AKU ANAK YANG DI BEDAKAN
Tuhan... Terima kasih sudah memberi ku kesempatan untuk menghirup udara pagi yang segar ini . Aku selalu bersyukur karena masih memberi ku hidup ...sehingga aku bisa memperbaiki kesalahannku
Ini awal cerita ku, sejak kecil saya memang selalu di bedakan, mulai dari sekolah, kasih sayang, dan hal hal lain yang malas saya ingat kan kembali. Siapa yang tidak ingin hidup bergelimang harta? Siapa yang tidak ingin hidup sukses? Siapa yang tidak ingin membahagiakan kedua orang tuanya? Semua anak pasti berpikirnya selalu ingin membahagiakan kedua orang tuanya kelak ketika hidup sukses. Walaupun tidak sukses, setidaknya bisa membahagiakan orang tua dengan jerih payahnya walau tidak seberapa. Saya adalah 2 bersaudara saya mempunyai seorang kakak yang sudah lulus jadi abdi negara. Sedikit demi sedikit timbul rasa cemburu ku terhadap kakak ku, karena apa yang di minta kakak selalu di penuhi. Lain hal nya dengan ku, aku harus berusaha sendiri, ya bisa di kata kan aku terpaksa hidup mandiri.
Berawal dari tertangkapnya om ku yang terjerat kasus judi online membuat hubungan ku dengan ibu semakin menjauh,
Rani kamu kemanakan uang om mu begitu la ibu selalu menyudutkan ku dengan pertanyaan nya
Aku tidak tahu bu, sungguh aku tidak tahu
om sudah bilang kalau rani tidak bisa mengembalikan sekaligus rani bisa nyicil uang nya, karena dari pengakuan kakak mu dia hanya menerima transferan darimu hanya Rp30.000.000, Rp 20.000.000 lagi kamu kemanakan begitu terus pertanyaan ibu terhadapaku
saat itu aku merasa terpuruk merasa di pojokan karena merasa tidak pernah meminjam uang om, lalu saya dengan isak tangis mendatangi kantor suami menceritakan semua apa yang saya alami pada mas haris, karena mas haris adalah mantan karyawan salah satu BANK BUMN jadi mas haris tidak terlalu pusing dan panik ketika melihatku m,enangis pilu, tenang ya sayang nanti kita cek rekening korannya kemana saja uang om mu pergi begitu kata mas haris berusaha menenangkan ku ketika itu.
Tanpa pikir panjang saya dan mas haris pergi ke salah satu BANK yang ada di kabupaten tempat saya tinggal, tidak butuh waktu lama setelah rekening koran nya di cetak mas haris dan aku langsung melihat kemana arah tranferan uang om, alhasilnya uang itu saya tansfer ke rekning kakak sebanyak Rp.46.000.000
Dengan hati sedikit tenang berusaha menjelaskan pada ibu bahwa bukan saya yang meminjam uang om yang di titipkan kepadaku sepuluh bulan yang lalu melainkan kakak, karena kak Andi adalah anak kesayangan dan anak kebanggan ibu ya’ saya harus menerima kenyaataan bahwa ibu tidak percaya dengan penjelasan ku
‘’Tidakmungkin lah kakak mu memakai uang itu, kamu jujur saja kamu rani, ibu tidak akan marah pada mu jika kamu bebicara jujur”
Lalu dengan perasaan kecewa, campur aduk saya hubungi kak andi via whatshap menjelaskan apa yang terjadi. Kak andi dengan santai nya menghubungi ku mau minjam uang lagi dan ingin membicarakannya pada om, ya Allah kak tidak malu apa kakak mau minjam uang lagi pada om, sedangkan yang kemaren saja belum dikembalikan ucapku pada kak andi dengan nada kesal. Ya sudahlah nanati kakak hubungi ibu ucap kak andi sambil menutup telponnya,
“ibu datang padaku lalu bertanya rani tadi kakak mu telpon ya, ya bu jawabku singkat
Apa yang kakak mu bicarakan?
