Ariana Dhean adalah siswa kelas X yang mempunyai gangguan mental karena sebuah perundungan yang ia dapatkan di sekolah menengah pertama.Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang di lakukan oleh orang yang lebih kuat pada orang yang lemah.Sekarang bullying adalah hal yang banyak dj temukan di sekolah padahal sekolah adalah sarana pendidikan, bahkan di sekolah dasar sudah di temukan kasus bullying ini.Kasus ini harus mendapatkan perhatian lebih karena dapat membuat seseorang yang menerima nya mengalami trauma bahkan gangguan mental.
Hari itu di kantin sebuah sekolah bernama SMA Bhineka.....
"Makan siang ini kamu mau makan apa?".Tanya Ariana pada temannya yang duduk di sampingnya.
"Aku akan lesan siomay, apa yang akan kamu pesan? akan ku pesankan".Jawab Selina.Dia Selina Leshan teman sebangku Ariana, gadis penyuka coklat itu sangat dekat dengan Ariana.
"Aku ingin bakso, apa tidak merepotkan jika kamu pesan sendirian?".Ucap Ariana sedikit tidak enak.Dia selalu merasa tidak enak jika merepotkan orang lain, meski itu orang terdekat.
"Tidak repot, kamu selalu bertanya seperti itu.Jangan terlalu sungkan padaku Riana".Sahut Selina lalu menepuk bahu Ariana.
"Ya, akan ku usahakan".Ucap Ariana terdengar samar di telinga Selina.
Selina berjalan menjauh dari tempat duduk yang di duduki Ariana, perasaan Ariana saat di tempat ramai cukup mengganggu dirinya sendiri.Perasaan cemas dan gelisah bahkan tubuhnya bergetar saat dalam beberapa situasi.Semua yang Ariana rasakan Sekarang di sebabkan oleh trauma saat ia mendapatkan bullying di sekolah menengah pertamanya.Setelah peristiwa mengerikan itu ia selalu di hantui rasa ketakutan akan sesuatu hal yang akan terjadi padanya.
"Boleh minta tolong ambilkan tisu?".Ucap seseorang pada Ariana.
"T-Tentu saja, ini tisu nya".Sahut Ariana agak gugup saat mengetahui siapa orang yang meminta bantuan nya.
"Bukankah kau adalah pemenang cerdas cermat antar sekolah kemarin?".Tanya Indira.Indira Myesha adalah siswi kelas XI dengan tingkahnya yang menyebalkan, ia di kenal selalu memerintah siswi atau siswa lain untuk melakukan apa yang dia katakan.
"Ya, itu benar kak".Jawab Ariana berusaha tidak terlihat gugup, padahal tubuhnya sedikit bergetar.
"Makanan sudah datang".Ujar Selina sedikit besar volume bicaranya, karena ia melihat Ariana yang bersama seseorang yang cukup terkenal buruk di sekolah ini.
"Ah maaf, aku tidak bermaksud menggangu pembicaraan kak Indira dan Riana".Ucap Selina saat menyadari keberadaan Indira.
"Tidak masalah".Sahut Indira lalu pergi menjauh meninggalkan Ariana dan Selina.
"Kau tak apa Riana?".Tanya Selian lalu memegang tangan Ariana, tetapi langsung di tepis oleh Ariana.
"M-Maaf, tolong jangan sentuh aku".Ariana berbicara dengan sara bersalah.Perasaan cemas kembali mengendalikan dirinya, lumayan sulit untuk mengendalikan perasaan itu bagi Ariana.
Kadang saat perasaan cemas mengendalikan dirinya sangat sulit di kendalikan, saat di rumah Ariana bahkan sering kali menghancurkan sebuah barang untuk melampiaskan emosinya.Emosinya kadang mendorongnya untuk menyakiti diri sendiri.
"Tenangkan dirimu Riana, jangan mengingat pembicaraan dia dengan mu tadi".Ujar Selina penuh hati-hati, Selina tahu tentang ini.Dia tahu Ariana merupakan korban bullying saat sekolah menengah pertama.
"A-Aku akan ke Uks".Ucap Ariana pelan lalu perlahan hilang dari pandangan mata Selina.
Dua hari kemudian, Ariana tidak masuk sekolah alasannya sakit tetapi Selina tidak langsung mepercayai hal itu.Ia akan memastikan dengan berkunjung ke rumahnya.Sekarang ini Selina telah berada di depan rumah Ariana, lalu ia mengetuk pintu itu.
"permisi".Ucap Selina sembari mengetuk pintu di depannya, tidak lama pintu terbuka menampilkan perempuan sekitar berkepala empat.
"Ternyata Selina, pasti ingin bertemu Riana?".Ucap ibunda Ariana.
