Hari Sabtu, seorang gadis berseragam SMAN Favorit, Di Jakarta. Pulang sekolah, mengendarai mobil matic-nya.
Siang hari. Langit terlihat cukup mendung, matahari menyembunyikan diri dibalik hitamnya awan tebal, angin bertiup sepoi-sepoi terasa sejuk.
Tak lama kemudian, setitik air hujan jatuh di keningku. Aku pun menambahkan kecepatan motor matic ku.
Tapi tiba-tiba saja motor ku mendadak berhenti di tengah jalan yang sepi, di temani tetesan air hujan yang semakin deras ditambah lagi dengan suara Sambaran petir. Membuatku semakin lelah dan kesal.
"Sial. Motor mogok, dan kehujanan lagi"
Kata seorang gadis itu marah-marah sambil menendang ban motornya, bernama Citra berumur 14thn bersekolah di SMAN Favorit Di Jakarta, kelas 11 IPA 2.
Aku pun mulai, mendorong motor metic ku yang mogok. Di pinggir jalan yang sepi, dengan kondisi basah kuyup, sambil mengerutu menyalahkan keadaan.
"Hugh...Jika motor ku tidak mogok, aku pasti sudah ada di rumah. Duduk di depan televisi, sambil menyeruput secangkir coklat panas...Huh... Enaknya..."
Kata Chika menelan ludahnya sendiri, sambil membayangkan secangkir coklat panas.
Sebuah mobil sport mewah berwarna silver black, menerjang genangan air di pinggir jalan mengenai wajah Citra yang sedang melamun memikirkan secangkir coklat panas.
Citra sangat marah, melihat wajahnya di kaca spion motor yang kotor terkena lumpur genangan air.
"Woy! Jangan Kabur!!"
Teriak Citra, geram dan melemparkan salah satu sepatunya, mengenai kaca mobil sport mewah itu.
"Woy br*ngs*k, dasar pengecut yang suka lari dari tanggung jawab"
Tambah Citra, berteriak memaki-maki orang asing yang mengendarai mobil sport.
Entah Kenapa? Mobil sport mewah itu, berjalan mundur. Menghampiri Citra yang sedang mengomel, seorang pria yang mengemudi mobil itu menurunkan kaca mobil depannya menatap kearah Citra.
DORRR...hati ku seperti, tersambar petir. Ternyata orang yang aku hina habis-habisan itu adalah cowok yang aku sukai.
Namanya Gery, berusia 16thn. Cowok idaman setiap perempuan di SMAN Favorit, Jakarta. Dia adalah ketua osis dan kakak kelas ku. Bagi ku Gery itu cowok yang sempurna, tampan, kaya, baik, dan juara satu olimpiade.
"Maaf gak sengaja" Kata Gery
Matanya menatap ku, dengan perhatian. Saat dia duduk di depan setir mobil, dia terlihat sangat keren dan tampan.
Membuat jantungku berdebar-debar, Aku memasang wajah konyol, tersenyum lebar menatap Gery yang dari tadi bicara kepada ku tapi aku mengabaikannya, karena aku terpesona dengan wajah tampannya itu.
"Pip...Pip!!!" Suara klakson mobil sport, itu terdengar keras, membuyarkan lamunanku.
Aku pun, tersadar. Ternyata sejak tadi aku tidak mendengarkan apa yang dikatakan Gery. Dan sibuk menatap wajah tampannya.
"Uh...huk...uhuk! sebagai permintaan maaf, aku akan mengantarmu pulang"
Kata Gery, melihat kearah ku yang sedang mendorong motornya dan wajahnya yang terkena lumpur genangan air sedang tersenyum lebar menatap ku.
"Tidak-tidak perlu minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf. Karena berbicara tidak sopan, kepada kakak osis."
Kata Citra, dengan suasana hati yang gugup
"Hufft..." Membuat nafas berat, keluar dari mobilnya sambil memakai payung. Berjalan menghampiri Citra.
"Aku minta maaf, sudah membuat wajah mu kotor karena terciprat genangan air itu." Kata Gery, berdiri di depan Citra.
