✍️Aku Hamil Anak dari Mantan Pacarku.
Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil.....
Di malam yang begitu indah, kerlap-kerlip bintang menghiasi langit. Cantik nan indah di pandang, banyak pemuda-pemudi yang berlalu lalang menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Sungguh suasana yang sangat pas.
Banyak anak muda yang menikmati waktunya bersama kekasih hatinya, senyuman, pertanyaan kecil yang saling mereka lontarkan dan gurauan.
Melihat mereka aku sangat iri, nasibku begitu malang. Gaya pacaran yang aku jalani bersama kekasih ku yang di luar batas, aku terlibat dalam kenakalan remaja.
Aku kini sedang duduk di sebuah bangu panjang yang ada di taman kota, memandangi remaja-remaja yang sebaya dengan ku, menikmati indahnya malam.
Sedangkan aku, di sini sendiri meratapi penyesalan yang aku perbuat yang tidak akan pernah bisa kembali mengulang seperti sebelumnya.
Duduk, termenung dengan pemikiran aku harus bagaimana, apa yang harus aku lakukan dengan keadaan ku ini?. Banyak pertanyaan dan cara yang sedang aku pikirkan, bagai mana aku menangani masalah yang sungguh sangat berat dalam hidupku ini.
Dengan perbuatan yang aku lakukan membuat aku sadar, dan aku sangat menyesalinya. Namun aku juga sadar ini sudah terlambat bagi ku menyesalinya, karena ini sudah terjadi.
Aku hamil anak dari mantan pacarku, aku kira hanya dengan melakukan hubungan terlarang hanya dengan satu kali saja tidak akan terjadi, namun dugaanku salah. Hal yang aku kira tidak akan terjadi malah terjadi dalam hidupku, aku melakukannya pada saat masa subur ku sehingga sehingga hal yang tidak diinginkan terjadi.
Namun aku harus bagaimana, ini sudah terjadi dan aku mau tidak mau harus menerimanya, untung saja kedua orang tuaku tidak mengusirku ataupun memperlakukanku dengan buruk, mereka masih bersikap baik denganku namun aku tau ada semburat kekecewaan di dalam mata kedua orangtuaku.
Aku anak yang sangat buruk, tidak mendengarkan perkataan kedua orangtuaku, aku menyesali itu tapi sekali lagi penyesalanku itu tidak ada artinya sama sekali.
Ketika aku berkata kepada kedua orangtuaku, mereka berkata minta tanggung jawablah kepada ayah dari anak yang aku kandung, semoga saja dia mau menerimamu dan anak kalian yang ada di dalam rahimku. Tapi aku ragu, lusa Aldo Abraham yang merupakan mantan pacar sekaligus ayah dari anak yang aku kandung akan melaksanakan pernikahannya dengan wanita yang telah di jodohkan oleh keluarganya.
Aku harus bagaimana, apakah aku harus menemuinya dan meminta pertanggungjawaban darinya bahwa aku hamil anaknya, namun bagaimana dengan keluarganya, apakah mereka akan menerimanya, dan apakah Aldo akan mau bertanggung jawab kepadaku? Ya Tuhan aku sangat bingung, apa yang harus aku lakukan.
.
.
.
Hari semakin larut, gadis cantik nan malang yang sedang duduk di sebuah bangku panjang yang berada di taman kota, bangkit dari duduknya mengayunkan kakinya menuju tempat tinggalnya yang tidak jauh dari taman kota.
.
.
.
Aku berjalan menuju rumahku, dilihatnya ibu yang berada di teras rumah dengan berjalan mondar mandir penuh dengan kegelisahan, aku menghampirinya.
"Ibu, ibu sedang apa malam-malam begini di luar" sapaku kepadanya
"Oh, ya ampun anak ibu, kamu kemana aja kenapa selarut ini baru pulang hmmm, apakah kamu lupa ada malaikat kecil di dalam rahimmu, dia pasti kedinginan" ujar ibuku penuh khawatir.
"Astaga ibu, tidak usah berlebihan begitu, dia tidak akan kedinginan" sahutku.
"Ya sudah ayo kita masuk dan kamu harus segera istirahat, ini sudah larut tidak baik untuk ibu hamil tidur terlalu larut malam, kau mengerti" ujarnya penuh penekanan dengan menggiringku masuk menuju kamarku.
Aku hanya nurut saja kepada ibuku, aku tidak ingin membantah perkataan ibuku, sekarang aku tahu bahwa apa yang ibuku larang itu demi kebaikan ku.
"Bu, ayah belum pulang?" Tanyaku
"Belum sayang, katanya sih tiga hari ayah gak pulang, katanya masih banyak pekerjaan yang belum selesai" kata ibu
Akupun hanya ber oh riya menimpalinya.
