Setiap tanggal ulang tahunku, akan ada saja orang yang mencoba membunuhku. Entah dosa apa yang telah ku perbuat hingga hal itu terjadi.
Aku sudah melaporkanya kepada pihak berwajib, namun mereka tak ada yang mempercayaiku.
Karena aku adalah seorang anak yatim piatu yang miskin, jadi tak ada yang peduli jika ada seseorang yang mencoba membunuhku.
Aku harus melawan orang itu sendirian setiap di hari ulang tahunku, hanya aku sendirian dan tak ada satupun orang yang menolongku.
Dan sialnya, 2 hari lagi adalah hari ulang tahunku.
Namaku Amara Alova Putri, seorang gadis yang sebentar lagi berusia 23 tahun, yang sudah 5 kali mengalami percobaan pembunuhan.
***
Kring!
Jam alarmku sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu, namun aku masih tak menghiraukannya dan tetap terlelap dalam mimpiku.
GDor! GDor!
Suara ketukan pintu yang sangat keras membangunkan ku dari tidurku yang lelap, aku langsung berjalan ke arah pintu dan bersiap untuk memukul siapapun yang sedang berada di luar.
Bugh!
Pukulan tanganku yang sudah kulatih selama 3 tahun terakhir ini melayang tepat di wajah orang yang sudah mengganggu tidurku.
"Mara!!!"
"Apaan sih?"
"Apaan?? Barusan lo mukul jidat gue lo bilang apaan?!"
"Gausah lebay, ada apa?"
"Ada orang yang nyari lo"
"Siapa?"
"Mana gue tau! Sono temuin sendiri"
"Sial"
Kakiku melangkah ke arah luar gerbang, dan melihat seorang pria sedang berdiri tegap di samping motor Kawasaki ninja 250R nya itu.
"Ada apa, Dan?"
"Eh, Mar? Jalan-jalan yuk"
"Gak ada waktu"
Aku memutar tubuhku dan kembali masuk kedalam kamarku.
"Mereka bisa sesantai ini, sedangkan gue lagi waspada karena 2 hari lagi akan ada seseorang yang nge-bunuh gue"
Aku membaringkan tubuhku di kasur, dan menatap langit-langit kamarku.
"Kapan ini semua akan berakhir? Sampe gue tua? Atau sampe gue mati?"
Aku memejamkan mataku perlahan, dan tiba-tiba terlihat wajah seorang wanita di pikiranku.
Aku langsung menegakan tubuhku dan kembali menutup mataku.
Dan wajah wanita itu muncul kembali di pikiranku.
"Kaya pernah liat, dimana ya?"
Aku mencoba mengingat-ingat wajah wanita itu, dimana aku pernah melihatnya, ya?
GDor! GDor!
Lagi-lagi ada seseorang yang mengetuk pintuku, aku melangkahkan kakiku dengan cepat dan bersiap memberikan pukulan kedua kepada siapapun yang mengetuk pintu kamarku.
Krieet..
Saat aku ingin melancarkan seranganku, ternyata diluar kamarku tak ada seorang pun, lalu siapa yang baru saja mengetuk pintuku?
Aku berniat untuk kembali masuk ke dalam kamarku, namun saat aku ingin menutup pintuku, aku melihat ada selembar kertas di depan pintuku.
'2 HARI LAGI KAMU AKAN MATI, AMARA'
Tulisan di kertas itu langsung ku sobek dan kubuang begitu saja.
"Gak usah lo ingetin, gue juga uda inget"
Tunggu..gimana caranya dia masuk terus naro kertas itu di depan pintu gue?, kataku dalam hati.
Aku celingak-celinguk melihat sekitar, berharap orang itu masih ada dan akan kubunuh ditempat.
Namun nyatanya tak ada seorang pun di luar kamarku, aku mengepalkan tanganku dan memukul pintu kamarku dengan keras.
"Sakit juga ya kalo mukul pintu"
Aku kembali masuk kedalam kamarku dan memikirkan cara agar kali ini aku bisa selamat lagi dari percobaan pembunuhan yang dilakukan setiap hari ulang tahunku itu.
Tanpa kusadari, aku berfikir terlalu banyak sehingga otakku lelah dan aku pun mengantuk.
