Hiduplah seorang gadis di sebuah desa yang amat sangat terpencil , desa tersebut berada di daerah pegunungan. Suatu hari disaat gadis tersebut tengah beristirahat di rumah nya terdengar suara ketukan pintu, membuat gadis tersebut terbangun dari isterahatnya.
Tok... Tok... Tok...
"Iya siapa"ujar gadis tersebut setelah membukakan pintu.
"Siapa lagi kalo bukan sepupu mu ini"Serkas seseorang di balik pintu tersebut yang tak lain adalah sepupu dari gadis tersebut.
"Ah... Kau rupanya, ada apa? Tumben sekali kau berkunjung, dan bukannya sekarang kau hidup di kota?" Beonya."tidak, aku hanya ingin bertemu denganmu, karna sudah lama tidak bertemu"balasannya.
"Apakah aku tidak di suruh masuk?" Tanya nya "Ah... Aku hampir saja lupa untuk menyuruhmu masuk,kalau begitu silahkan masuk" Ujar gadis tadi."terimakasih..."ucap sepupu si gadis yg tak lain bernama laras.
Waktu begitu cepat tak terasa kini hari sudah mulai sore,"wulan bisakah malam ini aku menginap di rumah mu?"tanya laras."tentu saja, kau bisa menginap di sini sesuka hatimu"jawab wulan,karna memang gadis itu tinggal sendiri karna kedua orang tuanya telah meninggal dunia kurang lebih 2 tahun yang lalu.
"Laras bisa tilang ambilkan mentimun di sampingmu itu?" Pinta wulan "tentu, ini mentimunnya" Serah laras,yuph benar mereka sekarang sedang memasak mentimun dan juga kangkung tumis.
Beberapa saat kemudian mentimun dan juga kangkung tumisnya pun jadi "hah... Akhirnya selesai juga"keluh
Laras," Yaudah yok kita makan, hari juga semakin larut"ujar wulan. Selesai makan mereka menuju kamar yg di dalam kamar tesebut hanya ada satu bantal dan juga satu selimut, mereka pun berbaring di atas tikar karna di dalam kamar tersebut tidak ada kasur.
"Yudah yok kita tidur ras" Ujar wulan "iya, oh ya ada satu hal yg ingin aku tanyakan ke kamu" Ujar laras sebelum tidur "apa?" Ucapan laras berhasil membuat wulan kebingungan "mau tidak kamu tinggal bersama ku tinggal di kota?" "Di kota kamu bisa hidup bebas dan juga banyak lowongan pekerjaan yg bisa untuk kamu coba melamar di tempat tersebut" Sambungnya "bagai mana ya, aku mau ikut kamu ke kota tapi.... Bagaimana rumah dan tanamanku disini" Ujar wulan yang sebenarnya pengen tinggal di kota "tidak perlu khawatir rumah kan bisa kamu kunci dan tanaman bisa kamu ambil agar tidak di makan hewan liar" "Baiklah...., aku akan ikut kamu pergi ke kota" Ujar wulan "baiklah kalo bigitu, besok kita berangkat ke kota menggunakan travel" "Baiklah, naik travel juga bisa menghemat uang" Ujarnya "sudah ayo kita tidur biar besok bisa bangun lebih pagi" "Baik".
Keesokan harinya terlihat kini dia orang gadis tengah menunggu angkutan umumemuju ke kota, beberapa saat kemudian datang lah mobil travel yg akan menuju ke kota. Setibanya di kota mereka langsung ke rumah laras, "ras sekarang kamu kerja apa?"tanya wulan "Aku bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran" Jawab laras "Eumm... Apakah masi ada lowongan untuk pekerja di restoran tersebut? " Ujar wulan "ada ada! Kata pak bos dia sedang mencari pelayan pengantar makanan" Ucap laras "bisakah aku menjadi pegawai itu ras?"ujar wulan " Tentu bisa, aku pun bisa bekerja di restoran tersebut "laras berucap " Kalo gitu aku akan mencoba melamar kerja di sana" "Baik aku akan selalu mendukungmu" Ujar laras.
