18 November 2022
Namaku Wira Adara, biasa dipanggil Dara. Anak remaja kelahiran bulan awal tahun 2007 yang sekarang sudah memasuki kelas 10 di SMA Jaya. Kehidupanku setiap hari diisi dengan hal-hal yang sangat tidak menarik, seperti saat ini contohnya.
Hari ini cuaca sangat panas padahal baru pukul 09.30 wib. Banyak dari teman-teman di kelas yang bangkit dari tempat duduknya untuk pergi ke kantin. Tidak sedikit pula mereka yang makan dan minum tanpa mempedulikan butiran keringat di seluruh badannya. Sungguh pelajaran olahraga tadi sangat melelahkan.
Aku membuka tas untuk mengambil seragam dan sabuk.
" Ra, barengan ya ke kamar mandinya." Ucap teman di belakang tempat dudukku , Layla Deandra. Aku hanya mengangguk.
Kita berjalan beriringan, di luar tidak banyak murid yang berlalu lalang. Namun saat aku melewati aula, banyak orang di dalam sana. Sepertinya itu anak-anak kelas 12, mereka baru selesai melakukan sesuatu di dalam sana.
Dan ada satu orang yang pertama kali keluar dari ruangan itu. Seorang laki-laki dengan masker putih. Ia melihat ke arah kita!
Aku dan Layla sedikit menunduk sopan, kakak itu masih menatap dengan tatapan yang lembut. Aku tahu dia tersenyum ramah saat ini.
Tak lama laki-laki itu pergi, begitupun dengan aku dan Layla. Saat itu juga aku hanya bisa mengingat nama kakak itu dari nama yang terpampang di seragamnya, Kevin Apriliano. Mungkin dia lahir di bulan April, sepertinya.
21 November 2022
Jam istirahat pertama tinggal beberapa menit lagi, aku sudah tidak tahan untuk segera beranjak dari bangku ini. Perutku sudah mulai keroncongan ditambah lagi dengan adanya pelajaran matematika. Aku sudah tidak bisa fokus lagi.
Kringgg...kringgg...
Akhirnya!
Pak Andi selaku guru matematika di kelasku memberi salam, dan dinyatakan pelajaran ini sudah selesai. Aku segera beranjak untuk mencuci tangan di kran yang tersedia di depan kelas. Setelah itu aku langsung membuka bekal. Seperti biasa sebelum makan harus membaca doa dulu.
Nasi dengan lauk telur mata sapi dan oseng kentang, aku agak kecewa dengan makanan yang disiapkan nenekku hari ini. Sudah berapa kali aku bilang tidak suka kentang, tapi tidak apa lah yang penting makan. Sambil makan, aku sesekali melihat keluar kelas melihat anak-anak yang berlalu lalang.
"Uhukk uhukkk"
aku segera mengambil air minum dan meminumnya dengan cepat.
" Ra, Lo kenapa? Hati-hati dong." Ucap Layla disampingku sambil menepuk-nepuk punggung ku.
Aku menunjuk ke arah luar pintu kelas. " La, bukannya itu kakak kelas yang kemarin ya?"
" Siapa? Nggak ada tuh."
" Tadi ada, La. Sudah lewat lah." Saut ku.
" Terus kenapa Lo sampai tersedak gitu?" Aku terdiam dengan pertanyaan nya. Iya juga ya padahal biasa saja. Aku berpikir ini hanya berlebihan saja.
22 November 2022
Di jam pelajaran pertama tidak ada guru yang masuk kelas, hal ini membuatku dan teman-teman senang. Hal ini aku gunakan untuk membuka medsos.
Ngomong-ngomong tentang media sosia, aku jadi penasaran dengan kakak kelas yang aku temui kala itu. Aku mencoba mencari namanya di tanda search.
'Kevin Apriliano'
Ketemu!
Beruntungnya ternyata akun ini tidak privat. Namun... tidak ada postingannya. Mungkin orang ini seleb ya?
Aku mencoba mencari akun yang dia ikuti, dan di sana tertera nama grup kelas 12 IPS 2. Dan ternyata dia salah satu murid di kelas itu. Banyak sekali foto dan bahkan video random yang di posting.
Aku menemukannya! Kakak kelas dengan masker putih kemarin. Dan anehnya orang itu selalu memakai masker. Aku heran, heran dengan wajah aslinya. Aku mulai mengikuti akun medsos milik kakak kelas itu menggunakan akun ku yang palsu.
25 November 2022
Lagi dan lagi, selalu saja jika ada kegiatan pasti cuacanya panas. Hari ini di bawah terik matahari pagi, seluruh warga sekolah melakukan upacara memperingati hari guru. Hari ini benar-benar sangat dipersiapkan. Mulai dari pembawa acara, dan yang bertugas, semuanya sangat perfect.