***
Kini telah pukul 16.28 dan aku baru terbangun dari tidurku, aku benar-benar ceroboh, disaat seperti ini masih bisa tertidur lelap.
Tapi tak bisa di pungkiri bahwa aku tadi sangat mengantuk, jadi tak ada gunanya jika aku terus menyalahkan diriku sendiri.
Aku melihat kearah jendela kamarku, kosong, tak ada sesuatu yang spesial kecuali pantulan cahaya sinar matahari yang mulai redup.
"Mungkin tahun ini adalah tahun terakhir gue untuk hidup"
Aku menundukkan kepalaku dan meratapi nasibku yang begitu malang sekali, kenapa aku bisa memiliki nasib yang begitu buruk.
Aku berjalan mengelilingi kamarku, dan terus saja memikirkan cara agar kali ini aku bisa selamat darinya, namun apalah daya, otaku tak bisa berfikir karena baru saja bangun dari tidur.
"Laper"
Aku belum makan sejak pagi, dan kali ini perutku sudah mengalami gempa bumi hebat, seluruh cacing dalam perutku semuanya meminta jatah makanan.
Kakiku melangkah kearah luar kamar dan berjalan kearah dapur, tanganku mencari makanan yang dapat ku makan untuk hari ini.
Namun yang kudapatkan hanyalah sebuah mi gelas yang mini dan hanya itu saja yang ada, mau tak mau aku hanya bisa memakan itu untuk hari ini.
Aku menyeduh sebuah mi gelas, dan mengambil sebotol air dingin yang ada di dalam kulkas, setelah itu aku kembali kedalam kamarku.
"Selamat makan"
Aku menyeruput mi gelas itu dengan perlahan, agar kenikmatannya bisa lebih lama kunikmati.
"Selesai"
Aku mengambil botol yang berisikan air dingin itu, dan aku segera meneguknya, air dingin itu mengalir di kerongkonganku.
Setelah makan dan minum, aku langsung berjalan ke kasurku dan membaringkan tubuhku.
"Udahlah, gak usah terlalu dipikirin"
Aku memejamkan mataku perlahan dan tertidur lagi untuk kesekian kalinya.
***
Pukul 23.45
Tok! Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan di jendela membuatku terbangun, aku langsung berjalan kearah jendela untuk melihat siapa yang mengetuk jendela kamarku.
Lagi-lagi secalik kertas tertempel pada kaca jendelaku, aku segera mengambilnya dan membacanya.
'AKU AKAN TERUS MENGAWASIMU HINGGA AKHIR HAYATMU'
"Sial"
Aku merobek kertas itu lagi dan membuangnya di lantai kamarku, aku melihat kearah luar jendela, dan tak ada yang terlihat selain pohon, bulan, dan tembok.
"WOY! KALO MAU NGOMONG YA DI DEPAN ORANGNYA LANGSUNG!"
Aku berteriak kearah luar jendela, dan tak ada yang menjawab, aku berteriak sendiri seperti orang gila.
Aku benar-benar sudah tak sanggup lagi menahan sabarku, jika aku tahu siapa orang itu, aku akan langsung mencabik tubuhnya dan membuangnya di kali Ciliwung.
Akhirnya aku tak bisa tidur setelah mendapatkan kertas dari orang itu, aku terus waspada dan melihat kearah setiap pojok kamarku, aku takut disaat aku lengah, ia malah menusuk tubuhku dengan pisau atau semacamnya.
***********************
Hai, maaf ya kalau ceritanya tak sebagus yang lain!
Aku mengikuti lomba ini dikarenakan lagi gabut, hehehe
Kebetulan aku memang suka menulis cerita, apalagi cerita yang berbau horor
Oya cerita ini terinspirasi dari film yang pernah kutonton, namun yang sama hanya judul ceritanya saja kok!
Untuk isi ceritanya sendiri, aku sudah memikirkannya dan kubuat sendiri.
Happy Death Day akan kubuat dalam beberapa chapt, jadi gak akan kubuat dalam 1 chapt, biar lebih keren aja, hehehe
Jangan lupa tinggalkan jejak ya:)
Salam, Nopz!