Kini di sebuah restoran yg cukup mewah terlihat seorang gadis di ruangan menejer untuk melamar kerja,"baik semuanya bagus, kamu saya Terima sebagai pelayan di restoran ini" Ujar sang menejer "baiklah kalau begitu, kapan saya akan memulai pekerjaan pak? " Tanya gadis tersebut yg tak lain adalah wulan "kamu mulai bekerja besok wulan" Ujarnya "baiklah kapo bigitu saya permisi dulu pak" Ukar wulan setelah itu keluar dari ruangan sang menejer.
Besoknya....
Hari di mana wulan akan bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah restoran, saat wulan ingin menghantarkan pesanan tiba tiba ada seorang garis menyenggolnya hingga membuat wulan ter jatuh,"maksud lo apa anjeng nyiram baju gw!" "Lo ga tau gw siapa hah,pelayan aja belagu banget lo!" Serkaas gadi yg telah menabrak wulan tadi dan malah menyalahkan wulan. Laras yg melihat itu langsung turun tangan karna tak Terima sepupunya di rendahkan seperti itu.
"Woee maksud lo apa hah ngatain dia kek gitu!" Teriak laras "kenapa hah! Emang kenyataan kalo kalian itu cupa pelayan dan cuma babu! " Ujar gadi tadi."lo kalo lama di diemin makin ngelunjak ya"bentak laras yg mulai kehabisan kesabaran, "apa lo hah! Berani lo sama gue, ni restoran punya bokap gw jadi kalo lo masi ingin kerja di sini lo harus patuh sama gue" Ucapnya dengan penuh penekanan.
Setelah kejadian tadi kini wulan di panggil oleh menejer,"wulan apa apaan kamu mengatakan wqrqwygeehvehshwuwjwhwqppqkwhwwhdvehwhwhhwhwbwbwbwvehwqijqbqhqhqhqbaiqkpqmqbqhqbwbaqkqknqbqba pada nona muda hah!kamu itu baru pertama masuk loh wulan udah bikin keributan gini! , ga becus banget!!"ucapnya dgn penuh penekanan "mulai hari ini kamu saya pecat dan juga kamu ga akan mendapat gaji pertama kwmu!" Bentak nya sembari meninggalkan wulan disitu.
Beberapa hari kemudian setelah kejadian tab "Hiks... Hiks... Hiks... Ra gw mau b-balik aja ke desa hiks... Gw g-ga snggup kalo hiks...harus ngadepin ini itu tiap hari hiks.... " Tangis wulan pecah karena setiap dia melamar kerja di tempat lain hasilnya tetep aja sama dan keputusan terakir nya adalah balik ke desa di mana tempat ia di lahirkan."l-lebi baik g-gue hiks... Hidup sederhana hiks...pada gw hiks.... Hidup m-mewah tapi sedih"ujarnya penuh dengan keluh kesah.
Keesokan harinya di terminal terlihat dua orang gadis menunggu angkut ke desa,"maafin gw ya wulan gara² gw ngajak lu ke kota semuanya jadi gini" Ujarnya dengan rasa penyesalan "ga papa ini juga salah gw karna terlalu pengen hidup di kota" Ucapnya dengan senyuman.
Tin... Tin... Tin...
Terdengar suara angkut telah sampai dan kini wulan sudah bersiap pergi "dah jaga diri lo baik² ya di sini ras" Ujarnya sebelum pergi "iya jaga diri lo baik baik juga ya di sana kan" "Hemmm... Dah ras" Ujarnya sebelum benar-benar masuk ke dalam mobil tersebut "dadah" Ujarnya sambil melambaikan tangan
Burum... Brum... Brum...
Mobil telah meninggalkan terminal dan laraspun kembali ke rumahnya
END.....