pagi ini terasa hampa dan suram,matahari yang biasanya menyinari pagi sekarang tak terlihat karena tertutup oleh awan kelabu di atas langit menandakan sebentar lagi akan terjadi hujan.
tak berapa lama hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi ini dan di saat kebanyakan manusia di muka bumi kesal karena hujan turun si saat pagi yg harusnya mereka mulai beraktivitas, apalagi ini adalah awal hari setelah mereka beristirahat di hari Minggu,tapi berbeda dengan Dena aneta Austin pagi ini dia senang karenaaa...
"yey gak upacaraaa"
"horeee...."
ucapnya berteriak kesenangan karena hari ini adalah hari Senin, hari di saat anak sekolah seharusnya melakukan upacara bendera di lapangan hingga beberapa jam lamanya, apalagi jika yg melakukan pidato adalah kepala sekolah itu, akan terasa membosankan dan melelahkan karna pidatonya yg sangaaaaat panjang dan lama.
"kak ayo berangkaaat" teriak Dena dengan suara nyaring.
"bentar dek, kakak lagi pake sepatu ini" ucap rival garvis Austin yg berusaha sabar terhadap tingkah tak sabaran adiknya.
"Ih,cepetan kakak"ucap Dena sewot.
"Iya iya ini juga udah,ayok, eh payungnya bawa"
"Oh iya" ucap Dena menepuk jidatnya karena hampir kelupaan dengan payung yg harus mereka bawa saat hujan seperti ini.rival yg melihat tingkah adiknya hanya geleng-geleng kepala.
Pagi ini Dena pergi ke sekolah menggunakan mobil karena hari ini hujan.pergi ke sekolah bersama sang kakak dengan cuaca hari Senin yg hujan rasanya sangat menyenangkan untuk seorang Dena.
Setelah sampai di sekolah mereka langsung pergi ke kelas masing-masing setelah mengucapkan sampai jumpa.
Pagi ini kelas terasa sepi,tidak terlalu banyak yg sekolah,mungkin mereka menikmati cuaca hujan ini dengan tidur, beberapa guru juga ada yg tidak masuk sekolah, membuat siswa siswi yg harusnya belajar merasa senang karna jamkos.
Bel istirahat berbunyi cuaca saat ini kembali cerah tidak seperti saat pagi, siswa siswi berhamburan keluar dari kelas, kebanyakan dari mereka keluar pergi ke kantin untuk mengisi asupan energi.
Dena pergi ke kantin bersama dengan teman sekelasnya.
Di kantin Dena malihat sang kakak yg sedang makan,tentu saja dengan kejahilan yg mendarah daging dia tak tinggal diam.pergi meninggalkan teman temannya sambil berjalan mengendap endap seperti maling menuju meja sang kakak dan teman temannya yg sedang makan dan saat sampai di dekat meja....
Satu...
Dua...
Tiga...
"DORR"
"Anjing"umpat teman rival.
'uhuk''uhuk'uhuk' rival terbatuk dengan keras saat makan karna kaget begitu pula dengan teman temannya rival.
"Mi-num" ucap rival terbata, tenggorokan nya sakit.
"Nih"Ander menyodorkan minumannya yg kebetulan masih penuh.
Rival meminumnya dengan rakus tenggorokannya benar benar sakit karena makanannya sedikit pedas.
"Kakak gak papa?" Tanya Dena khawatir,dia menyesal, pasti kakaknya kesakitan.
"Dena kapan kapan jangan kayak gitu lagi ya, kasian kakak kamu,apalagi ini lagi makan, kalo rival pingsanq nanti traktirannya siapa yg bayar" ucap Bagas si paling paling.
"Maaf"Dena menunduk.
Setelah rival tenang ia melihat adiknya yg menunduk, menghela nafasnya sejenak dan berbicara kepada sang adik
"Kakak gak papa.tapi bener kata Bagas kamu jangan kayak gitu lagi,kalo semisalnya temen kakak ada yg punya penyakit jantung gimana,kalo misalnya kakak kesedek terus meninggal gimana, kan gak lucu" ucap rival panjang lebar memberi pengertian.
"Kakak gak boleh meninggal.papah sama mama udah pergi, kalo kakak pergi juga, siapa yg bakal temenin aku" ucap dena ingin menangis.
Rival gelagapan mendengar ucapan itu dan langsung menarik adiknya ke dalam pelukannya sembari berucap
"Jangan nangis, kalo nangis nanti kakak bakal pergi"
"Aku gak bakal nangis -
Aku gak bakal nangis".Ucap Dena meracau.
"Udah sana pergi makan sama temen temen kamu, sebelum bel istirahat selesai" ucap rival setelah merasa Dena sudah tenang.
Untungnya kejadian tadi tidak terlalu banyak orang yang melihat.
Dan akhirnya Dena pergi menuju teman temannya meninggalkan meja sang kakak.
