Jatuh Cinta pada Teman Sekamar
Hari pertama di kampus baru, aku merasa gugup. Aku pindah ke kota ini untuk melanjutkan studiku dan sekarang aku harus mencari teman sekamar. Setelah mengunjungi beberapa asrama, akhirnya aku menemukan satu tempat yang kosong.
Aku bertemu dengannya di asrama, dia adalah teman sekamarku. Awalnya, kami hanya saling menghormati dan menjaga jarak. Namun, seiring waktu berjalan, kami menjadi semakin akrab dan mulai berbicara tentang segala hal.
Aku mulai merasa ada sesuatu yang berbeda tentang dia. Aku merasa nyaman saat berbicara dengannya dan selalu merindukan kehadirannya ketika dia tidak ada di sana. Aku mulai menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya.
Namun, aku tidak berani mengungkapkan perasaanku padanya. Aku takut kehilangan teman baikku. Aku mencoba untuk mengabaikan perasaan itu dan mencoba untuk tetap bersikap seperti biasa.
Suatu malam, saat kami sedang menonton film bersama, aku berani untuk memegang tangannya. Dia membalas dengan tersenyum. Kemudian, tanpa berkata-kata, kami saling menatap dengan tatapan penuh arti. Aku tidak perlu lagi menyembunyikan perasaanku padanya. Dia juga menyukai aku.
Sejak saat itu, hubungan kami semakin dekat dan kami mulai menjalin hubungan yang lebih serius. Kami sering pergi ke kafe atau berjalan-jalan bersama di kampus. Kami belajar satu sama lain dan saling mendukung. Kami berdua tahu bahwa kami akan selalu ada satu sama lain.
Sekarang kami telah lulus dan melanjutkan hidup kami sendiri, tetapi aku akan selalu mengingat momen ketika aku jatuh cinta pada teman sekamarku, yang sekarang telah menjadi pasangan hidupku.