Ooohh ini bu tadi kak andi bilang mau telpon om kata nya sih kak andi mau pinjam auang lagi sama om
Apa iya kak andi mau minjam lagi uang om? Tidak mungkinlah pasti kakak mu mau bicara perihal mengembalikan uang om mu, kak andi mu punya uang Cuma kakak mu merahasiakan nya dari mbak mu ibu yakin itu.
Jelas jelas kak andi td bilang nya mau minjam lagi gerutu ku dalam hati sambil memnyunkan bibirku.
Trut trut trut bunyi hp ku berdering ku lihat ternyata kak andi yang telpon
Assalamualaku ya kak ada apa?
Ran mana ibu jawab kak andi
Aku segera menghampiri ibu, ibu ibu ini kak andi mau bicara dan mau berbicara pada om juga
Aku sudah mengingatkan kak andi perihal maksud dan tujuannya menelpon ibu dengan niat mau pinjam uang lagi sama om
Setelah kak andi bicara pada om dengan maksud minjam uang sisa blokiran barang bukti om pada kasus nya
Ku lihat dari kejahuan raut wajah ibu sedikit lemas dan malu
Kenapa bu tanya ku
Ternyata kamu benar ran kak andi mau pinjam uang lagi sama om mu
Trus bagaimana hasilnya bu tanya ku lagi
Ya om mu tidak bisa kasih pinjam kakak mu
Untuk apa ya kakak mu uang segitu banyak
Aku dengan santai nya menjawab
Hanya kak andi dan Allah la yang tau bu heheheh.
Kami sekeluarga juga tidak tau uang yang ku transfer sebanyak itu di gunakan untuk apa masih menjadi misteri karena kak andi sekarang tidak pernah jujur
Uupppss hampir lupa om saya ini orang nya tidak tau nama nya balas budi, orang nya juga pelit sama siapa saja perhitungan nya luar biasa matang nya,
Sila sila sila mana ibu mu ran tanya om pada ku,
Aku pun menjawab ibu ada di dalam, lalu ku panggil ibu, ibu ibu ada om
Lalu ibu keluar, ya ada apa rodi, mas kapan pulang dari kebun sila tanya om
Mas mu pulang mungkin minggu depan, ada apa ya rodi
Aku mau adakan musyawarah keluarga perihal uang yang di pinjam sama rani
Sontak aku kaget dong uang nya kok bisa jd nama aku yang meminjam
Tak lama kemudian om pergi
Alhasil aku jadi kena sasaran ibu melampiaskan amarahnya terhadapku
Ternyata di marah sama orang tua ketika sudah menikah itu jauh lebih sakit rasanya di bandingkan di marah ketika masih remaja begitu la batin ku berkata sambil menahan tangis
Kronologi asal usul uang Rp 50.000.000 uang yang dititipkan ke rekeningku
Sekitar sepuluh bulan yang lalu om rodi terjerat kasus judi online dengan jatuh hukuman dua tahun setengah, tiba la hari di mana aku dan ibu ada jadwal besuk tahanan, setelah bicara antar keluarga panjang kali lebar om menuliskan PIN ATM pada secarik kertas
Rani ini pin ATM om tolong kamu selamatkan uang om, om tidak mau penyidik mengobrak abrikan uang om. Dengan sedikit takut aku pun aku menerima secarik kertas itu dan aku pergi di salah satu agen brilik untuk tarik tunai uang yang dititipkan kepadaku, selang beberapa waktu aku pun mendapat surat panggilan dari polsek untuk di mintaai keterangan, sebelum mendapat surat panggilan itu aku mendapat telpon dari salah satu temanku yang bertugas di polsek tersebut
Kira kira begini isi percakapan kami
Hallo assalamualaiku jawabku
Dek adek yang ngambil uang itu atas suruhan siapa
Sontak aku kaget dong kok dengan jujur aku jawab om yang suruh kak
Kenapa juga adek tarik uang tu, itu kan masih jadi barang bukti
La aku tidak tahu kak, aku pikir tidak kenapa kenapa karena om yang suruh
Yang sudahlah kemungkinan adek besok di panggil tu untuk di mintaai keterangan
Semalaman aku tidak bisa tidur, badan ku gemetar karena baru kali ini saya berhadapan dengan polisi, aku takut salah bicara ketika polisi bertanya, ya tuhan cobaan apa ini, aku tidak tahu kalau ini bakal menjerumuskan ku, ya allah tolong aku sambil menahan tangisan dada ku terasa sesak saat itu.
