Hari ini ku saksikan sendiri, sebenarnya sudah berkali-kali aku melihat keparahan dari para saudara ku sendiri.
Disini kami kelaparan para koperasi menunggu untuk dibayar bahkan ada yang sampai memaki,
Minggu kemarin bapak ku emang mengirim uang tapi ada begitu banyak tunggakan yang harus dibayar, belum lagi SPP sekolah yang menunggak sudah harus dibayar,
Bayangkan saja bagaimana cara membagikan uang 500k bisa cukup untuk semuanya
Sementara yang harus dibayar
-uang koperasi ada 3 orang
-utang bank usahawan ada 4 yang harus ditutup
-belum lagi uang sekolah
2orang masing-masing sudah tak terbayar selama 4 bulan
Belum lagi makan 3×sehari dalam seminggu
Alasan bertumpuknya utang tentu saja bukan untuk melakukan hal yang berfoya-foya, semuanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,
Peralatan sekolah, baju-baju rumah, perlengkapan dapur, pembayaran uang sewa rumah,
Sudah berkali-kali aku bilang pada bapak ku bahkan jauh-jauh hari sebelum bertumpuknya hutang.
"Pak tolong pak untuk SPP Cicil aja 5k tiap hari aku gak papa walaupun gak jajan di sekolah"
Tapi bapak ku terus mengabaikan perkataan ku, ketika SPP sudah bertumpuk maka disitulah bapak mama ku mulai mengikuti pinjam bank,
Minggu ini mama ku mencoba berbicara pada bapak ku untuk mempercepat kiriman dan melebihkannya, hingga sekarang tak ada jawaban yang keluar dari nya,
Mama ku bingung bila uang untuk bayaran bank di pakai untuk makan maka pembayaran Bank selanjutnya haru pakai uang apa, terpaksalah mama ku berhutang ke kedai, sampai bapak ku mengirim uang,
Tapi bapak ku malah bertanya kemana aja uangnya kenapa banyak sekali utang menumpuk,
Hingga terjadilah pertengkaran dimana itu selalu menyalahkan mama ku, kebencian ku pada nya kini makin bertambah,
Minggu sebelumnya bapak ku juga terlambat mengirimkan uang belum lagi uang yang dikirim berkurang dari sebelumnya,
Apakah masih pantas mama ku disalahkan untuk hutang yang menumpuk, disini mama ku tak hanya berjuang untuk mencari utangan tapi juga berjuang mencari uang, kadang mencuci baju orang, kadang berladang, mengutip padi yang telah dipanen,
Sedikit pun tak ada yang menghargai usaha mama ku,
Karna sangking kurangnya dirumah, orang-orang juga sudah bosan dengan mama ku yang terus berhutang,
Mama ku langsung mengambil keputusan untuk menghubungi Tante ku yaitu Adek dari mama ku.
Dia meminta tolong untuk mengirimkan uang, Tante ku menjawab Iyah dia menyuruhku untuk mengirimkan nomor rekening, tapi Tante ku malah beralasan bahwa Nomor rekening yang aku kirim terblokir padahal selama ini itu tidak pernah terjadi, mama ku juga mulai mencari nomor rekening tetangga , lagi-lagi Tante ku bilang tidak bisa, karna hal ini tetangga ku jadi jengkel sampai-sampai mama ku dimarahi didepan semua orang, kami masih menunggu kiriman dari Tante tapi ternyata Tante ku penipu, seharusnya jikalau pun dia tak ingin mengirim, tak sepantasnya dia beralasan seperti itu karna dia mama ku lagi-lagi dibenci.
Sebenarnya Tante ku itu memang pembohong besar dan mama ku juga paling tahu hal itu, tapi mau bagaimana lagi demi kami mama ku memohon walaupun akhirnya tak menyenangkan.
Tak ada yang mau menolong kami, saudara sendiri saja susah dimintai tolong apalagi tetangga,
Bapak ku itu orang yang suka sekali berbohong padahal sudah waktunya hari gajian tapi dia masih menahan uangnya,
Kami tak punya cara lain mama ku juga mengirimkan pesan ke teman satu kerjaan bapak ku, yang isinya untuk menyampaikan bahwa bapak ku harus segera mengirimkan uang kondisi rumah sedang tidak sehat.
Tapi bapak ku malah Langsung menelpon kami dia marah-marah dan mulai membentak kami dia malu sama kawannya, apalagi sampai kawannya nasehati dirinya.
Mama ku lagi-lagi disalahkan dan dibentak lebih parahnya bapak ku malah mengancam dengan makian
"Mampus situ Kelen, Kelen pikir mau aku ngirim Kelen tahan kan disitu"
Hancur hati mama ku sehancur-hancurnya.
Pada siapa lagi dia mengadu, mama bapak nya udah gak ada, saudara-saudaranya pada jauh dan sama sekali gak bisa dimintai tolong,bahkan tak pernah sekalipun mereka berkunjung kerumah padahal mama ku yang paling tua diantara mereka
"Nanti kami kesana gak sanggup Kelen ngasih makan kami" begitulah sindiran mereka tiap kali meminta untuk mengunjungi kami sekali saja.
Padahal jika dilihat lagi mereka cukup mampu ke sini, suami mereka berpenghasilan lebih tinggi dari mama ku, kenapa mereka begitu tega mencela mama ku,
Mama ku tak pernah meminta jika bukan hal darurat.
Sampai ada hari gara-gara keegoisan para saudara dan ancaman bapak ku, kami dirumah termasuk mama ku terpaksa memakan nasi basi seharian penuh, besoknya kami berpuasa,
Beruntungnya masih ada air minum hingga kami pun mampu bertahan,
Pernah juga selama dua harian kami gak punya makanan apapun mama ku memohon sama tetangga untuk diberi nasi sepiring kecil tapi mereka malah menutup pintunya dengan bantingan yang keras,
Padahal tetangga ku itu sering meminjam uang pada mama ku, bahkan sampai 300k tiba giliran mama ku susah dia malah menutup pintunya rapat-rapat. Tetangga ku yang satu ini memang paling 4nJ1Ng.
