Awal bulan Desember ini banyak sekali kejutan yang baru ku ketahui. Seakan - akan semua rahasia terungkap dalam bulan ini.
Perkenalkan nama gua Hara Janied.
Kalian boleh manggil nama gua dengan sebutan Hara ataupun Janied.
Eh, tidak.
Kalian hanya boleh memanggil dengan panggilan Hara.
Janied hanya untuk dia.
Iyah.
Dia adalah seseorang yang selama ini menemani gua saat senang maupun sedih.
Dia sosok wanita yang luarbiasa.
Dia berbeda.
Dia istimewa di hidup gua.
Dan bodoh nya diri gua.
Gua benci diri gua sendiri.
Gua benci.
Gua bukan lelaki sesungguh nya.
Gua banci.
Pecundang.
Kalau ada yang mau mencaci gua silahkan.
Laki-laki apaan gua jika membuat seorang wanita menangis dalam diam.
Tersenyum walaupun sedang sakit yang menerjang.
Pura-pura bahagia padahal sedang hancur.
Ada saat gua butuh.
Dan gua hilang saat dia butuh.
Gua memang tidak pantas bisa bersanding dengan dirinya.
Dirinya memang bidadari.
Cantik, manis, mudah tersenyum, baik, tegar, semuanya ada di dalam dirinya.
Gua malu sama diri gua sendiri.
Di awal Desember ini gua baru tau semuanya.
Dan gua benar-benar menyesal.
Sangat menyesal.
Gua baru tau setelah membaca dari awal sampai akhir isi diary nya.
Yang ternyata semua tertulis tentang diri gua.
Kebangsatan gua.
Ternyata dia menyukai gua dari awal jumpa.
Dan dimana gua juga sama menyukainya.
Ternyata awal gua menembak nya dia bingung menjawab "Ya"
Dia malu.
Gua pikir dengan jawabannya yang tidak tau mengatakan ya atau tidak adalah alasan agar tidak menyakiti perasaan gua.
Dan gua simpulkan bahwa gua di tolak.
Ternyata tidak.
Gua menyesal mencari pacar.
Sebenarnya awal gua mencari pacar karena gua mendengar bahwa dirinya sedang pacaran dengan anak kelas sebelah.
Ternyata gua salah.
Gua baru sadar setelah beberapa bulan.
Dan langsung memutuskan pacar gua itu.
Gua pacaran juga karena marah mengetahui dirinya berpacaran dengan orang lain.
Ternyata tidak.
Dan sebenarnya gua mendekatinya kembali bukan karena pacar gua.
Tapi itu cuma jadi alasan doang.
Karena gua bingung mulai dari mana untuk bisa dekat lagi dengannya setelah gua jauhi dirinya di waktu itu.
🌂 Disaat gua meminjam buku tugas nya. Gua cuma alasan meminjamkan buku untuk pacar gua. Padahal nyata nya tidak. Gua cuma mencoba cari alasan agar bisa berbicara dengan dirinya.
🌂Memang dari awal gua cari masalah dengan pacar gua itu untuk mencari pertengkaran.
Gua sudah membeli air mineral yang memang gua beli untuk dia. Tapi gua alasan doang bilang ke dia karena bertengkar tidak jadi memberikan air mineral ke pacar gua.
🌂Gua senang melihat dia tertawa. Dengan memberanikan diri, gua memulakan lelucon karena pusing memikirkan pacar gua. padahal gua ngeluarkan lelucon hanya untuk melihat tawanya yang membuat jantung gua berdebar.
🌂Gua juga mengajak dirinya makan bareng ke kantin. Gua bingung bagaimana memulai berbicara dengannya. Karena sudah lama tidak berbicara dengan dirinya. Akhirnya dia gua memutuskan mencari alasan untuk meminta solusi bagaimana buat senang seorang cewek.
Dia mengatakan dengan sebuah hadiah kecil. Itu bakal berarti bagi cewek. Apalagi itu dari orang tersayang.
🌂Gua mengajak nya untuk membeli kado. Gua meminta menemani membeli kalung. Gua mencobakan ke lehernya. Gua beralasan meminjam lehernya untuk pacar gua.
Nyata, gua tidak benar-benar ingin membelikan pacar gua. Tapi gua ingin memberikan kalung tersebut ke dirinya. Tapi gua terlanjur berbohong. Dan akhir nya gua membelinya dan masih gua simpan sampai sekarang. Gua senang bisa mengantar nya pulang sampai kerumah. Seperti dahulu.
Setelah itu, untuk bisa dekat dengannya gua beralasan untuk pacar gua.
