THE PRICE OF EACH ACTION🖋️
❃❃❃❃
Dikisahkan bahwa dulu ada sebuah polis (kota) di bawah kekuasaan raja yang sangat mencintai rakyatnya.
Mereka benar-benar bahagia dengan memiliki raja yang sangat baik dan dermawan... Raja itu bernama James Darrell, anak pertama dari pendiri polis terdahulu.
Tapi ada satu hal yang mereka tidak tahu dengan siapa sebenarnya darell itu..
Darell memiliki seorang adik perempuan yang cantik bernama Belize darell..
Bulu mata lentik, kelopak mata indah, bibir tipis, dan mata biru safir yang menyihir setiap orang yang memandangnya untuk berkata "dia itu sempurna"..
Dia baik, tentu saja.. Belize sangat gemar memasak dan masakannya sangat enak. Terutama sup ayam yang ia buat.
Sangat terkenal hingga keluar polis,,, namun, darell menyembunyikan adiknya di pulau bernama delos.
Pulau ini sangat jauh dari daerah kekuasaannya dan terjauhkan dari kehidupan manusia.
Di sana hanya ada hewan, tumbuhan yang rimbun, dan kehidupan lain yang tidak bisa ditembus oleh mahluk apapun.
Pun begitu dia hanya di temani seekor kelinci yang ia selamatkan dari kubangan lumpur.
Kelinci itu ia beri nama fighter,,
Entahlah,, yang jelas kelinci itu tidak terlalu kuat dan perkasa untuk ia beri nama dengan arti kuat.
Suatu hari ketika ia ingin mencuci pakaian di aliran sungai, fighter tiba-tiba menghilang.
Ia dibuat kalang kabut dan mencari kelinci itu ke seluruh hutan namun ketika matahari sudah terbenam fighter tetap tidak bisa di temukan.
Etika ia sudah menyerah seorang lelaki dengan jubah hitam yang menutupi sebagian wajahnya menepuk pundaknya pelan dan Belize dibuat terkejut hingga hampir terjatuh jika pria itu tidak memeluk pinggangnya.
Tersadar dari lamunannya ia segera melepaskan rengkuhan dari pria itu dan membungkuk mengucapkan terima kasih.
Ia ingin berbalik dari sana dan pergi namun sebelum kegiatannya itu terlaksana pria itu memanggil namanya..
"Belize"..
Ia tetap berjalan dengan cepat dan tidak membalikkan badannya hingga sampai di gubuk tua yang menemaninya sampai sebesar ini.
❃❃❃❃❃
Malam hari pun tiba..
Malam itu sangat mencekam dengan hujan yang turun cukup deras dan petir yang menyambar tidak tentu arah menyinarkan kilatan kuning.
Sedangkan Belize meringkuk ketakutan di atas ranjang miliknya ditemani selimut yang membungkus tubuh.
Figur itu memejamkan matanya kuat-kuat dan meniup-niup telapak tangannya merasakan dingin berlebih
Tiba-tiba..
Terdengar suara ketuk pintu yang samar ia dengar dari luar.
Ia mencoba untuk memberanikan diri untuk berjalan mengendap-endap dengan masih mengeratkan selimutnya pada tubuh.
Belize membuka tirai jendela itu pelan menilik keluar.
Di sana ia melihat pria itu yang dia temui di hutan..
Namun,, tudung itu sudah tidak menutupi bagian wajahnya.
Malah, wajah itu terlihat jelas di matanya.
Satu yang bisa mendeskripsikan pria itu adalah
'tampan'
Pria itu sangat tampan, dengan rambut panjang ikal, hidungnya mancung , bibir tipis dan rahang yang tegas.
Dengan perlahan gadis itu memutar kunci yang menghalangi. Lalu meraih gagang pintu itu membuatnya terbuka dengan lebar.
Belize bisa melihat betapa miris figur gagah itu. Dengan wajah penuh luka cakar dan sedikit memar di area bibir kirinya.
Ia berdehem canggung lantas memaksa bibir itu untuk bicara.
"T-tuan,, ada apa?"
Kata itu lolos dan pria itu perlahan oleng kedepan jika saja Belize tidak menahan mungkin tubuh besar itu akan terjatuh.
Ia terkejut dan membawa tubuh dengan banyak memar itu duduk pada kursi kayu panjang di sana dan membaringkan tubuh pria itu.
Belize bisa melihat jika pria itu tengah pingsan.
Ia segera menutup pintu dan membentangkan selimutnya pada tubuh besar milik pria itu.
Tangannya terarah untuk menyentuh kening lalu memeriksa setiap celah luka di wajah rupawan itu.
Seperti luka cakaran hewan buas..
Nuraninya mengarahkan untuk merawat pria itu dengan menempelkan kompresan dan mengobati luka dengan dedaunan herbal yang ia miliki di rumah.
❃❃❃❃❃❃
Seminggu kemudian
Pria itu..
Orang yang cukup baik pikirnya
Setelah malam itu di pagi harinya ia melihat bahwa asap tengah mengepul di dapur, mengguarkan aroma manis dari bubur yang hangat
Di sana Belize bisa melihat pria yang ia rawat semalaman tengah sibuk berkutat dengan alat masak miliknya.
Pria itu bernama revante
Pemuda tampan asal polis sebrang yang mengembara mencari hewan buruannya yang kabur hingga masuk ke hutan dan ia harus terpisah dari rombongan.
Dan malam itu tepat sekali saat Belize mencari fighter, kelinci kesayangannya yang entah pergi kemana.
Dan sampai saat ini kelinci itu tidak pernah kembali.
Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya
Ia hidup bersama dengan pria itu..
Belize tidak bisa melihat mata berbinar itu yang memohon untuk mengizinkan ia tinggal di rumahnya.
