Banyak kejadian yang terjadi. Mungkin pada masa lalu atau masa ini mengambarkan kenangan yang kadang dapat pudar dalam ingatan karena ada dorongan ingin melupakan kejadian yang tak seharusnya terjadi dan juga tak perlu di ingat agar rasa sakitnya tak terasa lagi. Dunia mungkin bisa lupa akan kejadian itu namun sudah tersirat di dalam kenangan dan ingatan kau berjuang untuk menahan rasa sakitnya dalam menahan ingatan itu agar tidak hilang namun semakin kamu berusaha menahannya semakin terasa sakit yang kau dapat dan setelah usaha itu kamu tetap kehilangannya.
Kini banyak hal yang kamu lakukan untuk mengingatnya saking ingin mengingatnya kamu lupa melihat masa depan yang akan kau lalui sampai pada suatu titik lelah kau menyerah dan melupakannya. Namun takdir berkata lain setelah beberapa waktu dia kembali dengan jalan cerita lain.
Pagi hari ke sekolah…
Hari ini aku berangkat naik angkutan umum biasanya aku diantar ke sekolah sama bapak tapu bapak lagi menghadiri pesta jadi ini deh aku naik angkot. Aku yang tidak terlalu suka berinteraksi dengan orang lain membuat ku hanya mengikuti angkot yang disarankan mama untuk ku naiki. Aku melihat angkot yang disarankan mama sudah berada tak jauh dari tempat ku menunggu angkot tersebut. Sesaat angkot tersebut pas di depan ku aku menaikinya dan duduk di pojok kanan ku buka jendela angkot tersebut sambil mendengarkan musik dari armada ku nikmati perjalanan ku dengan damai hingga tiba pada saat dimana seseorang laki-laki yang di samping ku berbicara kepadaku
“ hmm… bisa geser sedikit ngak kak” katanya sambil menatapku
Aku hanya membalasnya dengan mengangguk dan bergeser lebih kepojokkan sedikit namun tiba- tiba sang supir merem angkot nya sehingga aku terpojok ke badan lelaki itu . aku tersadar dan langsung menjauh darinya ku palingkan pandangan ku ke arah jendela kembali. Angkot berhenti menandakan tujuan perjalanan sudah sampai.
Aku ingin keluar dari angkot ku periksa saku rok ku untuk mengambil ongkos angkot dan damn it aku lupa mengambil uang di meja belajar yang di kasih mama pagi tadi ,wajah ku pucat dan linglung seketika aku ingin keluar tapi ongkos angkot ku tidak ada sudah banyak orang berpergian dari angkot tersebut aku menunduk karena tidak tahu ingin berbuat apa tapi samar-samar ku dengar seseorang mengatakan ongkos untuk dua orang bang .aku memberanikan diri untuk melihat siapa itu ternyata laki- laki itu dia menatap ku sambil tersenyum.
Aku menatapnya lekat
sampai dia berkata “ hei masih belum keluar bel sudah bunyi loh ngak takut telat kamu” katanya tersenyum
tiba – tiba aku langsung tersadar dan beranjak keluar dari angkot aku turun keluar sifat ku memang pendiam namun aku masih punya kesopanan untuk mengucapkan terimakasih kepadanya.
“ ter..terima terimakasih “ kataku sambil menunduk
“hahaha kamu mau terimakasih sama semut nya kok nunduk gitu”
“ yah, udah sans ajah kali mana tahu aku nanti perlu kamu, kamu tolongin aku yah “ katanya tersenyum
Aku menganggukkan kepala ku dan berjalan menuju kelasku dia mengikuti dari belakang. Aku tidak mengenalnya karena aku tidak terlalu atau di bilang sedikit berinteraksi dengan kelas lain sehingga aku kurang mengenalnya tapi ku pastikan dia bukan anak IPS karena aku tidak pernah melihat wajahnya jika aku melewati kelas – kelas yang memiliki jurusan sosial dan nya dia melewati kelas IPS tapi jangan pikirkan kalau dia pergi ke kelas IPA sangat salah dia pergi kearah kantor guru tepatnya kantor kepala sekolah .
Aku yang masa bodoh melanjutkan perjalanan ku ke kelas setiba disana aku melihat santapan pagi yaitu kebobrokan teman – teman ku jika aku mengabsen nya satu –satu yah tentu yang pertama yang akan ku katakan yaitu ada yang mengerjakan tugas,ada yang bergosip , ada yang makan di kelas, main bola di kelas dan tentunya dan pastinya melihat tentang kebucinan teman sekelas ku .
Aku duduk di tempat duduk ku dah kembali memasang airpon di telingaku kalian jangan berpikir sekolah ini adalah sekolah bebas dalam pemakaian hp tentu itu adalah pandangan yang salah aku memakai airpon dan alat perekam ku yang merekam tentang soal-soal kisi –kisi ujian perguruan tinggi tahun lalu tekat ku sudah bulat aku akan mengambil kampus yang jauh dari orang tua ku atau bisa di sebut dimana aku tidak akan di kenali orang sama sekali agar aku bisa membentuk kedewasaan ku ini dan untuk merubah sifat ku yang susah terbuka ke semua orang.
Guru masuk ke kelas tapi ada yang lain dari hari ini . guru datang tidak sendirian . ada seseorang yang mengikuti di belakang guru tersebut dan betapa terkejutnya aku yang mengikutinya adalah laki – laki yang di angkot itu .