Aku langsung menceritakan pada ibu, walaupun aku tahu Cuma bercerita dengan ibu tidak akan keluar dari masalah ini paling tidak aku sudah berbagi cerita pada ibu,
Rani coba telpon kakak mu, mungkin dia bisa bnatu, kalau kita mana bisa dan ngerti kita soal ini jelas ibu kepada ku. Aku pun menurut apa kata ibu
Malam itu juga aku telphon kak andi, kak andi gimana ini besok aku dapat surat panggilan terkait barang bukti om ini aku tarik atas suruhan om sambil mengis aku jelaskan semua nya, aku tidak mau aku terjerat kak
Tenang rani, kakak akan pikirkan jalan keluarnya, begini saja besok kamu jelasin saja bahwa uang yang kamu tarik itu uang kakak ku yang di pinjam om Lima puluh juta rupiah sesaui yang kamu tarik sisa nya tidak kamu ganggukan tanya kakak pada ku
Tidak kak jawab ku singkat,
Aku pun tidur dalam keadaan gelisah karena kali pertamanya aku berusuan dengan polisi
Pagi yang cerah datang ku sambut dengan hati dan jantung yang berdegup kencang dag dig dug ser
Tit tit bunyi klason motor di depan rumah ku
Assalamulaikum
Walaikumsalam jawab ku dari dalam rumah
Masuk kak dan silakan duduk
Tanpa basi basi temanku menanyakan perihal uang itu
Kenapa kamu tarik uang itu?
Aku pun menjawab om yang suruh kak
Kamu tidk tau itu barang bukti
Tidak kak
Begini saja nanti kalau polisi itu tanya jawab saja kamu Cuma menyelamatkan uang hasil orang tua mu berkebun yang dititipkan ke om mu
Ya kak, tapi aku minta nanti tolong yang nanya nya tidak dengan cara nada tinggi ya ku mohon kak soal nya aku takut kak
Ya nnati kakak hubungi polisi itu teman kakak juga
Lalu temanku menelpon rekan kerjanya di kanto
Halo rani sudah mau jalanmke kantor, tapi tolong bertanya nya tidak pakek bentak bentak ya
Siap kawan begitu la isi percakapannya
Kak kira kira aku kembali tidak nanti ini aku masih saja berusaha mneghibur diri
Entah jawab teman ku singkat
Tidak membutuh waktu lama sekitar 10 menit aku pun tiba di kantor polsek itu, dengan langkah kaki yang masih gemetar, jantung yang berdegup kencang aku memberanikan diri mengetuk pintu
Tol tok tok assalamualakum
Walaikumsalam masuk, rani ya
Ya pak jawabku
Silakan duduk
aku di diamkan selama kurang lebih dua jam
tiba saatnya interogasi terhadapku di mulai
ibu yang tarik uang itu ya
ya pak atas suruhan siapa
om saya pak
kami bisa saja membuat ibu jadi tersangka
karena sudah mengambil barang bukti penyelidikan belum selsai
dengan cara apa ibu tarik uang nya
saya tarik melalui ATM Rp 2.800.000 dan satu lagi sebanyak Rp 50.000.0000 melalui agen brilink
setelah panjang kali lebar saya pertanyaan yang di layangkan pada ku saat itu
akhirnya saya menyerahkan uang yang saya ambil di salah satu ATM yang menjadi barang bukti penyelidikan.
