JUDUL: KEJUTAN MANIS DI HARI YANG
FITRI
Allahu akbar... allahu akbar... allahu akbar... laa illa ha illallahu allahu akbar... allahu akbar walillah ilham...
Suara takbir masih terus berkumandang dari antara menara mesjid yang satu dengan mesjid yang lainnya di malam lebaran ini. Besok adalah hari kemenangan bagi seluruh umat muslim. Namun setiap lebaran datang ada rasa sesak dan rasa sakit bercampur sedih menyelimuti hati ini. Bukan karena aku tidak bahagia menyambut hari kemenangan ini. Namun setelah kepergian emak dan abah sangat mempengaruhi kehidupanku setiap tahunnya. Dimana saat lebaran tiba semua orang berkumpul dengan keluarga ada nenek, kakek, ayah, ibu, dan saudara yang lainnya. Namun berbeda dengan aku yang selalu merayakan hari besar ini hanya seorang diri, karena aku hanya tinggal sendiri menempati rumah peninggalan abah. Semakin bertambahnya tahun kesedihan dan kesunyian ini semakin nyata. Setiap tahunnya saat menjelang lebaran tiba, bila sudah dapat cuti bersama dari tempat kerja aku selalu menyibukkan diri membuat kue dan persiapan lebaran yang lainnya. Seperti yang dilakukan nenekku dan emak saat masih ada dulu. Seperti halnya malam ini saat orang orang sebaya aku pergi jalan jalan atau ada yang berkumpul dengan keluarga besarnya. Aku sendiri masih sibuk dengan masakan buat lebaran besok. Aku sedang menyiapkan ketupat, rendang, dan beberapa sayur pelengkap yang lainnya buat dimakan dengan ketupat besok. Ini ku lakukan setiap tahunnya walaupun aku hanya tinggal sendiri disini. Semua ini tidak untuk ku nikmati sendiri. sehabis sholat eid biasa nya aku bagikan ketetangga yang non muslim (mereka sangat senang) atau terkadang aku bawa tempat paman dan bibiku agar tidak mubazir. Aku tidak membutuhkan semua makanan ini karena statusku yang masih sendiri. Makanan ini terlalu banyak buatku. Ini kulakukan hanya untuk mengenang momen indah saat ada mereka dulu. Bila lebaran tiba pasti nenek dan emak selalu sibuk menyiapkan beraneka jenis makanan dan minuman untuk menyambut tamu nya di hari raya. Aku juga melakukannya disetiap tahunnya walau setelah mereka pergi. Namun keadaannya tidaklah sama meskipun banyak yang ku siapkan tidak akan ada yang menyantap makanan ini jika aku tidak mengantarkannya. Karena memang tidak ada yang datang bertamu lagi kerumah ini saat lebaran setelah mereka tidak ada. Wajar saja sih karena posisinya akulah yang muda saat ini. Jadi setiap tahunnya aku yang berkunjung kerumah mereka. Beberapa jam setelah berada di dapur akhirnya pekerjaan ku selesai juga. Aku pun mencuci bekakas yang kotor agar besok pagi pagi aku tidak kerepotan lagi dan bisa langsung bersiap siap pergi sholat eid. Setelah selesai semuanya akupun melirik jam yang ada diruang tamuku. Kulihat sudah pukul 22.00 wib. Aku membuka pintu depan dan berdiri di terasku sebentar sekedar mencari angin segar dan melepas kepenatan karena lelah seharian bekerja hari ini. Sekedar melihat keadaan yang ada disekeliling rumahku yang masih ramai merayakan takbiran. Dan aku mataku pun tertuju pada rumah yang ada di seberang jalan satu keluarga duduk berbincang dan bercanda ria. Serta beberapa anak anak yang sedang bermain bunga api dihalamannya. Memory ku pun mengembara mengingat masa kecilku yang indah, karena aku juga pernah bahagia seperti anak anak itu. Aku pun tersenyum namun kecut sambil menggelengkan kepala karena aku sadar itu semua sudah berlalu. Aku pun masuk dan tertidur lelap.
Pagi raya aku pun bangun pukul 05.00 wib tepat saat alarm yang ku pasang berbunyi. Aku pun sholat subuh kemudian memanasi masakan ku tadi malam lalu bersiap siap untuk pergi sholat eid. Sholat eid berjalan sangat khidmat dan tertib. Setelah selesai para jemaah pun bubar dan kami saling bersalam salaman dengan mengucapkan selamat lebaran minal aidil walfaizin mohon maaf lahir san batin. Aku sangat bahgia saat moment ini bersalaman dengan para jemaah dan tetangga di tempat yang ramai ini. Aku merasa seperti berkumpul bersama keluarga ku. Namun kesunyian itu datang lagi saat aku membuka pintu rumahku. Yang ada hanya kehampaan. Aku berbalik dan melihat lagi rumah yang ada di seberang jalan. Entah kenapa beberapa hari ini rumah itu begitu mencuri perhatianku. Aku melihat mereka saling bersalaman sungkeman serta berpelukan. Aku hanya memperhatikannya dari rumahku. Dan tanpa terasa ada butiran bening yang membasahi pipiku. Aku pun mengusapnya dan bergegas masuk kedalam rumah serta menutup pintu. Saat hendak masuk kekamar mataku tanpa sengaja tertuju pada bingkai yang ada didinding. Aku pun mengambilnya dan membawa nya ke tempat tidur. Tempat tidur ini lah yang menurutku paling nyaman saat ini bagiku untuk menumpahkan seluruh emosiku.