“ selamat pagi anak – anak hari ini ada murid pindahan dari Surabaya ke sekolah kita dan kamu perkenalkan dirimu kepada teman- teman baru mu”
“ Baik bu “
“ selamat pagi semua nama saya Rion saya dulunya sekolah SMA harapan bangsa saya pindah karena alasan keluarga dan sebenarnya saya dulu tinggal disini tapi karena pekerjaan ayah saya kami pindah ke Surabaya hanya segitu saja yang saya dapat sampaikan terimakasih”
“Baiklah Rion kamu bisa duduk dan minta saja dari murid lain untuk berbagi buku paket dengan mu sebelum kamu mengurusnya di perpustakaan “
Rion berjalan menuju tempat duduk yang ada di samping mejaku dia duduk bersama Cristian.
“ oke , Sari kamu tambahkan Rion ke absen kelas kalian dan di mulai dari hari ini “
Namaku di panggil lamunanku langsung buyar dan aku menjawab bu guru
“baik bu saya akan kerjakan” kataku dengan sopan
“ ok, baiklah kita akan memulai pelajaran kita har ini “
Jam belajar di mulai dan setelah beberapa menit bel Istirahat berbunyi yang menandakan pergantian mata pelajaran . Guru yang mengajar tadi telah pergi dan pasti kalian tahu apa yang terjadi . kelas titisan ninja pun di mulai ada yang keluar masuk kelas, ada yang pergi ke toilet bawa rombongan yang kayak mau demo, ada juga pembukaan tempat salon mini di pojok belakang dan perkumpulan akang dengan nyai gosip yang membahas segala sesuatu yang aku terjadi di sekolah ,di rumah dan juga sampai membahas tentang politik. Sedangkan aku masih mengerjakan laporan bulanan absen ke Tata Usaha aku hampir lupa menulis nama Rion di absen aku menulisnya ke laporan ku untuk bulan ini. Aku yang sedang sibuk membuat laporan dikejutkan oleh seseorang yang berada tepat di depan ku yah itu Rion.
“ Nama kamu Sari kan. Tadi aku pergi ke perpustakaan untuk mengurus buku pelajaran tadi pengawas perpustakaan bilang aku bawa kamu ikut aku ngurus administrasi tentang bukunya katanya kamu juga anggota dalam mengurus buku yang di perpustakaan” jelasnya panjang lebar
“Hmm, sebentarnya aku lagi ngurus laporan absensi kelas” kataku sambil mengerjakan laporan yang ada di depan ku
“ oke aku tunggu disini “ sambil duduk di dekat ku
Aku terkejut dan tidak bisa di pungkiri wajah ku yang aneh dia tersenyum melihat wajah ku yah aneh.
“ wajah kamu kenapa macam mau melihat hantu saja tenang aku enggak akan nganggu kamu lanjut ajah lanjut aku bisa diam kok nunggu kamu”
Aku hanya mengangguk tanda setuju dia menyandarkan kepalanya ke meja sambil memejamkan matanya waktu seakan berjalan lamban. Aku yang telah selesai menyusun laporan ku ingin membangunkan dia . aku tidak tahu dia hanya menutup mata atau tidur rasa segan ku timbul aku berusaha mengerakkan tangan ku untuk membangunkannya ketika aku ingin menyentuh pundak nya dia lebih dahulu terbangun dia mengucek matanya huh ternyata dia beneran tertidur .
“ udah siap laporan absennya .sory,aku ketiduran kamu nunggu lamanya kenapa ngak bangunin ajah”
“ enggak kok ini baru ajah siap dan mau bangunin kamu ehk dah langsung bangun ajah”
“ oh okey kita berangkat nih jadinya kita ke Tata Usaha dulu atau perpustakaan dulu “
“ kayaknya Tata Usaha dulu deh karena ini hanya ngantar laporan ajh”
“ ok, ayo jalan”
Kami berjalan keluar kelas perjalanan kami lumayan lama karena jarak kelas kami dengan ruang tata usaha terbilang lumayan berjarak . banyak orang yang memandang kami tentunya dengan dua alasan yaitu yang pertama aku yang jarang keluar kelas namun aku sekarang keluar dan samping ku ada laki – laki alasan yang kedua itu adalah Rion wajah baru di sma ini.wajah ku sedikit tertunduk karena aku malu di pandang semua orang seperti itu
Setelah sampai di ruang tata usaha aku langsung memberikan laporan absensi kepada Ibu Lily yang tepat duduk di meja kerjanya sedang mengerjakan tugasnya dengan berbagai tumpukan kertas yang berada di depannya.kami pergi setelah ijin kepada ibu lily kami berjalan menuju perpustakaan yang berlawanan arah dengan ruang tata usaha harus melewati kelas IPA. Pada saat kami berjalan melewati kelas IPA aku mendengar namaku di panggil.
“ Sar,sari loh budek atau pikun hey sar” teriak nya di koridor kelas IPA
dan aku mengenali pemilik suara itu dia adalah sahabat kecil ku dan juga tetanggaku namanya Devon dia anak 12 IPA 1 juara satu umum dan selalu
bahan perbandingan mama ku yang dimana aku hanya mendapatkan juara 2 dan 3 di tiap semester itu pun hanya kelas tidak umum. Dia selalu mengejek ku karena tidak bisa menyainginya di dalam mata pelajara.
