Reya, siswi kelas 2 SMA yang selalu dibully oleh teman sekelasnya sendiri. Sebut saja T.
BRAK!
Reya didorong oleh T dan teman²nya "Dasar menjijikan, beraninya kau menyenggol ku!" bentak T "M-Maafkan aku, aku tidak senga-", "Siapa yabg menyuruhmu untuk bicara sialan?!" seru T. Ia pun menginjak kaki Reya lalu meninggalkan Reya.
"A-Aku.. harus kembali ke k-kelas.." gumam Reya, ia mencoba berdiri, meski agak sakit "Ah, sepertinya terpelintir.." gumam Reya lagi.
_Kelas_
"Selamat pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru, sialhkan masuk dan memperkenalkan diri." ucap wali kelas mereka. Anak baru itu masuk "Alvian, salam kenal." ucap anak baru bernama Alvian itu. "Dia sangat tampan!", "Ah, aku berharap memiliki pacar sepertinya", "Tampan sekali!" begitulah gumaman siswi-siswi di kelas.
'Anak baru ya? Bersiaplah Reya, kau mungkin jadi sasarannya..' ucap Reya dalam hati. "Baik Alvian, silahkan duduk di belakang sana" ucap wali kelas mereka sambil menunjuk tempat yang akan diduduki oleh Alvian.
Alvian pun berjalan ke tempat duduknya lalu duduk. "Baik anak-anak, buka halaman 120."
_Istirahat_
PLAK! BRAK!
Reya di tampar lalu di dorong oleh T. "SIALAN! BERIKAN AKU UANGMU!" seru T. Seperti biasa, kalau istirahat pasti Reya dipalak. "A-Aku tidak ada uang.." ucap Reya "Pembohong! BERIKAN CEPAT!" ucap T lalu menjambak rambut Reya "A-Akhh!"
T pun merogoh kantong baju Reya dan mendapatkan uang 5 ribu. "Ini apa?! Sialan!" T pun melepas jambakannya, tapi sebelum pergi ia menampar lagi pipi Reya.
"Hiks.."
"Bangun." ucap seseorang sambil mengulurkan tangannya kepada Reya "Sekolah ini memang sama saja seperti sampah." ucap orang itu. Reya mengangkat kepalanya "A-Alvian?", "Ya, lalu apa yang kau lakukan disitu? bangun!" ucap Alvian, karena Alvian sedikit kesal tangannya itu diabaikan, jadi ia menarik Reya untuk berdiri
"Shh..!" lirih Reya "Kakimu terluka kah?" tanya Alvian "T-Tidak apa-apa." Reya pun melepas paksa tangannya yabg digenggam Alvian dan meninggalkan laki-laki itu.
"Sial, sekolah ini tak ada bedanya dengan sekolahku yang lama." ucap Alvian lalu berjalan ke arah yang Reya tuju
.
Reya berlari ke atap. Ia biasanya akan mengobati lukanya ataupun menenangkan dirinya disana. "Satu tahun lagi Reya, semangat." gumam Reya sambil memijit kakinya itu.
Brak!
Reya pun menoleh ke arah suara itu yang berasal dari pintu. "..." Reya diam dan melanjutkan memijit kakinya "Sekolah ini buruk, pindah sekolah saja sana. Sekolah ini lebih mirip neraka dibandingkan tempat untuk menerima ilmu." ucap Alvian. Alvian mendekati Reya yang sedang duduk itu "Aku tidak bisa pindah. Hanya sekolah inilah yang spp nya murah. Aku tidak punya uang lagi." ucap Reya
"Kalau begitu pindahlah ke kota lain. Mungkin spp sekolah di luaran sana ada yang lebih murah?" usul Alvian "Mudah bagimu, tapi sulit bagiku" ucap Reya lalu berdiri dan meninggalkan Alvian lagi.
"Hah.. kenapa aku ditinggal terus sih?" gumam Alvian lalu menyusul Reya (lagi)
_Pulang_
Hujan sedang menimpa kota itu dengan sangat deras. Mau pakai payung juga mungkin payungmu jadi rusak.
"Bagaimana caramu pulang?" tanya Alvian "Menerobos." ucap Reya "Kalau begitu mereka tidak bisa menindasmu besok." ucao Alvian "Tak apa, aku lebih memilih sakit dibandingkan ditindas seperti itu." ucap Reya "Itu bahkan lebih parah.." ucap Alvian
"Oh iya, dari tadi kita berbincang tapi aku tak tau namamu, siapa namamu?" tanya Alvian "Reya." ucapnya singkat lalu menerobos hujan itu (Alpian ditinggal)
"H-HEI! Yaampun.."