"Iya bunda, hari ini Riana tidak masuk sekolah jadi Seli khawatir".Sahut Selina menjawab.
"Masuk nak, Riana ada di kamarnya.Sebenarnya tadi pagi dia berusaha menghancurkan kaca lemarinya, dia juga berusaha menyayat tangannya".Ujar ibunda Ariana menjelaskan.
"Seli akan menemui Riana dulu bunda".Selina memang di suruh memanggil bunda oleh ibunda Ariana, jadi jangan heran.Setelah mendapatkan anggukkan Selina berjalan menuju kamar di Ariana.
"Riana ini aku, apa boleh masuk?".Ucap Selina setelah mengetuk pintu kamar di depannya.
"Masuk".Jawaban yang sangat singkat terdengar bernada hampa.Selina membuka pintu lalu melihat Ariana sedang melihat kearah balkon kamarnya.Ia berjalan perlahan dan duduk di samping Ariana, keheningan tercipta lumayan lama sampai Selina membuka suara.
"Kau menyakiti dirimu lagi? Aku yakin kau pasti bisa melewati ini semua Riana".Ujar Selina memulai pembicaraan, Selina berbicara dengan hati-hati.
"Tidak mudah Seli".Ucap pelan Ariana.
perasaan gelisah dan cemas Ariana membuat dirinya hilang kendali, saat pagi tadi ia memecahkan kaca lemari nya.Perasaan nya sudah kacau saat dua hari yang lalu di tambah kemarin ia bertemu ayahnya yang tiga bulan ini belum pulang dari luar kota.Ayahnya bernama Zaky Delio.Seorang ayah di kebanyakan cerita selalu menjadi cinta pertama anak perempuan nya, tetapi bagi Ariana ayahnya adalah patah hati pertama nya.Ayahnya tidak menyayangi nya sama sekali sedari kecil hingga saat ini.Perasaan anak perempuan mana yang tidak hancur jika ayahnya tidak peduli sama sekali padanya.
"Kamu orang yang paling kuat yang aku kenal Riana, jangan bilang menyerah dulu sebelum bertarung".Ujar Selina menatap Ariana penuh makna.
"Kau pintar dan berbakat, kau spesial Riana".Ucap Selina menatap wajah Ariana yang di hiasi oleh ari mata yang mengalir cukup deras.
Setelah dari siang mendung akhirnya hujan turun dengan tiba-tiba diikuti petir yang menyambar, cuaca dingin masuk ke dalam kamar Ariana.Selina tak mengeluarkan kata lagi ia menggenggam tangan Ariana erat, Ariana masih menangis dalam diam.Mulutnya tertutup rapat tapi matanya menangis sederas hujan yang turun saat ini.Orang yang tak punya perasaan pasti akan mengatakan bahwa hidup menjadi seorang Ariana itu menyedihkan, tapi orang itu tidak tahu bahwa ada seorang perempuan hebat yang sangat menyayangi dan mencintai Ariana, bundanya selalu mendukung Ariana.
"Seli apa aku sanggup bertahan? atau me-------".Ucapan Ariana langsung di potong oleh Selina.
"Jangan berpikir tidak ada orang yang bersamamu.Aku, bunda selalu bersamamu".Ujar Selina menggenggam tangan Ariana.
"Semangat, aku selalu bersamamu".Selina lalu memeluk Ariana dengan erat untuk menguatkan gadis manis ini.
Ariana masih syok dan tak percaya bahwa ayahnya benar-benar tidak peduli padanya, kemarin ia mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya selama ini.Ia masih benar-benar ingat ayahnya mengatakan bahwa "Ayah belum bisa menerima kamu karena ayah ingin punya anak laki-laki pada saat itu".Perkataan ayahnya terus berputar di kepala Ariana, membuat emosinya tidak stabil dan mengakibatkan ia kesulitan mengendalikan dirinya dan berakhir menyakiti diri sendiri.Setelah memikirkan nya matang-matang Ariana mengambil keputusan dengan tidak mempermasalahkan itu lagi.Suatu hal yang akan menjadi fokusnya sekarang fan melakukan hal yang membuat nya senang dan bahagia.
Bullying bukan hal yang bisa di bilang sepele hal ini adalah hal yang cukup berpengaruh besar bagi orang yang menerima nya, hal ini bisa mengakibatkan gangguan kecemasan. gelisah tak beralasan sampai depresi dan bunuh diri.Ada beberapa kemungkinan kenapa siswi atau siswa menjadi pelaku bullying diantaranya yaitu lingkungan keluarga yang kurang sehat dan mungkin pelaku merupakan korban bullying sebelumnya.
Ambil pelajaran positif dari cerpen ini dan jangan meniru negatif nya.
Tamat.
Terimakasih.