Sambil memayungi ku, Gery mengusap dengan lembut lumpur yang ada di pipiku dengan sapu tangannya.
"Ti...tidak...ap...apa-apa.." Kata ku, super gugup karena Gery yang sangat perhatian, mengusap wajah ku, dengan tatapan mata penuh kasih sayang.
Batin Citra* Ya Tuhan...Aku mimpi apa semalam?. Di perhatikan oleh cowok yang selama ini, aku sukai.
Diam-diam aku menyukainya, aku tidak pernah menyapa, apa lagi mendekatinya.
Aku terlalu takut, untuk bersaing dengan Mayra, pacarnya Gery. Mayra cewek cantik, kaya dan sombong.
Dia adalah saingan terberat ku, Aku hanya bisa memendam perasaan ini dalam-dalam.*
Setelah itu, Gery menatap ponselnya. Sedangkan aku, seperti orang gila. Suhu tubuhku panas-dingin, rasanya aku ingin berteriak keras, melepaskan perasaan ku yang kacau seperti orang mabuk cinta.
"Aku akan mengantarmu pulang, tinggalkan saja motor mu, di samping jalan. Aku sudah memesan tukang bengkel, untuk menservis motor mu." Kata Gery, selesai menatap ponselnya.
"Terimakasih Kak Gery, kau tidak perlu mengantarku pulang! Aku bisa memesan taksi online," kata ku, mencoba untuk tidak merepotkan nya.
"Jika kau menolak bantuan ku, maka aku akan marah kepada mu!". Kata Gery, membujuk ku. Dengan memasang wajah cemberut, bagi ku wajah cemberutnya itu lucu seperti anak kecil yang keras kepala.
"Baiklah, sepertinya aku tidak bisa menolak bantuan mu" Kata ku, tersenyum kecut.
Gery tersenyum kepadaku, dia memayungi langkah kaki ku, dan membukakan pintu mobil untuk ku. Gery kembali duduk, mengemudi mobil sport-nya dengan kecepatan sedang.
Deg...Deg...Deg... Jantungku berdebar-debar, menatap wajahnya yang sedang serius mengemudikan mobilnya, terlihat sangat cool dan keren. Aku tidak bisa bicara, suasana menjadi hening.
Entah kenapa? Ada sebuah mobil Lamborghini berwarna merah yang berhenti, menghadang mobil Gery.
Di tengah derasnya hujan, seorang wanita keluar dari mobilnya, mengetuk kaca mobil Gery. Dengan wajah kesal Gery menurunkan kaca mobilnya. Ternyata wanita itu adalah Mayra, pacarnya Gery.
"Gery! Sejak kapan kau menjadi dekat dengan-nya!!" Tanya Mayra menahan amarah menatap, kearah Citra.
"Itu bukan urusan mu, jika aku dekat dengan siapapun." Kata Gery merasa kesal, memalingkan wajahnya, dari Mayra
"Gery, aku ini pacar mu! Aku tidak suka jika kau bersama wanita miskin itu!!" Kata Mayra mengejek Citra.
Gery keluar dari mobilnya, dengan marah mendengar Mayra yang sedang mengejek Citra. Di ikuti dengan Citra yang sama-sama keluar dari mobil.
"Jaga mulut mu!" Kata Gery mengertak, menatap tajam kearah Mayra.
"Seharusnya aku yang marah. Kau pacaran dengannya, di jalan sepi. Mengusap wajahnya, memayunginya, membukakan pintu mobil untuk nya...Apa maksud semua itu! Katakan!!!" Kata Mayra meminta penjelasan dengan nada emosional.
"Berani-beraninya kau, mengikuti ku?!" Bentak Gary, marah besar.
Sedangkan Citra, hanya bisa diam. Merasa bersalah, berdiri di sebelah kiri mobil, sedangkan Gary dan Mayra saling bertatapan mata.
"Kau selalu mengawasi ku, tidak pernah mempercayai ku. Dan kau juga memanfaatkan ku". Tambah Gary, melampiaskan amarahnya, dengan cara menendang mobil di depan Mayra.
