunya istirahat. Dan seperti biasa pula aku selalu menyendiri pergi ke Perpustakaan untuk sekedar membaca novel atau mengerjakan tugas, Karena hari ini tidak banyak tugas yang ku dapat jadi aku hanya membaca novel.
Setelah dari perpus aku kembali ke kelas, belum sampai masuk aku sudah dicegah oleh Geng Hello Kitty disuruh bayar pajak jadi aku memberikan uang jajanku 10 ribu kepada mereka berlima. Meskipun aku bukan anak orang kaya tapi aku belajar dari prinsip orangtuaku untuk terus berusaha keras menjadi orang sukses dan selalu baik terhadap semua orang meskipun terkadang ada orang yang menyakiti tetap harus dibalas dengan kebaikan.
Karena aku Gaby, siswi kelas 1-A di SMAN Jakarta seorang kutubuku tidak memiliki teman siapa pun juga karena aku pendiam dan susah bergaul atau komunikasi dengan seseorang. Memiliki banyak prestasi tak terkecuali Lomba Matematika se-jabodetabek membuat teman-teman banyak yang mem-Bully aku tapi itu tidak jadi masalah buatku, malah membuatku bangkit menjadi orang yang lebih kuat. Suatu hari menjelang UAS Semester satu ada seorang anak laki-laki baru pindah.
“Selamat pagi, anak-anak. Kalian punya teman baru, dia baru pindah dari New York, AS.” ucap Bu Novi sedang memperkenalkan murid baru tersebut.
“Halo semua perkenalkan namaku Michael Frederick biasa dipanggil Mike, salam kenal. Mohon bantuannya.” ucap Mike sambil tersenyum melihat aku dan teman sekelas lalu menunduk.
“Mike duduk situ, sebangku dengan Gaby yah!” ucap Bu Novi Guru Bahasa Indonesia.
“Hah, apa?” ucapku dalam hati, aku terkejut tidak menyangka kalau Bu Novi menunjuk bangku kosong sebelahku.
Baru beberapa hari di sekolah ini Mike sudah populer karena dipilih Menjadi Ketua Tim Basket “RED SPEED” tapi Mike tidak beda jauh denganku meskipun dia populer tetap saja tidak memiliki teman dia bukan tipikal orang yang peduli dia orangnya cuek jadi susah untuk bergaul dengan siapa pun. Tapi meskipun dia cuek tetap saja dia hanya punya satu teman yaitu diriku.
“Selamat ya,” ucapku dengan tersenyum malu. “Selamat untuk apa?” tanya Mike bingung.
“Kamu kan sudah terpilih sebagai Ketua tim Basket sekolah kita,” jawabku.
“Oh itu, kalau itu sih udah biasa bukan apa-apa, kalau di New York aku juga sering menang lomba kejuaran basket internasional,” ujar Mike dengan sombong.
“Huh, mulai kumat deh sok sombong dan kegantengannya… hemm kan Muji diri sendiri selangit,” ucapku dengan sinis, cuek. “Loh aku salah? kan emang bener apa kataku,” ucap Mike dengan belagak sombongnya.
“Ya udah, terserah kamu,” ujarku pergi jauh dari Mike pergi ke kantin.