🌿🌿🌿
Pulang sekolah Dena bersama rival pulang bersama , rival mengemudikan mobilnya dengan tenang. saat di perjalanan pulang Dena ingin jalan-jalan
"Kak mampir ke alun alun kota dulu yuk"
"Ngapain?,ini udah mau sore pasti di sana rame"
"Ish biarin,ayolah kak, itung itung jalan jalan" bujuk Dena memelas.
"Cek, okelah" akhirnya rival mengalah dan menyetujui permintaan sang adik.
Saat sampai di alun alun kota rival terus menerus mengeluh dan menghela nafas'tuh kan rame, udamah panas, sesek hahh'
"De,ayok pulang panas,sesek, capek" ucap rival mengeluh kepada adiknya.
"Ya Allah kak,baru juga keluar dari mobil.masa mau pulang aja"Dena sewot.
"Kita cari jajanan dulu, abis itu baru pulang ya" ucap Dena lagi.
"Eh kak ada permen kapas" ucap Dena senang dan langsung menarik lengan sang kakak menuju penjual permen kapas sedangkan rival hanya pasrah di tarik tarik adiknya kesana kemari.udah biasa.
"Kak ayo foto"ucap Dena setelah mendapatkan permen kapas nya.
"Buat apa?"
"Buat kenangan lah kak,masa yang kayak gitu aja gak tau sih"
"Buat apa di kenang, kakak gak bakal pergi dan kakak juga belum mati" ucap rival kepada Dena.
"Ish,kakak nih ya gak peka, gak usah bawa bawa mati deh ya, berfoto itu buat kenangan di masa depan,buat nanti kalo kakak dah jadi kakek kakek ,nanti kakak bisa liat kalo kita itu pernah jalan jalan gitu loooh" ucap Dena menjelaskan panjang lebar dengan kesal.
'iya gituh' batin rival polos.(polongo sekalli)
"Udahlah ayo foto" ajak Dena kesal langsung menarik pergelangan tangan sang kakak saat melihat kakaknya hanya diam, setelah itu mereka berfoto beberapa kali dan kembali mencari jajanan.
Selesai mencari jajanan akhirnya mereka kembali pulang ke rumah karna sudah sore.
🌿🌿🌿
"Denaaaa... Temen kakak bakal datang nanti malem" teriak rival dari bawah karena Dena sedang ada di kamar dan kebetulan kamarnya ada di atas (lantai dua).
Dena keluar dari kamar dengan riang saat mendengar teriakkan kakaknya
"Kak,kak Ken bakal datang juga gak?" Tanya Dena.
"Sama Ken aja kamu gercep,dazziel tuh kasian" dazziel itu teman rival yg menyukai Dena.
"Ish, apaan sih"
"Nanti malem semuanya datang"ucap rival memberitahu.
"Yeyyyy"Dena besorak senang'waktunya caper'pikirnya.
Malam Tiba sahabat dan teman teman rival mulai berdatangan walaupun malam ini sedikit hujan gerimis.mereka datang ada yg bersama pacar ada juga yg datang sendiri. Rumah itu terasa sempit dan ramai, yg biasanya sepi sekarang ramai dengan ocehan dan tawa dari teman temannya rival.
"Kak Ameeel"
Dena menjerit senang saat melihat Amel datang.amel adalah kekasih dari kakak nya dan Amel berbeda sekolah dengan Dena juga rival.amel datang bersama teman temannya yg juga adalah kekasih dari teman teman rival.
"Hai dek" Amel memeluk Dena sebentar dan bergantian memeluk sang kekasih.
"Hai Beby boy"sapa Amel pada rival berbisik sambil berpelukan.
Wajah rival memerah mendengar panggilan itu dan hal tersebut tidak luput dari pandangan Dena dan teman temannya rival, mereka bersorak
'Huuuuu' sorak mereka bersama.
"Yg jomblo diem, yg jomblo diem" teriak salah satu diantara temannya rival.
"Diem njing, nyindir looo" ucap yg lainnya sewot.
Mereka semua tertawa mendengar jawaban itu.mereka semua malam ini bersenang senang, asap rokok mengepul ke udara, sampah Snack di mana mana, rumah berantakan tapi mereka bahagia.
Dena sekarang sedang berkumpul dengan teman dan sahabat kakaknya,di sebelahnya ada Ken yg sedang duduk sambil memegang rokok yg menyala,Dena terus berusaha berbicara walaupun tidak di gubris oleh Ken.
Saat bersenang senang handphone milik rival berbunyi, ada yg menelfon.
"Halo"
......
"Apa tidak bisa besok saja?
......
"Oke saya datang kalo begitu
......
Panggilan terputus
"Siapa kak?"tanya Dena.
"Asisten Deo"
"Kenapa?"tanya amel
"Ada urusan di kantor, kakak harus ke kantor sebentar, kamu di sini aja sama yg lain ya!" Ucap rival pada adik dan sang kekasih.karna setelah kepergian kedua orang tuanya rival di angkat menjadi CEO pengganti sang papah yg telah tewas dalam kasus pembunuhan, di usia yg masih muda rival memiliki tanggung jawab besar.