Hari sudah sudah sore aku pun di izinkan pulang
Dengan perasaan sedikit tenang aku pun pulang ke rumah dan memeluk anak ku yang masih berumur 3 tahun karena anak ku adalah penyemnagat dalam hidupku
Aku pikir masalah ku selsai ternyata cobaan hidupku ternya baru di mulai
Keesokan harinya kami jadwal besuk tahanan, aku bersama ibu ku datang layaknya seperti keluarga besuk tahanan lainya, di situ om menjelaskan pada ku uang itu tolong di simpan untuk keperluan ku nanti
Ya om jawabku, aku juga tidak akan ganggu uang om
Esok hari nya kak andi tiba tiba nelpon
Rani sini uang om itu biar di titipkan saja pada ku
Aku pun tidak berani bertindak gegabah karena uang itu statustus nya milik om
Kak rani tidak berani menitipkan uang ini pada kakak, karena tadi om bilang untuk keperluannya nanti
Tidak kehabisan akal kak andi merayu ku
Rani kakak pinjam 10 juta saja dulu uang itu nanti kalau bank kakak cair kakak ganti
Sebagai adik aku selalu percaya dengan kakak ku, ya kak saya pergi ke ATM dan lansung transfer uang sejumlah yang dikatakan kakak.
3 bulan berlalu aku pikir kak tidak minta transferan lagi ternyata aku di situlah letak kesalahan ku
Singkat cerita om minta kami menemui jaksa yang menangani kasus nya om, karena kami orang awam tidak tau bagaimana cara berhadapan dengan jaksa aku dan ibu pun menghubungi kakak, karena kakak mengerti bagaimana berususan karena sama sama dari anak sandi
Rani tolong transfer uang untuk tranfort kakak mu Rp 2000.000 dia mau pualng
Aku pun langsung menuruti apa kata ibu karena itu juga sudah termasuk kesepakatan ibu dan om yang minta trafer uang itu.
Dua hari kemudian kakak pun tiba di rumah, kakak minta tarik uang itu sebanyak Rp 7.000.000 aku pun mengiyakannya
Kakak pun datang ke salah satu lapas tempat om di tahan di sana mereka bertemu dan membicarakan uang itu dan kakak menjelaskan uang nya saya pinjam saparoh ya om
Om pun sudah menyetujui nya,
Barapun yang kamu perlu sikan bilang sama rani, karena uang nya om titipkan ke rani,
Dan kakak pun menceritakan apa yang om smpaikan tadi waktu bertemu di lapas
Ya karena aku tidak mendengar percakapan mereka langsung ya aku percaya saja
Bulan berganti bulan uang itu sudah tidak ada saldo lagi di rekeninga alias sudah kosong
Tiba la saatnya om bebas dari hukumannya dan ibu sudah menunggu kepulangan om.
Saat itu om tanya rani ada berapa lagi uang om yang di titip waktu itu
Aku pun menjawab lah sudah habis om uang yang ada di rekning ku itu
Hah sudah habis? Dengan nada tidak percaya
Kok habis ya, penjelasan kakak mu andi Cuma Rp.30.000.000 yang dia terima transferan itu
Tidak om, setiap kakak minta transfer saya transfer om
Aku pun beranjak berangkat ke sekolah karena aku adalah guru honorer di salah satu sekolah dasar,
Usai jam sekolah aku pun pulang seperti biasa nya
Tidak selsai di situ ternyata om bicara kasar terhadap ibu tanpa sepengetahuan kami yang masih dirahasiakan ibu kepada anak anak nya.
Hasil musyawarah antar om ibu dan bapak ku adalah om minta hasil garapan sawah di bagi dua, dan om minta di buatkan surat hutang piutang yang di ketahui oleh kepala desa.
Mulai saat itu ibu selalu memarahiku ketika tidak bersama mas haris
Sudah la bu biar ini menjadi tanggung jawabku atas hutang yang andi pinjam, kita orang tua lah yang harus bertanggung jawab atas ini semua, rani tidak bersalah yang memakai uang ini kan buka rani bu tapi andi itu percakapan bapak dan ibu ku.
