Di sebuah toko bunga ada dua bunga yang ditempatkan di sebuah tempat khusus yang terpisah. Bunga itu diletakkan berdampingan namun, mereka sangat terlihat kontras. Yang satu adalah bunga mawar langka berwarna merah kombinasi pink dan yang satunya adalah bunga Melati Java yang belum berbunga.
Hari itu, jam 10.00 pagi, belum ada pengunjung yang datang. Sang pemilik toko sedang menyiram dan memeriksa bunga-bunganya. Sang pemilik sangat senang salah satu bunga terbaiknya mekar dengan sempurna.
“Kalau pengunjung datang mawar ini pasti akan jadi rebutan,"ucap pemilik toko sambil tersenyum. Ia merapikan letak pot bunga mawarnya dan berlalu pergi melewati bunga Melati Java begitu saja.
Tak ada seorangpun yang tahu kalau bunga-bunga itu juga memiliki kehidupan dan perasaan seperti manusia. Sang melati bersedih ketika ia diabaikan oleh pemilik toko. Sementara sang mawar berdiri menyombongkan dirinya.
“Hei melati cepatlah tumbuh dan berbunga seperti ku. Lihatlah aku yang telah tumbuh sangat cantik. Semua orang akan menyukai keelokan ku ini. Jika kau tak berbunga juga kau mungkin akan ditelantarkan di tempat kumuh bunga-bunga rendahan itu,”ucap bunga mawar merendahkan bunga lainnya.
“Aku butuh waktu untuk berbunga. Pemilik toko pasti tahu tentang itu. Dan juga jangan menghina bunga-bunga lainnya karena, mereka juga akan tumbuh sepertimu,”jawab melati membantah.
“Ah ya sudahlah kau terlalu rendah hati,"tukas Mawar kesal karena diberi nasehat.
“Bukan begitu mawar .Kau tak akan mengerti kami. Jangan sombong akan kecantikanmu kita para bunga akan segera layu dan akhirnya juga akan dibuang.”
“Iya, setidaknya aku kan sudah pernah menjadi bunga yang populer". Bantah Mawar dengan sombongnya.
Melati Java tak menyambung lagi perdebatan mereka. Ia memilih berdiam diri dan berfokus untuk membuat dirinya menjadi lebih baik.
Tak lama pengunjung pun tiba. Salah seorang lelaki muda membawa putrinya ke dalam toko kemudian, dilanjutkan dengan seorang sosok wanita tua bersama anak gadisnya yang juga memasuki toko bunga itu.
“Ayah- Ayah lihat bunga mawar itu cantik Sekali aku mau memilikinya ,” Ucap gadis cilik langsung menghampiri mawar.
Gadis cilik itu mengambil kasar
pot bunga mawar dan membawanya ke kasir.
Lagi-lagi bunga melati diabaikan oleh orang-orang yang terpesona dengan mawar.
Melati terus bersabar dan berjuang untuk membuat dirinya semakin bagus.
Nenek yang baru saja memasuki ruangan itu berjalan mengelilingi ruangan. Iya tampak menikmati ruangan bunga itu. Ia pun berjalan mendekati Melati. Iya membelai melati dan tersenyum dan kemudian membawanya ke kasir.
Melati sangat senang dengan itu. Akhirnya ada juga yang akan membelinya. Mereka kembali diletakkan berdampingan di atas meja kasir.
“Hey melati... akhirnya kita berdua dibeli,” seru bunga Mawar antusias.
“Iya aku sangat senang akhirnya aku memiliki pemilik," jawab Melati dengan riang.
“Eh... tapi sepertinya kau terlihat kasihan. Kalau dibeli seorang nenek tua dia tidak akan bisa merawat mu." Ucap Mawar yang lagi-lagi mencemooh Melati.
“Jangan berkata begitu harusnya kamu mendoakan aku supaya baik-baik saja,” ucap Melati Java yang lagi-lagi menasehati Mawar yang sombong.
“Aku terlalu sibuk untuk mendoakanmu. Sangking bahagianya aku sangat ingin berbunga lagi. Pasti nanti aku akan berbunga lebat memiliki pemilik seorang gadis cantik seperti dia.”
“Semoga saja terjadi seperti apa yang kau katakan,” Ucap Melati dengan ramah.
Meski dia dibeli oleh seorang nenek tua Mmelati tetap merasa bersyukur dan bahagia. Sedangkan Mawar semakin menyombongkan dirinya.
Sore hari pun tiba, perjalanan mereka Lumayan jauh. Setelah sampai di rumah Melati pun disiram dan diberi pupuk oleh sang wanita tua itu dengan sepenuh hati. Sang nenek meletakkan Melati di dekat jendela kamar miliknya.
Di sisi lain seorang gadis cilik yang membeli Mawar langsung membawa mawar ke dalam kamarnya. Ia juga meletakkannya di depan jendela kamarnya namun, gadis cantik itu langsung pergi meninggalkannya tanpa menyirami Mawar terlebih dahulu.
Mawar terlihat sangat layu ia sangat lelah dan membutuhkan air. Akan tetapi, hingga malam pun tiba gadis itu tak kunjung kembali untuk melihatnya.
Pagi pun tiba, sang gadis pun datang untuk melihat Mawar. Ia membelai kelompok bunga Mawar serta membukakan tirai jendela kamarnya.
Gadis cilik itu berdiam diri sejak di dekat Mawar lalu mengulurkan tangannya kembali untuk menanggalkan beberapa kelompok bunga Mawarnya.
Sedangkan di samping rumah si gadis cilik itu tampaklah seorang wanita tua yang sedang menyirami bunga. Mawar melihat di jendela itu juga ada sebuah pot bunga. Ternyata bunga itu adalah melati. Sepertinya mereka sangat berjodoh sehingga mereka pun kembali berdekatan.
Melati yang sedang disirampun tampak terlihat segar dan mulai berbunga.
Melati java Juga tak sengaja melihat ke arah mawar.Ia melihat Mawar yang tampak seperti sudah mulai tua dan layu padahal mereka baru berpisah kemarin. Melati mencoba menggerakkan beberapa helai daunnya bermaksud ingin menyapa si bunga Mawar. Mawar yang melihat lambaian Daun Melati pun bukanya bahagia, dia malah merasa sedang di cemooh. Ia memalingkan pandangannya. Dan melihat tubuhnya sendiri yang sudah semakin kering. Sedangkan gadis itu pun pergi ketika ia dipanggil oleh Ayahnya.
Dua hari kemudian melati sudah menjadi bunga yang sangat indah yang memiliki banyak bunga berwarna putih dan aroma yang khas.
Kembali dengan mawar, mawar semakin tampak layu dan sekarat. Tak tampak sang gadis kecil itu sehari pun merawat mawar. Ia hanya membelai bahkan terus menanggalkan beberapa kelopak bunga mawar di pagi dan sore hari.
Melati terlihat iba melihat mawar yang akan mati. Tampak Kini mawar sedang bersedih. Melati ingin sekali menghibur mawar akan tetapi jarak mereka terpisah lumayan jauh.
Keesokan harinya mawar pun menggugurkan semua daun dan juga bunganya, warna yang tadinya cerah berubah menjadi coklat kehitaman. Di detik terakhir Mawar teringat akan kesombongannya dulu. Ia menyesal namun rasa gengsi membuatnya enggan mengakui kesalahannya.
Dan cerita pun akhirnya TAMAT........
Semoga kalian terhibur dan mendapat manfaat dari cerita ini 😊😊😊