Seorang gadis bermain di Desa Nanggong. Li Xuerui memiliki sahabat yang begitu baik padanya, mereka selalu pergi kemana saja yang mereka inginkan.
Saat ini, pangeran Ling Zhi sedang menatap Li Xuerui yang sedang bahagia menatap gelang-gelang kaca yang menurutnya begitu indah.
Li Xuerui tersenyum pada Ling Zhi, gadis kecil itu kemudian bertanya, "Apa menurutmu ini indah?"
Ling Zhi tersenyum kecil lalu menjawab, "Indah, apa saja yang kau pakai, maka barang itu akan menjadi lebih berharga." Jawab seorang anak lelaki yang berusia 13 tahun itu.
Li Xuerui terkekeh kecil mendengarnya, umurnya yang masih 10 tahun, mana mengerti dengan perkataan Ling Zhi, merasa jika sahabatnya memuji gelang itu.
"Tuan, waktunya pangeran dan nona untuk pulang." Ucap seorang penjaga yang bertugas untuk menjaganya. Pangeran Ling Zhi menoleh. Anak kecil itu mengangguk, sebelum pergi, ia membayar beberapa koin untuk gelang yang sedang di pegang oleh Li Xuerui.
"Waktunya pulang." Ucap Ling Zhi pada temannya. Li Xuerui mengangguk, segera mengikuti langkah temannya.
"Ling Zhi, apa menurutmu aku bisa menikah dengan pangeran tampan?" Tanya Li Xuerui yang polos. Mendengar pertanyaan itu, Ling Zhi berhenti melangkah, lalu mengikuti langkah Li Xuerui kembali.
"Tidak, ku rasa jika bukan aku yang menikahi mu, kau tidak akan pernah bisa menikah dengan orang lain! Kau sangat jelek sehingga hanya aku yang bisa menjadi temanmu." Ucap Ling Zhi meledek Li Xuerui. Gadis kecil itu memukul lengan Ling Zhi sedikit keras.
"Benar-benar menyebalkan jika bertanya padamu!" Teriak Li Xuerui. Memalingkan wajahnya kemudian segera menjauh dari Ling Zhi. Pangeran itu tertawa kecil, segera berlari mengejar temannya.
Setelah satu jam dalam perjalanan, akhirnya mereka telah sampai. Tidak ada kata marah lagi jika Ling Zhi sudah membujuk Li Xuerui. Kini, Li Xuerui malah sedang tertawa dengan berjalan bersama temannya.
Sepuluh tahun kemudian.
Ling Zhi sedang bertarung dengan kakanya. Umurnya kini sudah 23 tahun, membuah wajahnya semakin tampan dan berkharisma.
Kakaknya Huang Guo, mengepalkan tangannya saat pedangnya terjatu. Ling Zhi menyudahi permainan mereka. "Sudahlah, kamu yang seperti ini, bagaimana bisa mengalahkan ku?" Ejeknya segera pergi dari lapangan. Huang Guo menghela nafas kasarnya, terlebih saat mendengar perkataan dari adiknya yang begitu sombong.
Pangeran Li Fei kini sudah menunggu adiknya Ling Zhi.
"Kak, setelah sekian lama kau menunggu di sini." Ucap Ling Zhi. Li Fei terkekeh, "Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengalahkan Huang Guo." Ujar Li Fei, melirik sebentar ke arah kakaknya.
"Benar-benar membosankan, tidak pernah menerima kekalahan." Desah Ling Zhi. Li Fei tertawa kecil, menepuk pundak sang adik, membawanya pergi dari sana.
"Kau sudah lama tidak bertemu dengan Li Xuerui, kau tidak merindukannya?" Tanya Li Fei. Ling Zhi menghentikan langkah kakinya.
"Aku tidak pernah melupakan Li Xuerui, setelah kepergiannya sepuluh tahun yang lalu, aku masih berharap jika aku akan menjadi suaminya di masa depan."
"Sekarang kau akan bertemu dengan calon istrimu, siapa namanya?" Tanya Ling Zhi. Li Fei menoleh, "Tidak tahu, sang ratu belum mengatakannya padaku." Jawab Li Fei. Ling Zhi hanya mengangguk mengerti. Entah kenapa perjodohan ini begitu misterius, Ling Zhi merasa ada sesuatu yang begitu rahasia.
Salah satu prajurit segera mendekat pada mereka, bawahan itu membungkuk, "Pangeran Ling Zhi, pangeran Li Fei. Raja memanggil kalian untuk menghadap. Di katakan jika calon istri dari pangeran Li Fei sudah sampai, sekarang sedang bersiap-siap untuk bertemu dengan Yang Mulia Raja dan Ratu."
Li Fei melirik ke arah adiknya, "Kapan mereka tiba? Kita tidak mendengar gerbang terbuka?" Pikir Li Fei.
"Sudahlah, kak. Kau mungkin gugup sekarang, Ayok kita bersiap." Ajak Ling Zhi. Li Fei segera mengangguk dan mengikuti adiknya lagi.
Di ruangan ini, seorang gadis cantik sedang duduk dengan cadar tipis yang menutup sebagian wajahnya.
Gadis itu berdiri dari duduknya, dan mendekat pada ibunya.
"Ratu, boleh aku keluar sebentar? Ada hal yang mendesak." Ucap gadis itu dengan pelan. Sang ratu menatap putrinya.