“ apa sih bambang loh nggangu gue trus nya malu gue di lihatin semua orang cukup loh ajah yang gila ngak usah ngajak – ngajak gue loh“ kata ku ketus
“ eh , anak kecebong elu yang budek dari tadi gue panggilin loh ngak nyahut-nyahut tadi pagi loh naik apa kesini kok gue ngak lihat loh pergi sama diantar om “
“ bapak pergi ada acara dia ngak boleh telat jadi aku naik angkot tadi pagi ke sekolah” kataku
“Oh, kenapa ngak bilang sama gue kalo lu naik angkot kan gue bawa motor ke sekolah “
“ emang loh mau gue nebeng?”
“ enggak mau gue bully wkwkwkw” katanya sambil tertawa
“ sudah aku tebak”
“ ngak ahk, becanda nanti balik bareng gue ajah sekalian ada yang mau gue bilang sama loh “
“ biar ku tebak lagi ada cewek yang deketin loh lagi kan dan loh mau gue jauhin dia . loh kenapa ngak coba buka hati loh ajah napa huh hati loh terbuat dari apa sih udah banyak yang deketin tapi ngak ada satu pun yang loh suka“
“ astaga tumben loh pintar Sar, kalau soal yang loh bilang itu enggak kepikiran Sar masih banyak lagi yang mau kerjain dan gue masih pengen menikmati masa kebebasan gue juga kan ada elu yang bisa gue nganggu kalo bosan hahaha. Eh ngomong – ngomong yang di samping loh siapa” tanyanya
“ oh, gue Rion bro teman satu kelas Sari baru pindah dari Surabaya”
“ eh itu senangnya sama loh ajah lah gue sial nya . hmm iya dia teman satu kelas aku ini kami mau ngurus buku ke perpustakaan “ kataku menunjuk Rion
“ oh okey yaudah loh jangan lupa nanti kita pulang bareng ya gue balik kelas dulu jangan lupa ”
“ iya,yah dah pergi loh”
Setelah Devon pergi kami melanjutkan perjalanan kami ke perpustakaan dan disana kami menjumpai anggota pengurus perpustakaan. Aku pergi melapor ke pengurus dan mengambil surat laporan pembukuan kami pergi ke ruang administrasi.
“ Sar, kamu dekat banget yah sama Devon kayak yang gimana gitu lihatnya dan kamu ngak kaku gitu bicara sama dia” kata Rion
“hmm, aku udah anggap dia kayak saudara aku kami tetanggaan juga makanya aku dekat sama dia dan ngak kaku ngomong sama dia”
“oh oke kamu lanjut ajah kerja kamu aku nunggu disini”
“ hmm iya aku nulis buku – buku yang kamu pake di kelasnya”
Aku menulis beberapa buku yang harus di pinjam Rion dan menulis no buku-bukunya setelah beberapa menit aku menyelesaikan administrasinya kami pergi ke rak buku untuk mencari buku – buku pelajaran tersebut .buku – buku yang tersebar jadi kami membagi tugas untuk menyebar. Aku berkeliling keliling mencari buku yang mau dipinjam dan yah aku mendapatkannya namun bukunya ada di rak paling atas aku berusaha untuk jinjit tapi tetap aku tidak mendapatkannya aku berusaha sedikit meloncat namun tetap tidak sampai. Tiba – tiba ada sebuah tangan yang terulur dari belakang ku mengambil buku itu . aku berbalik badan dan melihat tangan siapa itu ternyata tangan itu adalah Devon. Aku memandang cukup lama kenapa kalau dari dekat dia ganteng juga ya si centong sayur ini heh udah napas dia kemuka aku lagi aduh panas banget woy . dia menatap juga dengan wajah yang tenang namun ada tersirat lamunan di sana dan suara Rion membuyarkan tatapan kami.
“hmm, lah von loh kok bisa disini bukannya tadi loh udah balik kelasnya “ Tanya Rion penasaran dengan wajah serius.
“iya von loh ngapain kesini”
“guru tadi nyuruh gue ngambil buku di perpustakaan untuk di pakai nanti
dan gue lihat ini anak kecebong lagi kesusahan ngambil buku karena pendek nya jadi gue datang kesini deh bantu dia”
“aikh gue ngak pendek – pendek amat nya salahin ajah raknya kenapa terlalu tinggi “
“ Rion lihat satu kelas loh ini susah di bilangin kepala terlalu keras sabar-sabar ajah nanti yo”
“woy memang kepala gue keras masa lembek kayak agar- agar meleleh dong nanti”
“hahaha loh dekat banget sama Sari yang von “
“deket loh bilang sama anak kecebong ini aduh sory gue lebih baik lo ngeship kakaknya ke gue daripada si anak kecebong ini”
“Sudah aku duga” kataku
“hahahaha capek segitunya nya loh ngak suka di ship ini sama Sari awas loh nanti jatuh cinta beneran” kata Rion
“ waduh gue balik dulu deh kayaknya hawa disini dah ngak cocok sama gue . gue pergi dulu yah anak kecebong . Ok bro Rion gue pergi yok buku yang di minta guru soalnya mau di pake 30 menit lagi”
“ yah udah pergi sana daripada loh bully gue terus”
Devon pergi setelah aku mengatakannya. Setelah Devon datang mendekati ku dan mengatakan
“Sar,kalau butuh bantuan jangan sungkan ngomong sama aku kalau aku masih bisa nolong aku tolong kok” kata Rion sedikit kecewa karena dia merasa kalau aku tidak ingin di bantu olehnya.
