Di tengah rintik hujan yang turun di sore hari, aku meminum secangkir teh hangat sembari duduk santai didepan teras rumah. Tidak ada yang istimewa dihari itu, dengan hanya duduk seorang diri membuat pikiranku jadi kemana-mana.
Entah mengapa, aku pun kembali teringat dengan seorang wanita yang saat itu bisa dibilang juga sangat kusayangi. Cerita itu bermula ketika saat aku iseng bermain sosial media dan berkenalan dengan seorang wanita disana.
Awal pertama ketika aku mengenalnya, aku merasa bahwa wanita ini agak sedikit aneh. Dari sekian banyaknya
orang yang kukenal, hanya dia yang tertarik dengan hal-hal mistis atau sejenisnya. Mungkin karena itulah alasannya mengapa aku begitu sangat penasaran kepadanya.
Wanita ini juga mengatakan kepadaku bahwa ia tidak ingin mengirim pesan teks terlebih dulu kecuali aku sendiri yang memulainya. Dan ia hanya akan aktif dari pagi hingga sore sesuai dengan jam kerjaku disetiap harinya. Pernah kucoba untuk mengirim pesan teks pada saat malam hari dan tenyata ia memang tidak membacanya.
Hampir setiap hari kami selalu membahas tentang hal-hal mistis ataupun ghaib lewat aplikasi chatting tersebut. Namun ketika rasa penasaranku sudah memuncak, aku pun mulai memberanikan diri untuk bertanya tentang siapa dan dari mana tempat asalnya.
Tak berselang lama, ia pun menjawab pertanyaanku tadi dengan sangat singkat. Lewat aplikasi chatting dari akun yang bernama "Recycel" itu, ia hanya menuliskan kata, "Rez, Banjarmasin.".
Aku mulai mencoba memahami wanita ini. Karena sebelum-sebelumnya balasan pesan teksnya selalu panjang, saat membaca jawaban pesan singkat darinya itu aku pun mulai paham dan menahan diri untuk tidak lagi mempertanyakan soal pribadi kepadanya. Yang pastinya dia masih satu kota denganku walaupun aku kurang tahu tepatnya dimana.
"Apakah kamu sudah punya pacar?" Tiba-tiba saja ia mengejutkanku dengan pertanyaan yang seperti itu.
Karena niatku dari awal ketika bermain sosial media hanya sekedar iseng, maka aku pun langsung berterus terang kepada wanita tersebut bahwa aku sudah mempunyai istri dan juga satu orang anak.
Saat membaca pesan teks jawaban dariku, awalnya ia langsung merasa takut apabila istriku nanti tahu dan bisa jadi salah paham nantinya. Maka aku pun menjelaskan padanya bahwa istriku bukanlah tipe orang yang peduli dengan hal-hal yang seperti ini walaupun aku sendiri pun masih ragu dengan jawabanku sendiri.
Namun ketika itu juga, tiba-tiba saja wanita yang bernama "Rez" itu ingin melihat foto-foto pernikahanku. Dengan rasa yang sedikit bingung, aku pun tetap memenuhi permintaannya dan mengirimkan beberapa foto pernikahanku itu kepadanya.
Tidak berapa lama setelah aku mengirimkan foto pernikahanku padanya, tetap lewat aplikasi chatting tersebut ia pun kembali membalas pesan lagi.
"Kalau kamu baru kenal sama orang, harus hati-hati dan jangan sembarangan ngirim foto, ya!".
Ketika membaca pesan teksnya itu aku kembali menjadi bingung, sedikit rasa takut, dan bahkan juga malu. Aku seperti merasa dikerjai olehnya.
Tiba-tiba ia kembali mengirim satu pesan teks lagi kepadaku.
"Kamu ini sebenarnya orang baik, jadi hati-hati dan jangan terlalu akrab sama orang lain apalagi yang baru dikenal.".
Ketika membaca pesan teksnya yang baru, aku sungguh merasa seperti dipermainkan namun apa yang ia sampaikan itu semuanya memanglah benar dan sangat masuk akal terlebih dilingkup pertemanan sekitar saat sekarang ini.
"Aku tidak takut, karena kamu juga orang yang baik.".
Aku membalas pesan teksnya dengan penuh keyakinan dan semua kembali terasa sedikit mencair ketika ia juga merepon dengan nada yang kadang-kadang terasa konyol bagiku.
Sebenarnya aku masih sangat penasaran siapa wanita tersebut, namun karena takut dia menjadi risih aku pun tidak pernah lagi membahas sesuatu yang bersifat pribadi kepadanya.
Singkat cerita, aku pun semakin akrab dengannya walau minim akan informasi siapa dia sebenarnya. Dan ia juga selalu membalas chat-ku dengan sangat cepat, bahkan terkadang ia juga mengingatkanku agar fokus bekerja saja dari pada chatting dengannya.
Lambat laun ia pun mulai bertanya tentang keseharianku bahkan hubunganku dengan istriku dirumah. Aku pun menjawab dengan santai setiap hal yang dipertanyakannya tanpa mencurigainya.
Setelah berapa lama, tiba-tiba ia memutuskan ingin bertemu denganku namun disebuah toko buku dengan syarat masing-masing kami membawa satu teman. Tanpa pikir panjang aku pun langsung mengiyakannya.
Tepat pada hari yang dijanjikan, aku pun akhirnya bertemu dengan orang yang selama ini membuatku penasaran. Karena gugup, kami berdua tidak pernah mengobrol dan tetap memakai chatting sebagai alat komunikasi. Untungnya teman yang kami bawa bisa mencairkan suasana saat itu.
Di hari-hari selanjutnya, tiba-tiba ia mulai menyatakan cinta kepadaku. Hal itu membuatku menjadi sedikit bingung dan akhirnya aku pun juga mengatakan hal yang sama dengan nada asal-asalan karena mungkin ia juga hanya bercanda soal itu mengingat ia juga tahu bahwa aku juga sudah berkeluarga.
Bulan demi bulan berlalu tanpa ada alasan apapun, aku dan Rez akhirnya tidak pernah lagi saling chatting. Namun kenangan saat mengenalnya banyak memberikanku arti terdalam sebuah "Ikatan". Dan itu sungguh menyakitkanku, mempunyai ikatan itu sangatlah menyakitkan.
"Sayang, ayo masuk kedalam! Hujannya mulai deras,"...
Aku terperanjat ketika mendengar suara istriku dari dalam rumah.
"Iya, sayang,"...
Aku pun masuk dan menutup rapat pintu rumah agar tidak ada orang asing yang bisa memasukinya.
(TAMAT)
***