Namanya Darto usianya empat puluh lima tahun. Darto bukan nama sebenarnya, itu kata Darto. Tapi kalau si Sayuti bilang itu memang nama aslinya. Dia itu cuma malu memakai nama tersebut. Kenapa dia mesti malu!? Iya, karena itu mengingatkan dirinya pada ejekan teman-teman masa kecilnya dulu. Teman-temannya itu selalu menyamakan dirinya dengan satu tokoh komedi tempo dulu, yang suka pakai Helm itu. Kalau dilihat-lihat sih memang wajahnya agak mirip, tapi lebih baik perkataan tersebut disimpan rapat-rapat di dalam hati saja, kalau tidak kepingin merasakan bogem mentah, ingat, pernah atau pun jangan sekali-kali mengatakan hal tersebut kepadanya. Dia itu terpidana dengan masa hukuman sepuluh tahun penjara--kasus pemalsuan uang!
Yang satu ini namanya Sayuti. Nama lengkapnya Sayuti Melik. Tapi dia ini bukan si tokoh yang ikut menculik bapak proklamator kita itu loh. Cuma nama mereka saja yang sama. Iya itu juga karena bapaknya almarhum menyukai karekter tokoh tersebut. Jadi ditabalkanlah nama itu kepada si anak. Sayuti, berperawakan tinggi besar, brewokan, dengan rambut lurus tergerai sebahu. Kemarin usianya genap tiga puluh tiga tahun. Menurut dia, dia ini seorang mantan preman pasar. Tapi kalau menurut si Betty, kalau kelak keluar nanti, sepertinya kata mantan itu akan terhapus dengan sendirinya. Lihat saja dari perangai dan lagaknya yang masih suka petantang pententeng sana-sini, begitu Betty menuduh. Kurang lebih, kalau tidak ada aral melintang, insyaallah satu setengah tahun lagi, ia bakal menghirup udara bebas. Dia ini dihukum lima tahun penjara karena kasus penganiyaan.
Betty, ini baru bukan nama sebenarnya. Nama sebenarnya adalah Benny. Sebulan yang lalu genap berusia tiga puluh tahun. Tapi disini dia dipanggil Betty. Kenapa dia panggil Betty!? Iya kalau bukan karena lagaknya yang kemayu itu apalagi. Dan karena lagak yang kemayu itu juga dia harus merasakan panas dan dingin serta pengapnya jeruji penjara. Dia masuk penjara karena telah menikam mati korbannya dengan tiga tusukan di dada kiri. Kenapa dia sampai menikam mati korbannya!? Menurutnya dia, dia hanya membela harkat dan martabatnya-- dia diperlakukan dengan cara tidak senonoh hendak diperkosa oleh teman satu kost-kostan. Teman satu kostan yang ternyata mempunyai kelainan orientasi seksual. Kalau si Betty lagaknya saja yang kemayu seperti ini tapi orientasi seksualnya normal--itu hal terjadi karena dia ini satu-satunya anak lelaki diantara enam anak perempuan anggota keluarga ibu-bapaknya. Dan dia ini pun menekuni dunia sendra-tari.
Betty memiliki seorang pelindung namanya Burhan. Nama lengkapnya Burhanuddin bin Somiddin. Seorang jawara bukan abal-abal. Dia ini menguasai kan uragan tingkat dewa. Keahliannya adalah dalam bidang ilmu beladiri silat. Burhan pernah ikut pelatnas sea games tapi urung berlaga. Kenapa dia urung berlaga!? Iya karena keburu masuk penjara. Kenapa dia bisa masuk penjara!? Iya karena menghajar orang. Dan sialnya orang tersebut dihajar sampai koit! Dan lebih parahnya lagi orang tersebut bukan orang sembarang. Orang tersebut adalah oknum penegak hukum. Itu oknum membekingi praktek perjudian di kampungnya. Burhan, berusia dua puluh lima tahun, dia yang termuda, sebelum masuknya saya tentunya. Burhan, memiliki tinggi dan ukuran badan yang proposional, tidak terlalu kecil dan tidak juga kegedean; berwajah culun, hingga terkadang orang suka menganggap remeh dan kerap mencoba untuk mengusik.
Oleh Christopher kelak selepas keluar dari penjara, Burhan dijanjikan sebuah pekerjaan di salahsatu rumah sakit di tengah kota sana. Katanya, sebagai kepala keamanan. Siapa Christopher!? Yang pasti dia juga seorang narapidana, sama seperti yang lainnya. Tapi kasusnya sedikit agak berbeda, itu kalau menurut penuturan Jerry, secara diam-diam tentunya.
Tapi perihal tersebut sampai juga ke telinga si Christopher. Dan si Christopher tak urung bersikukuh, mengatakan kalau dia memang masuk penjara karena kesalahan diagnosa.