“aikh,bukan begitu aku memang tidak terlalu suka di bantu aku lebih suka mengerjakannya sendiri tadi Devon datang sendiri bukan aku mau minta tolong”
“iya Sar, aku paham kok aku Cuma bilang ajah tadi”
“ oh iya Rion kata kamu . kamu orang sini juga tapi pindah ke Surabaya karena ikut orang tua kerja jadi kamu waktu tinggal dimana”
“Dekat-dekat sini lah . kami dulu tinggal di rumah nenek jadi ngak
Setelah percakapan kami tadi kami mengumpulkan buku yang kami pinjam untuk Rion dan pergi dari ruang perpustakaan. Setelah jam belajar di sekolah selesai aku langsung pergi ke parkiran. Aku melihat di sekeliling ternyata Devon sudah menunggu di depan motornya dan di sampingnya ada 2 wanita cantik bak seorang model dalam hatiku berpikir apa mata sahabat ku yang satu ini keseleonya masa wanita model kayak gitu ajah mau di tolak. Heh siap-siap nih jadi pacar pura-pura dia lagi. Aku berjalan ke arahnya . Dia melihat ku menghampirinya.
“hey, Devon kamu dah lama nunggu yah disini sorry yah aku tadi piket buat bersihin kelas . woah ini siapa kamu selingkuhnya sama aku” kataku dengan wajah sok manja
“ hah, masa aku selingkuhin kamu sih . aku cukup ada kamu ajah udah “
“ Hai , kak namaku Rani aku junior kakak sama kak Devon aku adik didiknya untuk olimpiade fisika “ kata Rani
“ hy dek , jadi kamu ngapain sama Devon disini”
“aku kesini mau bicara sama kak Devon aku mau bilang aku suka sama dia. Aku berharap dia bisa jadi pacar aku kak”
Aku hampir tertawa karena ucapan junior tadi mata ku membulat dan aku berdiri di dekat Devon dan berbisik kepadanya
“gila fans lo bar bar juga yah. Serem gue dengernya”
“hey muka jangan kayak yang di buat – buat dong nanti ketahuan kalau bohongan lo lihat ajah gini ajah dia berani ngak ada rasa takut atau malunya gimana nanti dia sama gue bisa mampus keter gue di samping dia” katanya berbisik
Aku membayangkan seperti apa yang dikatakan Devon di saat membayangkan aku langsung merinding wik serem bener hih aku menghela napas dan mulai berkata lagi kepada junior tersebut.
“ Waduh , gimana yah dek kak Devonnya udah sold out ngak bisa di bagi lagi . jadi adek cari yang ajah kan adek ini cantik,pintar, manis dan paket komplit lah pokoknya jangan sampe adek jadi sakit loh mengaharapkan yang ngak akan mungkin jadi milik adek iya kan”
“tapi kak aku mau nya sama kak Devon ajah” dengan wajah memaksa
“hmm ,von ini nih ulah kamu yang tebar pesona sama cewek lain kan banyak jadi baper kan ehk memang mata sama mulut ini apa perlu aku kuncinya biar ngak ngombal lagi ehk sebel lihat kamu” kataku sambil menarik telinga Devon dengan kuat
Aku menarik telinga Devon dengan kuat agar mereka percaya. Aku melihat raut wajah junior itu sudah masam dengan menghentakkan kaki dia pergi dari tempat kami mengombrol tadi. Setelah Rani pergi aku melepas telinga Devon dan aku tertawa terbahak – bahak dia memengang telinga dan berkata
“ loh gila sar, Masa telinga gue loh tarik keras gitu”
“Hahaha, biarin ajah biar sekalian putus”
“ ehk anak kecebong lu tega banget yah sama gue ,dahlah ayo kita pulang ajah dah malas gue aduh sakit banget lagi “ katanya sambil mengelus telinganya.
“ lagian elu kok terus nolak cewek lu ada gangguannya kah” kata ku sambil memengang kepalanya
“apaan sih lu, lu pikir gue guy sory yang gue masih normal lahir batinnya gue masih suka betina ngak lebih ngak kurang” kata Devon
“iya ya tapi gue suka binggung kenapa kayak gitu yah”
“loh inget ngak waktu kita kelas 1 smp pernah ada yang bilang sayang sama gue tapi ngak gue tanggepin karena gue pikir dia hanya becanda karena gue masih bocil woi masa pacaran dan pada semester 2 nya ada lagi yang nembak gue padahal gue bicarain hanya sekali ajah woi itu pun entah kenapa aku bisa bicarain dia . biasanya laki-laki yang agresif lah ini malah dia . sampai gue jaga jarak sama dia emang dia cantik tapi ahk aku enggak suka”
“Hahaha, gue inget tuh selalu ajah gue yang loh panggil kalau mereka deket- deket sama loh tapi von lu pernah ngak jatuh cinta “
“ Hmmm, pernah si sama satu orang dia ceweknya kalem,ngak terlalu ribet orangnya ngak nyusahin orang masih lebih pinteran gue sama dia suka malu bicara di depan banyak orang,orang ngak cantik tapi manis”
“wah, kalau sama gue pintaran mana ?”
