Sepertìnya aku lahir tidak di kehendaki oleh dunia ini, sebab makluk yang menolak aku lahir, selalu berusaha membujuk orang tua yang melahirkan aku, selalu membenciku, sampai aku diasuh dan dibesarkan oleh orang yang bukan melahirkan aku, yang juga dibujuk mahluk itu, untuk selalu membenciku, untungnya masih ada orang yang tidak terbujuk oleh mahluk kejam itu, sehingga dia dapat mengasihi aku, meski tidak bisa banyak menolong aku, sebab kekuasaan mahluk itu benar-benar kuat, sehingga ia selalu ingin melihat kehancuranku bahkan kematianku, namun Roh yang menginginkanku lahir kedunia ini selalu menolong aku, meski tidak terlihat namun aku bisa merasakannya, sayangnya Roh itu tidak selalu dekat padaku, sehingga mahluk itu dengan leluasa menyuruh orang tuaku untuk selalu menyiksaku dan menindasku.
Hidup masa kecilku tidak sebahagia seperti anak-anak lain, karena mahluk itu tidak pernah membiarkan aku, hidup didunia ini untuk merasakan kebahagiaan, meski semestinya aku dapat merasakan itu semua, karena orang tuaku bukan orang miskin yang tidak punya apa-apa, keluargaku hidup berkecukupan, namun lagi-lagi mahluk itu lebih berkuasa atas keadaan keluargaku, dia mengendalikan orang tua yang mengasuhku, agar berkuasa atas orang-orang yang ada dalam keluargaku, seolah dia yang berhak mengatur dan berkuasa disitu, aku dan orang-orang seisi rumahku dibuat tidak berdaya, sampai saat harus memutuskan kepindahan rumah kami pun, lagi-lagi mahluk itu yang mengendalikan orang tua yang sok berkuasa itu, agar pindah ketempat yang mahluk itu kehendaki, meski orang yang mengasihiku, yang seharusnya menjadi pemimpin di rumah itu sudah menjegahnya, namun orang tua itu tetap pada pendiriannya, dan tidak ingin dicegah kemauannya, karena pengaruh mahluk itu lebih kuat menguasai dirinya.
Aku merasa aneh, saat dirumah kami yang lama, aku tidak pernah diijinkan untuk main atau keluar rumah, seperti teman-teman remajaku yang lainnya, namun di tempat baruku, aku dibiarkan bebas kemana pun aku mau, sehingga aku seperti kuda yang baru keluar dari kandang, aku liar, tapi ternyata itu siasat mahluk itu untuk menghancurkanku, sampai aku benar-banar dihancurkan oleh makluk itu, melalui orang yang keluarganya selalu memakai topeng orang besar yang sangat perpengaruh, sehingga aku benar-benar disalahkan dalam hal itu, padahal dialah yang menghancurkanku.
Mahluk itu sudah berhasil menguasaiku, aku dibawanya ketempat-tempat kehancuran, yang sebelumnya aku tidak pernah tau, tempat kehancuran itu berlapiskan kebahagian, mahluk itu benar-benar ingin aku hancur dan binasa, namun lagi-lagi Roh yang selalu mengawasiku dari jauh, menolongku, dia mempertemukan aku dengan orang yang bisa mengeluarkan aku dari tempat kehancuran itu, akhirnya aku dapat keluar dari tempat kehancuran itu, namun sayangnya tidak begitu lama, pada akhirnya orang yang membawa keluar, terbujuk juga oleh mahluk itu, untuk menyakiti aku lebih parah lagi, aku tidak berdaya, mahluk itu menguasai aku dan membawa aku ketempat kehancuran itu lagi.
Aku merasakan Roh yang mengawasiku selalu ingin menolongku, meski aku berada di tempat kehancuran, yang dikuasai oleh mahluk jahat itu, aku selalu diberi kemudahan dan ada saja orang yang ingin menyelamatkan aku dari tempat itu, namun ketika aku percaya dengan orang itu, lagi-lagi mahluk itu membujuk orang itu untuk menyakiti aku, sampai suatu saat Roh yang berusaha menolong aku, mempertemukan aku dengan orang kedua, yang sangat berpengaruh, seperti orang berpengeruh pertama yang selalu menjadi kebanggaan keluargaku,
Pada awalnya aku dan keturunanku merasa bahagia, bertemu dengan orang yang sangat berpengaruh itu, seolah hidup kami sudah terlepas dari kejahatan mahluk, yang tidak menginginkan aku lahir kedunia ini, namun disaat Roh yang berusaha menolongku, menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya, mahluk itu pun tidak tinggal diam, dia berusaha masuk kedalam orang-orang, yang berada dinaungan orang yang sangat berpengaruh kedua, yang baru kukenal, mahluk itu menguasai orang-orang yang dipakai oleh orang yang sangat berpengaruh besar itu, untuk membenci aku dan menyingkirkan aku, lagi-lagi aku disudutkan, seperti aku orang yang sangat bersalah.
Ternyata mahluk jahat itu bisa masuk kemana saja, untuk dapat menyingkirkan aku, dan melenyapkan aku dari dunia ini, dengan meninggalkan kesalahan yang tidak pernah aku perbuat, namun orang yang sangat berpengaruh dan berkuasa kedua, yang aku baru kenal, Dia sungguh baik, Dia tidak pernah jauh dari aku, disaat aku membutuhkan pertolongan-Nya, Dia selalu ada dan menolongku, meski sebagian keturununku sudah tidak percaya, dan mencoba menjauh dari-Nya.
Aku cukup mengerti, mengapa keturunanku menjauh dari-Nya, dan kembali kepada orang yang sangat berpengaruh pertama, mungkin mereka lelah, oleh perbuatan mahluk jahat itu, yang selalu berusaha menginginkan kehancuranku, tapi aku, berkat kehidupan yang aku jalani, mengajarkan dan membuat aku kuat, sehingga aku mempunyai keberanian untuk berjuang, melawan mahluk jahat itu, beserta orang-orang yang dipakai untuk menghancurkan aku, karna aku benar-benar percaya Roh itu selalu menolongku dan membela aku, untuk mengembalikan nama baikku.
Aku melihat orang-orang yang dipakai oleh mahluk jahat itu, untuk menghancurkan dan mempermalukanku, satu-satu binasa dan dipermalukan, dari saat pertama orang yang dipakai untuk menghancurkan aku, keluarga mereka dipermalukan oleh Roh itu, dengan memperlihatkan kepada dunia, bahwa orang itu hidupnya tidak lebih dari sebuah gedebong pisang saja, dan sampai saat ini, setiap orang yang ingin menghancurkan aku dan keturunanku, Roh itu akan menyuruh mahluk kepercayaan-Nya, untuk membinasakan mereka semua, meski perjuanganku belum berakhir, namun aku percaya, berkat pertolongan dan perlindungan Roh yang selalu dekat denganku sekarang, aku bisa mengembalikan nama baikku, sehingga disaat aku kembali kedunia, sebelum aku ada didunia fana ini, aku meninggalkan nama baik, untuk keturunan-keturunanku.