Christopher Adrianus Columbus, itu nama lengkapnya. Dia lebih sering dipanggil Christopher. Atau Chris kalau orang lagi malas. Satu orang ini selalu tertata rapi, baik itu dari sisi penampilan juga omongan, kesan intelek jelas terasa kalau berada didekatnya. Sesungguhnya wajahnya itu biasa-biasa saja tapi menurut pengakuannya, wajahnya itu gak ada beda dengan, iya, bisa dibilang sebelas dua belas dengan Brad Pitt, begitu si Christopher memotivasi diri. Menurut pengakuannya, ia dilemparkan ke dalam penjara tak lain dan tak bukan karena kasus salah mendiagnosa penyakit yang dialami pasiennya. Salah diagnosa tersebut mengakibatkan pasien keracunan obat selama hampir satu setengah bulan dan yang akhirnya berujung pada kematian. Christopher berasal dari keluarga terpandang, lagi-lagi itu menurut pengakuan Christopher sendiri. Tapi bisa dibilang pengakuan tersebut gak meragu-ragukan amat, sedikit banyak ini bisa dibuktikan dari pakaian yang dia kenakan serta makanan dan rokok yang suka dia bagi-bagikan. Pun begitu ada seseorang menyangkal semua pengakuan Christopher tersebut.
Si penyangkal tersebut bernama, Jerry. Nama lengkapnya Jerry Paskal Lumban Tobing. Berusia empat puluh lima tahun. Jerry berprofesi sebagai seorang wartawan, tentu saja itu sebelum dia di jebloskan ke dalam penjara. Jerry itu berpostur kecil tapi agak gembul, itu juga selama ia mendekam di dalam penjara sebelumnya dia itu berperawakan cungkring, bisa terlihat dari gambar yang pernah ia tunjukkan kepadaku. Kenapa sekarang bisa segembul itu!? Semua itu tak ada lain karena asupan protein yang sering disedekahkan oleh Christopher. Tapi kalau menurut pengakuan Jerry sendiri, semua hal tersebut tak ada lain sebagai bagian dari bentuk penyuapan yang kerap diberikan oleh Christopher kepadanya. Si Christopher itu tidak mau ketahuan belangnya, begitu tuduh Jerry sambil terkekeh. Itu sebelum tuduhan tersebut sampai ke telinga Christopher tentunya, setelah ketahuan, iya, mungkin bisa dibilang disitulah letak sedekahnya, begitu Jerry berkompromi. Sepengakuan Jerry, Christopher memang seorang dokter, tapi masih dokter muda, cuma tukang-tukang suntik belaka. Kenapa Christopher bisa dijebloskan ke dalam penjara!? Berdasarkan informasi yang didapat dari teman-teman Jerry di luar sana, si Christopher ini bisa masuk penjara, tak ada lain karena ketahuan main gila dengan salah seorang pasiennya. Pasien yang nota bene adalah istri muda seorang pejabat teras. Si pejabat teras itulah yang menjebloskan, cemburu barangkali. Semua makanan-makanan enak dan pakaian-pakaian bagus itu datangnya iya dari si istri muda pejabat tersebut. Ngomong-ngomong kenapa pula si Jerry ini bisa masuk penjara!? Ah, kasus dia ini sempat membikin heboh jagad perpolitikan tanah air. Dia ini yang dengan terang-terangan dalam sebuah kolom opini di salahsatu surat kabar nasional, mengultimatum agar si penguasa yang telah berkuasa hampir selama tiga puluh dua tahun itu, segera lengser ke prabon sebelum ia dilengserkan oleh revolusi rakyatnya sendiri. Tak urung dia dituduh sebagai provokator! Akibat aksi provokasi tersebut ia terkena hukuman sembilan tahun penjara.
Dan, salah satu korban dari provokasinya tersebut iya adalah... Aku!
Orang-orang memanggilku, Mamet. Padahal namaku adalah Slamet. Aku bernama lengkap, Slamet Rahardjo. Meski begitu aku bukan si aktor gaek itu loh. Nama kamu saja yang sama dengan nama beliau. Dan itu bukan karena bapakku ngefans loh, tapi karena memang nama bapakku itu, Rahardjo. Rahardjo bin Singodimedjo. Kenapa aku bisa dijebloskan ke dalam penjara!? Iya karena aku terprovokasi dengan tulisan si Jerry itu. Tak urung aku dan teman-teman seperjuangan menyulut aksi-aksi demonstrasi. Berjuang agar si penguasa itu segera lengser ke prabon dari singgasananya tersebut. Itu setahun setelah Jerry dijebloskan ke dalam penjara.