Aku jessie usiaku 11 tahun, aku pecinta hewan terutama kucing. Di hari ulang tahun ku yang ke 11 tahun aku meminta kucing kepada ayah dan ibu ku sebagai hadiah ulang tahun.
Ayah ku bekerja di restoran dekat rumah sebagai koki, sedangkan ibuku adalah wanita yang hebat ibu rumah tangga yang tidak mudah mengeluh dan selalu sabar menghadapi keluarganya.
Suatu hari tepat pada hari ulang tahun ku, aku mendengar suara kucing di luar kamar aku segera turun dari atas kasur dan pergi keluar kamar alangkah terkejutnya aku melihat seekor kucing kecil jenis persia Himalaya berada di dalam kandang depan kamar ku. Aku langsung membuka kandangnya dan memeluknya. Aku merasa sangat senang. Aku mencari ibu dan ayahku untuk berterimakasih karena ini hadiah yang paling berkesan.
"IBU.. AYAH... "
Aku mencari mereka rupanya mereka berada di ruang tamu aku berlari sambil membawa kucing itu. Aku berterimakasih kepada ayah dan ibuku
"Terimkasih ayah dan ibu aku sangat senang, aku berjanji aku akan menjadi anak yang rajin , berbakti kepada ayah dan ibu serta aku akan merawat kucing ini dengan benar" Ujarku
"Iya nak ibu dan ayah merasa bangga padamu rawatlah kucing itu dengan benar" Ucap Ibu
"SIAPP!! " Ujarku
Aku memberi nama kucing ini "Nyenyo" Karena jenis kelaminnya laki-laki. Dia sangat lucu dan menggemaskan.
Aku memasang kalung untuk nyenyo dan aku segera memandikannya kemudian menyiapkan makan untuk nyenyo, aku mengambil mangkuk kucing yang sudah lama ku beli untuk kucing ku nnti dan sekarang kucing itu sudah ada, aku memberi dua cup makanan kucing dan susu kucing yang paling bagus. Saat nyenyo makan aku terus memperhatikan nya tanpa mengalihkan pandangan sekalipun. Nyenyo tampak menikmati makanannya aku merasa senang, aku mengelus kepalanya dengan lembut.
Saat nyenyo selesai makan tiba-tiba saja dia mendekati ku seperti minta dimanja. Aku memanjakan nya dengan mengelus badannya. Kemudian aku membawanya ke kamar, aku membacakan buku cerita untuk nyenyo, nyenyo diam disamping ku seolah-olah dia mengerti dengan apa yang ku katakan. Nyenyo selalu tidur di sofa yang aku siapkan untuknya dikamar ku.
Tak terasa 3 bulan berlalu tiba-tiba saja nyenyo sering menggaruk telinganya rupanya setelah aku melihatnya telingga nya terluka, terlihat pecah - pecah . Aku panik dan aku menelfon ayahku agar cepat pulang untuk membawa nyenyo ke dokter hewan. Dalam perjalanan ke dokter hewan nyenyo terus menggaruk telinganya yang terluka hingga berdarah. Aku panik hingga mataku bercaka - kaca.
Namun, aku merasa sedikit tenang ketika sampai di dokter hewan, aku segera membawa nyenyo untuk mengambil nomor antrian.
Tiba saatnya nyenyo di panggil aku tidak sanggup menemaninya ke dalam, jadi aku menunggu diluar selagi nyenyo di priksa. Aku berdoa tanpa henti semoga saja nyenyo tidak apa - apa.
15 menit berlalu dokter keluar dan mengatakan
"Nyenyo terkena virus jamur yang sering terjadi pada kucing karena lingkungan yang terlalu lembap"
"Apakah ini penyakit serius dok? " Ujar ayahku
Dokter pun menjawab
"Kucing anda harus mendapatkan Perawatan Topikal. Perawatan ini dilakukan menggunakan obat jamur yang dikombinasikan dengan salep dan krim. Obat jamur, salep dan krim untuk yang efektif harganya tidak murah."
Aku menangis mendengar percakapan ayah dan dokter aku bingung apakah nyenyo bisa sembuh?
Melihat aku menangis ayah menenangkan ku dan membeli obat jamur yang di saran kan dokter.
Aku berterimakasih kepada ayah.
Setelah nyenyo keluar aku memeluknya erat, dan mengelus kepalanya. Setelah ayah membayar obat . Kami pulang kerumah, ayah segera mengoleskan obat jamur salep dan krim menggunakan sarung tangan. Perasaan ku campur aduk antara sedih dan senang, aku senang karena nyenyo dapat pengobatan dengan baik, namun aku juga sedih nyenyo harus di kandang selama masa pemulihan.
Nyenyo terus bersuara
"Meoww~~ Meoww~~"
Aku merasa sedih, aku tau pasti nyenyo merasa kesakitan dan merasa tidak nyaman berada di kandang namun demi kebaikan nyenyo aku pura-pura tidak mendengar nya , aku memejamkan mata ku sambil menahan nangis.
Matahari terbit namun terlihat masih gelap,rupanya mendung. Suara nyenyo pun tidak terdengar aku segera keluar melihatnya. Rupanya nyenyo tidak ada di kandangnya aku segera turun ke lantai bawah dan mencarinya. Aku menanyakan pada ibu, ibu hanya diam saja aku bingung. Tiba-tiba ibu berkata
"Yang sabar ya maafkan ibu dan ayah"
Aku bertanya-tanya apa yang dimaksud ibu
"Aku tidak mengerti yang ibu maksud" Ujarku
Ibu tiba-tiba saja memeluk ku dan berkata
"Maaf kan ibu nak, nyenyo sudah tiada nyenyo tertabrak mobil saat ibu mengajaknya jalan - jalan keluar rumah, ibu tau ibu salah harusnya ibu tidak melakukan itu ibu harap jessie tidak membenci ibu"
Aku terkejut melepaskan pelukan ibuku mataku membulat aku shock tidak dapat menahan rasa tangis ku air mata bercucuran dari mataku. Ibu terus menenangkan ku dan terus meminta maaf aku tidak dapat berkata apapun, aku tidak menyangka nyenyo pergi secepat ini.
Aku pergi ke kamar tanpa menjawab pertanyaan ibu, setelah aku merenung di dalam kamar kurang lebih 2 jam ibuku mengantar makanan ke depan pintu kamar ku.
Aku tidak memakannya nafsu makan ku telah hilang, aku merasa bersalah kepada nyenyo dan ibu harusnya aku memaafkan ibu karena ini sudah takdir, dan jika aku bisa melihat masa depan aku akan menjaga nyenyo semalam.
Aku turun ke bawah menemui ibu
"Maafkan aku bu, ini memang sudah takdir"
Ibu yang sedang menyiram tanaman tba-tiba memeluk ku erat dan mengelus rambutkurambutku, sambil menangis. aku sedih melihat ibuku menangis aku menenangkan ibuku. meskipun rasanya berat kehilangan hewan kesayangan tapi jangan sampai membenci orang tua kita. Takdir sudah tertulis kita hanya perlu ikhlas.
Sejak kejadian itu aku tidak memelihara hewan lagi, namun aku tetap mencintai hewan..
Aku akan pergi berkunjung ke tempat adopsi kucing yang kebetulan milik teman ayah, aku berkunjung setiap hari sabtu dan minggu untuk bermain dengan kucing - kucing itu dan memberinya makan. Hal itu membuat ku senang dan membuat ku merasa dekat nyenyo.
aku sangat berterimakasih dengan ibu dan ayahku karena berkat mereka aku dapat banyak pengalaman dan hal baik yang dapat kulakukan.