"Ishh, aku pengen ikut"
"Aku juga"saut Amel ikut ikutan.
"Ayolah, cuma sebentar"rival memohon.
"Oke, oke. kita tunggu dirumah"ucap Dena dan amel mengalah setelah beberapa saat.
"Tapi jangan lama-lama dan harus pulang lagi"Amel menimpali ucapan tadi.
"Iya aku pasti bakal pulang lagi"
"Janji"ucap mereka berbarengan sembari mengangkat jari kelingking untuk janji kelingking.
Rival terkekeh melihat kelakuan mereka, tapi tak ayal dia tetap mengangkat dua kelingkingnya dan membuat janji dengan kedua gadisnya sambil berkata
"Aku janji bakal pulang, tunggu aja di rumah sama yg lain oke, cuma sebentar" 'mungkin' janjinya.
"Mau ke mana? " Tanya dazziel saat melihat rival yg mengambil jaket yg ada di atas kursi sofa.
"Ke kantor bentar, titip mereka ya"ucap rival.
"Oke"
"WOY TITIP ADEK SAMA PACAR GUE YA" ucap rival lantang pada teman temannya yg lain.
"OKEEEE...
Jawab mereka serentak.
Rival pergi ke luar rumah besar itu, dengan di ikuti Dena dan amel.malam ini rival pergi mengendarai motor agar lebih cepat
"Dah dek, bay sayang"ucap rival sedikit melambai pada mereka berdua saat motornya hendak melaju.
"Babay"
"Jangan lupa pulang, hati hati di jalan"teriak Amel saat motor yg di kendarai rival melaju.
Setelah rival pergi Amel dan Dena kembali masuk ke dalam rumah, kembali ikut bergabung bersenang senang dengan teman temannya rival.
🌿🌿🌿
Rival melajukan motornya di atas rata rata, karna jalanan yg lumayan sepi padahal jalanan baru saja di guyur hujan gerimis dan banyak genangan air di jalanan, tapi tak menyulutkan rival untuk mengurangi kecepatan kendaraannya.
Ingin rasanya dia meninggalkan tugas ini dan kembali berkumpul bersama teman temannya, bersama kekasihnya dan bersama adik kecilnya.
Tapi tanggung jawab adalah tugas yg harus ia lakukan.memimpin sebuah perusahaan besar di usia yg sangat muda menjadi tanggung jawabnya,harusnya di usia remaja dia masih bermain dan bersenang senang seperti teman temannya.
Tapi setelah kepergian kedua orang tuanya rival membawa tanggung jawab besar di pundaknya, menjaga adiknya dan mengurus perusahaan peninggalan papahnya.
Masih teringat dalam kepalanya, mamanya meninggal karna depresi setelah kepergian papahnya yg meninggal akibat pembunuhan berencana yg di lakukan oleh musuh bisnis papahnya yg sekarang telah di penjara.
Rival melajukan motornya menuju perusahaan dengan cepat,saat di perjalanan tanpa di duga ada mobil dengan kecepetan tinggi yg mengarah ke arahnya ,rival tak bisa mengendalikan laju kecepatannya dan tak bisa menghindar dari mobil yg melaju itu dan terjadilah
'BRUK'
Kalian pikir apa?
Rival meloncat dari motornya saat mobil itu mulai dekat dengan kendaraannya.
Tubuh Rival berguling ke sisi jalan yg di sebelahnya ada sungai yg mengalir.
Dia terjatuh dan terseret air sungai yg dingin.
"Tidak bisakah aku selesaikan tugasku dulu,aku tak ingin pergi".
Gumam rival seblum kesadarannya benar benar Hilang
Semua menangis mendengar kabar kepergian rival,Dena tak percaya kakaknya pergi secepat itu dia berteriak memanggil nama kakak nya.tak ada sahutan.kini langitnya telah kelabu.
Amel terpuruk mendengar kabar bahwa sang kekasih kecelakaan yang membuat nyawa kekasihnya menghilang.
"Hiks kakaaa.." Dena meraung.
"Siapa yg bakal nemenin aku sekarang kak hiks"
"Harusnya wak-waktu itu aku nyuruh kamu kembali dengan kondisi bernyawa bukan pulang kayak gin-ni hiks"Amel sesenggukan, menyesal dengan ucapannya.
Mereka semua sekarang sedang berkumpul di tempat peristirahatan terakhir rival,Dena dan Amel tak berhenti menangis, dazziel di samping Dena,Amel sendiri.teman dan sahabat rival hanya bisa menunduk, mereka tak bisa menyembunyikan kesedihan ini.
Sosok yg selama ini menjadi kakak,kekasih ,teman,sahabat bahkan malaikat mereka sekarang telah pergi.
Selamat tinggal rival garvis Austin
kami akan selalu mengenang mu.
🥀🥀🥀