Pria itu baik iya memang..
Namun,, lambat laun ia mulai menunjukkan sifat asli miliknya setelah Belize tidak sengaja mendengar percakapan pria itu dengan lelaki asing di sebrang sungai
Jika sebenarnya pria itu adalah musuh dari kakaknya,, James Darrell. Ia ada di sini bukan karena tersesat saat mengejar hewan buruannya namun, memang sengaja masuk ke hutan untuk mencari Belize
Ia kejam dan sangat suka mengatur..
Bahkan dia tidak segan-segan untuk memukul kepala Belize hingga menitikan cairan merah di kulit kepalanya.
Suatu hari revante baru pulang dari hutan,, dia sangat lelah sekali dan memanggil-manggil Belize dengan triakan dan bentakan yang keras.
"Belize!!.. kau tidak dengan ha?! Masak sesuatu untukku!"
Belize mengusap dadanya menguatkan dirinya sendiri lalu menimpali
"Iya kak tunggu sebentar aku tengah mencabut wortel"
Ia tampak mendengar seruan lagi di dalam yang teredam oleh petir dan derasnya hujan.
Saat ia ingin mencabut wortel itu kembali tiba-tiba ia dibuat mengumpat dengan seekor kelinci yang tiba-tiba melompat ke atas keranjang dan membuat wortel-wortel itu bertumpahan.
Ketika ia ingin memaki..
Dia di kagetkan dengan kelinci itu yang lambat laun memancarkan cahaya putih menyilaukan dengan sekejap kelinci putih itu berganti menjadi figur tampan dengan tuxedo hitam dan sepatu boot yang tampak gagah memandanginya
Pria itu memberikan sepatu kaca dengan hak sedikit tinggi kepadanya
Memasang raut wajah bertanya ia menerima sepatu itu.
Belize melihat pria itu akan berbalik pergi namun ia dengan gesit memanggil dan sukses membuat pria itu berbalik lagi kearahnya.
"Siapa kau dan apa ini?"
Ia memandang heran pada sepatu itu.
Ia mendengar umpatan lagi dari dalam sana.
"Belize!! Apa perlu aku memukul kepalamu lagi?!!"
Belize membalas
"Iya kak sebentar"
Gadis itu memandangi pria itu lagi dengan wajah bertanya.
"Kenakan dan kau akan selamat, jangan melepaskannya dan jangan percaya siapapun yang kau temui.
Dan ingat satu hal, selalu ada harga atas setiap tindakan"
Setelah mengatakan hal itu pria itu merubah kembali wujudnya menjadi kelinci putih yang berlari kehutan.
Ia memandangi penuh tanya pada sepatu itu dan mengenakannya,, cukup bagus di kaki jenjangnya
"Belize!!"
Triakan itu terdengar lagi, kali ini mendekat kearahnya dan siap untuk memukul kepala itu lagi
"Kak"
Belize melihat pria itu mendekat. Ia berjongkok menutup telinga dan memejamkan matanya kuat-kuat.
"Sial, Dimana gadis itu. Aku harus mencarinya".
Revante membalikkan badannya dan masuk kembali kedalam rumah
Belize, gadis itu bertanya-tanya. Apa ini? Vantee tidak melihatnya?
Lantas ia memandangi sepatu itu di kakinya, lantas berdiri dan berlari sekuat mungkin menjauh dari rumah itu lalu masuk ke hutan lebih dalam.
❃❃❃❃❃
Setelah dikira lebih jauh dari rumah itu Belize sampai di sungai yang sepi.
Tidak ada siapapun disana, hanya jangkrik dan kunang-kunang yang mencairkan suasana malam.
Ia duduk pada batu melepas sepatu itu, Dia merasakan sedikit kebas di kakinya. Gadis itu memijati pelan kakinya dan menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan.
Sepi, pikirnya..
Mungkin mandi tidak salah, lagipula ia sudah jauh dari rumah itu dan tidak ada siapapun di sini.
Belize menanggalkan pakaian dan menceburkan diri di sungai itu dan membersihkan badannya.
Ia merasakan segar di tubuhnya yang lengket dengan keringat itu, seperti sudah luruh.
Ia lupa satu hal dari pesan kelinci itu dengan.
'Jangan melepas sepatu itu'
"Siapa disana?"
Dengan sekejap Belize membuat kepalanya menoleh. Di sana di dalam gelapnya malam di semak-semak Seseorang keluar.
Laki-laki yang tampak gagah memandanginya di bawah sana, Belize masih menenggelamkan dirinya di sungai.
"Apa kau tersesat?"
Tanya laki-laki itu,,dia tampaknya tenang dan mungkin baik. Tapi ia tetap menenggelamkan dirinya di air sungai.
"Kau butuh tumpangan Noona?, Kau ingin Kemana?"
"Kota"
Belize menjawab langsung mengadahkan kepalanya memandang pria itu.
Sepertinya ia cukup baik dan Belize tampak tenang dengan pandangan teduh itu,,
Mungkin setidaknya iya beberapa menit tadi,, tapi sekarang tangan pria itu menarik tangannya. Lalu cukup merambat ke bawah dan..
Tidak yang tau dengan keadaan Belize malam itu,,
Semuanya berlalu dengan cepat. Bagaimana dengan laki-laki yang kelihatannya baik dengan wajah teduh itu telah melakukan sesuatu yang tidak pernah Belize sangka selama ini.
Dan kelinci itu... Ah maksudku pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya dan berbalik menjauh dari tempat itu.
"ck, hanya sedikit lagi dan kau akan lolos nona. Namun kembali dengan, 'akan ada harga atas setiap tindakan'.namun sepertinya manusia terlalu menyepelekan".
Iya kelinci itu fighter dan pria itu Ansel Jeon.
finished🖋️
Copyright by Anneyonara