“hmmm, kayaknya sama deh”\
“hah kok gue ngak kenal tuh ceweknya kok lo punya rahasia sama gue si von emang gue pernah punya rahasia sama loh. Ceritain dong siapa nama ceweknya”
“ heheh nanti loh tau sendiri naik yok dah siang ini gue dah lapar”
“oke, gue tunggu yah ceweknya mau gue ucapin selamat bisa menangin hati sahabat gue ini yang hatinya macam batu granat susah lulu sama orang” kataku sambil menaiki motor
“gue , ngak yakin loh bisa ngucapin selamat sama dia” jawab Devon sambil mengas motor keluar dari pekarangan sekolah
“ maksudnya apa kok gue ngak bisa ngucapin selamat sama dia”
“hmmm, sabar nanti lu tau sendiri kok orangnya”
Setelah percakapan kami aku mengikuti kata – kata Devon mungkin belum saatnya gue tau tuh cewek tapi gue penasaran banget sama dia yang udah baperin sahabat gue. Ketika di perjalanan tiba-tiba motor Devon mogok aduh udah bengkel jauh lagi dari tempat ini. Di depan kami ada sebuah mobil berhenti dan ku lihat yang turun itu adalah Rion.
“kalian kenapa berhenti di tengah jalan arah sini “ Tanya Rion
“ motor Devon mogok jadi kami berhenti disini bentar”
“coba aku lihat bentar” kata Rion sambil berjalan kearah motor Devon
“ ini agak susah lebih baik kalian naik mobil ku ajah biar supir ku ajah bawa ke bengkel”
“gimana von lu mau naik ngak soalnya disini panas gue haus lagi”
“ yah udah ayok”
“gimana kalau ke rumah aku ajah dulu sambil motornya nanti di antar ke rumah ku “
“ yaudah gue ikut sari ajah dia pergi kemana gue ikut”
Kami masuk ke dalam mobil Rion dan berangkat ke rumahnya. Aku sangat penasaran di mana rumah Rion dan ternyata rumah kami berdekatan hanya beda satu gang lagi dari rumah ku dan Devon. Kami masuk ke dalam rumah dan rumah itu sepi hanya ada pembantu saja. Rion lagi pergi ke kamarnya untuk berganti baju . aku duduk di kursi tamu Devon berjalan – jalan ke ruang tamu .
Namun tak berapa lama aku melihat Devon terlihat begitu aneh aku tidak tau mau bilang apa . dia bertanya kepada dimana Rion aku menjawab kalau Rion belum ke luar dari kamar dari tadi. Devon berpesan padaku untuk duduk di kursi saja tidak usah pergi kemana – mana. Aku binggung dengan ucapan Devon tapi aku lebih baik mengiyakannya.Devon langsung pergi menjumpai Rion.
Pov Devon
Ini aneh aku seperti mengenal laki- laki ini entah dimana seakan dia mirip seseorang. Tapi aku pura- pura tidak penasaran semenjak aku melihatnya jalan bersama dengan Sari . aku mengikutinya karena penasaran sampai ke perpustakaan ku perhatikan apa yang mereka lakukan aku melihat Sari sedang kesusahan untuk mengambil buku yang ingin di ngapai Sari. Aku memandang wajahnya dengan lekat jantung ku tidak karuan napas ku tepat di depan wajahnya . wanita yang selalu nemani aku dari kecil sampai sekarang kalau bukan karena kejadian itu aku pasti mengingatkan dia bahwa kita memiliki juga seorang sahabat yang lebih dekat dari pada aku di dalam hidupnya Sari tapi kejadian itu sudah tidak di ingat sari dia melupakan kenangan itu dalam hidupnya dia sampai depresi hanya karena itu.
Lamunan ku buyar karena pria itu memanggil namaku. Aku mencari alasan agar mereka ngak curiga aku ngikutin mereka. Aku pergi setelah aku menjawab pertayaan Rion namun setelah aku sampai di rumahnya aku melihat ada foto anak kecil kembar di dalam foto itu yang dimana aku kenal siapa itu dia adalah Roni dan adiknya Rion Bagas. Roni adalah sahabat dekatnya Sari sebelum aku datang di hidupnya . Roni di umur 9 tahun tragedi itu terjadi kami bermain petak umpet namun Sari tidak melihat jalan dia berlari ke arah jalan raya ada mobil yang melaju kenjang Roni lari mendorong Sari ketepian namun berbeda dengan Roni yang mengalami kecelakaan itu dia mengeluarkan banyak darah di bagian kepalanya. Yang dimana Sari yang terbentur kepala ke batu pingsan . Bagas yang keluar dari persembunyiannya berlari menuju orang tuanya sambil menangis. Setelah mendengar regekan dari bagas semua orang panic dan berlari ke jalan raya mereka terkejut melihat Sari dan Roni sudah tergepar di jalan raya.
