Baik dan buruk akan selalu berpasangan dalam sebuah kehidupan, Apa yang kita tanam pasti kita pula yang akan menuai.
Begitu mudahnya bagi sang lidah berucap, seolah dia tak mau tau betapa remuk dan luluh lantah sebuah perasaan.
Aku yang selama ini mengagumi seseorang yang mengajarkan tentang agama dalam kehidupanku, yang aku harapkan dia menjadi lentera dari keterpurukan ku.
Tak ada sedikitpun kecurigaanku tentang dia,karena bagiku dia adalah wanita sempurna yang memahami bahkan mengajarkan ilmu agama.
Nduk kamu harus bangkit, harus semangat ya,kapan pun kau ingin mencurahkan kesedihanmi kemarilah tangan ini selalu terbuka. masih terdengar jelas ucap sang guru dalam telingaku.
"Terimakasih nggeh mbak" Ucapku kala itu sambil beruraian air mata yang membasahi pipiku.
Aku yang baru saja kehilangan kakaku untuk selama lamanya, masih tersimpan segumpal kesedihan yang mendalam di keluarga kecilku.
Aku hanya bisa menangis,seolah gelap yang terasa,ibuku depresi karena kematian kakaku,sementara ayahku lebih banyak diam karena masih terpukul dengan kematian kakaku.
Hari hariku terasa sepi,tak jarang mas Aris selalu kerumah untuk menemaniku,dia adalah lelaki yang mengisi hatiku beberapa bulan terakhir, "nduk gimana keadaan ayah dan ibu"?pertanyaan itu tak pernah luput dari bibirnya dan itu aku jadikan penilaian kalau mas Aris tak hanya menyayangiku,tapi juga keluargaku.
"Alhamdulillah mas sudah mau makan, walau kadang masih suka menangis sendirian" Jawabku sambil menaruh secangkir kopi di atas meja.
"Alhamdulillah,kamu jangan lupa jaga kesehatan,selalu ajakin ngobrol ibu,jangan lupa sholat 5 waktunya di jaga" Ucap mas Aris sambil membelai rambut panjangku.
"Iya mas" Jawabku dengan singkat.
Hari demi hari aku lalui tanpa terasa sudah berganti bulan, keluargaku mulai membuka hari hari baru, menjalani kehidupan yang hampir kembali normal.
Namun ada satu hal yang kembali menyita perasaan di hatiku, mas Aris tiba tiba sedikit menjauhiku, perhatian nya yang tak lagi seperti dulu,jangankan berkunjung ke rumah, sekedar telfon atau membalas pesan pun sepertinya dengan terpaksa.
Aku yang hampir setiap hari bertemu dengan sang guru untuk memperdalam ilmu agamaku,aku pun bercerita apa yang aku alami dengan mas Aris, untuk mengurangi beban yang ada di benakku, yang kebetulan dia pun juga mengenalnya.
Seiring berjalannya waktu aku semakin dekat dengan sang guru,karena tak ada lagi tempat aku bercerita yang biasanya aku tumpahkan pada kakaku yang sekarang sudah bahagia di Sisi sang Pencipta.
kini aku ceritakan setiap persoalan kehidupanku kepadanya.apa lagi mas Aris yang sekarang tak pernah kerumah,dan juga tiba tiba jauh dari ku.
"Mbak kok mas Aris sekarang beda ya,sekarang aku merasa dia semakin jauh"? Tanyaku sambil kusandarkan kepalaku di pundaknya.
" Nduk kamu jangan berfikir macam macam dulu, mungkin dia lagi sibuk, bisa juga lagi banyak kerjaan jadi otomatis waktu nya akan berkurang buat kamu".jawabnya sambil mengelus lenganku.
Pada suatu ketika ku ayunkan langkah kaki yang mulai berat, aku coba kembali berlari saat aku mendapat kabar berita kalau kekasih hatiku mas Aris akan menikah dengan wanita yang tak lain adalah guru ngaji ku, yang selama ini menjadi tempat aku mengadu semua permasalahanku,tempat ku bertanya tentang petunjuk dalam hidupku.
Apa arti semua ini? Aku tak tau,
Apa aku yang terlalu bodoh?
Apa aku yang terlalu percaya?
Tuhan kenapa harus dia yang menggantikan posisiku?
Kenapa aku begitu yakin dia tulus kepadaku?
Ingin aku teriak, bahkan aku ingin memberontak, apa aku juga berhak bahagia?
Iya,aku dengan keyakinan penuh, Alloh tak pernah tidur,
Alloh pasti akan memberikan yang lebih indah.
Sampai akhirnya berita itu sampai di telinga kedua orang tuaku dan ibuku kembali sakit karena melihat aku yang mengurung diri dalam kamar, kesedihan kembali menghampiri keluargaku.
Hingga sampai detik ini aku tak pernah tau bahkan tak mau tau,apa alasan mereka orang yang dulu menopangku tapi justru mereka sama sama menjerumuskan aku dalam kesedihan yang baru.
**
Dari sini aku petik sebuah pelajaran tempat terbaik berkeluh dan bercerita adalah Alloh, sahabat yang tak pernah ingkar adalah Alloh.
Terimakasih semua mohon suportnya juga like nya🙏🙏🙏