"Baiklah, tapi sebelum ayah mu datang, kamu harus bisa kembali ke sini dengan cepat." Balas sang ratu. Gadis itu mengangguk, dengan anggun ia berjalan menjauh dari ruangannya, di ikuti kedua pelayan yang terus mengikuti langkahnya.
Saat ini, Li Fei dan gadis itu saling berjalan berlawanan arah, gadis itu menghentikan langkahnya sebentar dan menoleh, menelisik pakaian yang di gunakan oleh pria tadi tersebut.
Gadis itu menggeleng, berpikir jika itu bukanlah pria yang dirinya pikirkan saat ini.
"Clarisa, Liliya. Kalian bisa tunggu aku di sini." Titah gadis itu pada kedua pelayannya. Mereka berdua saling menatap, dan berkata: "Nona, biarkan kami mengikuti Anda, kami takut jika terjadi sesuatu pada Anda nona."
"Kalian tidak perlu khawatir, aku hanya akan memeriksa sekitaran sini saja." Ucap gadis itu. Kedua pelayan menggigit bibir mereka masing-masing merasa enggan untuk membiarkan nona mereka berjalan sendirian.
Gadis itu kemudian berjalan meninggalkan kedua pelayan.
Saat ini langkahnya ingin pergi ke suatu tempat, di mana kebiasaan pria yang sedang di carinya akan terus berada di sana.
Pandangan gadis itu yang tak lain adalah Li Xuerui, menatap ke arah pria yang sedang duduk di dahan pohon.
Li Xuerui mendekat pada pria itu, namun, sebelum berkata sesuatu, pria itu meloncat dari ketinggian dan berteriak, "Siapa kamu?!"
Li Xuerui terperanjat, matanya kini menatap wajah tampan pria itu yang tak lain adalah Ling Zhi.
Mereka adalah sahabat yang di pisahkan dengan secara paksa. Tidak ada yang tahu wajah dari mereka masing-masing.
"Kenapa kamu menatapku begitu?" Tanya Ling Zhi. Li Xuerui segera menunduk.
"Apa Anda pangeran Ling Zhi?" Tanya Li Xuerui dengan degup jantungnya yang berdebar saat ini.
Ling Zhi menaikkan alisnya sebelah, "Hmm.."
"Mau apa kamu ke sini? Ini bukanlah tempat yang bisa di datangi oleh semua orang!" Ucap pria itu dengan kasar. Li Xuerui mendongakkan kepalanya menatap kembali pada pria itu.
Berpikir jika dia bukanlah pria yang dirinya cari, terlebih ucapan yang begitu kasar dan tidak memiliki etika yang baik.
"Maaf, mungkin... Aku salah mengenali orang." Li Xuerui menunduk, segera pergi dari sana. Ling Zhi menatap gadis yang memakai cadar itu, merasa tak asing dengan langkah gadis itu.
"Tidak mungkin jika itu adalah dia!" Gumamnya setelah gadis itu sudah pergi.
Li Xuerui menangis, sudah beberapa kali meyakinkan dirinya untuk melupakan sahabat kecilnya.
Li Xuerui menghapus air matanya, bernafas lega, setelah itu mendekat pada para pelayan, untuk segera kembali ke ruangan sang raja.
Di sana, sang raja dan ratu sudah berada di kursi mereka masing-masing. Li Xuerui merasa malu karena telat, ia membungkuk hormat.
"Raja, maaf telah membuat Anda menunggu." Ucap Li Xuerui. Sang raja mengangguk, seolah mendapatkan maafnya, Li Xuerui langsung undur diri dan duduk di kursinya yang tadi.
Ling Zhi adalah orang yang paling telat, membungkuk pada ayahandanya dan langsung duduk.
Semua orang sudah berkumpul di aula ruangan, Yang mulia raja kemudian berdiri memberikan kabar gembira.
"Kerajaan dari dinasti Ming dan dinasti Mogeta. Kini akan menjadi keluarga, melalui pernikahan pangeran Li Fei dan Nona Li Xuerui." Ucap sang raja dengan berteriak memberikan kabar yang gembira.
Wajah Ling Zhi segera berubah saat mendengar nama Li Xuerui. Matanya menyelidik ke arah depan, mencari gadis yang di sebut ayahnya.
"Pangeran Li Fei, kemarilah bersama tuan putri Li Xuerui." Titah sang raja menyuruh mereka untuk mendekat.
Li Fei mengerutkan keningnya, menoleh pada adiknya Ling Zhi yang kini sudah mengepalkan tangannya. Li Fei tahu, saat ini adiknya sedang menahan amarahnya.
Gadis yang tadi menemui Ling Zhi, membuatnya semakin terkejut, Ling Zhi tahu jika gadis itu sempat pergi ke tempat di mana dirinya biasa menghabiskan waktu.
Ling Zhi semakin memaki bodoh karena tidak bisa menebak sahabatnya sendiri, sedangkan sahabatnya bisa menebak dirinya.
Li Xuerui berdiri bersama Li Fei, mereka melangkah mendekat ke arah sang raja. Senyum dari sang raja merekah, tidak dengan keduanya dan juga Ling Zhi yang merasa panas saat ini.
"Tuan putri Li Xuerui, akan menjadi menantu pertama ku. Li Fei putra kedua ku yang sangat pemberani dan gigih, sangat pintar dan bijaksana." Puji sang raja. Li Fei tersenyum samar, tatapannya terus tertuju pada adiknya.
"Duduklah di kursi sana." Titah sang raja. Li Fei membawa Li Xuerui untuk duduk lebih dekat dari sang raja.