Mereka menelpon ambulan namun sayang Roni tidak terselamatkan sedangkan Sari harus operasi kepala karena adanya benturan dan setelah sadar dia lupa dengan semuanya namun rasa trauma itu masih tersimpan di memorinya setiap dia melihat dan mendengar suara mobil dia akan menjerit dan di banyangan nya ada seorang anak kecil laki- laki yang menolongnya namun semakin dia berusaha mengingat kepala semakin sakit demi membuat rasa trauma Sari hilang orang tuanya membawa Sari ke psikolog tentu tidak dalam waktu yang cepat Sari dapat menghadapinya butuh waktu sampai 2 tahun agar trauma Sari hilang semua namun dia melupakan kejadian dan sahabatnya itu.
Dan aku bertemu dengan Sari waktu itu di rumah sakit dulu karena aku juga sering sakit dan harus rawat inap aku melihat ada seorang gadis kecil aku mengenalnya dia adalah tetangga ku yang sangat sering aku lihat bermain dengan anak kembar aku ingin bermain dengan mereka namun aku sangat malu saat namun sekarang aku dan dia berada satu ruangan dengan ku dan beberapa anak lainnya. Aku melihat diam selalu terdiam dan kadang menangis . aku mengajak dia berbicara hari pertama sampai hari ketiga dia tidak merespon ku jika aku ajak bicara namun aku tidak berhenti berusaha pada hari ke empat dia mulai merespon sejak saat itu aku mulai sering berbicara dengannya kadang dia sendirian orang tuanya pergi bekerja aku membantunya untuk sarapan semenjak itu dan dia sering berjumpa dan aku sering menemui dia ke rumah sakit hanya untuk menemani dia saja. Setelah dia sembuh aku mengetahui dia sd di dekat jalan rumah ku aku meminta mama ku untuk memindahkan ku sekolah disana dan bagi keluarga Roni mereka sangat terpukul ibu terkena depresi karena kehilangan anaknya sehingga harus pindah ke Surabaya untuk dapat melupakan sementara masalah tentang Roni.
Aku berlari ke kamar Rion dengan wajah sedikit penasaran dan aku berkata
“kenapa loh ngak bilang loh itu Bagas kenapa seakan loh main petak umpet”
Rion terkejut tentang apa yang aku katakan dan dia pun mulai berbicara kepada ku dengan wajah yang mulai tenang.
“tapi sebelumnya gue mau nanya elu siapa darimana loh tahu nama kecil gue . seakan nama kecil gue itu hanya sedikit orang yang tahu.”
“aku anak kecil tetangga Sari yang jarang keluar rumah dulu kita pernah berjumpa sekali kamu bersembunyi di taman rumah ku dan aku mengajak kamu bicara di situ juga kita berdua mendengar suara mobil yang menabrak sesuatu ternyata itu Roni kamu keluar dari persembunyian mu untuk melihat kejadian apa yang terjadi sedangkan aku harus pergi check up ke rumah sakit karena penyakit ku kambuh pada hari itu juga.
“oh ternyata itu elu anak kecil yang kayak vampire putih pucat jarang kelihatan dan sangat aneh”
“jawab pertayaan gue kenapa kalian balik lagi ke sini “
“ bukan karena apa-apa aku mau balik ke rumah aku ajah emang salah”
“loh tau ngak Sari ngak boleh inget peristiwa itu dia bisa trauma lagi”
“Tapi aku pengen dia balik kayak dulu lagi dia sahabat aku .loh yang tiba-tiba datang dan merebut ingatan Sari jadi sahabat dia dan melupakan aku sama kakakku di ingatan Sari.”
“heh lu mau buat Sari balik ke traumanya butuh 2 tahun dia bisa semua kejadian itu”
“aku enggak akan buat dia ingat kecelakaan itu aku hanya mau ingatin dia kalau aku itu sahabat kecilnya emang salah”
POV Sari
Sudah ada 30 menit mereka di atas sana aku penasaran aku mau memang mereka ngapain sampai selama ini aku dah bosan banget disini . aku menaiki tangga aku mendengar ada keributan di dalam kamar tersebut tiba-tiba aku mendengar mereka membicarakan kecelakaan mobil sama meninggal peristiwa yang lalu kepalaku tiba- tiba sangat sakit seperti ada beban berat yang menghantam kepalaku aku berjalan mundur aku memengang kepalaku yang sakit aku turun dari tangga namun aku tidak dapat menahan keseimbangan ku aku terjatuh dari tangga dan tidak ingat apa yang terjadi lagi.
POV Devon
“pokoknya yang aku butuhin itu Sari balik lagi inget sama gue inget gue oke aku bisa tutup mulut soal kematian kakakku gue dia ngak bakal tahu tentang peristiwa itu “ kata Rion
Tiba tiba terdengar suara teriakan itu berasal dari bawah kami langsung lari ke luar ruangan dan melihat bahwa Sari sudah jatuh pingsan di lantai bawah. Kami segera pergi ke bawah dan melihat kepalanya telah berdarah kami panic dan Rion langsung mengambil mobil aku mengendong Sari ke mobil Rion melajukan mobil secepat mungkin sampai kami di rumah sakit Medistra Harapan perawat langsung melarikan Sari ke UGD . aku mengambil ponsel ku yang ada di tas ku untuk menelpon orang tua Sari.teleponnya bordering.
“hallo tante Sari jatuh dari tangga tante sekarang dia lagi di UGD kami lagi di Rumah Sakit medistra tante”
“Hah , apa kenapa Sari bisa jatuh yah udah tante nyusul kesana yah tunggu ajah kamu bisa isi adminnya kan nak Devon”
“oh baik tante. iya Devon bisa isi adminnya” kataku sopan
Selang beberapa menit tante Sari sudah datang dia menjumpai aku yang duduk di ruang tunggu di depan UGD.