Hati ku hancur perasaan dan pikiranku kacau, tapi aku selau di semangati mas haris karena mas haris tahu cerita yang sebenarnya, tak jarang aku selalu mengis sendiri
Setiap shalat ku selalu mengadu kepada Allah karena hanya allah yang tau kisahku sebenarnya
Dan aku tidak mudah curhat walapun aku punya banyak teman yang selalu ada untuk ku
Tiba saat nya waktu panen telah tiba
Ibu beritahu om kalau dua hari lagi sawahnya panen tolong siap kan karung dengan perasan bahgia dan senang om memberikan karungnya, dan hasilnya di bagi dua, sampai untuk biaya garap, pupuk, upah angkut om tidak mau tau.
Ibu langsung bicara pada ku, gara gara kamu hasil sawah kita di bagi, hancur hati ibu nak, malu ibu, ingin sekali ibu bunuh diri sambil menangis
Dan kakak ku masih saja minta uang, pada suatu saat kakak minta ibu minjam uang pada rentenir dengan janji minjam nya sebulan tapi ternya 3 bulan uang itu belum bisa di kembalikan alhasil nya uang nya berbunga anak cucu dan cicit,
Ibu dan aku jualan makanan jam 3 pagi kami bangun dan jam 6 pagu mulai jualan tapi hasil nya tidak ada karena uang nya buat bayar hutang sama rentenir
Setiap kali aku bersama ibu selalu memamarahi ku masih dengan pembahasan yang sama, ibu tidak pernah marah dengan kakak, walaupun ibu tau kakak yang meminjam uang om tapi aku yang selalu do pojokan
Kamu apakan uang om mu rani, enak sekali hidup kalian ibu dan bapak yang tidak tahu apa apa masalah uang itu tapi ibu bapak yang menerima resiko nya
Itu suami mu sepertinya tidak mau tau masalah uang itu,
Ibu tidak hanya menyalahkan ku tapi mas haris juga
Tidak bu, aku kan tidak pakek uang itu, kenapa aku terus yang ibu marahi, pernah tidak ibu bilang ini sama kakak, kenapa aku terus yang di pojok kan, sumpah demi Allah bu aku berani sumpah kalau aku yang pakek uang nya biar hidupku tak selamat begitu jawab ku karena aku sudah tidak tahan lagi menahan keluh kesah ini di dada.
Tapi aku menyesal sudah melawan ibu, batin ku mengis, maaf kan aku ya allah
Dalam hati ku berkata maafkan aku ibu ini semua gara gara aku, ku akui aku salah menghilangkan kepercayaan itu, walapun uang nya bukan aku yang pakek,
Aku sedih melihat cinta pertama ku (bapakku) sedih dan sakit melihat ini semua,
Aku sebagai anak nya tahu perasaan ibu dan bapak saat itu, tapi apa hendak dikata aku belum bisa membantu mengembalikan uang itu walapun aku tahu uang nya tidak aku pakek,
Bapak ku tidak selalu di rumah karena selalu diam di kebun yang di percaya pakde untuk menggarap kebunnya
Aku kesal kakak ku adalah seorang abdi negara yang pensiunanya di jamin pemerintah tapi selalu membuat susah orang tua ku.
Lain halnya dengan aku dan mas haris yang masih bersatus guru honorer yang gaji nya Rp 750.000/3 bulan sellau mempunyai keinginan membahagikan kedua orang tua, berbagai cara kami tempuh untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mulai dari jualan makanan, buka usaha loundry alhamdulillah kebutuhan sehari hari tercukupi. Walaupun kehidupan kami sederhana rumah tanggaku dan mas haris tidak pernah heboh di masyarakat karena kami bisa menyelesaikannya.
Tak hanya itu om dengan bangga nya menceritakan ini pada semua tetangga sehingga para tetatangga julid melihat aku dan mas haris khususnya ketika lewat