~☆Rumah Tak berpenghuni
Disebuah kamar terdapat 3 anak perempuan yang tengah asik mengobrol mereka bernama Arina,Aurin,dan karin.
"Hey Arina,Aurin apa kalian tau di sekitar sini terdapat rumah kosong loh"ucap karin sambil nyemil.
"Oh yang dekat rumah sebelah rumah Mila di jalan melati itu kan"jawab Aurin.
"Iya ku dengar rumah itu sangat angker loh,banyak orang melihat penampakan yang mengerikan"Ucap Karin
"Hm..hm itu benar saat aku melewati rumah itu bersama mila kami melihat sosok wanita berambut panjang dengan baju putih yang di penuhi bercak darah melihat kearah jendela dan apa kalian tau..."Ucap Aurin merinding.
"Apa itu..."ucap Arina dan karin bersamaan penasaran.
"Wajahnya rusak..."ucapnya pelan sambil mendekap bantal dengan erat.
"Eeeeehhhh"ucap Arina dan karin terkejut sambil menutup mulutnya.
"Ka...kau tidak berbohongkan Aurin"ucap Arina takut.
"Iya aku melihatnya sendiri loh.."Ucap Aurin takut.
"Be..beneran"ucap karin takut sambil memeluk Aurin dengan erat dan mengabaikan cemilan yang ada di sebelahnya.
"Iya dan dia akan mendatangi setiap rumah gadis di tengag malam"ucapnya seram yang membuat kedua temannya semakin takut.
Lalu ditengah pembicaraan mereka tiba tiba "TENG..TENG..TENG.."Bunyi jam tang menandakan waktu tengah malam berbunyi dan lampu kamar Arina tiba tiba berkedip dan mati,angin merhembus sangat deras dan menerpa tubu ketifa gadis itu,petir terus menyambar membuat suasananya sangat mencekam.
"Kyaaa ke..kenapa lampunya mati"ucap Arina teriak ketakutan
"Kyaa para sesepuh,dedemit...tolong jangan ganggu aku....aaaah aku masih ingin hidup apa lagi aku masih jomblo"teriak karin histeris.
"A..aku akan menyalakan senter ponsel dulu"ucap Aurin takut sambil menyalakan senter ponsel.
"Kriett"tiba tiba terdengar suara pintu kamar terbuka yang sontak membuat ketiga gadis itu terkejut dan bergidik ngeri.
Lalu tanpa basa basi Aurin mengarahkan senter ponselnya ke arah pintu dan...
"Kyaaaaaaaaa hantu mengerikan mama karin masih mau hidup"teriak karin histeris sambil memeluk kedua sahabatnya dan menangis lalu bergumam tidak jelas,sedangkan Arina dan Aurin membeku ketakutan.
"Hah...siapa yang kau sebut hantu hah"ucap seorang wanita berumur 39 thn sambil berkacak pinggang.
Arina yang awalnya membeku ketakutan pun kini terasadar setelah mendengar suara wanita itu.
"I..ibu"ucap Arina kaget
"Ehh ta..tante,huh tante mengagetkan kami saja"Ucap Aurin lega.
"Ada apa dengan kalian ini sih"ucap ibu Arina heran.
"I..itu bu sebenarnya kami baru saja menceritakan kisah seram lalu tiba tiba lampu mati"jelas Arina kepada sang ibu.
"Iya dan lagi tante tiba tiba masuk le kamar dengan masker di wajah tante,wajar saja kami mengira kalao tante hantu"gumam karin namun masi bisa didengar ibu Arina.
"Oooh begitu ya dasar kalian ini"ucap ibu Arina sambil menjewer telinga karin.
"Aaaaa..aduh tante sakit"ucap karin meringis kesakitan
"Ya baiklah tapi kalian harus tidur mengerti"bentak ibu Arina.
Lalu mereka bertiga pun tertidur dan malam yang mencekam itupun berlalu begitu saja..
~☆Tamat