“Von , Sari dimana? Apa kata dokter? “
“Sari masih di dalam tante . dokter belum keluar”
“ Astaga von dimana sari bisa jatuh dari tangga emang kalian dari mana .nanti kalau bapak dia balik tante bilang apa sama bapak”
“ Kami pergi ke rumah teman tante . tante kenal orangnya kayaknya”
“siapa teman Sari yang tante kenal selain kamu”
“itu tante Bagas saudara kembar Roni”
“ Apa! Maksud kamu teman kecil Sari yang meninggal karena kecelakaan itu . jadi gimana apa Sari mengingat kejadian itu?. Jadi Bagas kemana sekarang kok ngak ada di sini”
“Sari ngak ingat tante karena Bagas pake nama belakang dia tante Dia pergi bentar tante markirin mobilnya itu dia tante baru datang ”kataku sambil menunjuk Rion
“Hallo tante.tante masih kenal Bagas tante kembaran Roni “ kata Rion sambil berjabah tangan dengan tante Sari.
“ Tante, ingat kok nak Bagas kalau bukan karena Roni putri tante pasti udah kehilangan putri tante keluarga nak Bagas sekarang dimana”
“ Papa masih di Surabaya tante kalau Ibu 5 tahun lalu meninggal karena masih depresi karena Roni sehingga dia jatuh sakit “
“ Astaga tante turut berduka cita sama tante minta maaf dan terimakasih kepada keluarga nak Bagas karena telah menolong putri saya Sari”
“Ia tante yang lalu ngak usah dipikirin lagi tante sekarang yang harus kita pikirkan adalah kesembuhan Sari. Tadi mungkin dia mendengar percakapan kamu dengan Devon tentang masalah kecelakaan itu “
“ iya nak Rion kita doaian ajah Sari baik –baik ajah yah”
Setelah percakapan itu tiba- tiba pintu UGD terbuka dokter keluar dari ruangan kami serentak berdiri dan menemui dokter tersebut.
“Gimana keadaan anak saya dok “ kata mama Sari kepada dokter
“kami telah menolong semampu kami bu tapi kita lihat perkembangannya setelah dia sadar karena pasien belum sadar kami blum dapat memberikan harapan bu. Karena pasien sangat sulit melewati masa kritisnya dia seakan enggan untuk melangkah dari ruangan gelap dari ingatannya semacam trauma yang membuat dia takut untuk keluar dari kurungan dalam dirinya . ” “ Apa boleh kami jenguk anak saya dok “
“boleh asal jangan menganggu pasien saja dan apa boleh ibu ikut saya untuk memberikan resep obat dan keperluan lainnya”
“boleh, Bagas sama Devon pergi dulu sama dokternya ibu nitip Sari”
“ Iya tan kami masuk dulu yah tan “
Kami berdua melangkah ke ruangan Sari aroma obat dan diksinfektan sangat kuat tercium di dalam sana dan tertidur pulas seorang wanita yang masih belum di ketahui kapan akan bangun dari tidurnya.
“ Sar, loh denger gue kan kalo loh denger baliknya jangan lama-lama tidurnya nanti kalau ada cewek yang nganggu gue siapa lagi yang mau nolong jauhin mereka biar ngak dekat- dekat jadi please balik nya” kata ku sambil memengang tangannya
“Ari kamu ingat ngak nama panggilan kita waktu kecil main dulu kamu yang buat nama kita nama bg Oni sama aku Bagas kapan aku dengar kamu panggil nama lama aku lagi . aku rindu masa – masa dimana kita bersama makanya aku mutusin balik ke sini walau aku harus menahan sakit mengingat abang aku yang telah pergi tapi jangan khawatir lagi abang aku ngak akan marah sama kamu apalagi sedih jadi kamu baliknya please balik kata Rion sambil melap air matanya
“ Von gue harus balik Nenek gue telpon katanya ada hal penting yang harus gue lakuin nanti gue balik laginya “ lanjut Roni berbicara kepadaku
“ oh okey hati- hati yah bro “
Sekarang tersisa kami berdua yang berada di ruangan dengan Sari . aku memengang tangan yang dingin itu seperti tidak respon sama sekali.
“ Sar seakan baru tadi kita bicara tentang cinta pertama ku tapi kok dia sekarang cinta pertama ku sedang sakitnya gimana mau ngenalin dia ke sahabat aku. Sar aku sayang sama kamu dari kecil kamu sahabat sama cinta pertama yang aku miliki selama ini Sar kalau kamu dengar bangun nya jangan buat aku kehilangan dua sekaligus please”
POV Sari
Kegelapan membuat ku sangat takut tolong aku siapapun keluarin aku dari sini . aku menutup mata dan mendengar suara anak kecil yang sedang bermain di depan sebuah rumah aku membuka mataku dan melihat anak –anak itu sangat bahagia siapa mereka aku berjalan mengikuti larian mereka seperti tidak terusik oleh ku .aku mendengar nama ari di panggil oleh seorang anak laki- laki itu kepada anak perempuan itu. Kenapa dia memanggil nama ku kepada gadis itu dan mereka berlari-lari kesana kemari aku melihat gadis itu berlari ke arah jalan raya namun dia tidak melihat ada mobil yang melaju kencang . aku ingin menolong anak perempuan itu namun kaki ku tidak bisa di gerakkan . aku berusaha sekuat tenaga untuk bisa bergerak namun hasilnya nihil. Dan aku melihat anak laki-laki mendorong anak perempuan itu untuk tidak tertabrak dan yang tertabrak adalah anak laki-laki itu .
aku reflex memanggilnya Ony . aku mengeluarkan air mata . aku mengingatnya hal yang berusaha ku ingat namun menyakitkan aku berjalan untuk melihat Ony dan aku melihat ony memanggil namaku Ari.
