🌸Chalisa Putri Herlina Moon
Chalisa Putri Herlina Moon seorang pramugari cantik berusia 23 thn, yang memiliki sejuta pesona. Yang bisa membuat siapa saja yang memandang nya terpesona oleh kecantikan nan keanggunan nya.
Dia seorang wanita yang sederhana dan juga seseorang yang mandiri, walaupun dia berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan namun tidak menjadikan Chalisa menjadi anak yang manja.
Yang hanya bergantung kepada orang tuanya, Chalisa memilih hidup mandiri jauh dari kedua orangtuanya, dan memilih bekerja menjadi seorang pramugari di salah satu maskapai penerbangan nasional.
Tetapi pekerjaannya itu hanya bertahan 5 tahun saja, sekarang Chalisa sudah mendapat panggilan dari kedua orang tua nya untuk segera pulang ke rumah.
Dengan berat hati Chalisa pun menuruti keinginan kedua orang tuanya, namun siapa yang mau membantah kedua orang tua nya?, Tidak ada yang bisa membantah kedua orang tua nya.
"Halo yah" ujar Chalisa.
"Sudah selesai waktumu untuk bersenang-senang di luar, sekarang waktunya kamu pulang!!"ujar ayah Chalisa di sebrang telpon.
"Tapi kan kurang 1 bulan lagi yah" ujar Chalisa.
"Chalisa!!" Ujar ayah Chalisa penuh penekanan.
Chalisa pun hanya bisa menarik dalam nafasnya "baiklah, Chalisa akan pulang besok" panggilan pun di akhiri.
"Huhhfff, padahal aku udah nyaman sama pekerjaanku dan juga tempat ini, tpi kalo udah kaya gini mau gimana lagi" gumam Chalisa dengan lesu.
Dengan tidak semangat Chalisa mempacking semua baju-bajunya ke dalam kopernya, setelah dirasa sudah tidak ada yg ketinggalan Chalisa langsung beranjak dari kamarnya menuju ke kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu lama, Chalisa telah siap dan rapi menggunakan style yang sangat cocok di tubuhnya.
Chalisa pun berjalan di bandara dengan menarik kopernya, banyak pasang mata yang memperhatikannya dengan penuh damba. Karena kecantikannya bak seorang Dewi Yunani.
Chalisa langsung mempercepat jalannya, karena pesawat yang akan membawanya pulang ke asalnya akan segera meluncur.
..
..
..
..
..
Setelah beberapa jam di dalam pesawat kini Chalisa telah sampai di bandara, Chalisa mengedarkan pandangannya kesemua penjuru. Namun orang yang dia cari tidak ada.
"Kemana yah mang Koko, kenapa tidak ada, kata papah yang akan menjemput ku mang Koko,tapi ko GK ada yah"gumam Chalisa.
Mang Koko yang sedang mencari-cari anak majikannya belum juga ketemu, hingga pada akhirnya saat dia berbalik dia melihat Chalisa. Mang Koko pun mendekati Chalisa, menepuk pundaknya dari belakang sambil berkata "non Chalisa kan?"
Sedangkan Chalisa yang di tepuk pundaknya pun kaget dan berbalik untuk melihat siapa orang yang menepuk pundaknya,
"Mang Koko"ujar Chalisa setelah berbalik.
"Non, ayo tuan sama nyonya sudah menanti kedatangan non Chalisa!" Ujar mang Koko.
Chalisa pun hanya menganggukan kepalanya dan segera berjalan menuju mobil,yang sudah terparkir menunggu kedatangan nya.
Chalisa langsung masuk, duduk di kursi penumpang dengan diikuti mang Koko yang duduk di kursi pengemudi.
Mang Koko pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ke kediaman orang tua Chalisa. Diperjalanan Chalisa hanya menatap jalanan yang dia lewati dengan perasaan yang sangat gembira.
Tidak lama kemudian mobil yang di tumpangi oleh Chalisa pun sampai di halaman rumah yang sangat besar itu, Chalisa pun langsung masuk ke dalam rumah.
Di lihatnya ayah dan bundanya telah menyambut nya dengan sangat senang, melihat putrinya telah kembali ke rumah nya.
"Chalisa sayang, bunda sangat rindu padamu" ujar bunda Lina.
"Lisa juga sangat rindu sama bunda" sanggah Chalisa. Kedua ibu dan anak itupun saling berpelukan saling melepas rindu.
"Apakah kamu tidak rindu pada ayahmu ini?'ujar ayah Mon. Chalisa dan sang bunda pun langsung melepaskan pelukannya, Chalisa langsung menghampiri ayahnya dan memeluknya dengan erat.
"Chalisa sangat merindukan ayah" ujarnya.
"Chalisa anak ayah sudah sangat dewasa sekarang" ujar ayah Mon.