Sampai dibagian akhir mereka menyanyikan lagu khusus untuk lara guru di sekolah ini. Jujur aku tersentuh, banyak dari teman-teman ku dan juga dari kelas lain yang tak segan-segan untuk mengeluarkan air matanya. Bahkan guru-guru di depan sana terus menerus menangis terharu. Dari kegiatan ini aku jadi merasa beruntung memiliki guru yang telah mengajariku dari kecil hingga sekarang.
Di akhir acara, semua murid-murid bergiliran untuk bersalaman dengan guru-guru. Aurel, salah satu temanku menarik lenganku untuk merebut barisan.
" Eh Rel!"
" Udah diam aja, Lo mau ngantri sebanyak itu?" Aku diam tak menanggapi perkataannya.
Setelah lama aku bersalaman dengan semua guru-guru amdan akhirnya selesai juga. Aku sedikit melirik ke belakang untuk melihat Aurel di belakang ku.
Deg!
Kakak kelas itu lagi.
Aku cegat tangan Aurel saat ia selesai bersalaman dengan guru-guru. " Rel, tungguin gue ya? Bentar aja."
Aku tak mempedulikan tatapan Aurel yang heran. Dan aku juga tida tahu mengapa dengan diriku. Rasanya ini seperti aku sedang dikendalikan oleh sesuatu.
Tatapanku terpikat oleh kakak kelas bermasker putih yang sedang turun setelah bersalaman dengan guru-guru. Dengan cepat aku menghampirinya. " Kak Kevin!"
Ia menoleh!
" A-aku boleh minta nomor telepon?"
" Hah?"
Tidak! Astaga apa yang aku lakukan. Aku langsung lari untuk kembali ke kelas lari dan lari. Tanpa mempedulikan kakak kelas itu yang masih menatap ku dengan heran. Bahkan Aurel! Aku lupa dengannya!
Sesampainya di kelas aku menghembuskan napas berkali-kali.
" Gila! Gw gila!"
...
Hari demi hari telah berlalu dan berjalan dengan sedikit baik. Dan sampai sekarang aku masih saja mencari tahu tentang wajah asli dari kakak kelas bermasker putih itu. Namun hasilnya nihil, tidak ditemukan.
" Ra, Lo kenapa merenung terus?" Tanya Nana, temanku. Aku hanya menggeleng cepat.
" Ituu si Dara kepikiran kakak kelas masker putih." Timpal Layla, dan langsung aku tonyor mulut cepunya itu.
" Hayooo siapa itu?" Tanya Nana penasaran.
" Lo gak akan tahu, Na. Gue aja sampai sekarang nggak tahu wajah asli orang itu." Ucapku.
" Siapa namanya? Nanti aku bantu."
" Kevin Apriliano, XII IPS 2."
Kulihat wajah Nana sedikit kaget dengan perkataan ku tadi. "Kenapa, Na?"
" Kak Kevin? Itu kakak kelas gue waktu SD dulu. Gue gak nyangka orang yang Lo cari itu dia, Ra."
Aku tambah kaget dengan yang dikatan oleh Nana. " Kok Lo nggak bilang dari dulu, Na?!"
" Lah Lo nggak tanya."
Dan akhirnya aku, Layla dan juga Nana pergi ke kantin melewati mushola. Karena jalur itu dekat dengan kantin. Disana hanya ada beberapa orang yang berwudhu.
" Ssst Ra, Dara!" Panggil Nana berbisik. Aku menoleh dan menatap dengan heran. " Itu si Kevin!"
" Hah mana?!" Tanyaku spontan.
Mulutku langsung dibekap oleh Nana. " Jangan keras-keras!" Aku mengangguk.
Nana menunjukkan jari telunjuknya ke arah satu orang dengan baju yang ngepas dibadannya, serta style potongan rambut pendek. Dan kali ini tanpa memakai masker.
Benar! Sangat mirip dengan orang itu. Tapi kenapa aku tadi tidak kepikiran ya. Ah tidak tau lah.
Aku terus menatap kakak kelas itu, kak Kevin tanpa masker. Sekarang aku mengetahui wajah aslinya.
" Kenapa pakai masker terus? Padahal ganteng."
4 April 2023
Setelah hampir 2 Minggu dari kegiatan ujian terakhir yang dilaksanakan seluruh murid kelas 12, sekarang mereka tidak terlihat lagi di sekolah ini. Parkiran sangat berkurang tanpa adanya mereka. Dan juga tidak ada kak Kevin yang selalu lewat di depan kelasku.
Aku sekarang benar-benar merasa kehilangan sesuatu dipikiranku. Sampai akhirnya aku menulis cerita singkat ini. Dan berharap semoga cerita ini bisa tersampaikan kepada sesosok yang aku ceritakam
Selamat menempuh perjalanan baru, kak Kevin.