Pada bulan Agustus itu, aku merasa pilihanku memang sudah tepat adanya. Aku memilih dia menjadi tempat terakhir berlabuh nya perasaanku. Semua itu diluar dugaanku, ternyata tempat bersandar itu tidak tepat kenyataan nya. Aku termenung menatap diriku didepan kaca sembari pikiran yang berkecambang seolah berpikir keras, "sebenarnya wanita seperti apa yang kamu cintai?".
14 February 2023, dengan keberanian yang sudah aku siapkan jauh-jauh hari untuk memberikannya sebuah cokelat untuk kebahagiaan. Dengan senang hati dia menerima pemberianku dengan suka cita. Aku pun merasa banyak ribuan kupu-kupu menyerang hatiku dan pikiranku. Hari itu, tidak ada satupun pikiran buruk terlintas dipikiran dan benakku. Aku senang dapat berkomunikasi dengan dirinya, sampai-sampai aku lupa untuk sadar pada hatiku. Hatiku telah mengendalikan semua tubuhku termasuk pikiranku. Dan nyatanya itu awal dari kehancuran ku, aku terpaksa mengakhiri semuanya. Benar adanya, "bagaimana bisa kamu memaksa dirinya untuk selalu bersamamu?". "Dia hanya kasihan dan menghargai perasaanmu, dan kamu harus sadar untuk semua itu."
Pikiran buruk seketika terlintas di benakku. "Apa aku sebegitu buruknya, hingga dirimu sama sekali tidak menoleh ke arahku. Apa semua ini salahku? Atau salah menaruh perasaan lebih terhadapmu?".
Rasa perpisahan sekolah itu amat sangat tidak aku relakan. Kapan lagi aku akan bertemu menatap bola mata teduh milik mu. Damai yang dirasakan ketika melihat mu tertawa. Aku tidak pandai menceritakan tentang keindahan dirimu. Tapi yang ku tahu, kamu adalah salah satu tempat berlabuhku, bagaimana aku bisa melihat mu tidak bahagia dan kesulitan?
Aku tetap disini menunggu kembali nya nahkoda ku yang belum sempat menjadi nahkoda berkelana bersama ke samudera. Samudera yang ditunggu selalu menjajikan, aku akan menunggumu seperti ombak yang akan tetap datang kapan saja. Batu karang tersapu ganas nya ombak laut tetapi dia tetap berdiri kokoh walaupun terdapat keretakan ringan.
Kapan aku tidak pernah percaya terhadap kemampuan mu? Jika tuhan mengizinkan kita bersama, mungkin akan ada takdir terbaik untuk kita menjalani kehidupan bersama. Dua pasang kaki saling bertaut dengan arah tidak teratur dengan senyum lepas menghiasi wajah kedua nya tanpa beban sedikitpun sembari menunggu cahaya matahari yang tenggelam memancarkan sinar jingga-orange. Dua insan duduk sembari merengkuh pinggang menatap indah nya ciptaan tuhan sembari berkata, "senja-ku akan tetap bersamaku. Walaupun moonlight sebentar lagi akan muncul dan berganti sunrise."
Senja atau sunset, yang selalu kamu tatap gemar. Namun kamu menyukai ketenangan (moonlight).
"Sunrise-ku,aku tidak bisa memilih salah satunya. Keduanya sama-sama indah jika diperhatikan seksama. Aku akan memilih sunrise, kedatangan yang disambut dengan penuh suka cita, mentari datang membuat semua orang mulai beraktivitas dengan segala urusannya."
-cintaku....