Keluarga kecil itupun saling melepas rindu dengan anaknya, setelah melepas rindu satu sama lain hingga tengah malam ke 3 orang itu menghabiskan waktu bersama.
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk beristirahat, begitu juga dengan Chalisa yang memang sudah sangat lelah karena perjalanannya.
'
'
'
'
'
Hari-hari telah berganti, bulan pun sudah berganti, tidak terasa sudah 1 tahun lebih Chalisa berkumpul dengan keluarganya.
Chalisa pun sudah bekerja kembali namun berganti profesi, tidak menjadi pramugari, Chalisa telah bekerja di perusahaan ayahnya menjadi manager bagian keuangan di perusahaannya.
Di malam hari setelah Chalisa pulang dari kantor, Chalisa selalu menyempatkan dirinya untuk berkumpul dengan ayah serta bundanya, walaupun Chalisa lelah dengan kerjaan kantor tidak membuatnya untuk mengabaikan keluarganya.
Seperti malam ini Chalisa dan kedua orangtuanya tengah berkumpul di ruang keluarga, dengan makanan yang berjejer rapi di meja menambahkan kenyamanan ketiga orang itu yang sedang menikmati berkumpul bersama.
"Chalisa, bunda sama ayah mau bicara sama kamu" ujar sang bunda.
"Bunda sama Ayah mau bicara apa" tanya chalisa.
"Ayah sama bunda mau menjodohkan kamu sama anak sahabat kami, apakah kamu bersedia dengan keputusan kami?"tanya sang ayah.
"Chalisa ngikut Ayah sama bunda ajah, Chalisa mau-mau ajah ko Yah Bun" ujar Chalisa dengan penuh ikhlas tanpa membantah.
"Chalisa kamu serius nak, kamu gak nolak kami?"tanya sang bunda.
"Enggak Bun" ujar Chalisa dengan tersenyum.
"Baiklah besok pernikahan kalian akan di laksanakan" ujar sang Ayah.
"Iyah Ayah, Chalisa siap-siap saja" ujarnya Chalisa dipenuhi dengan senyuman.
Keesokan harinya pun sesuai dengan apa yang di bicarakan ya tadi malam, bahwa hari ini Chalisa akan menikah dengan seseorang yang belum pernah Chalisa tau, siapa calon suaminya itu, seperti apa penampakannya dan wujudnya itu.
Tapi Chalisa hanya bisa pasrah dengan keputusan ayahnya, toh dia juga GK bisa nolak kedua orang tuanya.
Chalisa telah menunggu di kamar pengantin, menunggu calon suaminya untuk mengsah kan pernikahan mereka, setelah sudah sah Chalisa pun di undang untuk berada di samping mempelai laki-laki.
Setelah Chalisa turun dari tangga menuju altar pernikahan, setelah sampai di depan pria ya g sudah sah menjadi suaminya Chalisa tercengang dengan apa yang dia lihat, laki-laki yang telah sah menjadi suaminya itu adalah laki-laki yang sangat Chalisa rindukan dan yang sangat Chalisa cintai, tidak pernah menyangka bahwa mereka kini telah menjadi sepasang suami istri.
"Chalisa cium dulu tangan suami kamu!" Ujar bunda membuyarkan pikiran Chalisa.
Chalisa pun langsung menyium tangan sang suami begitu sebaliknya sang suami mencium kening sang istri, Chalisa masih tidak percaya bahwa yang di hadapannya itu adalah cinta pertamanya yang sudah lama saling menunggu.
Begitu juga dengan Raka, Raka sangat tidak menyangka bahwa semua ini terjadi, wanita yang sangat dia cintai dan rindukan saat ini dan detik ini juga telah sah me jadi istrinya, dia sangat senang dengan apa yang telah terjadi.
Setelah usai pernikahan keduanya saling berpeluka dan menumpahkan kerinduan yang selama ini keduanya pendam.
Mereka tidak menyangka bahwa mereka telah resmi menjadi suami istri, mereka sangat bersyukur atas apa yang telah terjadi saat ini.
"Aku merindukan mu Chalisa" ujar Raka dengan memeluk Chalisa dengan erat sambil mencium kening wanitanya itu.
"Aku juga merindukanmu" ujar Chalisa, Raka menyatukan bibirnya dengan bibir Chalisa, dengan saling berpelukan meluapkan kerinduan antara keduanya.
{SELESAI}
"Haii semuanya,.makasih udah mau mampir dan baca cerpen ku ini, jangan lupa like and komen cerpen ku ini yah, maaf yah jika banyak typoo ataupun kesalahan dalam menulis, dan juga alur yang tidak jelas ini"
🥰🥰
"Jangan lupa sematkan untuk like dan komen"🥰🥰🌹
"TERIMAKASIH"
"SEMOGA KALIAN DI BERIKAN KESEHATAN SELALU DAN KEBAHAGIAAN"
🥰🥰