Banyak yang mengira Aku adalah anak Setan.
Karna waktu Aku terlahir, Ibuku melahirkanku setelah seminggu dikuburkan.
Mungkin kedengeran Aneh, Tapi ini kenyataan yang terjadi kepadaku.
Sebuah Keajaiban yang Tuhan berikan untukku.
" Hei, Anak Setan kenapa kamu disini, sana temui Ibumu dikuburan" Kata-kata seperti ini yang sering kudengar dari Teman-teman yang bermain denganku.
Semuanya menjauh, ketika aku mendekat.
Apa salahku, Apakah salah jika Aku terlahir dari Orang yang sudah Meninggal?
" Nek, Kenapa Anak-Anak ga mau bermain denganku, mereka memusuhiku, menjauhiku, Apa salahku?" Aku mengadu pada Nenekku.
" enggak, Sari, Kamu bukan Anak setan Nak.
Meskipun ketika kamu lahir Ibumu sudah meninggal, Itu yang dinamakan Kuasa Tuhan."
Nenek terus memberiku nasehat agar aku ga ikutan terhasut kata-kata orang.
" Kalo memang kanu penasaran, Nenek akan Cerita semuanya ke Kamu, ketika kamu dilahirkan"
* Cerita ini sudah hampir 15 tahun yang lalu.
Ada seorang Wanita berusia 28 tahun.
Sedang tertatih-tatih berjalan digelapnya malam.
Perempuan itu berjalan dengan langkah Kaki pelan sambil memegangi perutnya.
" Sabar ya Nak, Ibu pasti akan membuatmu melihat Dunia." Suara lirih Wanita itu menguatkan anaknya.
Dengan keadaan yang lemah, Wanita ini berjalan agak limbung.
Sambil menahan sakit yang ada diperutnya Wanita ini terus mencari Klinik yang mungkin masih buka.
bahkan Ia juga gak tau sudah jam berapanya.
Wanita ini pun berhenti tepat ketika ada tulisan bernama " Bidan Asih".
Wanita itu pun memencet bel yang tersedia disana.
namun belum jg ada jawaban.
Ia kembali memencet belnya.
Krekk, suara kunci pintu yang sedang dibuka.
" Ibu, Saya mohon tolong Anak saya." Wanita itu sudah tidak kuat menahannya lagi.
" Ya, Ampun Nak, sini masuk" Ibu Asih menggandeng lengan Wanita itu untuk masuk.
Bu Asih merasa prihatin melihat keadaan wanita itu, dengan pakaian yang sangat kotor dan kucel.
" Bu, Cepat Aku sudah tidak tahan lagi" lirih Wanita itu.
" Iya." Bu Asih tersadar dari lamunannya, dan segera menyiapkan peralatan untuk melahirkan.
" Coba sekarang mulai ngeden yang kuat yaa, sudah hampir keluar." Bu Asih memberikan intruksi.
" Eeeeehhhnn" Wanita itu terus mengeden.
" Ya, kepalanya udah keluar" Bu Asih segera menarik kepala bayinya dan mengeluarkan sang Bayi.
" Ooeeee, Oeeee.." Tangisan Bayi itu membuat perasaan Wanita ini lega.
" Baiklah Nak, tunggu sebentar yaa, Ibu bersihkan Bayimu dulu, setelah itu baru Ibu membersihkanmu."
" Iya Bu."
Bu Asih memandikan sang Bayi dengan air hangat.
Dia pun sempat berpikir mungkin Wanita itu tidak punya keluarga makanya melahirkan anaknya sendiri tanpa didampingi keluarga.
Setelah selesai memandikan Bayinya, Bu Asih kembali menuju kliniknya.
Namun, Dia sangat terkejut karna tak ada Wanita itu disana, Darah yang tadinya tertampung disebuah baskom besar bersama ari-ari sijabang bayi juga hanya sedikit. yaitu hanya terdapat di ari-ari bayinya. Bagaimana mungkin seorang Wanita yang baru saja melahirkan bisa membereskan semuanya hanya sekejap? bahkan untuk berjalan saja masih belum bisa.
Bu Asih menemukan secari kertas yang ada dimejanya, dan langsung membacanya.
" Terimakasih Bu, sudah menolong Saya. Ini adalah alamat rumah Saya, Ibu bisa memberikan Bayi ini pada keluarga Saya. Sumarni." Tulisan tangan itu pun, seketika langsung hilang, setelah selesai dibaca.
Bu Asih terheran-heran Apa yang sebenarnya terjadi.
*Keesokan paginya.
Bu Asih ketempat yang sudah dituliskan dikertas itu, sambil menggendong Bayinya.
" Assalamuailkum.. "
Bu Asih memberi salam sebelum masuk.
" Waalaikumsalam" Sambutan dari seorang Wanita tua.
" Maaf, Apakah ini rumahnya Sumarni." Bu Asih memastikan.
" Iya benar Bu, Marni itu anak Saya." Kata Wanita tua itu.
Wanita tua bernama Karni itupun mempersilakan Bu Asih masuk kedalam rumahnya.
" Saya Asih, Bu. Ini Anak Marni yang baru saja dilahirkan semalam, Namun Saya bingung, karna setelah melahirkan, Marni langsung pergi." Bu Asih menceritakan semuanya pada Bu Karni ibu dari Marni.
Bu Karni langsung menangis.
" Marni..." Rintihanya,
" Kenapa dengan Marni Bu." Tanya Bu Asih.
" Marni, Marni sudah meninggal seminggu yang lalu Bu " Katanya sambil menangis
"A..aa..paa..mar..marni su..sudah meninggal Bu?"
Saking terkejutnya Bu Asih dengan terbata-bata kata-katanya.
" Iya, " Dengan sesenggukan Bu Karni menjawabnya.
" Marni meninggal seminggu yang lalu karna terpeleset dari kamar mandi, menurut dokter bayinya juga kemungkinan meninggal didalam perutnya karna pendarahan yang sangat hebat, selain itu kepala belakang Marni juga terbentur lantai dengan keras.
Jadi kami menganggap Marni dan Anaknya telah meninggal." Ibu Karni menjelaskan.
Bu Asih ga bisa berkata-kata lagi karna semakin membuatnya bingung.
" Baiklah, begini saja Bu, lebih baik Kita bongkar lagi makam Marni untuk memastikannya, Maaf ya Bu bukannya Saya lancang." Bu Asih memberi saran.
" Iya, Bu Asih benar, Saya akan memberi tau Keluarga Saya yang lain." Bu Karni segera memberi Tau keluaganya.
Dan Akhirnya dengan keputusan yang bulat, Keluarga Marni membongkar kembali makamnya.
Setelah semuanya dibongkar Jenazah Marni yang terbungkus kain kafan itu pun diangkat.
dengan keadaan Jenazah yang tak lagi utuh karna udah dimakn belatung. Namun Bu Asih dapat mengenali wajah Marni yang tinggal separo.
Dan Bu Asih masih tak percaya dengan yang dilihatnya.
" Benar Bu, Perut Marni kempesan, malahan darahnya lebih banyak dibagian dekat perut" Kata salah satu kerabat yang mengecek keadaan Marni.
Bu Karni dan keluarga yang lain pun menangis dengan histeris, tak percaya dengan apa yabg telah terjadi.
" Begitulah Sari kisahnya, Jadi Kamu bukan Anak Setan, biarin aja orang mau bilang apa, biar gimana pun kamu tetap cucu yang Nanek sayangi.?!"