>BESOK>
"Sepertinya dia tidak ma- ASTAGA DIA MASUK." Alvian berjalan masuk ke kelasnya dan melihat Reya sedang berdiam dimejanya. Ia menghampiri gadis itu "Kau pasti sakit kan sekarang?" tanya Alvian "Menjauhlah, nanti kau juga dibully." ucap Reya. Alvian aga menjauh dan duduk di kursinya
BRAK!
"Hei culuun~ Pinjem pr mu doong~~" pinta T, tanpa persetujuan Reya, T langsung membuka tas Reya dan mengambil pr Reya. "Ah, aku pasti dihukum pak Wendy (wali kelas)" gumam Reya. 'Apa aku bolos saja ya? Sepertinya itu bukan ide yang buruk.' Lalu Reya pun pergi ke atap.
Alvian melihat Reya yabg keluar kelas, ia pun membuntuti gadis itu seperti anak ayam.
Saat di atap, Reya langsung duduk di bawah lalu tiduran di lantai yang tak terlalu kotor itu. Alvian yang baru datang dan melihat itu pun menghampirinya.
Alvian duduk di samping kepala Reya, Ia pun memindahkan kepala Reya ke pahanya, Reya pun kaget "S-Siapa- ouh.. Menjauhlah.." pinta Reya, Reya juga ingin bangun dari paha Alvian, namun Alvian menahannya "Yuk bolos." ajak Alvian "Jangan gila, kau baru hari ke2 masuk! Jangan berulah!" ucap Reya "Tak apa, aku memang terkenal berandalan di sekolahku yang lama" ucap Alvian
Dan akhirnya Reya tertidur di paha Alvian, Alvian juga mengelus kepala Reya agar gadis itu tertidur dengan nyenyak. Mungkin kalau kalian melihat mereka mungkin akan mengira bahwa mereka pacaran, faktanya mereka adalah 2 insan yang baru kenal kemarin.
_Istirahat_
"Reya, bangun, ini sudah jam istirahat." ucap Alvian, ia membangunkan Reya dengan pelan. "Eungh.. Ah, aku pasti akan dicari oleh mereka.." ucap Reya "Biar aku yang pasang badan untukmu kali ini." ucap Alvian "Kau bisa jadi bahan bullyan mereka loh.. " ucap Reya "Tak apa, biar kita dibully ber2" ucap Alvian dengan smirknya.
Namun faktanya mereka hanys berbincang sampai bunyi bel masuk. Tapi ajaibnya mereka masih mengobrol disana sampai jam pulang sekolah.
"Sudah bel pulang, ayo ambil tas" ucap Alvian "Jangan dulu, masih rame, tunggu sepian dikit.." ucap Reya "Takut? Tak apa! Aku disini.." ucap Alvian lalu mengelus kepala Reya, tentu Reya menepisnya.
Ntah apa yang mereka lakukan dan obrolkan dari pagi hingga jam pulang, sampai mereka jadi sedeket ini sekarang.
PLAK! BRAK! BUGH!
"KEMANA SAJA KAU KEMARIN HAH?!" ucap T sambil menjambak rambut Reya "S-Sakit, lepas!" mohon Reya. Alvian yang sedang melihat-lihat, dan melihat Reya diperlakukan seperti itu segera menghampiri Reya, ia menampar T
"AW! Alvian! Apa yang kau lakukan?! minggir! ini tak ada hubungannya denganmu anak baru!" ucap T "Tentu ada, dia pacarku dan sebagai pacar yabg baik aku harus melindunginya kan?" ucap Alvian.
Ia segera menggendong Reya dan membawanya ke UKS. Ia mengobati luka-luka Reya dengan telaten. "hiks..", "A-Ada yang sakit?" tanya Alvian "T-Tidak..." ucap Reya, Alvian yang mengerti pun memeluk Reya "Tak ada yang perlu kamu takutkan lagi, akulah sayap pelindungmu sekarang, Reya." ucap Alvian
"Reya, meski kita baru bertemu 2 hari yang lalu, namun aku sudah dapat merasakan perasaan yang aneh saat dekat denganmu.. Mungkin ini saatnya.. Reya, aku menyukaimu!" ucap Alvian "H-Hah.."
Ditembak oleh cogan di dalam UKS? bagaimana rasanya? coba tanya Reya.
Reya shock saat mendengar pernyataan Alvian. Ia menyeka air matanya dan tersenyum tipis, 'manis' batin Alvian. "Mungkin aku juga.. jangan bilang bahwa ini mimpi.." ucap Reya. "Tidak ada yang bilang ini mimpi, sayang" ucap Alvian.
~