"Oh iya sayang bagaimana, apakah kamu sudah memberi tahu Aldo?" Tanya ibuku
"Belum Bu, aku takut dia tidak mau bertanggung jawab, apalagi dia di jodohin dan besok hari pernikahannya, masa aku harus datang dan mengacaukan pernikahannya, yang sudah di siapkan oleh kedua keluarga mereka" ujarku dengan pilu
"Tidak sayang, kamu harus mengatakannya kepada Aldo, ibu tahu kalau Aldo pasti akan menerimanya dan bertanggung jawab, ibu yakin kalau Aldo masih sangat mencintaimu nak" kata ibuku
"Michael Agustine, anak ibu yang paling cantik, ibu yakin Aldo masih sayang dan cinta sama kamu, mungkin Aldo mendapat tekanan dari keluarganya untuk memutuskanmu" sambungnya lagi
"Baliklah besok aku akan menemuinya, semoga saja apa yang ibu harapkan bisa terkabul" ucapku
"Ya sudah ibu tinggal, kamu istirahatlah, ini sudah sangat larut" perintahnya.
Aku hanya mengangguk, membaringkan tubuhku kekasur empukku, memejamkan mata untuk mencoba menyelami alam bawah sadarku.
.
.
.
Keesokan harinya(malam), Michael mempersiapkan dirinya untuk datang ke acara pernikahan mantan pacarnya, dia akan memberitahukan kehamilannya di depan semua orang yang ada di tempat acara itu.
Michael yang sudah berdandan dengan,enatap pantulan dirinya yang ada di cermin, mata bulat indahnya memancarkan keraguan dengan keputusan yang akan dia ambil ini, Michael merasa drinya sangat jahat sekali. Jika perbuatannya yang ingin mengungkapkan kehamilannya di depan umum dan itu tentu saja akan menuai keributan.
"Huhhhffff, ayo Michael kita pergi"
Michael melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat di langsung kannya, acara pernikahan Aldo(mantan pacar) dengan wanita yang di jodohkan oleh keluarganya pretty Wiliam yang merupakan wanita pilihan keluarganya.
Michael mengendarai mobilnya, menuju tempat di mana, di langsungkan nya acara. Mobilnya melaju membelah jalanan yang sedikit ramai, lampu jalan yang berjejerenampakan cahaya untuk menerangi jalanan terlihat sangat indah.
Michael menenangkan dirinya, menarik nafas berkali-kali, dia akan menghadiri acara mantan pacar yang sangat dia cintai, akan melihat orang yang sangat dia cintai bersanding dengan orang lain, apakah dia akan sanggup melihatnya.
Tapi dengan tekat yang kuat, Michael memutuskan untuk tenang, dia memantapkan hatinya untuk mengungkapkan kehamilannya pada Aldo dan semua keluarga serta tamu yang ada di acara itu. Karena Michael yakin bahwa Aldo masih mencintainya dia menerima perjodohan ini karena tidak mau membantah perkataan orang tuanya.
Setengah jam jalan yang di tempuh Michael,kini dirinya telah sampai dintempat tujuan, setelah memarkirkan mobilnya Michael melangkahkan kakinya masuk.
Suasananya begitu ramai, banyak tamu-tamu yang hadir, yah memang keluarga Aldo sangatlah kaya, bisnisnya bercabang² kemana-mana sampai keluar negeri bahkan masuk dalam deretan orang terkaya di negaranya, jadi tak heran jika banyak tamu yang datang.
Banyak pasang mata yang memandang Michael penuh kagum dan bertanya-tanya, siapa wanita cantik itu, semuanya menatap dengan kagum kearahnya.
*
*
*
Dengan yakin aku melangkahkan kakiku masuk menuju dimana orang yang punya hajatnya, setelah masuk ke dalam aku melihat Aldo yang berada di altar dengan pretty, sungguh sakit sekali rasanya.
Acara akan segera di mulai, namun sebelum itu aku lebih melebarkan langkahku semakin dekat kearahnya, langsung ku hentikan itu.
"Tunggu, aku hamil anakmu Aldo" teriakku, tamu-tamu yang hadir menatapku dengan bingung dan kaget, bukan cuma mereka tapi Aldo dan pretty serta kedua keluarga mereka.
Kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini, aku tatap ke arah Aldo, dan keluarganya.
Mataku menatap Aldo dan mengulangi kalimatku, " aku hamil, aku hamil anakmu Aldo, apakah kamu masih akan tetap meninggalkanku dan menikah dengan pretty setelah kini kau tahu bahwa aku sedang mengandung anakmu"
"Apa-apaan kamu, jangan mengacau acara ini, hentikan omong kosongmu, wanita tidak tahu diri" kata Tante Lisa, ibu Aldo. Dia berteriak dan mendekatiku.