Semua tentang pacar gua.
Gua kagak pernah kepikiran itu bakal menyakiti hati nya.
Gua kagak tau.
Kalau gua tau.
Saat itu juga gua bakal menampar mulut gua karena sudah membuatnya sakit yang bertubi -tubi.
Setelah beberapa bulan.
gua bilang bahwa putus dengan pacar gua.
Setelah gua ucap kata putus di hadapanya, gua jadi bisa mengobrol bersamanya tanpa ada alasan tentang pacar gua lagi.
Bulan berganti dan saat itu bulan Agustus.
Gua ngajak dia ketaman.
Dan di saat itu gua meyakinkan hati untuk ngomong jujur ke dia.
Mengucapkan kata cinta gua ke dia.
Untuk kedua kalinya gua menembak dirinya.
Jelas apa yang di jawab?
Dia berkata "Telat"
Cuma kata itu yang di ucap nya.
Bukan "Ya" atau "Tidak"
Dia hanya berkata telat.
Telat untuk semua nya.
Dia berkata bahwa dia tidak pantas untuk diri gua.
Kata terakhir nya adalah
Dia bahagia bila gua bahagia.
Tapi tidam dengan dirinya.
Setelah itu dia langsung pergi.
Pergi meninggalkan diri gua yang masih terdiam di kursi taman.
Dan setelah itu dia tidak kelihatan lagi.
Dia juga pindah rumah dan sekolah.
Gua kagak tau dia dimana.
Tanggal 1 Desember ayah dan ibunya ternyata mencari gua lewat panggilan kepala sekolah.
Dan di saat itu juga gua dipermisikan oleh kepala sekolah untuk pergi bersama mereka.
Gua diam, bingung,.
Tapi gua hanya mengikuti mereka saja.
Apalagi gua tau bahwa mereka orang tua dirinya.
Gua penasaran.
Dimana anak mereka yang cantik itu.
Mereka hanya berkata "ingin melihat dia? Ikut dengan kami."
Aku hanya mengangguk antusias, dan ikut pergi dengan mereka.
Tiba-tiba mereka berhenti di daerah pemakaman umum.
Gua masih bingung dan positif thinking.
Tiba mereka berhenti di satu kuburan yang nisannya nya ber tulisan nama orang yang selama ini kucintai.
Ariana Athiyyah.
Lahir : 24 Oktober 2002
Wafat : 29 November 2020
Gua kaget.
Kaki dan lutut gua lemas.
Gua langsung jatuh di sebelah kuburan tersebut.
Gua masih menatap batu nisan yang ber tulisan namanya.
Gua kagak percaya.
Cewek cantik, baik dan periang itu.
Dia mengapa cepat sekali diambil oleh Tuhan?
Mengapa begitu pendek jangka waktu hidupnya?
Bunga yang di taburkan diatas kuburannya nya masih segar.
Yah, dia baru meninggal dua hari yang lalu.
Aku bertanya kepada ibunya "mengapa kalian tidak memberi tau teman-temannya?"
"Mengapa kalian menyembunyikan nya beberapa bulan ini?"
"Mengapa?"
Ibunya nya hanya menjawab "Ariana yang meminta kami untuk menyembunyikan nya dari teman-temannya semua."
Gua kembali bertanya "Mengapa dia bisa meninggal?"
Kali ini ayah nya menjawab karena ibunya sudah menangis tidak sanggup lagi berbicara "Ariana punya sakit kanker tumor otak."
Jleb.
Gua kagak bisa menelan air ludah gua.
Rasanya nya semua tubuh gua tidak bisa di gerakan lagi.
Ayah nya kembali berkata "Dirumah sakit setelah Ariana di angkat dibawa pulang untuk di makam kan. Saya menemukan diary ini. Dan semuanya isi tentang dirimu nak."
Ayah nya memberikan buku berwarna pink.
Lebih tepat nya diary dirinya.
Gua langsung membuka nya.
Dan semuanya gua tau.
Gua tau semuanya.
Di dalam hatinya ada gua seorang.
Makasih Ariana.
Lo udah buat diri gua bewarna walaupun hanya sebentar.
Dan gua baru sadar.
Gua adalah lelaki tidak berguna.
Banci.
Bangsat.
Lo gak harus bahagia melihat gua bahagia.
Gua benci diri gua sendiri.
Lebih baik lo membenci diri gua.
Gua mencintai lo Ariana.
Kapanpun.
Didalam hati gua.
Tertulis nama lo Ariana.
Makasih Ariana.
Gua sayang sama lo Ariana.