" Bang beras habis listrik juga udah bunyi?" keluh Narti.
" Iya Bu nanti beli, kamu sabar aja dulu kalau masih ada sisa itu dulu pakai masak?"ucap bang Mitro.
" Apanya yang mau dimasak bang beras bersih noh ?" ujar Narti dengan membawa ember tempat beras kehadapan suaminya.
" Ya sudah ,cabut aja dulu singkong dibelakang?"
" Memang susah , hidup dengan kamu mas - mas sudah susah kamunya males - malesan gimana mau dapat uang kalau kerjamu banyak nganggur ?"
" Heh Narti ,mas itu sudah berusaha cari kerjaan tapi ya mau gimana lagi belum ada yang Nerima kerja kamu tahu sendiri kan jaman sekarang tuh susah cari kerja yang sarjana saja susah dapat kerjanya apalagi mas yang hanya lulusan SMA ,harus sabar - sabar dapet kerjaan "
" Mas ,mau lulusan apa pun kalau niat usaha cari kerja pasti dapet ,ini malah kebanyakan dirumah , untungnya kita belum dikasih anak coba bayangkan kalau kita punya anak mau kamu kasih makan apa anak kita ?"
" Sudah lah Narti gak usah lah ngajak ribut , apa yang habis beras ,listrik apa lagi ? Mas mau cari pinjaman didepan siapa tau ada yang ngasih" ujar mitro seraya berjalan meninggalkan Narti .
" Terserah mas ,inget ya jangan pulang sebelum dapat uang ! " teriak Narti wanita berdaster dengan rambut yang diikat seadanya berkulit sawo matang berbadan kurus tinggi .
Kelurga Narti dan Mitro memang terbilang keluarga yang kurang mampu .Tinggal dirumah peninggalan ibu Mitro ,rumah berdinding batu tela setengah badan yang sudah berlumut dengan dapur yang masih menggunakan dapur tungku yang terbuat dari tanah liat. Dirumah inilah mereka hanya tinggal berdua karna mereka belum dikaruniai anak.
***
" Pak RT ,apa gak ada kerjaan buat saya kerja apa saja boleh deh asal dapat uang ?" pinta Mitro kepada pak RT .
" Aduh ,begini ya pak Mitro bukannya saya tidak mau memberi kerjaan ,bukannya saya tega kepada bapak ,bukannya saya gimana - gimana ? Tapi jawaban saya masih tetap seperti kemaren kalau saya hanya RT "
" Ya pak saya tahu kalau bapak hanya seorang RT tapi masak seorang RT gak punya kerjaan buat warga nya ?"
" Pak Mitro sekali lagi bukannya saya gak mau ,bukannya saya tega ,bukannya saya gimana - gimana ? tapi anda kan sudah tahu tow kalau saya cuma RT "
" Heemmm ,susah memang cari kerjaan jaman sekarang terus bagaimana pak saya harus minta kesiapa ?"
" Begini saja pak Mitro ,bukannya saya menggurui ,bukannya saya gimana - gimana ? coba bapak pergi ke pak lurah siapa tahu pak Mitro dapat kerjaan disana "
" Ya sudah kalau gitu pak makasih "
pak mitropun meninggalkan rumah pak RT menuju rumah pak lurah disana ternyata pak lurah pun sama tidak ada pekerjaan untuk nya , akhirnya pak Mitro berjalan kepasar mencari pekerjaan .
Menjadi buruh pengangkut dipasar . Mendapat gaji sebesar 50 sehari membuat pak Mitro merasa cukup senang pulang dengan membawakan beras beserta lauknya tidak lupa membeli pulsa listrik agar tidak mati.
" Nah ,begini dong mas kan kalau mas kerja kita bisa makan enak ,meski sama telur saja gini ?"
" Iya - iya ,gimana kamu jadi kerja jadi buruh cuci dirumah Bu Susi ?"
" Jadi mas ,besok aku mau datang kesana ?" jawab Narti .
" Ow ,ya sudah mas mandi dulu habis itu makan "
" Iya mas ?"
***
Di rumah Bu Susi , Narti bekerja sangat keras mencuci baju bertumpuk - tumpuk mencuci dengan menggunakan tangan .
" Ini Ti ,jangan lupa yang ini luntur jadi tolong pisahin nyucinya dan ingat yang bersih ?" Pesan Bu Susi kala meletakkan baju yang dibawanya didepan Narti.
" Iya Bu " jawab Narti .
Narti dan Mitro sama - sama lulusan SD ,mereka tidak punya keahlian lain selain menjadi pekerja serabutan.
sore tiba pekerjaan Narti pun selesai dari mencuci baju menyetrika sampai melipatnya.