"Kakek, nenek, emak, abah. Mika kangen sama kalian... Mika juga kangen dengan momen momen seperti dulu" ungkapku sambil mengusap usap bingkai foto tersebut. Di dalam foto itu ada kakek, nenek, emak, abah dan aku (si Mika kecil) saat itu aku masih berusia 5 tahun. Foto itu di ambil saat suasana lebaran saat para tamu belum berdatangan. Ya... dulu memang rumah ini tempat berkumpul para saudara dan kerabat. Setiap lebaran setiap tahunnya rumah ini selalu di penuhi para saudara yang berkunjung dari jauh ataupun dekat. Bila kerabat yang jauh selalu menginap disini. Selalu terdengar perbincangan orang dewasa yang sedang bernostalgia yang kadang bertemu setahun sekali. Dan juga selalu ada suara tawa anak anak kecil dan juga ada yang berkejar kejaran dengan riangnya. Namun semua itu tinggal kenangan. Yang ada sekarang hanyalah kesunyian bercampur sedih. Tanpa sadar aku pun menangis sesenggukan mengingat semua itu. Sesenggukan seperti anak kecil yang di marahi ibunya. Setelah lelah menangis beberapa menit akupun tertidur. Dan aku terbangun saat jam sudah pukul 13.00 wib. Aku pun bergegas membasuh mukaku dan bersiap siap pergi berziarah ke makam nenek, kakek dan kedua orang tua ku. Seharusnya sejak pulang aku melakukannya sejak pulang sholat tadi. Namun karena hati ku terlanjur sedih jadi aku pun lupa hingga sampai ketiduran. Sebelum pergi aku menyiapkan dulu beberapa piring ketupat beserta pelengkap lainnya untuk ku bagikan kepada para tetanggaku yang non muslim. Aku sudah melakukannya selama beberapa tahun ini. Bukan aku tidak ingin berbagi kepada yang muslim tapi menurutku mereka juga membuat makanan yang sama juga denganku karena mereka juga merayakan lebaran sama seperti aku. Tidak demikian dengan yang non muslim. Di daerah ku ini memang tidak semua nya beragama islam. Agama dan suku kami sudah bebeda beda disini bahkan juga ada orang tionghoa disini. Namun walaupun begitu kami tetap menghargai antara satu dengan yang lainnya. Seperti halnya saat ini aku membagi kan makanan saat hari besarku. Dan mereka pun akan membagikan bingkisan saat hari besar mereka. Aku sangat senang dengan keadaan ini. Bukan karena mereka membalas apa yang ku beri. Namun aku senang karena hal sesederhana ini saja sudah membuat kami bahagia dan hidup damai. Setelah selesai membagikan makanan aku pun segera pergi kemakam. Saat aku mengunci pintu....
Tin... tin... suara klekson mobil sangat mengagetkan ku hingga membuat kunci ini terjatuh. Aku pun membalikkan badanku dengan penuh tanya. Ada sekitar tiga mobil yang datang.'Mobil siapakah ini yang parkir di halamanku?' Bathin ku.
Aku terus menatapnya dan tak perlu menunggu lama orang orang yang ada di dalam mobil pun keluar dengan senyuman. Dan betapa terkejutnya aku melihat wajah wajah yang sangat aku kenal. Mereka adalah paman paman dan bibi bibi ku. Serta para sepupuku dengan keluarga kecilnya masing masing. Betapa bahagia nya aku dengan kehadiran mereka. Aku pun memeluk mereka sambil menangis bukan karena sedih justru karena bahagia dan bersyukur serta terharu betapa sayangnya allah kepadaku. Baru saja aku memikirkan mereka dan segala kenangannya allah langsung mengirimkan mereka sebagai kejutan manis di hari yang fitri. Setelah bersalaman dan berpelukan aku mempersilahkan mereka masuk dan menghidangkan seluruh hidangan yang telah kubuat. Dari kue, manisan, minuman dan makanan berat lainnya. Aku tidak perlu repot mencari kesana kemari lagi karena semua sudah tersedia. Aku menghidangkannya dengan antusias dan semangat.
"Ya ampun mik... banyak banget yang lu buat? Macam tau aja kita kita mau datang" celetuk salah satu abang sepupuku. Aku hanya tersenyum. Padahal ini kulakukan setiap tahunnya.
"Mungkin Mika sudah punya firasat kalau kita mau datang..." balas pamanku.
"Kalau ada yang kurang tinggal bilang aja ya sama Mika..." kataku
Dan aku duduk disamping bibi ku. Aku melihat ada kebahagiaan yang hadir saat ini.bahkan saat mereka bilang mau menginap disini. Aku sangat senang Kenangan saat ada nenek seperti muncul lagi hari ini. Di tengah perbincangan aku masuk ke kamarku karena handphone ku berdering ternyata dari temanku yang mengucapkan selamat lebaran. Setelah selesai aku mengecek wa ku ternyata ada beberapa pesan disana untuk mengucapkan selamat lebaran juga. Saat aku ingin meletakkannya tanpa sengaja ada satu notifikasi yang menarik perhatianku. Ternyata dari gmail sudah dari semalam karena aku kurang memperhatikannya. Ada pesan yang masuk d email ku. Saat aku baca betapa terkejutnya aku karena aku mendapatkan beasiswa ke Al azhar mesir dari kantorku. Aku pun membacanya perlahan dengan mata berkaca kaca. Aku langsung sujud syukur atas apa yang di berikan allah kepada ku. Bukan hanya satu tapi beberapa kejutan manis di hari yang fitri ini.
Terima kasih
Mohon maaf lahir bathin....