Tak habis akal mama ku mulai mencoba meminta uang ke Abang bapak ku yang merupakan uwak aku juga, dia memang pernah mengirim, bahkan sampai bapak ku marah gara-gara hal itu,
Aku benci uwak ku itu mengapa dia harus mengadu ke bapak ku padahal dia paling tau sifat adik nya yang suka hura-hura diluar, minum-minum sedangkan mama ku rela membongkok di sawah demi mencari beras uwak ku sudah melihat perjuangan mama ku, tapi mengapa kau masih membela adik mu bukannya ipar mu mengapa kau masih menutup mata mu untuk menutupi hal yang benar, kenapa kau tidak pernah mau mengerti kalau adik mu telah menyiksa mama ku,
Meskipun tau semuanya, meskipun dia kaya, meskipun uwak ku itu pintar, namun dia masih saja dengan orang yang menutup mata pada kebenaran dan ketulusan seseorang.
Aku membencinya dan aku tidak akan pernah lupa untuk membalas nya suatu hari nanti.
Untuk bapak ku yang sedikit ku sayang namun juga sangat ku benci.
Berhentilah menyalahkan mama ku lagi
Berhentilah memaki mama ku, berhentilah berbohong, berhentilah mengancam, berhentilah meminum MiRas, berhentilah mengomentari masakan mama, berhentilah menghinanya didepan orang, berhentilah menanyakan kemana semua uang, minta maaflah pada mama ku, ingatlah saat kau dirumah sakit mama ku yang nampung kencing mu itu, mama ku yang naik turun tangga cuma untuk menjaga mu, ingatlah mama ku yang gara-gara mu mama ku dimaki, ingatlah gara-gara kau mama ku jadi budaknya orang, ingatlah mama ku selalu menutupi aib mu.
Untuk uwak dan bibi ku yang paling kaya yang paling diberkahi dengan kenikmatan.
Jikalau berniat membantu kami tak perlulah sampai mengadukannya ke bapak, apa kalian tahu, tepat setelah kalian mengadu itu, mama ku habis-habisan diamaki dan diancam bapak ku, kalian paling tau Adek kalian sejak dulu sudah jahat mengapa kalian menutup mata untuk ini,
Lebih baik bilang tidak bisa daripada mengirim tapi mengadu, dan aku juga ingin menasehati kalaupun niat berbagi/menolong/bersedekah tak harus di bicarakan dengan orang lain.
Untuk adik ku cewek yang paling cantik aku tau kau sudah banyak membantu tapi tolong kurangi sifat berjanji manis didepan semua orang apalagi memamerkan seberapa banyak yang kau kirim ke mama,
Untuk mama ku,
Makasih udah banyak berkorban untuk kami semua, bahkan saat aku dilempar batu gara-gara bapak tak mau ngantar aku kesekolah, mama juga ingatkan saat ada orang tua dari teman sekelas ku dulu datang dengan marah-marah dia menuduh ku mencuri uang anaknya, aku masih ingat mama semua perjuangan mu hanya untuk kami dan itu masih sebagian kecil, aku tak mampu membalasnya sumpah mama aku gak mampu, gak bisa tapi aku berjanji pada diriku bahwa aku akan menjadi orang pertama yang menghargai setiap usaha niat dan tindakan baik darimu, aku akan menjadi orang pertama yang layak dibanggakan oleh mu, aku tidak akan menjadi seperti mereka yang selalu memberikan janji-janji palsu, apalagi sampai menjadi orang pengadu, aku akan mencintaimu sampai kau akan lupa untuk menangis' dihari esok.
Untuk mama ku tersayang mamaku yang paling sempurna wanita hebat dan cantik yang diberkahi dengan Rahmat Allah, berhentilah meminta pada saudara kita mama berhentilah mengemis demi kami mama berhentilah menjadi budaknya orang-orang keparat berhentilah berharap ditolong oleh saudara kita mama, sadar lah mama bagi mereka mama hanya lah orang asing, yang tak pantas ditolong, bila aku sudah punya cukup uang, kumohon mama kaburlah dari rumah ini, menjauhlah dari bapak ku, dan izinkan aku memblokir semua kontak saudara kita.
Kumohon mama sekali saja pikirkan tentang kesehatan mu, tentang dirimu jangan pikirkan kami
Aku sayang mama ku
Aku cinta mama ku
Aku mengerti semua kesedihan mu
Semua tulisan ini kutulis dengan ketulusan yang nyata, aku juga menangis setiap kali kau menangis, aku ingat banget ketika mama ku dipukuli pake kayu balok, mata mama yang ditonjok, bahkan diludahi dan dipukul pakai botol kaca sirup itu, aku ingat mama, ingat banget, aku juga ingat loh siapa-siapa saja yang memfitnah mama waktu itu aku ingat si benggali gila itu, aku juga ingat si Nia L0Nt3 itu aku juga ingat dengan mereka bertiga yang tidur bertELAnJang.
Memang sebenarnya ini sama ajakayak aib keluarga tapi aku ingin sekali-kali ada orang yang sadar bahwa mama ku tak pernah merasa senang dengan perlakuan mereka, aku ingin mama ku diakui setiap perjuangannya, aku ingin mereka tau kalau tindakan itu menyiksa mama ku, sebenarnya mama ku bisa saja mengadukkannya kepolisian, tapi kita tau mana ada yang mau mendengarkan mama ku apalagi mama ku masih miskin.