"Hei, kamu jangan mengada-ada yah, jangan mengacaukan acara ini" teriaknya penuh amarah dengan dengan satu tangannya yang terangkat akan menamparku. Mataku sudah panas ingin mengeluarkan lahar putih, dengan semua perkataan kasar dari ibu Aldo.
Aku memejamkan mataku ketika Tante Lisa akan menamparku, namun sepwrkian detik tidak terjadi apa-apa, aku membuka mataku, dan ternyata Aldo melindungiku dengan menghalangi tangan ibunya yang hendak menamparku.
"Cukup mah, jangan berbuat kasar pada Michael"
"Michael, apakah itu benar, apakah kamu hamil anakku?" Tanyanya kepadaku matanya menatap penuh hangat ke arahku, tanpa ku ragu aku langsung menganggukan kepalaku " iya, aku hamil anak mu, di sini ada buah hati kita" tunjukku ke arah perutku yang sedikit mulai membuncit.
Dengan tiba-tiba Aldo langsung memelukku penuh kehangatan, sedangkan pretty serta keluarganya sangat bingung bahkan semua tamu undangan yang ada di situ sangat bingung dengan apa yang terjadi saat ini, ibu dan keluarga Aldo yang lainnya sangat marah dan terus memarahi dan memakiku.
Namun Aldo membelaku, dan Aldo memutuskan untuk membatalkan pernikahan dengan pretty, dan memilih untuk menikahi ku, keluarganya menentangnya, serta keluarga pretty sangat marah, namun Aldo masih tetap tidak perduli dengan semuanya.
"
"
"
Tamu-tamu semuanya menyaksikan drama yang terjadi di acara itu, namun mereka tidak menanggapinya, mereka hanya bisa melihat dan mendengarkan apa yang terjadi tanpa menanggapinya.
"Oke baiklah mamah serta semuanya akan pergi, terserah kau mau apa" ujar ibu Aldo, di memutuskan untuk keluar dari tempat itu beserta semua keluarganya, setelah sebelumnya pretty serta kedua orang tua dan keluarga besarnya pergi, Lisa sangat malu dengan apa yang terjadi kini, anaknya yang ngotot ingin menikahi wanita yang tidak dia sukai. Ntah lah apa yang membuatnya tidak menyukai Michael.
Setelah keluarga Aldo pergi Aldo memutuskan untuk langsung menikahi Michael yang merupakan wanita yang sangat dia cintai dan sayangi itu dengan di saksikan oleh para tamu undangan yang masih ada di tempat acara itu.
Suara tepuk tangan sangat ramai menyapa telinga sepasang kekasih yang sudah menadi sami istri.
"I love you" ujar Aldo
"I love you so much, too " sahut Michael.
Keduanya langsung berpelukan, saling berciuman. Tamu-tamu menjadi sangat riuh, sedangkan kedua orang tua Michael tersenyum bahagia ketika melihat anaknya bisa bersama seseorang yang dia cintai.
Setelah nya, tamu undangan langsung mengucapkan selamat, kepada penantian baru itu.
"Ibu, ayah" ujar Michael yang melihat orang tuanya berjalan kearah mereka.
" Semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia yah, ayah dan ibu akan selalu mendo'akan kalian" ujar ibu Michael dengan memeluk putrinya, dengan senang hati Michael membalas pelukan ibunya dengan penuh sayang.
Tamu undangan yang sudah mengucapkan selamat langsung pulang masing-masing.
Kini di tempat itu cuma ada empat orang.
"Ya sudah kami pulang yah, kamu titip putri kami kepadamu ya, jangan sakiti Michael, jaga dia, semoga kalian selalu d bahagia" ujar ayah Michael, keduanya pun memutuskan untuk pulang, tinggallah sepasang suami istri itu, tak berapa lama merekapun memutuskan untuk pergi ke tempat yang sudah mereka sewa untuk menghabiskan malam itu.
"Terimakasih, sudah hadir di perut bundamu nak, ayah sangat mencintai kalian berdua, katanya dengan mengusap perut Michael.
Keduanya saling bertatap mata, tatapan yang penuh dengan kerinduan yang mereka pendam selama ini.
Kedua insan itu saling melepas rindu.
.
.
.
.
Hari-hari telah berlalu dengan cepat kini usia pernikahan Michael dan Aldo menginjak 10 tahun dengan di karuniai 3 anak sepasang kembar dan perempuan.
Keluarga kecil mereka sangat harmonis, penuh kebahagiaan tanpa adanya gangguan, begitupula dengan keluarga Aldo yang sudah menerima Michael menjadi istri dari Aldo saat 2 tahun mereka menikah.
TAMAT
🥰
thank you for reading my story🥰
Mohon maaf jika kata-kata nya kurang masuk di akal, dengan kata-kata yang masih acak-acakan, dlkalimat yang membingungkan kalian.
Jangan lupa like and komen yah guys 🥰👍 💌