"Aku tidak mengerti, apa yang kau katakan!!" Kata Mayra mulai, gugup jika rahasianya yang dia tutupi selama ini akan terbongkar.
"Cinta mu palsu. Kau hanya mencintai ku, karena perjanjian yang di buat ayah mu, untuk bisa menjadi partner bisnis perusahaan ayahku." Kata Gary, emosi yang meledak-ledak.
"Dari mana, kau bisa tahu?" Kata Mayra terkejut.
"Maaf, Kak Mayra, sudah cukup kau memanfaatkan Kak Gery" Kata ku (Citra) yang berani mengaku,
"Dasar wanita miskin!!! kau berani meracuni pikiran Gary!" Kata Mayra emosi, berjalan kearah Citra. Rasanya ingin ku cabik-cabik mulut Citra sialan itu.
Mayra mengangkat tangannya ingin, memukul wajah Citra. Tapi di tahan oleh Gary, menatap tajam antara Mayra dan Gary.
"Sekarang kita putus. Pergi jauh-jauh dari sini! karena aku tidak ingin melihat wajah mu lagi!!" Kata Gery.
Membuat Mayra kecewa, sedih dan pergi mengendarai mobilnya dengan rasa malu.
-------
Flashback On
Di dalam mobil, satu jam yang lalu Sebelum Mayra datang menghadang mobil Gery.
Citra mendapatkan rekaman suara dari Aldo temannya, yang sangat dekat dengan Mayra, malah mendapatkan bukti bahwa Mayra hanya memanfaatkan Gary. Yah Aldo, pria yang sedang mengejar Mayra dan teman Citra dari kecil sampai sekarang.
Chika, menyuruh Gary mendengarkan rekaman suara itu dengan headset sambil menyetir mobil.
Gary yang sudah tahu, rahasia Mayra. Terkejut dan sangat marah...
Flashback Off
Sekarang hanya ada, Citra yang memasang wajah sedih, merasa bersalah karena membuat hati Gary terluka. Dan hujan masih sama derasnya, membuat aku dan dia basah kuyup.
"Maaf aku telah, membuat Kak Gary. Patah hati" Kata Ku dengan suasana hatiku yang hancur.
"Kau tidak salah, orang yang salah selama ini adalah aku" Kata Gary, sedih
"Aku tidak bisa melihat, jika kau selama ini mencintai ku. Dengan tulus" Tambah Gary
"Sebenarnya Aku, menyukai mu. Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini datang, Aku menyukai mu, karena kau berbeda dari yang lain. Setiap wanita yang dekat dengan ku, mereka hanya menyukai harta dan status ku."
Kata Gery, membuat ku terkejut mendengarnya,
rasanya aku seperti tersambar petir. Dan tetesan deras air hujan ini menjadi saksi mata kejadian ini.
"Kau tidak pernah menyapa ku, cuek, dan tidak memanfaatkan ku. Dan sebenarnya aku tahu jika kau menyukai ku" Tambah Gery, tersenyum menatap ku.
Aku bingung, harus berkata apa? aku merasa gelisah. Saat dia sudah mengetahui isi hati ku.
"Maukah kau, menjadi pacarku." Tambah Gery memegang kedua tangan ku, yang sedang gugup, gemetar hebat.
Ya Tuhan, apa ini yang namanya cinta. Apa aku sedang bermimpi? Cowok yang selama ini aku sukai diam-diam. Dia menyatakan cintanya kepada ku!
"Citra, I Love You!!!" Kata Gary, sambil bertekuk lutut, menggegam tangan kanan ku
"...I Lo..Love...You..Too" Kata Citra dengan gugup, menatap Gery yang mencium tangan ku dengan manis.
Gary, memelukku dengan erat. Merasa sangat bahagia, mendapatkan cinta yang tulus.
Hati ku, merasa sangat bahagia di temani rintikan hujan yang semakin mereda, setelah hujan pergi. pelangi datang membuat hidupku lebih berwarna bersama Gary, menatap indahnya mentari pelangi.
Tamat...