“Aku senang bisa melihatmu kembali. Aku tidak pernah menyesal tentang apa yang telah ku lakukan . aku senang melakukan hal yang benar memberikan semua senyum dan kebahagiaan yang lama untuk sahabatku ini . kamu harus kuat yah kamu jangan takut banyak yang masih sayang dengan kamu cepat bangunlah banyak yang menunggu kamu. Aku disini sudah bahagia kok dengan semua kenangan kita telah ku lukiskan disini”
Setelah dia berbicara ada cahaya putih yang sangat terang menyilaukan mataku dan seketika itu aku membuka mata ku aku menatap sekelilling bernuasa putih dan aroma obat yang sangat pekat tangan ku terasa hangat aku melihat ke samping ternyata Devon tertidur sambil memengang tangan ku. Ku pandangi wajah nya seperti sudah lelah menunggu ku air wajah sangat jelas terlihat. Disaat aku tidak sadar aku mendengar suaranya yang selalu menyuruhku kembali . aku teringat di masa aku sakit dulu dia juga yang menemani aku di rumah sakit . aku mengelus kepalanya tiba-tiba dia terbangun dan melihat ku yang telah sadar tanpa kata-kata dia langsung memelukku dia menangis sambil menatapku . aku tersenyum kepadanya bermaksud mengatakan aku baik-baik saja.
“Sar, aku mau bilang sama kamu sebelum aku kehilangan kesempatan bicara lagi aku mau bilang cinta pertama aku itu kamu dari awal sampai akhir ini aku Cuma suka sama kamu Sar”
“Aku sayang sama kamu Devon tapi aku masih belum bisa mencintai kamu aku belum dapat memastikan hati ini apa kamu masih mau menunggu aku untuk memastikannya”
“hmm, pasti aku pasti akan menunggu kamu kamu kapan pun itu akan aku tunggu”
“oh iya Rion mana kok ngak ada disini dia ada urusan sebentar neneknya tadi menghubungi dia. Oh iya Sar apa kamu sudah ingat kejadian itu apa kamu masih sedih tentang peristiwa itu”
“aku sudah ingat kejadian itu semua . aku bertemu Roni di alam mimpiku dia sudah bahagia disana . yang membuatku merasa sedih adalah mengapa aku bisa melupakan dia selama ini sahabat kecil ku”
Setelah dua hari kami pulang aku ke rumah Devon selalu menemani aku . setelah aku sadar aku tidak pernah bertemu dengan Rion aku bertanya pada Devon pun tidak tahu kabarnya dan aku meminta ijin kepada mama untuk mengijinkan aku pergi mencari Rion aku pergi ke rumahnya dan neneknya berkata bahwa dia pergi ke suatu tempat tapi neneknya juga mengatakan mungkin saja dia ke makam abangnya . Aku dan Devon pergi mencari Rion ke alamat makam yang di berikan nenek dan kami sampai ke tujuan dan benar saja Rion sedang membersihkan makam abangnya aku memanggil namanya .
“Bagas” kataku memanggil dia
Dia terkejut aku memanggil dia kembali dengan nama lamanya dia menatapku dari jauh sambil tersenyum aku berlari dan memeluknya. Aku menangis di pelukannya aku merindukkan sahabatku yang satu ini yang telah hilang dan takdir menyatukan kami kembali.
“kenapa kamu tidak pernah menjenguk aku di rumah sakit”
“ aku takut kamu sakit lagi aku lebih jauh dari kamu tapi kamu tidak kesakitan karena kecelakaan itu . aku tidak mau kamu mengingat kenangan itu makanya aku ngak mau kamu melihat aku yang waktu itu juga gara-gara aku balik kamu ingat kenangan yang membuat kamu trauma berat kamu mengingatnya dan sakit kambuh lagi aku ngak mau kamu sakit lagi”
“ enggak , Bagas aku udah enggak trauma lagi . ony udah datang ke mimpi aku dan ,menjelaskan semuanya bahwa dia udah bahagia disana aku harus kuat dan juga ngak usah khawatir lagi tentang dia”
“hmm, Baguslah akhirnya kamu terbebas dari rasa kuatir mu itu setidaknya sahabat ku sudah mengingat namaku kembali aku sudah bahagia”
Aku duduk dan menabur bunga di makam Roni untuk pertama kalinya aku ke sini menjumpai dia dan pada akhirnya semua tidak dapat di tebak kehidupan ini bukan kita yang mengatur segala peristiwa apa yang terjadi di masa lalu , masa ini atau masa depan hanya Tuhanlah yang mengetahuinya yang dimana kita hanya harus mengikuti alurnya karena segala sesuatu yah itu memiliki makna dan artinya masing- masing