" Ini Ti bayaran mu hari ini ,oh ya besok libur dulu hari Kamis baru datang lagi kesini ya?ini saya bawakan makanan sedikit buat teman makan mu dirumah "
" Ya Bu terimakasih ,ibu Susi ini repot - repot segala Narti jadi gak enak rasanya " jawab Narti .
" Gak papa Narti , pekerjaanmu sangat baik dan rapi juga bersih saya suka dengan hasil kerjamu ?"
" Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu Bu terimakasih sekali lagi ?"
" Iya sama - sama "
Narti pulang dengan gembira bagaimana tidak sudah mendapat gaji mendapat makanan pula .Dirumah Mitro duduk di serambi rumahnya,menghisap rok*k dengan asap mengepul .
" Santai sekali mas , sore - sore sudah enak - enakkan ngr*ko* ,dapat uang tidak hari ini ?" Tanya Narti kala memasuki rumah.
" Ti - ti kamu itu baru juga sampai ,belum masuk rumah sudah tanya uang - uang dan uang terus apa gak ada topik lain selain uang ?"
" Eh , mas jaman sekarang itu memang kita perlu uang ,apa - apa harus pakai uang ,makan ,minum,listrik bahkan kenc*ng pun harus pakai uang ?"
" Iya itu kan kalau kita kenc*Ng di pasar kalau dirumah kan gratis "
" Mas itu bisa aja jawabnya ,gimana mana uangmu setor sini buat beli air minum habis tuh ?" ucap Narti seraya mengulurkan tangan didepan Mitro.
" Ini , tadi aku dapat segini ?"
" 30 puluh ribu mas , haduh begini mau hidup enak susah iya ?Untung tadi Bu Susi baik hati memberi makanan kepada kita kalau tidak uang 30 puluh ini langsung melayang gk jadi lagi beli air"
" Wah enak tuh , dapat makanan apa Ti aku makan dulu ya ? kamu pergi sana gih beli air ." suruh Mitro .
" Iya - iya kalau makanan aja cepet - cepet kalau disuruh kerja lelet "
***
Sebulan berlalu Narti masih bekerja menjadi buruh cuci di Bu Susi ,Bu Susi hanya hidup sebatang kara suaminya pergi setahun lalu .Meski begitu Bu Susi selalu memasak sendiri gak mau dimasakkan orang Bu Susi hanya memanggil orang untuk mencuci baju serta menyapu dan berberes rumah .Akhir - akhir ini kondisi Bu Susi sangat memburuk kini apa - apa yang mengerjakan Narti , Narti juga sering menginap dirumah Bu Susi untuk memantau kesehatan Bu Susi.
Malam ini , panas Bu Susi sangat tinggi batuk dan sesak kini dirasakan Bu Susi beberapakali Bu Susi menghela nafas dalam .
" Ayo ,Bu saya bawa ibu kerumah sakit sekarang ?"
" Gak usah Narti ?"
" Sudah ibu gak usah mikirin biaya ,saya yang akan mengusahakannya ?"
Tanpa pikir panjang ,Narti membawa Bu Susi kerumah sakit belum sempat sampai diRumah sakit Bu Susi sudah tiada .
Beberapa hari kemudian pengacara Bu Susi datang kerumah Bu Narti ,memberikan amanat terakhir bahwa seluruh aset milik Bu Susi jatuh ke tangan Bu Narti . Seketika Bu Narti dan Mitro menjadi orang kaya .
" Apa ini kita tidak mimpi Bu punya rumah besar ,uang banyak perhiasan banyak dan usaha konter hp didesa ini " Ucap Mitro dengan menepuk -nepuk pipinya beberapa kali.
" Iya pak ini kita tidak mimpi ,ini benar - benar milik kita ?" jawab Narti.
Kehidupan Narti dan Mitro berubah 80 derajat . Dari sulit menjadi mudah . Namun akhir -Akhir ini keuangan Narti dan Mitro agak menurun. Mitro yang dulu nya tidak tahu apa - apa kini sering bergonta ganti wanita sedangkan Narti sangat terobsesi dengan Investasi dan pergi jalan - jalan kemana saja.
" Bagaimana ini mas, kita masih punya tanggungan dibank yang belum dibayar belum lagi sewa kontrak sudah mau jatuh tempo bagaimana kita bisa bayarnya ?"
" Mana saya tahu bukannya kamu masih ada tabungan katanya kamu investasi sebagian harta ini ?"
" Ya mas ,tapi kemaren itu Narti ketipu mas ?"
" Kok bisa ? kamu sih sudah gak tau namanya investasi masih saja ikut - ikut an kalau begini uang kita hangus kan ?"
" Mas jangan nyalahin aku saja dong selama ini uang yang ku berikan ke mas kemana aja? habis juga kan ?"
Mitro hanya bisa diam dan pasrah .
" Kupikir jadi orang kaya itu enak mas , gak pusing dengan masalah apapun ternyata jadi orang kaya ada susahnya juga sudah sulit makin dipersulit"